BUMDes Dewara: Unit Usaha Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Warungbanten

 

Penulis ket’s – 19 Januari 2020

Jakarta, Pelitabanten.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dewara merupakan salah satu unit usaha yang fokus kegiatan ekonominya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Warungbanten berkesempatan hadir mengikuti event Festival Desa Kota, pada 17-19 Januari 2020 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.

Sebagaimana disampaikan oleh Aji Panjalu, aktivis Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), perhelatan yang digagas oleh Sawit Watch bekerjasama dengan Aliansi untuk Desa Sejahtera dengan tema “Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan: Inikah Arah Baru Kedaulatan Pangan Indonesia?” menghadirkan Kepala Desa Warungbanten Jaro Ruhandi (34) sebagai narasumber dalam perbincangan antar aktivis penggiat desa dan seluruh peserta yang datang dari berbagai desa di Indonesia.

“Bumdes harus menjadi unit usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, tidak hanya mempengaruhi perputaran ekonomi semata, namun harus mampu meningkatkan rasa kebahagiaan masyarakat desa dan sekitarnya,” kata Jaro Ruhandi, Sabtu (18/1/2019).

Ruhandi mengisahkan, Bumdes Dewara didaulat menjadi Bumdes Terbaik Tingat Nasional tahun 2019 lalu oleh Menteri Desa dan PDT. Baginya, penghargaan itu bukan tujuan melainkan dijadikan sebagai pengalaman penting agar mampu lebih berpihak pada masyaraat.

Menurutnya, Bumdes Dewara berupaya untuk mampu menjembatani ketimpangan pengetahuan dan ekonomi masyarakat.

“Kami banyak belajar ke Bumdes-Bumdes yang sangat sudah berhasil, namun kami menerapkannya sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang ada disini,” terang Jaro.

Pemdes Warungbanten telah mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi warga melalui pemetaan partisipatif pada tahun 2018. Sehingga terdapat data tersebut baik secara spasial maupun digital.

Melalui pengelolaan Bumdes juga telah mampu mengajak pulang warga desanya yang selama ini bekerja di Jakarta untuk kembali dan berkarya di Desanya.

“Alhamdulillah, sudah banyak yang pulang kampung dan mereka berkarya membuat anyaman, calung, wayang dan lainnya. Walaupun pendapatannya lebih kecil daripada kerja di Jakarta, namun tingkat kebahagiaannya lebih besar” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

 

 

https://www.pelitabanten.com/topik/festival-desa-kota/