Tata Kelola Air Berbasis Komunitas Yang Berkelanjutan Di Pulau Semau

Tata Kelola Air Berbasis Komunitas Yang Berkelanjutan Di Pulau Semau

Perkumpulan Relawan Cis Timor

Sosialisai Kegiatan Tata Kelola Air Berbasis Komunitas Yang Berkelanjutan Di Pulau Semau, Kegiatan ini dilakukan di 4 desa dampingan Cis Timor.

URAIAN PELAKSANAAN PROYEK

Foto 1. Kegiatan Pembuatan Lubang Resapan di Desa Huilelot Dusun Katabak. Aktivitas ini merupakan rencana Aksi dari workshop di desa. Hal Serupa juga dilakukan di 4 desa dampingan Cis Timor di Pulau Semau.

Foto 2. Pembuatan  Parit Resapan di Sekitar sumur Uibaktoas Desa Batu Inan. Kegiatan ini Bertujuan untuk menjebak Air Hujan yang turun dari dataran Tinggi. Mereka Tidak membuat Lubang Resapan karena Struktur tanah yang dipenuni oleh batu karang yang tebal.

Pembuatan Lubang Resapan dan Sumur Injeksi

URAIAN PELAKSANAAN PROYEK

Melakukan advokasi di Tingkat Desa untuk kegiatan Konservasi Air masuk dalam perencanaan Desa di Desa Uiasa.

Pembuatan Bak Penampung Air di Desa Hansisi. Kegiatan ini merupakan Kolaborasi dengan Pemerintah desa Hansisi, dimana Desa Menyiapkan sumber Mata air melaui pendanaan dana Desa.

Kegiatan Repon Pencegahan Pandemi Covid_19 di 10 Desa Dampingan Mitra Consorsium GEF- GSP, Kegiatan tersebut adalah membagikan fasilitas cucitangan kepada masyarakat desa dan masing-masing Desa mendapat 20 Unit fasilitas cuci tangan dan akan digunakan di fasilitas-fasilitas umum desa.

Penetapan RKPDes desa Uiasa. Usulan Terkait Konservasi air diakomudir dalam Perencanaan Desa.

Hasil Pekerjaan Bak di Desa Hansisi. Bak Penampungan  ini Berkapasitas 18.000 Liter. Bak ini bertujuan untuk mendistribusikan air ke Dusun Kobalain Timur. Dan kedepannya juga di rencanakan untuk mencukupi kebutuhan air untuk dusun-Dusun yang lain.

Partisipasi yang bermakna dari kelompok perempuan untuk membuat lubang resapan di desa.

DAMPAK PROYEK

  • Masyarakat sudah dapat melakukan pembuatan Lubang resapan secara mandiri di Desa.
  • Desa sudah mulai memasukan Isu konservasi kedalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.
  • Awalnya masyarakat hanya tau menggunakan air namun tidak pernah terpikirkan untuk melakukan Konservasi. Dengan Project ini melaui sosialisasi yang terus menerus masyarakat sudah mulai paham bahwa air yang dipakai terus tanpa konservasi pasti akan habis.

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

Ada dua Model Pendekatan yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan yang berhubungan dengan Tatakelolah Air yang berkelanjutan

  1. Model Pendekatan keberlanjutan melalui para actor kunci dilapangan. Merekalah yang akan memicu dan mendorong kegiatan tatakelolah air yang berkelanjutan  di masyarakat.
  2. Pendekatan melalui Regulasi, pendekatan ini didorong melalui pemerintah desa untuk memasukan kegiatan tatakelolah air Kedalam rencana Kerja Pemerintah desa untuk dianggarakan memalui Dana Desa.

Ada beberapa kegiatan lain yang mungkin bisa mendorong keberlanjutan Program tersebut yang sementara dikerjakan yakni mendorong adanya regulasi di desa yang mengatur tentang Tata kelola air bersih.

Ada tiga Desa yang sementara didorong yakni

  • Desa Hansisi
    Sebagai bentuk Konkrit dari keberlanjutan kerja-kerja dilapangan, kita memastikan desa  memiliki Peraturan yang mengikat masyarakat untuk mengelolah air secara baik dan benar.
  • Desa Uiasa
    Adanya Peraturan Desa Tentang Perlindungan Mata Air. Peraturan ini dirasa sangat penting karena masyarakat menganggap mata air Uiasa merupakan Kekayaan yang harus dilestarikan oleh semua pihak yang ada di Desa Uiasa. 
  • Desa Batu Inan
    Adanya SK Kepala Desa Batu Inan Tentang Tanam Dan Panen Air.