silvopastoral-taksu-tridatu-nusa-penida

Peningkatan fungsi lahan melalui sistem silvopastoral yang menunjang ternak masyarakat sebagai sumber penghidupan dan energi, serta terciptanya pusat pembelajaran bagi masyarakat di Nusa Penida

Yayasan Taksu Tridatu

INS/SGP/OP6/Y2/STAR/BD/19/054

Objective 1
Sosialisasi Program

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Kegiatan Sosialisasi dan Rekruitmen anggota – anggota yang potensial (17 – 22 Mei 2019) di Dusun Pulagan sebanyak 11 orang  (Foto 1), Dusun Jurangaya sebanyak 5 orang (Foto 2) dan Banjar Anyar sebanyak 5 orang (Foto 3).

Objective 2
Kegiatan Assesmen

Foto  4

Foto 5

Hasil koordinasi kegiatan berupa penentuan jadwal kegiatan assessment dan perekrutan anggota. Keseluruhan assessment dilakukan terhadap 30 petani. Dalam kegiatan assesmen juga dihadiri oleh istri masing-masing petani. Hal ini karena istri juga memiliki peranan dalam keberlanjutan pengembanga program. Berdasarkan kegiatan assessment maka direkrut sebagai pilot project kegiatan sebanyak 20 orang yang berasal dari Desa Kutampi Atas dan Desa Sakti (Mei 2019).

Objective 3
Penentuan Demplot pakan ternak di tiap Desa

Foto  6

Foto 7

Demplot direncanakan dalam dua lokasi yaitu di banjar Pulagan (Foto 6) dan di Banjar Jurangaya, Desa Kutampi (Foto 7). Lahan demplot tersebut masing-masing 5 are (Mei 2019).

Objective 4
Pengenalan jenis tanaman pakan untuk ditanam di Demplot

Foto  8

Foto 9

Foto 8 dan Foto 9. Hasil uji coba tanaman baru terhadap ternak menunjukkan tanaman tersebut dapat dikonsumsi oleh sapi. Kegiatan diikuti oleh 10 orang peserta laki-laki dan 5 orang peserta perempuan (Juni 2019).

Objective 5
Pelatihan cara panen pakan ternak, penyimpanan, pemberian pakan dan pembersihan kandang.

Foto  10 (Pemberian Materi)

Foto  12. Penyehatan Hewan

Foto  11. Pembuatan Jamu

Foto  13. Pembagian alat

Dalam kegiatan ini menghadirkan tenaga ahli dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yaitu drh. I Wayan Sudarma. Kegiatan diawali dengan pengenalan penyakit-penyakit pada sapi dan pemberian obat secara tradisional (ramuan obat berdasarkan bahan alam yang terdapat di lingkungan masyarakat) dan obat secara medis. Kemudian dijelaskan mengenai pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan sapi (ciri-ciri sapi sehat dan sapi sakit) serta  pelatihan pembuatan ramuan jamu sapi untuk peningkatan nafsu makan sapi. Setelah itu dilatihkan mengenai cara melakukan pengukuran dan perkembangan pertumbuhan sapi, serta mengetahui teknik pengenalan sapi birahi dan sapi dalam keadaan hamil. Setelah pelatihan penyehatan dan pemeliharaan kesehatan hewan ternak sapi, maka dilanjutkan dengan komposisi pemberian pakan ternak yang baik dan teknik penyiapan pakan ternak untuk pakan ternak kering. Pada kegiatan ini dibagikan perlengkapan untuk penyiapan pakan ternak kering. Kegiatan diikuti oleh 29 orang peserta laki-laki dan 10 orang peserta perempuan (Juni 2019).

Objective 6
Pembuatan Demplot

Foto  14. Demplot Pulagan

Foto  15. Demplot Jurangaya

Demplot telah dibuat dan diberikan pagar, serta tanahnya telah digemburkan. Kegiatan ini melibatkan warga binaan dalam pengerjaan pembuatan demplot (Juni 2019).

Objective 7
Penyiapan Bahan Pakan Kering

Foto  16

Penyiapan Pakan Ternak kering dilakukan untuk kegiatan pelatihan pembuatan pakan kering. Setiap peternak binaan menyiapkan 10 karung  (Juni 2019).

Objective 8
Pelatihan pembuatan pakan ternak kering dan basah berbasis bahan baku lokal, serta pendampingan

Foto  17.

Foto  18.

Foto  19.

Dalam pembuatan pakan ternak kering ataupun basah menghadirkan tenaga ahli dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yaitu drh. I Putu Agus Kertawirawan. Selanjutnya diberikan materi mengenai formulasi campuran pakan ternak dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesuksesan pembuatan pakan ternak kering ataupun basah. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta laki-laki dan 15 orang peserta perempuan (Juli 2019). Foto 17 Pelatihan di Banjar Anyar, Foto 18 di Dusun Pulagan, Foto 19 di Jurangaya.

Objective 9
Penyerahan alat dalam pembuatan pakan ternak

Foto  21. 

Penyerahan perlengkapan dalam pebuatan pakan ternak berupa drim dan terpal . Setiap peternak binaan memperoleh masing-masing 1 terpal dan 1 buah drim dan juga bahan fermentor (Juli 2019).

Objective 10
Uji Coba Pakan Kering

Foto  22. 

Kegiatan uji coba pakan kering dan basah merupakan lanjutan kegiatan untuk menguji pakan yang telah difermentasi bisa dikonsumsi hewan ternak dan pekondisian sapi agar terbiasa mengkonsumsi pakan kering. Pada kegiatan uji coba ini menggunakan pakan ternak kering yang telah dibuat oleh masing-masing peternak.  Dalam kegiatan ujicoba dihadirkan juga staff ahli dari BPTP yaitu Anak Agung Ngurah Badung Sarmuda Dinata. Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan hasil fermentasi pakan kering, evaluasi hasil fermentasi, observasi kandang ternak, uji coba pakan kering pada ternak sapi, dan pemeriksaan kesehatan sapi. Kegiatan diikuti sebanyak 18 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. (Juli 2019).

Objective 11
Studi banding percontohan pengelolaan ternak dan silvopastoral

Foto  23. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan kunjungan ke tempat-tempat yang dapat menggugah motivasi peternak dalam membuka wawasan tentang pakan ternak dan manajemen usahanya. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama dilakukan kegiatan pengenalan dan motivasi berwirausaha oleh bapak Mupu, dan penyehatan serta pengembangan sapi Nusa oleh drh Komang Trioka. Pada hari kedua dilakukan survey pada tempat-tempat silvopastoral. Kegiatan diiikuti oleh 22 peternak (Agustus 2019).

Objective 12
Pendampingan pakan ternak secara berkelanjutan

Foto  24. 

Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan lanjutan untuk melihat perkembangan keberlanjutan program pembuatan pakan ternak kering (Agustus 2019).

Objective 13
Pengukuran Lahan Peternak

Foto  26.

Pengukuran Lahan Peterna yang akan dimanfaatkan sebagai lahan silvopastoral dilakukan pada semua peternak binaan. Jumlah total lahan yang ada sebanyak 51 Ha (September 2019).

Objective 15
Pembangunan Learning Center (Rumah Sederhana)

Foto  27. 

Foto  28. 

Pembangunan learning Center diawali dengan pembangunan rumah sederhana (Foto 27) dan dirampungkan pada bulan Januari 2020, dan telah dimanfaatkan sebagai tempat diskusi (Foto 28).

Objective 16
Pembangunan Learning Center (Rumah Bundar)

Foto  29.

Foto  30. 

Pembangunan rumah bundar dilakukan pada bulan September 2019 (Foto 29) dan dirampungkan pada bulan Januari 2020, dan telah dimanfaatkan sebagai pelatihan seni dan budaya dan rapat (Foto 30).

Objective 17
Pembangunan Learning Center (Biogas)

Foto  31. 

Foto  32. 

Pembuatan Instalasi biogas dilakukan dengan pengerukan tanah (Foto 31) dan pemasangan instalasi  dan kandang sapi (Foto 32) (Nopember – Desemebr 2019 ).

Objective 18
Pembangunan Learning Center (Toilet)

Foto  33. 

Pembangunan toilet yang akan diintegrasikan ke instalasi biogas (November 2019).

Objective 19
Pembangunan Learning Center (Dapur)

Foto  34. 

Pembangunan dapur yang akan diintegrasikan ke instalasi biogas (Desember  2019).

Objective 20
Pelatihan pembibitan, penyemaian dan penanaman pakan ternak

Foto  35. 

Kegiatan ini dilakukan di lokasi tempat komunitas peternak binaan melakukan kegiatan. Dalam pelatihan diberikan oleh staff BPTP yaitu drh. Agus. Kegiatan pelatihan meliputi penyiapan lahan untuk bibit, teknik penanaman, teknik pemeliharaan, dan pemanenan pakan, sehingga dapat berkesinambungan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang (Desember  2019).

Objective 22
Pelatihan manajemen organisasi

Foto  37. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Yayasan Wisnu untuk pengembangan yayasan Taksu Tridatu. Pada kegiatan ini dilatihkan dalam penyusunan visi misi, analisis SWOT, perencanaan program kerja dan yang mengerjakan program tersebut. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari bertempat di Umah Melajah Bukit Keker Yayasan Taksu diikuti sebanyak 20 orang (Januari 2020).

Objective 23
Pemberian label pada Kadasan Sapi

Foto  38. 

Sistem kadasan sapi diberikan kepada 16 peternak dan dilakukan pemberian label pada sapi (Maret 2020).

Hasil Penanaman Bibit pada Lahan Peternak

Foto  39. 

Hasil Penanaman bibit pada masing-masing lahan peternak binaan. Total tanaman yang hidup yaitu sebanyak 9.371 tanaman. Adanya bibit tanaman yang telah tumbuh dengan baik, maka ini menjadi cadangan pakan ternak dan dapat disemaikan pada musim hujan berikutnya (Maret 2020).

Foto 40. Penyimpanan stok pakan. Dengan adanya pelatihan pembuatan pakan ternak yang telah dilakukan, peternak telah terlatih dan terbiasa mengumpulkan pakan ternak untuk stok pakan di musim kering. Stok pakan disimpan dalam karung yang nantinya akan difermentasi (Maret 2020).

Foto 41. Penjualan pupuk hasil dari instalasi biogas. Biogas selain menghasilkan gas, juga menghasilkan pupuk yang dapat dipasarkan (Mei 2020).

Dampak Kegiatan

  • Komunitas Peternak memiliki ketersediaan bahan pakan ternak lebih banyak dari sebelumnya yang berasal dari hasil pembibitan yang telah ditanam dan juga telah mengumpulkan pakan saat musim hujan menjadi stok pakan.
  • Komunitas Peternak bisa membuat jamu pakan ternak dan insektisida alami berbahan lokal.
  • Komunitas peternak dapat memanfaatkan pakan kering menjadi stok pakan ternak.
  • Komunitas peternak menginspirasi peternak lainnya dalam teknik beternak dengan pakan ternak basah dan kering dan sistem silvopastoral.
  • Learning center memberikan manfaat kepada anak-anak sebagai tempat latihan seni dan budaya dan mengenal energi alternatif dan pengelolaan lingkungan , seperti pengolahan sampah, penanaman organik contohnya sorgum.
  • Komunitas peternak dapat menghemat pengeluaran pembelian pakan ternak di musim kering.
  • Pemberian sistem kadasan sapi membuat motivasi peternak menjadi semangat untuk beternak.
  • Pada sistem instalasi biogas telah menhasilkan biogas dan pupuk padat dan cair yang benrilai ekonomis.

Pengalaman Terbaik

Foto 42: Stand pameran mengenai pembuatan pakan ternak basah dan kering bersamaan dengan yayasan tergabung dalam Ecologic Nusa Penida.

Foto 43: Kunjungan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sehingga program diketahui oleh pemerintah.

Keberlanjutan Program

  • Pendampingan dalam pembuatan pakan ternak dan penyehatan hewan pada sistem kadasan sapi.
  • Pembangunan learning center sehingga menjadi tempat yang representatif sebagai bentuk Ecologic Nusa Penida yang berwawasan lingkungan, seni dan budaya.
  • Menjadikan Learning Center sebagai pusat pembelajaran tentang Nusa Penida sehingga menjadi salah satu tempat studi banding ataupun kunjungan wisata (Paket Wisata) dan kegiatan-kegiatan lainnya.
  • Penyebaran brosur-brosur tentang pembuatan pakan ternak kering dan basah.
  • Menjadi estalase kegiatan yang telah dilakuan oleh yayasan-yayasan dalam Ecologic Nusa Penida.

Media Publikasi

Nusa Penida Media, 17 Mei 2020

Nusa Penida Destinations, 12 Mei 2020

Balebengong.id,
2 April 2020