Pemasaran-Ekowisata-Berbasis-Masyarakat-di-Pulau-Kaledupa-Kabupaten-Wakatobi

Pemasaran Ekowisata Berbasis Masyarakat di Pulau Kaledupa Kabupaten Wakatobi

Yayasan Basudara

INS/SGP/OP6/Y2/STAR/BD/19/051

Objective 1
Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang Pemasaran EKowisata Berbasis Komunitas

Foto 1. Paket wisata “Sero” merupakan salah satu aktivitas pengelolaan sumber daya lokal yang akan dikembangkan sebagai Paket Wisata. Terdapat 12 paket wisata dari 4 desa yang akan dikembangkan sebagai produk ekowisata. (Desember 2019).

Foto 2. Paket Wisata “Snorkeling dan Memanah Ikan”. Masyarakat di Desa Darawa memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan sebagai salah satu sumber penghidupan, paket wisata diharapkan dapat memberi nilai tambah atas pemanfaatan sumber daya alam tersebut. (Desember 2019).

Foto 3 dan 4.

Salah satu daya Tarik ekowisata di pulau Kaledupa adalah Kenakeragaman hayati yang dimiliki oleh Ekosistem Mangrove. Foto kiri merupakan salah satu aktivitas satwa di hutan mangrove Desa Sombano, dan foto kanan adalah foto dari burung Kepodang (Oriolus chinensis) di Desa Pajam (November 2019).

Objective 2
Menguatnya peran kelompok ekowisata berbasis komunitas dalam aktivitas pemasaran ekowisata

Foto 5 dan 6. Kegiatan Lokakarya Penguatan tata laksana pengelolaan media pemasaran ekowisata berbasis komunitas di Pulau Kaledupa yang dihadiri oleh 30 peserta dari 17 Lembaga yang berkepentingan dalam pengelolaan ekowista di Pulau Kaledupa. Antara lain: SPTN 2 BTN Wakatobi, Sara Barata Kahedupa, Pemerintah Kecamatan Kaledupa dan Kelompok-kelompok Masyarakat.

Objective 3
Terciptanya media promosi dan produk pengetahuan untuk kegiatan pemasaran ekowisata berbasis komunitas

Foto 7 dan 8. Kegiatan pengambilan materi promosi dan produk pengetahuan untuk media pemasaran ekowisata di Pulau Kaledupa. Foto kiri merupakan proses pengambilan dan pemetaan gua Batambawi sebagai salah satu destinasi ekowisata dan foto kanan merupakan hasil pengambilan materi promosi untuk paket wisata snorkelling di pulau Kaleudupa. (Oktober dan November 2019).

CAPAIAN KEGIATAN

Foto Kiri Atas (9): Souvenir yang diproduksi oleh masyarakat di Pulau Kaledupa; FotoKananAtas (10): Aktivitas masyarakat petani rumput laut di Desa Sombano; Foto Kiri Bawah (11): Aktivitas “sero”di Desa Pajam; Fotokananbawah (12): Tarian tradisional yang dipentaskan di Festival Wakatobi Wave.

  • Terdapat masing-masing 1 dokumen riset pasar dan Analisa produk ekowisata di pulau Kaledupa.
  • Terdapat 1 dokumen Analisa stakeholder ekowisata di pulau kaledupa.
  • Terdapat 12 Paket wisata dari 4 desa yang akan dikembangkan sebagai aktivitas ekowisata berbasis pengelolaan sumberdaya alam lokal di Pulau Kaledupa yang berpotensi melibatkan sekira 77 masyarakat untuk semua paket wisata.
  • Terdapat 5 kelompok ekowisata di tingkat desa dan 1 kelompok ekowisata di tingkat pulau yang akan berpartisipasi dalam pengembangan paket ekowisata.
  • Terdapat 1 dokumen Inisiasi formal untuk perijinan usaha perjalanan wisata dan penyedia informasi di Kawasan konservasi untuk paket wisata dan media pemasaran ekowisata di pulau Kaledupa.

DAMPAK PROYEK

Foto 13. Perwakilan Pemangku kepentingan ekowisata tingkat pulau duduk Bersama untuk membahas pengembangan produk ekowisata dan media pemasaran ekowisata di Pulau Kaledupa.

Foto 14. Dampak negative yang dapat ditimbulkan dari berkembangkanya aktivitas ekowisata adalah pemanfaatan sumberdaya yang tidak menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Foto 15. Makanan yang disajikan oleh salah satu penginapan memberikan peluang alternative sumber penghidupan bagi warga yang bergerak di bidang ekowisata.

PENGALAMAN TERBAIK

Foto 16. Eksplorasi lokasi-lokasi daya Tarik wisata memungkinkan untuk pengembangan inisiatif-inisiatif konservasi lainnya, seperti konservasi mamalia laut di desa Lentea dan Darawa. (November 2019).

Foto 17. Pengembangan  ekonomi melalui aktivitas ekowisata bak dua sisi mata uang. Disatu sisi memberikan peluang untuk keberlanjutan penghidupan dari sisi ekonomi, namun disisi lain dapat menjadi sarana untuk mengeksploitasi keterbatasan sumber daya. Seperti yang terjadi di desa Sama Bahari, dimana keterbatasan sumber daya air tidak menjadi penghalang bagi penyedia jasa akomodasi untuk tetap menerima wisatawan. (Desember 2019).

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

  • Pengembangan website pemasaran ekowisata berbasis masyarakat di pulau kaledupa dengan alamat: https://www.experience-wakatobi.com
  • Ijin usaha perjalanan wisata dan penyedia jasa informasi wisata dari Balai Taman Nasional Wakatobi.
  • Peningkatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi konten promosi ekowisata di Pulau Kaledupa.
  • Produk pengetahuan mengenai aktivitas ekowisata berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.