Fajar Timur Hingga Senjakala : Antologi Kisah Pencarian Rasa Empat Wilayah

SEJAK tahun 2017, program GEF SGP Indonesia fase ke-6 berproses di empat wilayah Indonesia Timur, yaitu di Pulau Nusa Penida Bali, Pulau Semau Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan wilayah sekitar aliran Sungai Paguyaman Gorontalo. Sebanyak 82 mitra dari Kelompok Masyarakat, Lembaga Swadaya, Masyarakat Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, Perusahaan Swasta, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Nasional terlibat dalam program ini.

Memulai berkegiatan bersama masyarakat tak semudah menyusun strategi di atas kertas. Liku-liku peristiwa harus dijalani satu demi satu. Beragam cara dan pendekatan dicoba untuk diterapkan. Tak jarang peluh menemani kegagalan dan senyum mengiringi keberhasilan mitra-mitra GEF SGP Indonesia ketika berinteraksi di lapangan bersama komunitas dan masyarakat.

Menyatukan banyak unsur, kepentingan, dan pemikiran menjadi sebuah program masyarakat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai langkah disusun. Strategi yang dirasa jitu dan manjur lengkap dengan doa-doa dilaksanakan agar tujuan-tujuannya dapat tercapai seperti, “Program yang sudah dirancang dapat berjalan dan berproses dengan baik bersama dengan masyarakat. Manfaat program dapat dinikmati oleh masyarakat. Dan program dapat berlanjut walau pendanaan GEF SGP sudah selesai diberikan.”

Berangkat dari gagasan untuk menceritakan kembali tuturan mitra GEF SGP Indonesia dalam melaksanakan program melalui tulisan berversi naratif deskriptif dan reflektif, maka kami melakukan kerjasama dengan Wisanggeni91 untuk menyusun sebuah buku. Buku tersebut adalah buku pembelajaran yang berjudul, ”Fajar Timur Hingga Senja Kala Nusa: Antologi Kisah, Pencarian Rasa Empat Wilayah.”

Dalam buku ini, setiap mitra menuliskan dengan warna penulisan yang berbeda. Tidak sama. Perbedaan gaya tutur ini mencerminkan ragam sudut pandang dan cara mitra-mitra GEF SGP Indonesia dalam berkegiatan bersama masyarakat. Keberagaman dalam tingkah, langkah, pola, dan strategi ketika berhadapan dengan komunitas masyarakat. Keberagaman yang memiliki nilai yaitu membuat masyarakat lokal berdaya, mampu bersuara, dan memiliki nilai tawar terhadap hidup, lingkungan, dan wilayahnya.

Buku ini berkisah mengenai perjalanan mitra dalam menemukan agen-agen perubahan di lapangan. Sederhana dalam penuturan tetapi sebenarnya sukar dalam pelaksanaannya. Semua kisah diceritakan dengan mengalir membuat kita larut dalam alurnya. Seolah kita terlibat ikut merasakan peluh dan senyum dari mitra-mitra dalam kesehariannya.