Pelaku Pariwisata Harus Menjadi Humas yang Melayani


Pemerhati Masalah Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Widiyartono R tampil sebagai narasumber bersama Gana Wuntu dari Disporapar Jateng dalam acara ‘Peningkatan Mutu Pelayanan Prima pada Pokdarwis Jawa Tengah’ di Dewi Mangrovesari, Pandansari, Desa.Kawlilingi, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Kamis (27/6) malam.
BREBES, WAWASANCO – Para pelaku pariwisata harus menjadi humas yang melayani. Sehingga, wisatawan akan terkesan dan akan datang kembali ke obyek wisata tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh  Pemerhati Masalah Pariwisata Jawa Tengah, Widyartono saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pelayanan Prima pada Pokdarwis  Jawa Tengah di Obyek Wisata Dewi Mangrovesari, Pandansari, Desa Kawlilingi, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Kamis (27/6) malam.

Widiyartono R dalam pemaparan materi yang berjudul ‘Menjadi PR yang Melayani Pelanggan’ menyampaikan dengan jelas kepada 50  peserta kegiatan yang merupakan pengurus dan anggota  Pokdarwis dari Pantura Barat (Batang, Kota/Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten/Kota Tegal dan Brebes).

Menurutnya,  pelanggan yang dimaksud dalam meteri ini merupakan para  wisatawan. “Semua yang terlibat di bidang pariwisata harus bisa menjadi humas. Misalnya, ada kelompok pokdarwis dalam sebuah obyek wisata tertentu. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini, harus bisa menyampaikan kepada wisatawan tentang masing-masing desa wisatanya,” papar Widiyartono R yang juga Redaktur Harian Pagi Wawasan ini.

Widiyartono mengemukakan, bukan hanya pengurus Pokdarwis yang bertugas untuk mempromosikan atau menyampaikan hal-hal desa wisatanya. Namun, semua warga mulai dari bakul, tukang parkir, tukang perahu dan pelaku wisata setempat harus menjaga citra daerah wisatanya.

“Fungsi humas akan menyampaikan hal- hal yang memang baik  kepada wisatawan. Bagaimana melayani wisatawan saat mereka datang dengan bahasa dan etika serta etiket yang baik,” paparnya.

Dijelaskan, wisatawan jangan dibuat kecewa karena ulah dan tingkah yang kurang simpatik dari warga yang berada di lingkungan obyek wisata tersebut. Sebagai misal, harga makanan lebih mahal dari harga standar. Demikian pula parkir kendaraan yang relatif  mahal.

“Kalau sudah berbuat begitu, para wisatawan akan sungkan untuk kembali bahkan tidak tidak datang lagi ke obyek wisata tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan informasi tentang tidak baiknya pelayanan di obyek wisata setempat kepada masyarakat,” tuturnya.

Narasumber lainnya, Rusjan lebih banyak menceritakan sejarah dibukanya Dewi Mangrovesari. Gana Wuntu SE MMPar  dari Disporapar Provinsi Jateng menjelaskan, kegiatan sarasehan di Dewi Mangrovesari, Brebes dalam  rangka meningkatkan mutu pelayanan prima bagi para pokdarwis, khususnya yang berada di wilayah pantura barat.

Penulis : ero
Editor   : edt

https://wawasan.co/news/detail/9669/pelaku-pariwisata-harus-menjadi-humas-yang-melayani