nusa-penida-wisnu-cover

Peningkatan Ketahanan Sosial Budaya – Ekologis Masyarakat dalam Menghadapi Desakan Globalisasi di Pulau Kecil

1.URAIAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN DAMPAK PROGRAM

1.1. Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan di desa – desa dampingan

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan di Banjar Tanglad, Desa Tanglad, Nusa Penida

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan di Kantor Desa Batukandik, Nusa Penida

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan di Banjar Mawan, Desa Batumadeg, Nusa Penida

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan Kelompok Subak Batukandik II, Desa Batukandik, Nusa Penida

Sosialisasi program dan identifikasi kegiatan Pengempon Pura Saab, Desa Batumadeg, Nusa Penida turut mengundang para perangkat desa

Pengenalan program Ecologic Nusa Penida ke Bupati Klungkung – I Nyoman Suwirta

Sosialisasi program di kantor Kecamatan Nusa Penida

Kunjungan Bupati Klungkung (I Nyoman Suwirta) ke Rumah Belajar Bukit Keker dalam rangka sinkronisasi program dengan multistakeholder terutama pemerintah daerah.

Sosialisasi program Ecologic Nusa Penida di kantor KPH Bali Selatani, dimana Yayasan Wisnu merupakan bagian dari Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial  Provinsi Bali. Selain dengan KPH Bali Selatan (POKJA PS Bali) segala dukungan dan koordinasi secara rutin juga dikoordinasikan ke KKP Provinsi Bali, sebagai bentuk kegiatan nyata di perairan Nusa Penida.

1.2. Pemetaan Partisipatif Desa dan Profil Desa

Pelatihan pemetaan bersama para muda – mudi dari Banjar Tanglad – Desa Tanglad, Banjar Semaya – Desa Suana, Banjar Mawan – Desa Batumadeg, dan Banjar Batukandik II – Desa Batukandik

Memetakan apa yang telah diajarkan oleh pelatih di desanya masing – masing.

Verifikasi data bersama Kepala Desa Batumadeg.

Pemetaan yang dilakukan oleh muda – mudi di Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida. Lokasi tambahan untuk pengembangan kegiatan Ecologic Nusa Penida, dimana Desa Ped adalah gerbang masuknya pariwisata

1.3. Pendidikan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah

Atraksi budaya, bersih – bersih pantai, lomba lukis, dll bersama relawan Nyuh Kedas untuk aksi di Desa Ped

Pengelolaan Sampah Terpadu di Banjar Nyuh – Desa Ped dikelola oleh para relawan Nyuh Kedas

Lomba mural tingkat SMA/SMK tentang lingkungan

Melalui lukis mural mengkampanyekan isu – isu lingkungan di gerbang Nusa Penida (Br. Nyuh – Desa Ped)

1.4. Peningkatan Nutrisi Masyarakat melalui Kebun Rumah Tangga dan Penanaman

Pelatihan pengelolaan kebun rumah tangga di 4 desa: Desa Tanglad, Desa Batukandik, Desa Batumadeg dan Desa Suana

Salah satu hasil kebun masyarkat di Desa Batukandik II

Acara penanaman di pelataran Pura Puseh Batumadeg dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, polsek, koramil dan masyarakat adat

Penanaman di rumah masyarakat, kebun dan pelataran pura sebanyak 5.271 pohon jenis: durian, intaran, sandat, kelapa, nangka, andong, mengkudu, cendana, ceroring, dll

Pelatihan pembuatan produk bumbu – bumbu kering di 4 desa dampingan

Pelatihan pembuatan VCO di 4 desa dampingan

Pembuatan kebun di masyarakat dampingan

Pembibitan yang dilakukan masyarakat dampingan untuk kebun pekarangan mereka

1.5. Pendampingan Kelompok Tenun Alam Mesari

Praktek pembuatan warna alami indigo oleh kelompok tenun Alam Mesari

Hasil benang pewarna alami Kelompok Tenun Alam Mesari Desa Tanglad

Pelatihan pewarna alami bersama Lawe Yogya di Banjar Tanglad

Penanaman 1.045 tanaman pewarna alami, seperti: mengkudu dan mahoni

Beberapa contoh produk turunan

Penyebaran 10.000 seed bomb sekitar wilayah Desa Tanglad, jenis benih: tarum, kaliandra dan turi.

Pelatihan pewarna alami didampingi oleh Komunitas Gadgad

Studi banding pewarnaan alami di Desa Tenganan Pegeringsingan – Karangasem, Bali

Produk – produk tenun pewarna alami Kelompok Alam Mesari

Studi banding ke Desa Tenganan yang mempertemukan 2 tenun sakral di Bali, Tenun Cepuk (kanan) dan Tenun Geringsing (kiri)

Belajar marketing ala Fair Trade di PT. Mitra Bali – Gianyar, Bali

1.6. Budidaya dan Pengembangan Rumput Laut

Hasil panen rumput laut di Banjar Semaya – Desa Suana mendampingi 7 kelompok petani rumput laut melalui pengembangan bibit katoni baru, yaitu jenis alfaresi dan sacul

Pendataan suhu dan daya dukung laut terhadap pertanian rumput laut di Nusa Penida dan Nusa Lembongan

Pelatihan produk turunan rumput laut menjadi sabun, kerupuk

Demplot rumput laut di Nusa Lembongan – Nusa Penida

Hampiran rumput laut di Nusa Lembongan sejak awal 2019 mulai menggeliat hingga saat ini, sejak 2015 pertanian rumput laut ditinggalkan karena usaha pariwisata yang lebih menjanjikan

1.7. Silvopastoral dan Rumah Belajar

Pemeriksaan kesehatan ternak dan pengukuran berat ternak sebelum pemberian pakan kering/basah dan setelah pemberian pakan kering/basah

Pembibitan tanaman pakan ternak dan yang telah tertanam sebanyak 9.371 bibit: turi, rumput tailan, indigofera, rumput king, rumput gajah, lamtoro, gamal, bunut, jati korek, pisang, rumput godem, betenu dan waru

Tanaman pakan ternak hasil survey 2 Mei 2021 telah tumbuh dan hidup 80% di lahan masyarakat di Jurangaya, total demplot seluas 0,875 Ha

Pelatihan pembuatan pakan kering di Banjar Pulagan, Banjar Jurangaya – Desa Kutampi dan Desa Sakti

Pembuatan pakan basah

Pelatihan pembuatan pakan kering dan basah di Banjar Pulagan, Banjar Jurangaya – Desa Kutampi dan Banjar Anyar – Desa Sakti

Tanaman sorgum masyarakat yang tumbuh dengan baik, ditanam saat musim hujan di Januari 2020

Koordinasi dengan BPTP Bali untuk dukungan bibit dan pelatihan

Studi banding kelompok ternak Desa Kutampi dan Sakti ke Kebupaten Bangli – Bali, pengelolaan ternak dengan pakan kering

Rumah Belajar adalah ruang untuk belajar bagi masyarakat di Nusa Penida tentang praktek – praktek Ekologis, dilengkapi dengan fasilitas – fasilitas:

  • Ruang belajar / pertemuan
  • Energi tenaga surya
  • Toilet & kandang sapi dialirkan ke sistem Biogas
  • Kebun percontohan alami •Pengolahan limbah cair
  • Panggung pertunjukan untuk kesenian budaya anak – anak
  • Ruang display produk dari desa – desa dampingan
  • Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)

1.8. Agroforestry dan Tanaman Gumi Banten (Tanaman Upacara)

Rencana penerapan Agroforestry di Pura Saab

Kebun Gumi Banten (kebutuhan upacara) telah bersemi di pelataran Pura Saab dan telah digunakan masyarakat untuk upacara

Penanaman bibit tanaman pakan kera di Pura Puncak Mundi dan Pura Saab

Persiapan lahan untuk kebun percontohan

Penanaman dan penyebaran seed bomb di Pura Puncak Mundi dan Pura Saab, total sebanyak 14.900 benih dan bibit yang telah ditanam 

Kunjungan Wakil Bupati Klungkung – I Made Kasta di Pura Saab

Belajar bersama anak – anak di Pura Saab mengenal lingkungan mereka

Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk nutrisi tanaman

Pengairan dengan sistem tetes air dan pupuk organik cair pada tanaman yang baru ditanam saat puncak musim kering menjamin nutrisi tanaman melalui musim kering

Tanaman sayur yang tumbuh subur di Pura Saab

Hasil panen warga di Pura Saab saat puncak musim kering di Nusa Penida

Penanaman bibit tanaman pakan kera di Pura Puncak Mundi dan Pura Saab

1.9. Pengembangan Ekowisata dan  Multistakeholder

Sosialisasi program di Kantor Kecamatan Nusa Penida, turut mengundang perangkat desa di Br. Nyuh – Desa Ped, Br. Tanglad – Desa Tanglad, Br. Semaya – Desa Suana, Br. Batukandik – Desa Batukandik

Penggalian cerita desa bersama muda – mudi Br. Nyuh – Desa Ped, Br. Tanglad – Desa Tanglad, Br. Semaya – Desa Suana, Br. Batukandik – Desa Batukandik

Loka karya ekowisata

Penyusunan panduan storyline Desa Wisata Ekologis

Ujicoba paket JED di Nusa Penida

Studi banding ekowisata ke Desa Tenganan

1.10. Pengembangan Percontohan Energi Terbarukan/Bersih

Pemasangan tenaga surya di Rumah Belajar

Energi tenaga surya dimanfaatkan untuk kebutuhan seluruh sistem listrik di Rumah Belajar dengan daya total 1.000 wh

Pengenalan dan sosialisasi biogas kepada calon penerima manfaat di Rumah Belajar Bukit Keker

Pembangunan 5 biogas di Nusa Penida

Pengolahan biogas oleh para peternak/petani penerima manfaat

Pemanfaatan biogas di dapur salah satu penerima manfaat

LOKASI KERJA GEF-SGP di NUSA PENIDA (2018 – 2020)

2. CAPAIAN KEGIATAN

Capaian program GEF – SGP berdasarkan outcome dan disesuaikan dengan laporan kegiatan para mitra, hasilnya direkap dari laporan kegiatan para mitra di KoboToolBox yang efektif diberlakukan mulai Oktober 2019, berikut adalah uraian capaiannya:

OutcomePPLH BaliKelompok Tenun Cepuk Alam MesariYayasan Idep Selaras AlamSTT Eka Wana KelapaYayasan KalimajariWisanggeniYayasan Taksu TridatuJaringan Ekowisata Desa (JED)I ni Timpal Kopi
Outcome 1.1. 
Adanya struktur dan jejaring tata kelola institusional berbasis masyarakat di satu daerah berhutan dan 3 bentang alam pesisir untuk pembuatan keputusan partisipatif yang efektif guna meraih ketahanan bentang alam.
10 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 48 perempuan dan 49 laki – laki.4 kegiatan dengan intervensi luas wilayah 100,26 hektar, penyebaran sekitar 10.000 benih tarum, orok – orok, kaliandra dan turi dalam bentuk seed bomb, penanaman 100 tanaman pewarna.4 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 219 perempuan dan 23 laki – laki, luas lahan intervensi adalah 2 hektar dan pembagian benih sayuran sebanyak 70 pax benih – benih: mentimun, bayam merah, sayur hijau, kacang panjang, dan kangkung cabut.4 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 155 perempuan dan 45 laki – laki, intervensi kegiatan dengan memetakan di 167 hektar wilayahnya, penanaman sebanyak 220 bibit pohon cempaka, kelapa dan cendana.17 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 208 perempuan dan 100 laki – laki, intervensi lahan seluas 4 hektar pertanian rumput laut.44 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 52 perempuan dan 469 laki – laki, luas wilayah intervensi 21,02 hektar, penyebaran benih melalui seed bomb dan penanaman sebanyak 13.600 tanaman/benih.12 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 128 perempuan dan 160 laki – laki.Baru terdapat 1 kegiatan dalam outcome ini.Baru terdapat 1 kegiatan dengan intervensi wilayah 0,26 hektar.
Outcome 1.2. 
Jasa ekosistem dalam bentang alam target meningkat melalui energy tata guna lahan multi fungsi.
1 kegiatan selama program berjalan.5 kegiatan dengan penanaman sebanyak 945 tanaman pewarna.5 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 206 perempuan dan 41 laki – laki.1 kegiatan selama program berjalan.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 3 perempuan dan 7 laki – laki.11 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 39 perempuan dan 692 laki – laki, luas wilayah intervensi 19,28 hektar, penanaman sebanyak 3.060 tanaman.9 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 45 perempuan dan 95 laki – laki.
Outcome 1.3. 
Keberlanjutan energy produksi di bentang alam target diperkuat melalui praktik agro-ekologi yang terpadu.
2 kegiatan selama program berjalan yang melibatkan 6 perempuan dan 13 laki – laki.3 kegiatan yang melibatkan 7 perempuan dan 4 laki – laki.6 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 93 perempuan dan 71 laki – laki.20 kegiatan selama program berjalan termasuk saat mendampingan kelompok petani rumput laut di Banjar Semaya – Desa Suana, Nusa Penida, dengan melibatkan 33 perempuan dan 54 laki – laki.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 1 perempuan dan 24 laki – laki, pengumpulan bibit sebanyak 500 tanaman.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 31 perempuan dan 13 laki – laki.
Outcome 1.4. 
Penghidupan masyarakat di bentang alam pesisir dan laut serta bentang alam hutan target meningkat dengan pengembangan usaha masyarakat skala kecil yang ramah lingkungan dan dengan meningkatkan akses pasar.
8 kegiatan yang melibatkan 30 perempuan dan 33 laki – laki.10 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 144 perempuan dan 37 laki – laki.4 kegiatan selama program berjalan.8 kegiatan selama program berjalan termasuk saat mendampingan kelompok petani rumput laut di Banjar Semaya – Desa Suana, Nusa Penida, dengan melibatkan 34 perempuan dan 18 laki – laki.13 kegiatan dalam outcome ini dengan melibatkan 55 perempuan dan 118 laki – laki.
Outcome 2.1. 
Adanya kemitraan multi pihak untuk mengelola pengembangan dan implementasi energi rendah emisi terpadu berbasis masyarakat.
19 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 74 perempuan dan 121 laki – laki.3 kegiatan yang melibatkan 8 perempuan dan 7 laki – laki.4 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 182 perempuan dan 48 laki – laki.1 kegiatan selama program berjalan melibatkan 10 perempuan dan 10 laki – laki.3 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 26 perempuan dan 27 laki – laki.1 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 5 perempuan dan 8 laki – laki.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 9 perempuan dan 29 laki – laki.6 kegiatan dengan melibatkan 3 perempuan dan 14 laki – laki.
Outcome 2.2.
Adanya peningkatan adopsi (atau pengembangan, demonstrasi, dan pembiayaan) teknologi terbarukan dan hemat energi di tingkat komunitas.
8 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 28 perempuan dan 69 laki – laki.4 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 100 perempuan dan 48 laki – laki.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 6 perempuan dan 3 laki – laki.2 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 4 perempuan dan 27 laki – laki.7 kegiatan selama program berjalan dengan melibatkan 47 perempuan dan 88 laki – laki.1 kegiatan dengan melibatkan 2 perempuan dan 5 laki – laki.

Total kegiatan: 265 kegiatan

Total tanaman / benih: 27.895 tanaman / benih

Total keterlibatan perempuan sekitar: 1.020 orang

Keterlibatan lakilaki sekitar: 1.100 orang

Intervensi wilayah sekitar: 313,82 hektar

3. PENGALAMAN TERBAIK

Kerja kolaborasi antar mitra dan kelompok di Bali dengan latar belakang keahlian dan pelaksanaan program yang berbeda – beda

Mengembalikan tanaman sorgum / jagung beleleng di Nusa Penida sebagai salah satu sumber pangan masyarakat di masa lampau

Stok pakan ternak kering saat ini (Mei 2020) para petani di Kutampi telah diterapkan secara mandiri, antisipasi saat musim kering

Keberhasilan para kelompok tenun di Desa Tanglad mempelajari cara membuat pewarna alami yang hilang lebih dari satu generasi

Geliat pengembangan rumput laut di Nusa Lembongan dari 1 demplot percontohan di awal 2019, menjadi 76 petani baru di Januari 2020

Pengelolaan kebun lahan kering di Pura Saab, berdampak langsung pada para anggota pura

4. KEBERLANJUTAN PROGRAM/KEGIATAN

Melalui kegiatan Jaringan Ekowisata Desa (JED), menghubungkan potensi ekowisata di desa – desa yang dikemas dalam paket ekowisata di Nusa Penida, seperti yang telah dilakukan JED selama 18 tahun ini

Rumput laut sebagai harapan baru ekonomi masyarakat Nusa Penida selain usaha pariwisata, saat pandemik Covid-19 melanda, saat ini rumput laut  sebagai penopang ekonomi masyarakat, karena pariwisata mati total di Nusa Penida

Melalui peningkatan kapasitas para penenun dari sisi produk dan pemasaran, kemandirian penenun untuk pemasaran yang lebih luas bisa dilakukan secara mandiri

Rumah belajar sebagai pusat belajar praktek – praktek ekologis dan produk turunan di Nusa Penida

5. MEDIA DAN PUBLIKASI

Pemberitaan kegiatan ekologis di media – media online, yaitu: kumparan.com,  radarbali.jawapos.com, bali.tribunnews.com

Pemberitaan kegiatan ekologis di media online, yaitu: mongabay.co.id, majalahcsr.id

Pemberitaan kegiatan ekologis di media online: balebengong.id