Pembangunan Ekowisata berbasis kemitraan dengan Masyarakat Desa Bokonusan dan Desa Uiboa di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Pembangunan Ekowisata berbasis kemitraan dengan Masyarakat Desa Bokonusan dan Desa Uiboa di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Yayasan Alfa Omega Kupang

2018-2019

TUJUAN UMUM

Membantu masyarakat Desa Bokonusan dan Desa Uiboa untuk menjaga kelestarian hutan dan pantai serta pada saat yang sama membantu mereka memaksimalkan potensi wisata hutan dan pantai di kedua desa sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan.

Foto 1

Simulasi Paket Wisata bersama Turis dari Kanada. Lokasi: Pantai Onanalu,Desa Bokonusan.

Foto 2

Pendidikan Kritis Lingkungan bersama Relawan Konservasi YAO di SDN Uiboa, Desa Uiboa.

CAPAIAN I

Masyarakat memahami pentingnya arti lingkungan dan sumberdaya lokal bagi mereka, memahami sejauh mana manfaat perlindungan ekowisata bagi mereka.

Foto 3

Pendidikan Kritis Lingkungan bersama Pemuda/i. Lokasi: Desa Uiboa.

Foto 4

Pelatihan penjernihan air. Difasilitasi oleh rekan mitra Kupang Batanam. Lokasi: Desa Bokonusan.

CAPAIAN II

Adanya perencanaan pengembangan ekowisata yang melibatkan semua unsur masyarakat terutama stakeholder yang berkepentingan dengan adanya ekowisata ini.

Foto 5

Berkoordinasi dengan Pihak Desa Bokonusan.

Foto 6, 7

Audiensi dengan pemangku kepentingan: Dinas Pariwisata NTT dan BPBD Kab. Kupang.

CAPAIAN III

Adanya peningkatan kapasistas managemen dan keahlian warga lokal dalam pengelolaan ekowisata.

Foto 8

Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai manajemen ekowisata.

Lokasi: Desa Bokonusan.

Foto 9

Studi Banding Ketua Pokdarwis Desa Bokonusan dan Desa Uiboa di Bali.

Lokasi: Desa Nyambu.

CAPAIAN IV

Adanya Sarana Prasarana pendukung pengelolaan ekowisata di Desa Bokonusan dan Desa Uiboa.

Foto 10, 11,12

Sarana –prasarana pendukung daerah ekowisata Desa Uiboa dan Desa Bokonusan berupa papan petunjuk, tempat sampah, alat panggang, serta kursi jemur.

DAMPAK PROYEK

Positif

  • Masyarakat mulai mengetahui konsep pariwisata dan keberlanjutan.
  • Adanya sarana pendukung di kedua desa, terutama di pusat wilayah ekowisata.
  • Adanya gerakan dan kesepakatan baik yang muncul dari masyarakat, seperti #GerakanMingguBersih dan kesepakatan menjadikan hutan adat sebagai wilayah konservasi.
  • Adanya praktik ramah lingkungan seperti, penjernihan air, pertanian organik, tungku biomassa.
  • Masyarakat mulai memperoleh tambahan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung: retribusi, pengolahan inovasi produk, aktivitas yang ditawarkan.
  • Terbentuknya manajemen ekowisata berbasis masyarakat (di Semau, kedua desa ini menjadi yang pertama).
  • Kapasitas masyarakat dalam bidang pariwisata: tour guide, pondok wisata, hospitality, dsb.
  • Kesepakatan bersama terkait perdes yang akan mengatur kawasan: penambangan pasir, pengeboman ikan, penataan kawasan.
  • Terbangunnya kerjasama dengan berbagai pihak: universitas, instansi pemerintah dan non-pemerintah, aktivis, dsb.

Foto 13

Tungku Biomassa, salah satu alternatif praktik dalam rumah tanggayang ramah lingkungan.

Foto 14

Pelatihan Tour Guide bersama Praktisi Senior, Mesakh Toy.

Negatif

  • Sampah di beberapa titik bertambah akibat adanya pengunjung.
  • Semakin banyak kunjungan semakin tinggi pula dampak kerusakan lingkungan terhadap wilayah.

PENGALAMAN TERBAIK

Setiap momen  dalam program ini adalah terbaik.

Foto 15, 16

Adanya inisiatif warga:

Kerja bakti rutin (atas) dan pembuatan posko jaga (samping kanan).

Lokasi: Desa Bokonusan dan Desa Uiboa

Foto 17

Momen pertama kali melakukan identifikasi tanaman dengan metode ilmiah. “Ini betul-betul  baru bagi kami, tidak pernah sebelumnya,” ungkap mereka.

Lokasi:  Hutan Uiade, Desa Uiboa.

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

Ekowisata merupakan salah satu fokus lembaga yang akan terus dikembangkan. Program Semau ini merupakan pilot project lembaga yang sangat menjadi acuan pembelajaran bagi lembaga. Tiga keberlanjutan konkret yang dilakukan:

Foto 18, 19

Pendampingan terhadap 2 kelompok Pokdarwis di kedua desa.

Foto 20

Pembangunan sarana-prasarana ekowisata di kedua desa.

Gambar 21, 22

Launching Desa Ekowisata Bokonusan dan Uiboa.

Media dan Publikasi

Publikasi sejauh ini hanya dilakukan sebatas pada media internal lembaga, serta akun pribadi pihak-pihak yang terlibat dalam program baik internal maupun eksternal.

Website Yayasan Alfa Omega—yaokupang.id

Gambar 23, 24

Tampilan artikel  di laman yaokupang.id

Instagram Yayasan Alfa Omega—@yaokupang

Gambar 25, 26

Tampilan  unggahan di akun Instagram @yaokupang