marsudi-lestanun-gorontalo-cover

Pengelolaan Lahan Secara Berkelanjutan dan Pembentukan Ketahanan Pangan kepada petani dengan model Agroforestri

Marsudi Lestantun

(Marsudi INS/SGP/0P6/Y2/STAR/BD/18/045)

Objective 1
Tempat Pembibitan Kelompok Marsudi

Gambar 1.1: Tempat Pembibitan Kelompok Marsudi yang ada di UPT SP3 Desa Saritani, yang dijadikan tempat peyimpanan bibit bantuan dan bibit yang disemaikan secara mandiri oleh kelompok sebelum di distribusikan di lahan masing-masing anggota kelompok (April 2020).

Gambar 1.2: Kegiatan Persemaian bibit tanaman yang dilakukan secara mandiri oleh kelompok Marsudi Lestantun (April 2020).

Objective 2 :
Pengelolaan lahan secara berkelanjutan dengan metode Teras Sering

Gambar 2.1: Kegiatan Royongan di lahan miring oleh Anggota Kelompok Marsudi Lestantun untuk mengelola lahan agar bisa digunakan secara berkelanjutan dengan metode teras sering, yang biasa dilakukan seminggu sekali tepatnya pada hari kamis. (Oktober, 2019).

Gambar 2.2: Hasil dari kegiatan royongan di lahan miring Ketika selesai diteras oleh petani Anggota Kelompok Marsudi Lestantun, terlihat berbentuk bedengan bertangga yang berfungsi untuk menahan erosi Ketika hujan. (Oktober, 2019).

Objective 3:
Sistem tanaman campuran di lahan

Gambar 3.1: Lahan  salah satu petani anggota Kelompok Marsudi yang telah menerapkan tanaman campuran dilahan, terlihat Di gambar lahan tersebut lebih mencolok tanaman semusim dan pepohonan sebagai penyangga lahan. Sedangkan tanaman tahunan baru ditanam sehingga tidak begitu mencolok. (Maret, 2020).

Gambar 3.2: kegiatan pemanenan tanaman semusim yaitu ubi jalar yang dilakukan oleh petani  Anggota Kelompok Marsudi Lestantun bernama Mas Budi, di lahan yang telah menerapkan tanaman campuran. (Maret, 2020).

Objective 4:
Pelatihan hasil olahan makanan dan publikasi kegiatan Marsudi Lestantun

Gambar 4.1: kegiatan pelatihan Produk Olahan jadi pada warga yang ada di UPT SP3 yang dilaksanakan oleh Marsudi Lestantun dan Japesda, dalam kegiatan tersebut pula tidak hanya teori yang dijelaskan tetapi langsung dengan prakteknya. (Maret, 2020).

Gambar 4.3: Proses Pengambilan Gambar oleh salah satu Crew media TVRI Lokal di Lahan Petani Anggota Kelompok Marsudi Lestantun Ketika kegiatan Royongan segera akan dilaksanakan. (Maret, 2020).

Gambar 4.2:  Respon masyarakat terutama perempuan dalam Pelatihan Produk Olahan jadi sangat tinggi,  karena dalam kegiatan tersebut sangat ditekankan prakteknya. (Maret, 2020).

Gambar 4.4: Proses Pengambilan Gambar oleh salah satu Crew media TVRI Lokal pada proses kegiatan Pelatihan Produk Olahan Jadi telah dimulai. (Maret, 2020).

DAMPAK PROYEK

  • Kelompok Marsudi Lestantun mendapat perhatian penuh dari pihak UPT dengan memberikan beberapa bantuan seperti mesin pompa air, balok kayu yang digunakan untuk merenovasi tempat pembibitan, terpal, dan pipa serta paranet.
  • Timbulnya ketertarikan petani yang sebelumnya tidak tertarik dalam mengelola lahan secara berkelanjutan dengan metode teras sering, mereka melakukan teras sering dengan caranya sendiri seperti salah satu petani translokal yang membuat terasan dari badan kayu untuk menahan tanah agar tidak erosi, petani tersebut mau sekali lahanya menjadi seperti lahan salah satu Anggota Marsudi Lestantun yang terasannya sudah cukup bagus dilihat.
  • Kegiatan pengelolaan lahan secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Marsudi Lestantun, dan telah diketahui oleh BPDAS-HL Ketika Marsudi Lestantun mengajukan permintaan bibit sudah pasti akan mendapatkan bibit yang telah diajukan dengan respon yang cukup cepat.
  • Pihak UPT Berkolaborasi dengan Kelompok Marsudi Lestantun dalam memajukan sector pertanian yang merupakan sector mata pencaharian utama masyarakat SP3, Pasca program GEF-SGP berakhir.

Dampak Kegiatan

  • Dengan adanya program ini, membuka mata para petani yang beraktivitas secara monoton dalam menanam tanaman monokultur di lahan sehingga dikemudian hari berdampak buruk pada lahan dan lingkungan seperti terjadi erosi dan longsor, karena secara umum lahan yang ada di UPT SP3 Desa Saritani merupakan lahan miring.
  • Masyarakat UPT SP3 terutama  ibu-ibu istri petani sudah bisa memproduksi produk olahan jadi, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai jual produk hasil alam yang ada di UPT SP3 Salah satu contohnya adalah kripik ubi dan kripik pisang.

Gambar D1: proses serah terima alat bantu pertanian yang diberikan oleh Unit Pengelola Transmigarasi Satuan Permukiman 3 kepada Kelompok Tani Marsudi Lestantun untuk membantu kegiatan kelompok (April, 2020).

Gambar D3: Pengadaan Alat bantu produksi olahan jadi paska kegiatan pelatihan Produk olahan jadi oleh Kelompok Marsudi Lestantun (Mey, 2020).

Gambar D2: Bibit Pohon Lantoro yang berasal dari bantuan BPDAS-HL Provinsi Gorontalo (April, 2020).

Gambar D4: Lahan yang tidak dikelola secara berkelanjutan dan monoton pada tanaman monokultur yang bisa berdampak buruk pada lahan yang miring (agustus, 2019).

PENGALAMAN TERBAIK

Gambar P1: Musyawarah Kelompok Marsudi Lestantun yang menyepakati keberlanjutan kegiatan pengelolaan lahan secara berkelanjutan walaupun Program dari GEF-SGP dan pendampingan oleh Perkumpulan Japesda telah berakhir (April, 2020).

Gambar P2: kehadiran 4 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo yang sempat menjadi Volunteer pada saat libur pendek kuliah, untuk belajar mengenai kehidupan petani di daerah pelosok. Salah satu dari mereke melakukan penelitian untuk skripsinya mengenai tanaman monokultur pada lahan miring di UPT SP3 Desa Saritani   (Januari, 2019).

KEBERLANJUTAN PROYEK/KEGIATAN

  • Kegiatan pengelolaan lahan secara berkelanjutan secara Bersama serta system tanaman campuran  oleh kelompok Marsudi Lestantun yang disebut dengan Royongan akan terus dilakukan walaupun program GEF-SGP dan pendampingan Perkumpulan Japesda telah selesai.
  • Alat-alat antu usaha dijaga dan dirawat serta digunakan secara efisien untuk membantu produksi makanan olahan jadi, dari hasil alam yang ada di UPT SP3.

Media dan Publikasi