{"id":1261,"date":"2020-04-25T17:40:32","date_gmt":"2020-04-25T17:40:32","guid":{"rendered":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/?p=1261"},"modified":"2020-04-25T17:40:32","modified_gmt":"2020-04-25T17:40:32","slug":"binongko-cegah-covid-19-dengan-poster-bahasa-cia-cia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/binongko-cegah-covid-19-dengan-poster-bahasa-cia-cia\/","title":{"rendered":"BINONGKO: Cegah COVID-19 Dengan Poster Bahasa Cia-Cia"},"content":{"rendered":"<p><strong>The Pasarwajo News<\/strong>, Wakatobi \u2013 Seiring melonjaknya angka positif virus corona di Indonesia, seharusnya dapat menambah rasa sadar masyarakat terhadap bahaya pandemi ini. Untuk itu petugas kesehatan tak henti-hentinya melontarkan himbauan kepada masyarakat agar tetap mengikuti anjuran, guna memerangi Virus Corona (Covid-19), agar penyebarannya tidak meluas.<\/p>\n<p>Diketahui, virus corona atau Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sementara itu di Indonesia, wabah Covid-19 ini telah ditetapkan sebagai bencana nasional non-alam.<\/p>\n<p>Untuk mempermudah masyarakat memahami bahaya virus mematikan ini, sehingga berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui media poster.<\/p>\n<p>\u201cSupaya masyarakat lebih tahu detail tentang virus covid-19 itu, karena dalam poster itu kan ada penjelasannya secara rinci. Nah dengan itu juga informasi tentang covid-19 tadi bisa menyebar secara luas, dari orang ke orang\u201d, kata Wa Ode Rafiati Bidan Desa Puskemas Wali, Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Rabu (15\/4\/2020).<\/p>\n<p>\u201cSama seperti pertama di sosialisasikan, mengenai apa itu virus covid-19, kemudian cara penyebaran virus lewat apa serta pencegahannya. Di jelaskan juga mengenai status ODP (orang dalam pantauan) terkhusus untuk orang Mudik ke kampung. Serta penjelasan mengenai\u00a0<em>social distancing<\/em>\u00a0and\u00a0<em>stay at home<\/em>. Agar masyarakat lebih memperhatikan juga tentang itu agar kita bisa mewaspadai dan untuk mendukung pemutusan rantai peenyebaran dari virus tersebut\u201d, sambungnya.<br \/>\nPoster Himbauan Lawan Covid 19 Berbahasa Lokal Cia-cia, The Pasarwajo News<\/p>\n<p>Menurut Wa Ode Rafiati, kalimat poster Covid-19 ini memakai bahasa lokal atau bahasa daerah agar masyarakat atau orang tua yang tidak bisa bahasa Indonesia dapat maksud dan tujuannya.<\/p>\n<p>\u201cSupaya bisa di pahami terkhusus orang tua yang tidak bisa pahami bahasa Indonesia\u201d, imbuhnya.<\/p>\n<p>Poster ini juga dapat digunakan sebagai media edukasi dengan ditempel di setiap rumah warga atau membagikannya lewat beberapa media sosial di antaranya Facebook, Instagram, WhatsApp, ataupun Twitter.<\/p>\n<p>\u201c<em>Stay at home<\/em>\u00a0jika tidak ada keperluan penting, jaga jarak dan usahakan kalau keluar rumah pake masker. Dan yang paling penting kalau ada keluhan yang menjurus ke covid-19 tolong segera hubungi dari pihak keesehatan agar bisa langsung di tangani. Mohon kerjasamanya dengan baik agar kita bisa menang melawan covid-19, tutupnya.<\/p>\n<p>Reporter :\u00a0<strong>JUHLIM<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/thepasarwajonews.com\/binongko-cegah-covid-19-dengan-poster-bahasa-cia-cia\/<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Pasarwajo News, Wakatobi \u2013 Seiring melonjaknya angka positif virus corona di Indonesia, seharusnya dapat menambah rasa sadar masyarakat terhadap bahaya pandemi ini. Untuk itu petugas kesehatan tak henti-hentinya melontarkan himbauan kepada masyarakat agar tetap mengikuti anjuran, guna memerangi Virus Corona (Covid-19), agar penyebarannya tidak meluas. Diketahui, virus corona atau Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sementara itu di Indonesia, wabah Covid-19 ini telah ditetapkan sebagai bencana nasional non-alam. Untuk mempermudah masyarakat memahami bahaya virus mematikan ini, sehingga berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui media poster. \u201cSupaya masyarakat lebih tahu detail tentang virus covid-19 itu, karena&#8230;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":1254,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[160,196],"tags":[],"class_list":["post-1261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-id","category-newsletter-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1261\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}