Terwujudnya Masyarakat Liya Mawi yang Mandiri Pangan Melalui Pengelolaan Sumber Daya Pertanian dan Perikanan yang Berkelanjutan

Terwujudnya Masyarakat Liya Mawi yang Mandiri Pangan Melalui Pengelolaan Sumber Daya Pertanian dan Perikanan yang Berkelanjutan

KOMUNITAS NELAYAN WANGI-WANGI (KOMANANGI)

(NO INS/SGP/OP6/Y2/STAR/BD/19/059 )

Outcome 1:
Dijaga dan ditingkatkannya fungsi wilayah laut yang strategis serta mendorong praktek-praktek pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.

Foto 1: Kegiatan FGD Membangun Kesepahaman Konsep dan Model antara Masyarakat, SARA Liya, Pemdes Liya Raya, Kelompok Posaasa, RARE, Taman Nasional dan DKP ( 26 Juni 2019).

Foto 3: Kegiatan Pengadaan Marinebouy untuk Tanda Batas/ markah di Lokasi perlidungan Laut Pulau Sumanga  (9 September 2019).

Foto 5: Kegiatan Pelatihan monitoring dan pengawasan bersama Kelompok Posaasa ( 30 September 2019).

Foto 2: Kegiatan Musyawarah Desa  Membangun Kesepahaman Konsep dan Model Pengelolaan Wilayah Laut yang dilindungi di pulau Sumanga antara Masyarakat, SARA Liya, Pemdes Liya Raya, Kelompok Posaasa, RARE, Taman Nasional dan DKP ( 8 Agustus 209).

Foto 4: Kegiatan pemasangan marka atau tanda batas diLokasi perlindungan laut Pulau Sumanga (17 September 2019).

Foto 6: Kegiatan Monitoring dan Pengawasan Rutin setiap Bulan antara Kelompok Posaasa, Komanangi, dan Masyarakat di Lokasi Perlindungan Laut Pulau Sumanga. ( Oktober-Maret 2020).

Foto 7: Sosialisasi ke masyarakat tentang model pemanfaatan Alat Tangkap dan model Pemanfaatan Lkasi Perlindungan Laut di Pulau Sumanga di Desa Liya Mawi, Liya Onemelangka, Liya Togo dan Liya Bahari Indah ( Desember 2019-Januari 2020).

Foto 8 : Kegiatan Musyawarah Dusun Mendorong pemerintah desa untuk memasukan konsep dan model pengelolaan perlindungan wilayah laut Pulau Sumanga ke dalam RPJM des/RKP des (8 Oktober 2019).

Outcome 2:

Dijaga dan dilestarikanya wilayah tutupan hutan di area mata air Tamba’a dan peningkatan praktik-praktik pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.

Foto 9: Kegiatan identifikasi lokasi Area mata air uwe Tambaa dan Koordinasi dengan Pemilik Lahan ( Mei 2019).

Foto 10 : Kegiatan FGD  Membangun kesepakatan dengan Pemilik Lahan terkait Penanaman 2000 pohon lokal (mangga dan Nangka)  di area mata air uwe tambaa (16 Juni 2019).

Foto 11 : Kegiatan Pembuatan Kebun Bibit dan Penyemaian 2000 pohon lokal (mangga dan Nangka)  di area mata air uwe tambaa (Juni-Desember 2019).

Foto 12: Kegiatan penanaman 2000 pohon lokal  (mangga dan Nangka) di sumber mata air Uwe Tambaa dengan melibatkan Pemdes Liya Mawi, BPD Liya Mawi, anggota Kelompok Lagundi, SMP I Wangi-Wangi Selatan, Balai Taman Nasional Wakatobi, tokoh agama, tokoh adat  dan masyarakat. ( 10 Januari 2020).

Outcome 3 :
Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat melalui praktik-praktik budidaya pertanian dan perikanan yang lebih baik dan berkelanjutan  serta melestarikan variasi tanaman lokal.

Foto 13: Kegiatan identifikasi dan pendokumentasian jenis budidaya dan tanaman pangan lokal utama (umbi-umbian dan jagung serta pemanfaatanya) (Oktober 2019 – April 2020).

 Foto 14: Kegiatan pelatihan pertanian ramah Lingkungan melibatkan masyarakat, kelompok Lagundi dan ibu-ibu PKK Desa Liya Mawi (11 Oktober 2019).

Foto 15: Kegiatan Pengadaan kebun demplot Pangan Lokal (November-Desember 2019).

Foto 16 : Kegiatan mendorong sekolah setingkat SMP yang ada di desa Liya Mawi untuk melakukan transfer pengetahuan tentang pengelolaan jenis dan budidaya tanaman pangan lokal serta praktek pertanian ramah lingkungan melalui pembelajaran di luar sekolah (5 Januari 2020).

Foto 17 : Sosialisasi produksi pangan lokal berbasis pertanian ramah lingkungan (7 Januari 2020).

Outcome 4 :
Menguatnya peran kelembagaan lokal untuk pengambilan keputusan partisipatif yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Foto 18 : Pelatihan peningkatan kapasitas lembaga lokal yang ada di desa Liya Mawi (28 Januari 2020).

Foto 19 : Lokakarya penguatan tata laksana kelembagaan lokal untuk mengambil keputusan partisipatif dan pengambilan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (5 Maret 2020).

CAPAIAN KEGIATAN

  • Adanya kesepahaman bersama untuk Mengelola lokasi wilayah lindung laut Pulau Sumanga.
  • Terpasangnya 10 buah tanda batas di Lokasi Perlindungan Laut Pulau Sumanga.
  • Terlaksananya monitoring dan  pengawasan bersama untuk wilayah Perlindungan Laut Pulau Sumanga.
  • Adanya jaminan dari Pemerintah Desa Liya Mawi dengan Memasukan kedalan RKPdes dan RPJMdes terkait monitoring dan pengawasan perlindungan Laut Pulau Sumanga.
  • Tertanamnya 2000 pohon lokal berupa Mangga dan Nangka di kawasan sumber mata air Uwe Tambaa.
  • Adanya 11 KK Petani Bawang di Desa Liya Mawi yang Menggunakan pupuk organic dan Kompos dari hasil pelatihan pertanian ramah Lingkungan.
  • Lembaga Lokal yang ada di Desa Liya Mawi berperan dalam kegiatan pengelolaan sumber daya alam di darat dan di laut.
  • Kegiatan pelestarian lingkungan termuat dalam dokumen perencanaan desa Liya Mawi.
  • Terlaksananya kegiatan PKK sebagai narasumber dan penyebarluasan pengetahuan jenis pangan lokal.
  • Terlaksananya penggadan Demplot (Kebun percontohan).

DAMPAK KEGIATAN

  • Lokasi Kawasan lindung Pulau sumanga dikenal oleh masyarakat lokal terutama masyarakat wilayah Kadie Liya.
  • Adanya kepatuhan masyarakat untuk tidak mengelola di lokasi larang ambil.
  • Hasil tangkapan nelayan meninggkat.
  • Terumbu karang sehat dan ikan melimpah.
  • Adanya petani terutama petani bawang yang secara mandiri membuat menggunakan pupuk organik.
  • Pemilik Lahan dengan sadar menjaga dan merawat tanaman yang di tanam di area mata air uwe Tambaa.
  • Pemerintah Desa Mendukung upaya-upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
  • Masyarakat sudah memiliki inisiatif sendiri untuk menanam pohon di sekitar kawasan mata air tombu-tombu.
  • Anak-anak terutama anak sekolah memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru tentang manfaat menanam pohon.
  • Munculnya kesadaran masarakat untuk menggunakan pupuk berbahan lokal.
  • Masyarakat sudah merasakan dampak pertanian yang berbasis ramah lingkungan.
  • Masyarakat secara sadar dan mandiri dalam menjaga dan memonitoring kawasan perlindungan laut.

PENGALAMAN TERBAIK

Foto 20 : Kegiatan penanaman pohon di kawasan area sumber mata air uwe Tambaa.

Foto 21 : Kegiatan monitoring dan Pengawasan perlindungan Laut Pulau  Sumanaga.

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

  • Adanya  kesadaran dari Masyarakat Pemilik Lahan untuk menjaga dan Merawat serta mengganti tanaman yang mati atau di makan ternak.
  • Adanya dukungan dari pemerintah Desa Liya Mawi Menganggarkan dari ADD untuk 1 Pengawas Laut dan dimasukan dalam RKPdes dan RPJMdes.
  • Terjadwalnya monitoring dan pengawasan secara rrutin 2 kali perbulan.