Dari Sergai Ke Kefa

Dari Sergai Ke Kefa

MENULIS cerita sudut-sudut wilayah Indonesia yang kaya budaya dan beragam kepada khalayak bukan perkara gampang. Tantangannya tidak sedikit. Prosesnya tentu panjang, dan melelahkan. Seseorang yang berniat menulis tentang sebuah tempat di Indonesia, setidaknya mesti melakukan perjalanan. Berbincang dan tertawa bersama masyarakat di sana. Mendengarkan pengalaman warga. Menangkap perjuangan dan kepahitan hidup. Merasakan alam lingkungan di sekelilingnya. Lalu, tentu saja, menuliskannya dengan gaya bercerita. Mengalur seperti menyaksikan film. Mengalir seperti Anda mendengar penutur dongeng.

Lantas, apa jadinya jika itu dilakukan oleh kaum muda yang disebut-sebut sebagai generasi milenial?

Ada pihak yang meragukan kemampuan anak-anak milenial ini. Yang sejak kanak-kanak sudah terbiasa dengan kemudahan akses internet. Hidup di tengah banjir informasi. Dikelilingi ragam media elekronik. Generasi yang gemar mengonsumsi informasi pendek, dan dangkal. Cuma gandrung dengan media sosial. Minim kepedulian terhadap lingkungan di sekitar.

Baca