Mewujudkan Desa Kulati Sebagai Desa yang Mandiri Pangan dan Berdaya Saing Melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan di Tahun 2023

Mewujudkan Desa Kulati Sebagai Desa yang Mandiri Pangan dan Berdaya Saing Melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan di Tahun 2023

KELOMPOK POASSA NUHADA

INS/SGP/OP6/Y2/STAR/BD/18/021

Amandement No.

INS/SGP/OP6/Y1/AMANDEMENT/STAR/BD/18/021

Outcome_1:
MENGEFEKTIFKAN FUNGSI BANK IKAN SEBAGAI SUMBER KETAHANAN PANGAN LOKAL MASYARAKAT DESA KULATI

Foto 1 : Koordinasi Awal Dengan Pemerintah Desa.

Foto 2 : Masyarakat Desa yang mengikuti Musyawarah Desa tentang pengefektifan Kembali Kawasan bank ikan.

Foto 3 : Kelomok Poassa Nuhada melakukan diskusi persiapan kegiatan Pemetaan baknikan.

Foto 4 : Konsultasi Bersama pemerintah desa sebelum melakukan pemetaan wilayah bank ikan (laut).

Foto 5 : Anggota Kelompok Poassa Nuhada melakukan Pengambilan titik koordinat bersama tenaga ahli dari Lembaga FORKANI.

Foto 8 : Pembuatan 10 buah muring buoy.

Foto 9 : Persiapan tali pengikat batu pemberat.

Foto 10 : Persiapan batu untuk pemberat muring buoy.

Foto 11 :  Muring Buoy yang berhasil dipasang pada area bank ikan.

Foto 12 :  Monitoring Bersama karang taruna.

Foto 13 : Monitoring rutin secara bersama nelayan dan anggota kelompok Poassa Nuhada.

Outcome_2:
KETERSEDIAAN HUTAN SEBAGAI DAERAH RESAPAN AIR DI WILAYAH SUMBER MATA AIR DESA KULATI

Foto 14 : Melakukan identifikasi jenis tanaman dan luasan lahan yang akan ditanami bibit pohon manga dan nangka.

Foto 15 : Musyawarah Bersama pemilik lahan yang berada di areal mata air te’ewamakuni.

Foto 16 :  Persiapan Penyebaran Polibag ke 9 kelompok dasawisma.

Foto 17 : Pengangkutan bibit mangga dan Nangka yang sebelumnya telah ditanam pada polybag oleh ibu-ibu dasawisma.

Foto 18 : Bibit pohon Mangga & Nangka ditempatkan dirumah pembibitan bibit.

Foto 19 : Bibit Mangga dan Nangka dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Foto 20 : Bibit Mangga dan Nangka dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Foto 21 : Pemeliharaan tahap pertama pohon mangga dan Nangka pada lokasi sumber mata air te’ewamakuni.

Foto 22 : Pembuatan tungku hemat kayu bakar yang dikerjakan oleh tukang las.

Foto 23 : Pendistribusian tungku ke masing-masing dasawisma dibantu oleh masyarakat desa.

Outcome_3:
MENINGKATNYA PENGETAHUAN DAN TEROBOSAN UNTUK BIDANG PERTANIAN DAN PERIKANAN UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI KERJASAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK YANG MEMILIKI KOMPETENSI TERKAIT, DAN REVITALISASI PENGETAHUAN LOKAL TENTANG PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM.

Foto 24 : Pendokumentasian salah satu jenis pangan lokal.

Foto 25 : Kegiatan pendokumentasian pangan lokal Bersama mahasiswa KKN-P UGM.

Foto 26 : Transfer Pengetahuan Kepada Generasi Muda Karang Taruna bersama Ibu-Ibu Kelompok Dasawisma.

Foto 27 : Pengadaan Demplot (Kebun percontohan) tanaman pangan lokal berbasis pertanian ramah lingkungan.

Foto 28 : Pelatihan pembuatan pupuk organic Bersama kelompok Dasawisman.

CAPAIAN KEGIATAN

  • Forum menyepakati untuk mengefektifkan kembali fungsi Bank Ikan yang dituangkan dalam berita acara kegiatan.
  • Forum Menghendaki kegiatan Selajutnya harus diadakan Musyawara membahas metode pemanfatan dan pengawasan  Bank Ikan di Desa Kulati.
  • Kegiatan ini melibatkan 44 Orang peserta yang terdiri dari  laki-laki 26 orang,  perempuan 18 Orang.
  • Kepedulian  masyarakat dalam pengawsan Bank ikan  mulai tumbuh, hal ini dilihat dari laporan laporan masyarakat kepemerintah desa terkait penggunaan kompresor pada malam hari.
  • Telah dilakukan pengambilan titik koordinat di Kawasan Bank Ikan yang melibatkan 6 orang.
  • Adanya peta Kawasan bank ikan yang dipasang pada pintu masuk pantai pantai di Desa Kulati.
  • Terpasangnya 10 Unit Murine Boy pada wilayah Bank Ikan. Kegiatan ini melibatkan 12 orang   diantaranya  8 orang laki laki dan 4 orang perempuan. 8 diantaranya adalah anggota karang taruna, untuk lebih mengenalkan Bank ikan kepada kalan muda di yang ada di desa
  • Oleh kelompok Poassa Nuhada sebulan sekali melakukan pengawasan di wilayah bank ikan dengan melibatkan beberapa orang dari anak-anak karang taruna, masyarakat (nelayan), pemerintah desa.
  • Teridentifikasinya 15 Jenis Pangan Lokal Darat.
  • Terlaksananya transfer pengetahuan pengelolaa jenis dan budidaya pangan lokal kepada karang taruna. diiukuti 26 orang peserta yang hadir.
  • Terlaksananya penyebarluasan pengetahuan jenis dan ciri umbi umbian oleh ibu ibu Dasawisma kepada generasi muda.
  • Terlaksananya kegiatan Festival Pajuju dengan membuat talang poromu ( kandea raksasa ) dengan berbagai jenis olahan pangan local di dalamnya.
  • Kegiatan dihadiri oleh Bupati Wakatobi dan Unsur SKPD kab, Wakatobi dan 20 Orang anggota DPRD Kab Wakatobi.
  • Kegiatan ini dihadiri juga oleh masyarakat pulau Tomia Terlaksananya Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik kepada ibu ibu Dasawisma Desa Kulati
  • Adanya Demplot percontohan yang ditanami berbagai jenis pangan dan umbi-umbian lokal.
  • Terlaksanya  Sosialisa penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan kepada masyarakat nelayan, generasi muda dan anak sekolah.
  • Terdapat kurang lebih 4.900 M2 Lokasi disekitar mata air yang akan menjadi sasaran Penghijauand dan diketahuinya pemilik lahan dari lokasi mata air tersebut.
  • Teridentifikasi tanaman lokal diareal  sumber mata air (Te’e Wamakuni) antara lain 1 Pohon Kelapa, 11 Batang Pohon Pisang dan sisanya adalah semak belukar yang tidak termanfaatkan oleh pemilik lahan.
  • Menyepakati kegiatan perlindungan mata air khususnya perlindungan tanaman yang akan ditanam yang dituangkan dalam dokumen berita acara.
  • Adanya rumah pembibitan 3 x 5 m.
  • Tersedianya 1100 bibit tanaman local mangga dan Nangka.
  • Keterlibatan 135 perempuan dasawisma dalam pengadaan bibit lokal.
  • Melibatkan 3 Orang penyandang disabilitas di Desa Kulati Terlaksananya penanaman 1000 pohon local dengan melibatkan 121 Orang terdiri dari 102 Laki Laki dan 19  Perempuan.
  • Terlaksananya kegiatan pemeliharaan pohon local dikawasan mata air yang melibatkan 9 orang ibu-ibu.
  • Adanya 9 Buah Tungku Hemat kayu bakar yang tersebar di tiap tiap dasawisma dari target 4 buah yang ada di proposal.
  • Terlaksananya Kegiatan Pelatihan Bersama ibu ibu desa kulati dengan menghadirkan pemateri dari PKK Kecamatan.
  • Adanya Produk hasil diversifikasi produk pertanian, perikanan lokal melalui kegiatan Festival Wakatobi Wave.
  • Teridentifikasinya Kelembagaan Didesa seperti Kelompok Nelayan, Karang Taruna, Dasawisma, BPD, Pemerintah Desa.
  • Masuknya Program pelestarian dan kesejateraan masyarakat kedalam Dokumen perencanaan Desa.

DAMPAK POSITIF

  1. Meningkatkan pendapatan masyarakat. Bidang perikanan melalui Alat  tangkap Bagang.
  2. Meciptakan lapangan pekerjaan.
  3. Mengurangi sampah  yang terdampar di pantai sekitar Desa Kulati.
  4. BUMDes telah meminta penyertaan modal di tahun 2020 untuk pembuatan bagang di tahun 2021 sebagai salah satu unit usaha BUMDes.
  5. Cara penangkapan  ikan di Bagang  masuk dalam paket wisata Desa Kulati
  6. Menjadi sumber mata pencaharian nelayan kedepan.
  7. Ketersedian pangan terutama ikan teri kering pada musin hujan dapat terpenuhi.
  8. Berpotensi menciptakan peluang usaha Budidaya  ikan bobara (ikan Kue).
  9. Sisa limbah ikan teri bias dimanfaatkan sebagai bahan kompos
  10. Kejelasan batas wilayah bank ikan.
  11. Meningktkan pendapatan nelayan ( pemilik Boat)
  12. Kejelasan batas wilayah bank ikan.
  13. Tersedianya informasi yang dapat diakses oleh masyarakat pulau tomia terkait bank Ikan Desa Kulati.
  14. Masyarakat mengetahui Batasan wilayah laut yang dilindungi.
  15. Penyadartahuan Kawasan bank ikan  terutama pada generasi muda Desa Kulati.
  16. Meningkatkan pendapatan pemilik boat.
  17. Mengetahui dengan jelas luasan Kawasan resapan air dan kondisi sebelum dilakukan penanaman.
  18. Menambah pendapatan  ekonomi  135 perempuan Dasawisma karena bibit pohon manga dan nangka dibeli langsung oleh pelaksana program melibatkan 9 kelompok Dasawisma.
  19. Pemanfaatan bibit lokal yang selama ini terbuang dengan percuma.
  20. Terjamin Keberlanjutan hidup tanaman lokal karena gulma yang mengganggu telah dibersihkan.
  1. Memudahkan warga dalam pelaksanaan acara hajatan karena tersedia tungku disetiap dasawisma.
  2. Menambah pendapatan warga karena tungku yang dibuat dari besi itu diberdayakan pada tuakng las Di desa kulati.
  3. Menekan jumlah pemakaian kayu bakar pada pemanfaatan rumah tangga, hal ini dapat dilihat dari permintaan 15 tungku  skala rumah tangga yang diproduksi oleh tukang las.
  4. Menambahnya pengetahuan tim pendokumentasian tentang olahan pangan loklal seperti Pangan Lokal JABBARI yang dibuat dari olahan jangun  muda yang dihaluskan menggunakan kagili kemudian dicampur dengan santan dan gula merah setelah itu dimasak  hingga menyatu adonannya seperti model olahan  waji
  5. Adanya Penyadartahuan generasi muda  tentang pengelolaan dan budidaya tanaman pangan local yang selama ini dialkukan oleh orang tua kami.
  6. Adanya Penyadartahuan generasi muda  tentang jenis dan ciri umbi umbian kepada generasi muda.
  7. Memperkenalkan Budaya Pajuju kepada masyarakat luar dan ditetapkanya budaya Pajuju sebagai Budaya  maraitim wakatobi Oleh bapak Bupati Wakatobi dan akan dimuat dalam kalender iven daerah.
  8. Meningkatkan perekonomian masyarakat pulau tomia melaui penjualan-2 yang dilakukan pasca festifal baik dari Desa Kulati sendiri maupun dari Luar Desa Kulati.
  9. Melestarikan budaya pajuju juga buaya budaya lainnya seperti tari-tarian dan atraksi lainnya.
  10. Meningkatkan PAD desa melui pendapatan Portal Pintu masuk Kawasan Wisata.
  11. Adanya kolaborasi kegiatan Antara Program GFE-SGP, POASSA NUHADA, Pemerintah Desa dan Dinas Pendidiksn dan Kebudayaan kab. Wakatobi.
  12. Mengimplementasikan Pengguanaan Pupuk Organik oleh beberapa  Kelompok Dasawisma  pada tanaman Bawang merah yang diadakan melalu Dana desa.
  13. Adanya kolaborasi multi pihak terkait produksi pupuk. Seperti Kolaborasi Bersama YKAN untuk melakukan Pengadaan Mesin Pencacah kompos dan Uji Laboratorium terhadap pupuk yang dihasilkan.
  14. Mengkolaborasikan paket wisata desa Kulati dengan paket Cara Pembuatan pupuk Kompos Kedalam.
  15. Secara kesluruhan Masyarakat desa Kulati Telah menggunakan Alat Tangkap Ramah lingkungan  hal ini dapat diihat dari alat yang mereka gunakan selama ini yaitu Pancing Tonda, Jaring, Panah, Puria, Pancing Dasar.
  16. Peserta mendapat pengetahuan tentang cara cara membuat  Beberapa Olahan Pangan Lokal.
  17. Menambah pendapatan pemilik Produk.
  18. Memperkaya Fariasi Produk di Stand Kec. Tomia Timur Pada Iven tersebut.
  19. Adanya Dokumen Perencanaan desa Yang memuat Program pelestarian dan kesejateraan masyarakat kedalam Dokumen perencanaan Des Kulai Seperti Pengadaan Bagang Nelayan, Pengadaan Pohon Lokal di Sumber mata Air dan beberapa tempat yang gundul lainnya.
  20. Berkolaborasi multi pihak dengan YKAN terhadap pembuatan Perdes Pengelolaan Sampah di Desa kulati Sehingga Pemilahan Sampah Organik rumah tangga yang dapat dimafaatkan Kembali untuk Produksi Pupuk Kompos.

DAMPAK NEGATIF

  1. Masyarakat belum terlibat penuh dalam proses pemeliharaan murine buoy yang dipasang.
  2. Adanya beberapa tumpukan sampah akibat dari festival tersebut.
  3. Munculnya isu isu yang tidak sehat dimasyarakat terkait pendanaan dari pihak Dinas yang menjadi bagian dari kolaborasi bersama pendanaa GEF-SGP pada kegiatan Festival Pajuju.

PENGALAMAN TERBAIK

Pembuatan Bagang, salah satu jenis alat tangkap dalam pemanfaatan dan pengelolaan Bank Ikan yang dikelola oleh POASSA NUHADA.  

Hasil Panangkapan bagang, bagian dari pemanfaatan Bank Ikan.

Beberapa warga Desa Kulati yang ikut merasakan sensasi mancing di bagang di Kawasan bank ikan.

Melibatkan generasi muda dalam penangkapan dan pengelolaan hasil penangkapan di Bagang.

Situasi pada malam hari di Bagang

Kebersamaan dan pengalaman yang diperoleh pada kegiatan pelatihan diversifikasi olahan pangan lokal.

Bersama TIM HOST pada saat melakukan monitoring dan evaluasi rutin pada kelompok Poassa Nuhada.

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

  1. BUMDes telah meminta penyertaan modal di tahun 2020 untuk pembuatan bagang di tahun 2021 sebagai salah satu unit usaha BUMDes.
  2. Menyepakati kegiatan perlindungan mata air khususnya tanaman yang telah ditanam pada lokasi mata air te’e wamakuni telah tertuangkan dalam dokumen perencaan desa.
  3. Festival Pajuju (Kuliner Pangan Lokal) telah diusulkan oleh Bupat menjadi kalender event Pemda Wakatobi.

MEDIA DAN PUBLIKASI