belajar-dari-timur

Belajar Dari Timur

Pelatihan Manajemen Kewirausahaan Komunitas di Gorontalo

Terasmitra

INS/SGP/OP6/TM/7/19

Pelatihan managemen kewirausahaan komunitas di dusun SP3 Gorontalo

Foto 1: Penggalian informasi tentang  profil masing2 peserta baik dari kelembagaannya ataupun dari kelompok atau kegiatan yang meraka lakukan.

Foto 2: Penyampaian materi Sosial Enterpreneur disampaikan oleh Nartam Andrea Nusa.

Foto 3 – 4: Kunjungan ke salah satu Lokasi usaha komunitas yang memproduksi tahu. Belajar tentang proses managemen usaha komunitas dan bagaimana cara membangun dan merawat jaringan.

Dampak Kegiatan

  • Komunitas menjadi tau tentang pentingnya manajemen dalam membangun sebuah usaha.
  • Komunitas dapat membagikan informasi dan pengetahuan yang mereka dapat dari proses pelatihan kepada para mitra binaan mereka.
  • Informasi dan cerita tentang pengalaman trainer tentang koprasi dan kewirausahaan sosial sangat memberikan motivasi kepada komunitas. Mereka menjadi faham bahwa semua kegiatan yang dilakukan akan lebih mudah jika dilakukan secara berkelompok dan membangun kerjasama.
  • Komunitas mampu mengembangkan, menghimpun informasi dan mengolah pengetahuan lokal yang terdapat di lingkungan kerjanya menjadi strategi manajemen maupun produk.
  • Komunitas mampu melakukan pengembangan produk dari bahan pokok yang mereka produksi seperti jagung , kelapa dan kedelai.

Foto 5 – 6: Hasil pengembangan produk dari bahan jagung dan kelapa menjadi stik jagung lokal dan minyak kelapa kampung yangg diproduksi oleh kelompok perempuan Desa Juriya.

Foto 7 – 8: Proses pendampingan pengembangan produk kepada kelompok perempuan Desa Juriya difasilitasi oleh Wire G.

Pengalaman Terbaik

Mengikuti beberapa pameran yang diadakan oleh pemerintah atau suasta sebagai sarana dan media untuk mempromosikan produk olahan komunitas. Memberikan pengalaman kepada komunitas tentang cara dan strategi pemasaran produk.

Keberlanjutan Program

  • Komunitas rutin mengadakan pertemuan untuk membahas tentang perkembangan organisasi atau usaha, atau hanya sekedar bertemu untuk meningkatkan kekompakan organisasi.
  • Terbentuknya forum diskusi whatsapp sehingga komunitas masih bisa tetap belajar dan mendapatkan mentoring dari para trainer dalam hal manajemen kewirausahaan.
  • Dari hasil usaha komunitas yang di buat, yaitu stik jagung dan VCO, sudah dapat memberikan pemasukan tambahan bagi anggota kelompok.
  • Komunitas aktif mengikuti pameran-pameran produk yang diadakan oleh lembaga pemerintah atau swasta.

Pelatihan Pengelolaan Pengetahuan dan Pengembangan
Produk Komunitas di Wakatobi

Terasmitra

INS/SGP/OP6/TM/7/19

Foto 1: Lokasi pelatihan di FORKANI, Pulau Kaledupa, Wakatobi.

Foto 2: Hari pertama perkenalan kelas pengelolaan pengetahuan.

Foto 3: Kegiatan kelas pengelolaan pengetahuan, belajar memahami informasi dan meneruskan kepada orang lain dengan cara bermain games bisik-bisik.

Foto 4: Kegiatan kelas pengelolaan pengetahuan hari kedua, peserta melakukan observasi ke lapangan dan menuliskan pengalaman dalam bentuk tulisan, kemudian tulisan dibacakan serta direspon oleh peserta yang lain.

Foto 5: Foto bersama FORKANI, peserta pelatihan, fasilitator, perwakilan BAPPEDA, Seketaris Kecamatan Kaledupa Selatan, dan Ketua Kelurahan Ambeua Kaledupa.

Dampak Kegiatan

  • Komunitas mampu mengembangkan menghimpun informasi dan mengolah pengetahuan lokal yang terdapat di lingkungan kerjanya menjadi strategi manajemen maupun produk.
  • Komunitas menjadi lebih percaya diri untuk dapat bercerita didalam forum.
  • Komunitas mempunyai kemampuan dan skil untuk dapat melakukan pengembangan produk baik produk olahan pangan atau produk jasa.
  • Komunitas mampu menjadikan pengetahuan yang mereka ketahui dalam bentuk tulisan yang nantinya dapat dikembangkan sebagai materi pembelajaran atau materi lainnya.

Foto 1: para peserta pelatihan sedang belajar menuliskan pengetahuan lokal yang mereka ketahui dari daerahnya.

Foto 2: Salah seorang peserta pelatihan sedang belajar bercerita di forum.

Keberlanjutan Program

  • Terbentuknya forum diskusi whatsapp sehingga komunitas masih bisa tetap belajar dan mendapatkan mentoring dari para trainer dalam hal pengelolaan pengetahuan dan pengembangan produk.
  • Beberapa peserta pelatihan sudah mempraktekan ilmu yang mereka dapat, ada yang menuliskannya dalam sebuah cerpen dan puisi, ada juga yang mempraktekannya melalui postingan media sosial seperti instagram atau facebook.
  • Peserta dapat memanfaatkan pengetahuan mereka untuk dijadikan materi promosi produk mereka yang diposting ke instagram dan facebook.

Pelatihan Manajemen Wirausaha Muda Komunitas di Kupang

Terasmitra

INS/SGP/OP6/TM/7/19

Foto 1: perkenalan diri dari masing-masih peserta pelatihan, dan menceritakan motifasi singkat saat mengikuti pelatihan.

Foto 2: Kak Dany selaku fasilitator sedan menyampaikan materi tentang Identifikasi Potensi dan USP – Unique Selling Point.

Foto 3: Mbak Ida Pardosi sedang memberikan materi tentang SWOT Analysis.

Foto 4: Kupang MudaPreneurs mengundang wirausaha muda Kupang untuk berbagi pengalaman. Narasumber yang hadir Rey Padji dari startup LooBeta dan Ana Matelda Lazarus dari Bezate Tenun Craft.

Dampak Kegiatan

  • Komunitas mampu mengembangkan, menghimpun informasi dan mengolah pengetahuan lokal yang terdapat di lingkungan kerjanya menjadi strategi manajemen maupun produk.
  • Komunitas menjadi mampu untuk lebih mengenali potensi dan permasalahan yang ada dalam kelompok atau usahanya.
  • Komunitas mendapatkan metode Bisnis Model baru yang dapat mereka jadikan pedoman untuk membangun sebuah usaha bersama.
  • Komunitas menjadi mampu untuk membuat strategi dan membaca peluang dalam pengembangan usahanya.

Media Publikasi

Inkubasi Belajar Dari Timur; Nusa Penida Youth Movement

Terasmitra

INS/SGP/OP6/TM/10/19

Foto 1 – 2: Kegiatan pembukaan acara oleh Terasmitra, Yayasan Wisnu dan mitra lokal serta Inkubasi hari pertama di PPLH Bali.

Foto 3 – 4: Peserta belajar dan sharing mengenai metode pengolahan pakan di site visit peternakan, Desa Kutampi.

Foto 5 – 6: Wawancara bersama Narasumber mengenai metode tanam sayuran organik di Site Visit pertanian Desa Batukandik.

Foto 7 – 8: Fasilitator Lapangan (I GedeSugiarta) menerangkan mengenai kondisi air di Nusa Penida dan peran sumber mata air Penida.

Foto 9 – 10: Para peserta bertanya mengenai tenun lokal (masalah dan peluang usahanya) di Site visit Tenun Desa Tanglad.

Foto 11 – 12: Mengunjungi Pura Saab, belajar mengenai tata cara pengelolaan hutan dan manfaat bagi penduduk lokal Nusa Penida.

Dampak Kegiatan

  • Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai social enterprise berbasis kearifan lokal dan ramah terhadap lingkungan (prinsip sustainability development) bisa 7 memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
  • Peserta mendapatkan banyak local knowledge mengenai sistem sosial dan budaya , hal ini menjadi point penting bagi peserta yang notabene berasal dari luar daerah. Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk mempersiapkan program dan bisa peserta bagikan dengan berbagai media.
  • Para peserta memiliki gambaran atas apa yang disampaikan dan menjadi bersemangat untuk berkolaborasi dan menumbuhkan ide-ide kreatif sebagai solusi atas permasalahan yang ada. Komunitas menjadi mampu untuk membuat strategi dan membaca peluang dalam pengembangan usahanya.

Foto 1 – 2: Para peserta belajar mengenai proposal dan action plan (membuat gambaran sebagai peta rencana program yang akan dilaksanakan di Nusa Penida).

Foto 3 – 4: Peserta belajar mengenai Budgeting Program dan refleksi pikiran dan bersama Fasilitator Terasmitra.

Keberlanjutan Program

  • Para peserta membuat satu komunitas baru yang mereka namakan Loka Muda. Kelompok Loka Muda membuat rancangan proposal kegiatan untuk diajukan kepada SGP Indonesia.
  • Rancangan kegiatan yang meraka ajukan di Nusa Penida yaitu membentuk satu Desa Ekologi dengan tujuan berbasis lingkungan, budaya dan sosial masyarakat. Mengembangkan kearifan lokal (aktifitas menenun dan pangan lokal) sebagai aktifitas wisata. Mewujudkan pengelolaan aset pura melalui ekowisata.
  • Adanya monitoring rutin yang bisa diadakan oleh trainer/fasilitator terkait perkembangan proses kegiatan yang dilakukan oleh para peserta.

Foto 1: Proses peserta presentasi final proposal dan penutupan program serta evaluasi oleh Terasmitra.

Media Publikasi