wire-g-desa-juriya-gorontalo

Penguatan Kelembagaan Lokal untuk Mendorong Kebijakan yang Responsif Gender dan Lingkungan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan di Desa Juriya

INS/SGP/OP6/Y2/STAR/BD/18/046 – Woman Institute Research And Empowerment Of Gorontalo (Wire G)

Objective 1: Pengarusutamaan gender dalam pembangunan melalui penguatan lembaga loKal dalam perencanaan dan penggagaran yang responsif gender dan lingkungan.

Kelompok perempuan, karang taruna, PKK,Pemdes mengikuti kegiatan training gender. Pada kegiatan ini, peserta menyampaikan keterlibatan mereka selama ini dalam pembangunan serta menceritakan permasalahan sehari-hari terkait dengan kebutuhan dasar, praktis, maupun strategis.

Kegiatan perencanaan desa partisipatif dan penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran yang responsif gender  bagi karang taruna dan kelompok perempuan.

Kegiatan Pendampingan Musyawarah Dusun Desa Juriya

Kegiatan Pendampingan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Juriya

Objective 2: Peningkatan kualitas lingkungan dan sumber daya alam melalui pertanian berkelanjutan.

  1. Kegiatan Sosialisasi, FGD, dan Penyuluhan Pertanian berkelanjutan membuka paradigma masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan Sumber Daya Alam.
  2. Nonton bareng video pendek terkait pertanian berkelanjutan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan: banjir dan longsor.
  1. Karang Taruna secara gotong royong menanam pohon di kebun jagung (lahan miring) milik warga yang menjadi lahan percontohnan (demplot) tanaman energy.
  1. Kegiatan Penanaman 2000 bibit pohon di lahan miring dan sepanjang bantaran sungai bersama Mahasiswa KKS UN, Kelompok Siaga Bencana, Karang Taruna, serta warga masyarakat Desa Juriya.
  2. Penanaman 250 pohon yang terdisiri jati, mahoni, kelapa bersama siswa/I Dewan Kerja Ranting Kecamatan Bilato dan Tolangohula di sepanjang bantaran sungai yang di inisiasi oleh Karang Taruna Desa Juriya.
  1. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman rimpang, dan rempah dapur oleh kelompok perempuan.

Komitmen Bersama terkait Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Desa Juriya yang di tandatangani oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, LPM, BPD, PKK, Perwakilan Kelompok Tani, Karang Taruna, Kelompok Perempuan dan unsur lainnya yang disaksikan oleh seluruh warga Desa Juriya.

Objective 3: Pemberdayaan masyarakat (khususnya perempuan) berbasis hasil produksi pertanian lokal.

Diskusi rutin bersama kelompok perempuan pembuat minyak kelapa kampung.

Pendampingan kelompok pembuat Stik Jagung dalam menyusun strategi usaha: Analisa usaha, promosi, penjualan, dan pencatatan keuangan.

Pendampingan kelompok dalam melakukan Analisa Usaha dan Melakukan pencatatan Keuangan.

Pelatihan pengolahan stik jagung lokal oleh kelompok perempuan.

Pengolahan Stik jagung secara mandiri oleh kelompok perempuan untuk memenuhi permintaan konsumen dan ikut serta pameran.

Kelompok Perempuan menjadi pemateri pada pelatihan yang dilaksanakan oleh Desa Pilomonu Kecamatan Tolangohula (kecamatan tetangga).

Setelah mendapatkan penguatan, Nenek Bi’a dan Ibu Salma Husain mengolah kembali minyak kelapa. Meski masih secara tradisioanl, namun bias memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga sudah di produksi untuk dijual dan juga mengikuti pameran.

DAMPAK PROGRAM

  1. Keberpihakan pemerintah Desa dalam pengelolaan Sumber Daya Alam berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
  2. Pemerintah Desa melibatkan masyarakat dalam tahapan pembangunan baik perencanaan dan penganggaran dan memberi ruang warga untuk berpartipasi dalam pengambilan keputusan.
  3. Pemuda dan Petani dilahan miring aktif dan berinisiasi melakukan penanaman secara partisipatif sebagai upaya preventif terhadap kerusakan lingkungan.
  4. Adanya pasar produk pangan lokal Desa Juriya.

DAMPAK KEGIATAN

  1. Generasi muda Desa terlibat secara aktif dalam melakukan kegiatan penanaman terutama di perkebunan dengan lahan miring. Gerakan ini tentu sangat efektif karena tidak hanya para remaja saja namu anak-anak usia Sekolah Dasar juga melibatkan diri.
  2. Dalam setiap tahapan pembangunan, pemerintah kini melibatkan perempuan bahkan memberi ruang dalam pengambilan keputusan.
  3. Peran kelompok perempuan yang mulai aktif juga mempengaruhi PKK yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan Desa untuk mendorong kebijakan yang responsive gender dan lingkungan. Salah satu anggota kelompok kini diangkat menjadi staf di pemerintahan desa.
  4. Keaktifan kelompok dalam beberapa pertemuan diskusi kampung menambah kepercayaan diri mereka. Di forum-forum formal seperti MUSRENBANG DESA salah satu dari mereka menyampaikan aspirasi di hadapan Camat dan pemerintah Desa lainnya, dan aspirasi yang disampaikan terkait kondisi pertanian di lahan miring yang sangat meresahkan banyak warga karena dampak banjir dan longsong yang diakibatkan dan ini  diminta agar menjadi prioritas pemerintah Desa.

Pemuda Desa melakukan kegiatan penanaman sbelum mereka bermain bola. Hal ini berangkat dari kesadaran mereka akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari. (Februari 2019).

Kegiatan Musyawarah Dusun. Pemerintah sadar bahwa pentingnya pelibatan perempuan dalam tahapan pembangunan. Hal ini tentu akan lebih meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengamblan keputusan. (Februari 2020).

Perempuan  yang selama ini alpa dalam musyawarah perencanaan pembangunan kini bersuara. Ibu Elen menyampaikan agar pertanian di lahan miring sangat merugikan warga dan hal ini diharapkan menjadi prioritas desa.

PENGALAMAN TERBAIK

Memiliki visi yang sama menjadi kekuatan bagi masing-masing anggota kelompok. Komunikasi yang baik akan selalu merawat kebersamaan.

Kelompok prempuan di undang menjadi pemateri . Hal ini membuktikan bahwa kerja pendampingan tidak sia-sia dan tentunya bias berbagi dengan perempuan lainnya.

Kegiatan dalam Rangka Hari Tunas Kelapa diisi dengan berbagi pengalaman pendampingan GEF SGP oleh WIRE-G dan belar membuat arang briket oleh Karang Taruna. (Maret 2020).

UPTD Balai Latihan Kerja Provinsi Gorontalo mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Minyak Kelapa Kampung dengan hasil produksi sesuai standar kementrian. Hal ini tentu menjadi pengalaman terbaik terutama bagi kelompok perempuan yang nantinya akan melakukan produksi dengan jumlah yang banyak. (Februari 2020).

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

  1. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkungan telah menjadi kesepakatan bersama serta terintegrasi dalam dokumen perencanaan  desa sehingga hal ini akan menjadi tanggungjawab bersama untuk merawat dan menjaga. Pertanian dengan model terasering dan tumpeng sari akan diujicobakan.
  2. Produksi hasil pertanian local yakni Stik Jagung (bahan baku jagung lokal) dan Minyak Kelapa Kampung akan menjadi unit usaha pada Badan Usaha Milik Desa. Pemerintah Desa juga menghibahkan 1 Gedung yang nanti menjadi rumah produksi sehingga jika permintaan pasar meningkat produksi tetap stabil.
  3. Pertanian pekarangan telah menjadi fokus Tim Penggerak PKK di Desa dan kedepan akan menjadi sentra bibit da tanaman organik.
  4. Pengelolaan air bersih akan dimaksimalkan oleh pemerintah desa mengingat kondisi penampung mata air selama ini terabaikan dal hal ini merupakan usulan dari anggota kelompok perempuan.
  5. Menindaklanjuti kesepakatan bersama maka akan diterbitkannya Peraturan Desa terkait Pengelolaan SDA dan Lingkungan sehingga semua unsur di desa memiliki panduan dalam pengelolaan tersebut.

MEDIA DAN PUBLIKASI

Dulohupa

Kumparan

Antara News