Pembangunan Demplot Agroforestry kebun tumpang sari dan pengembangan tanaman Kapas

Pembangunan Demplot Agroforestry kebun tumpang sari dan pengembangan tanaman Kapas

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Pembangunan Demplot Agroforestry Kebun Tumpang Sari dan Pengembangan Tanaman Kapas serta taman pakan kera (Buffering zone) di Nusa Penida.

  • Kegiatan dilaksanakan
    • Pura Pusar Saab di Desa  Batu Madeg.
    • Pura Puncak Mundi di Desa Klumpu.
  • Kegiatan berlangsung sejak juni 2019 hingga maret 2020.
  • Perubahaan pelaksanaan di lapangan dari pengembangan tanaman kapas menjadi demplot agroforesty tanaman upakara, sayur dan buah.
  • Pembangunan Taman Mandala, sebagai taman percontohan dengan jenis tanaman upakara ( seperti gemitir, sandat, nagasari dsb) -> Pura Pusar Saab
  • Pembangunan demplot kebun sayur (seperti okra, sawi, pokcoy, kangkung akar dsb) -> Pura Pusar Saab
  • Penanaman berbagai jenis pohon dan buah sebagai buffering zone (taman pakan kera) dan tanaman keras sebagai resapan air (Pura Saab dan Pura Puncak Mundi).
  • Pelemparan Benih dengan menggunakan teknik seed bomb di area ( Pura Saab dan Pura Puncak Mundi).

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Asessment, Sosialisasi, Pelatihan dan Pembangun Taman Mandala, Pembangunan Rumah Persemaian dan Rumah Bibit.

Gbr 1 : Sosialisasi dan pengarahan kegiatan untuk dua desa, dilaksanakan di Pura Pusar Saab. Dari hasil asessment dan sosialisasi didapatkan kebutuhan masyarakat, dan akhirnya fokus kegiatan menjadi pembangunan demplot agrofrestry tanaman upakara, buah dan sayur mayur yang dibutuhkan.

Gbr 2 & 3 Pembangunan Taman Mandala ( taman percontohan, yang berisikan berbagai jenis tanaman upakara), Rumah Persemaian, dan Rumah Pembibitan bersama warga dan panitia pura sebagai persiapan pembangunan Demplot agroforestry – area pura pusar saab. Sebagai respon atas kebutuhan masyrakat, untuk tanaman upakara, buah dan sayur mayur, serta pemanfaatan lahan pura agar lebih bermanfaat bagi warga.

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Persiapan media tanam, semai di polybag serta kondisi awal taman mandala dan kebun sayur seperti labu, okra dan jenis lainnya.

Gbr 4 & 5: Pengisian polybag sebagai media tanam dan semai benih oleh anak-anak beserta warga di area Pura Pusar Saab. Polybag kemudian diisi dengan berbagai jenis sayur mayur.

Gbr 6, 7 & 8: Kondisi Taman mandala di puncak musim kering, Rumah Labu serta kebun Okra pada oktober 2019 – Area Pura Pusar Saab. Pada bulan ini juga telah dilakukan penanaman beberapa jenis bunga di Taman Mandala.

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Pembangunan Rumah Bibit dan Persemaian di desa Klumpu serta proses pengantaran bibit.

Gbr 9 & 10: Pembangunan rumah bibit dan persemaian area Desa Klumpu – Lahan milik Jero Mangku Darya Susila. Rumah bibit ini digunakan sebagai transit area dari bibit yang akan ditanam di Puncak Mundi, dan menyemai beberapa jenis sayur untuk di kelola pemilik lahan bersama warga.

Gbr 11, 12 & 13: Pengantaran bibit dari Umah Wisanggeni ke Pura Saab dan Pura Puncak Mundi, 5x penyebrangan dalam jangka waktu 5 bulan dengan total mencapai +/- 13.000 rb bibit telah diseberangkan.

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Perapihan area sekitar pura, semak-semak dan penerapan teknik tetes.

Gbr 14: Perapihan area Barat wantilan  pura untuk taman bebungkilan/ empon-empon, toga dan kebun sayur (okra, kelor).

Gbr 16: Penggunaan kawat gronjong sebagai upaya menjaga tanaman agar tidak dirusak oleh monyet di area Pura Puncak Mundi.

Gbr 15: Perapihan semak-semak dan area sekitar hutan untuk memudahkan penanaman serentak berbagai jenis tanaman buah produktif dan tanaman pakan kera serta pohon penghijauan.

Gbr 17: Penanaman pohon dengan bantuan teknik tetes/ infuse dengan memanfatkan limbah botol bekas pada bulan oktober. Tujuannya untuk  membantu tanaman melewati musim kering.

CAPAIAN KEGIATAN

PURA PUSAR SAAB (Desa Batu Madeg)

  • Terbentuknya Demplot Agroforestry Tanaman Upakara, Buah–buah produktif dan Sayur-mayur di Area Pura Pusar Saab, serta tanaman toga dan bebungkilan/ empon-empon di luasan 11 Ha pura.
  • Tersedianya +/- 8000 bibit berbagai jenis tanaman buah produktif, buah pakan kera dan pohon penghijauan, sudah tertanam bersama dengan warga +/- 80%.
  • Pembagian bibit dan benih kepada warga, untuk ditanam di area perumahan warga. Sekitar 200 bibit (tanaman upakara, buah dan sayur) dan 10.000 lebih benih ( sayur, koro, legum, sorgum, padi merah).
  • Penjualan sayur mayur yang hasil penjualan nya sebagai pemasukan dana punia untuk Pura uPelatihan Agroforestry dan permakultur, pembuat POC dan Pestisida nabati untuk warga.

Pura Puncak Mundi (Desa Klumpu)

  • Terbentuk 1 Rumah Bibit dan persemaian di desa Klumpu sebagai transit area.
  • Penanaman +/- 5000 bibit berbagai jenis tanaman buah, pakan ternak (indigofera) dan pohon penghijauan, sudah tertanam bersama dengan warga +/- 90%.
  • Pembagian bibit dan benih kepada warga untuk ditanam di area warga sekitar 100 bibit dan 20.000 benih ( sayur, koro, indogofera, legum, sorgum, padi merah).
  • Seed bomb dan Pelemparan benih di luasan 30an hektar lahan Gerhan dengan total benih mencapai >50.000 lebih benih yang dikumpulkan.

DAMPAK KEGIATAN

Demplot Agroforestry ( Kebun bunga/ Taman Mandala dan sayur-mayur area Pura Pusar Saab).

Gbr 18: Taman Mandala dan Kebun Labu serta Okra pada bulan Februari 2020, Taman ini berisikan berbagai jenis tanaman upakara seperti Gemitir, Sandat, Bunga Ratna, Mahkota Dewa, Jerungge, Pacah, Nagasari dan beberapa jenis tanaman lainnya digunakan untuk kegiatan upacara oleh warga dan Pura Pusar Saab. Warga dan pengempon pura tidak perlu membeli dari luar. Serta menjadi hiasan dan mempercantik Pura, banyak warga berswa-foto di sini.

Gbr 19: Kebun Labu dan Okra tumbuh dengan baik sejak awal penanaman dan dirawat oleh panitia. Maret 2020, labu dan okra sebagian dipanen dan dimanfaatkan (dimasak dan dijadikan infused water) pada saat acara Odalan (Ulang tahun pura). Sebagian lagi di jadikan benih untuk keberlanjutan penanaman oleh panitia pura.

DAMPAK KEGIATAN

Penanaman lebih dari 13.000 bibit berbagai jenis tanaman buah dan kayu.

Gbr 20, 21,22 dan 23
Penanaman serentak bersama dengan Perangkat Desa, Kapolsek, Koramil beserta warga dan Panitia Pura di 2 area yaitu Pura Pusar Saab dan Pura Puncak Mundi. +/- 13.000 bibit berbagai jenis tanaman buah produktif dan tanaman keras dibagikan di 2 desa dan sudah tertanam sekitar 90% pada maret 2020.

Penanaman dilakukan disekitar Area Pura dan berbatasan dengan lahan warga dengan harapan dapat menjadi Buffering zone (taman pakan untuk kera), dapat dimanfaatkan oleh warga serta sarana resapan air, untuk menjaga kelestarian lingkungan di Nusa Penida.

DAMPAK KEGIATAN

Pengumpulan Benih, Pelemparan dan juga menggunakan metode Seed Bomb >50.000 benih berbagai jenis tanaman, disebarkan di area Pura Puser Saab dan Pura Puncak Mundi.

Gbr 24, 25,26,27 & 28: Sejak akhir Oktober 2019, kami mulai mengumpulkan benih berbagai jenis tanaman, mulaidarikacang-kacangan, legum, buah-buahan dan berbagai jenis pohonpenghijauan. Total benih yang terkumpul diperkirakan lebih dari 50.000 dandilempar dengan secaralangsungsertamenggunakan teknikseed bomb di area PuraPuser Saab danPura Puncak Mundi.

DAMPAK KEGIATAN

Rumah semai, berjualan sayur mayur serta Panen Labu.

Gbr 29: Terbentuknya rumah persemaian dengan table block, yang dapat digunakan oleh warga dan Pura sebagai untuk menyemai berbagai kenis tanaman dan sayur mayur sebelum dipindahkan ke lahan maupun polybag dan sebagai pusat persemaian berbagai jenis tanaman untuk keberlanjutan program.

Gbr 30: Pada saat panen sayur mayur, Pura bisa menjual sayur dan dana yang terkumpul digunakan sebagai Punia untuk Pura. Pada gambar di atas, ada beberapa Ibu-ibu sedang membeli sayur yang ditanam di Pura.

Gbr 31: Panitia Pura memanen Labu yang kemudian digunakan untuk acara Odalan. Sebagai salah satu menu untuk makan bersama.

DAMPAK KEGIATAN

Panen Okra, Infuse Water serta Penataan lahan kantor Desa Batumadeg dan Pembagian Benih.

Gbr 32 & 33: Kepala Desa Batu Madeg mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di Pura Saab dan ingin agar kantor Desa dapat ditata. Ke depan, Desa akan mengadopsi apa yang dilakukan di Pura Pusar Saab, menjadi program desa.

Dengan memanfaatkan botol bekas, kami menanam tanaman toga serta berkesempatan membagikan benih yang kemudian bisa di bagikan ke warga.

Gbr 34 & 35: Hasil Panen Okra di Pura Puser Saab, selanjutnya diolah menjadi Infused water dan diberi nama Toya Seger. Pada saat Odalan (ulang tahun pura) kami disiapkan stand untuk memperkenalkan okra yang bisa menjadi produk khas pura, membagikan buku dongeng dan juga membagikan benih kepada warga.

PENGALAMAN TERBAIK

Bermalam di Pura.

Selama berkegiatan dari Bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020, kami diizinkan untuk bermalam di Pura, juga di Balai Adat. Suasana sepi, hening dan sesekali ada suara gamelan di tengah malam menemani. Tujuan utama kami ‘bermarkas’ di Pura dan Balai Adat agar memudahkan berkegiatan dan berbaur dengan warga pada saat sore dan malam. Warga suka datang ke pura untuk ngobrol dan juga sesekali tiap rabu bisa nonton dan turut serta latihan gamelan yang menjadi hiburan.

Pada bulan Januari 2020, kami diminta pindah ke dekat dapur umum dikarenakan ada panitia pura yang bermimpi buruk.

PENGALAMAN TERBAIK

Ngayah dan Berbaur Bersama Warga.

Setiap bulan selalu berkegiatan bersama dengan warga, makan siang bersama, ngopi, ngeteh, manjat kelapa, menikmatinya ramai-ramai, lalu santai sehabis berkegiatan menjadi rutinitas selama berkegiatan.

Kami juga diundang oleh Bapak Jero Darya Susila untuk ikut Upacara 3 bulan cucu nya, di sana melihat serunya warga bergotong royong menyiapkan berbagai macam  menu dan perlengkapan upacara. Ada yang bakar babi, masak nasi, mengolah makanan dan menyiapkan keperluan upacara, semua menyatu, kami asik nimbrung dan membantu menghabiskan makanan. haha

Sempat diajak juga bersantap malam dirumah nya di lain waktu dan makan Kletot untuk pertama kali nya, bakar jagung saat pertama kali panen, dan memperoleh berbagai macam cerita menarik soal Nusa penida.

PENGALAMAN TERBAIK

Mempersiapkan dan Mengikuti Odalan.

Kami diundang oleh panitia Pura Puser Saab untuk mengikuti upacara Odalan (Ulang tahun) Pura Saab, H-3 kami sudah berpartisipasi menyiapkan keperluan odalan, seperti janur Panen Okra, merapikan area dsb. Pada saat hari H kami dibukakan stand untuk memberikan informasi kepada warga mengenai kegiatan yang sudah dilakukan di Pura Saab, membagikan benih ke warga, membagikan buku dongeng untuk anak-anak, memperkenalkan infused water “toya seger”.

Pak Kepala Desa juga mengenalkan kami kepada seluruh warga. Suara gamelan, lenggak-lenggok para penari, tawa riang anak-anak dan senyum warga serta prosesi upacara menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kami yang tak akan terlupakan.

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

Setahun berkegiatan, kami juga mengamati, mencatat, mendokumentasikan sumber-sumber yang bisa dikembangkan ke depannya yang berkaitan dengan keberlanjutan program:

  • Penataan jogging track atau instrumen lain pendukung ekowisata / wisata religi di areal Pura Puser Saab.
  • Pengembangan pengolahan hasil produk pertanian seperti mente, kacang komak, sorgum, mangga sebagai ciri khas daerah.
  • Perluasan/duplikasi demplot tanaman sayur-mayur ke warga-warga atau pemanfaatan lahan-lahan yang tidak produktif.
  • Perluasan areal tanam.
  • Integrasi pertanian dan peternakan ayam kampung mengingat kebutuhan ayam kampung di Nusa Penida cukup tinggi.

Media dan Publikasi

Media Online

Media Cetak: Bulletin Masuisani edisi 004, Maret-Juni 2020