{"id":2278,"date":"2020-03-07T07:53:45","date_gmt":"2020-03-07T07:53:45","guid":{"rendered":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/?p=2278"},"modified":"2020-03-07T07:53:45","modified_gmt":"2020-03-07T07:53:45","slug":"bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/","title":{"rendered":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><em>Musim hujan tahun 2020 di Bali terasa cukup pendek dan curahnya rendah. Upaya penghijauan lahan perlu dipertimbangkan lebih presisi agar tanaman bisa hidup.<\/em><\/li>\n<li><em>Sebuah kelompok penenun di Nusa Penida sedang menanam kembali aneka tanaman bahan baku pewarna alami.<\/em><\/li>\n<li><em>Karena sebagian lahan terjal, brupa tebing, dan didiami monyet ekor panjang, penanaman konvensional cukup menyulitkan.<\/em><\/li>\n<li><em>Salah satu strategi yang sedang dicoba adalah membuat \u201cbom\u201d benih, ribuan bola-bola tanah berisi benih dilemparkan ke lokasi sulit dijangkau itu.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tumpukan wadah telur dari kertas terlihat penuh berisi bulatan-bulatan tanah. Setidaknya ada 10 baris dan 3 tumpukan yang terlihat di rumah Luh Sari, seorang warga Dusun Tanglad, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak muda yang buat itu beberapa hari ini,\u201d ujarnya. Ia mengaku kelompok penenun di dusunnya sedang berupaya menumbuhkan aneka tanaman bahan baku pewarna alami. Salah satu materi penting untuk kerajinan tenun yang sedang dilestarikan di Tanglad, kampung yang terkenal dengan tenun Cepuk. Jenis tenun yang cukup langka saat ini karena sudah jarang dibuat, di ambang kepunahannya.<\/p>\n<p>Sementara jenis tenun Rangrang, kain khas Nusa Penida lainnya masih lebih banyak dibuat karena lebih mudah diselesaikan dan warna yang digunakan lebih banyak pewarna sintetis, bukan alami.<\/p>\n<p>Gede Agustinus Darmawan yang akrab dipanggil Timbool adalah salah satu anak muda penekun pewarna alami yang sedang berkegiatan di Dusun Tanglad bersama warga penenun. Mereka mendukung produksi pewarna alami dari aneka tumbuhan untuk kain tenun dan kini berusaha menanam kembali sejumlah tanaman bahan baku pewarna yang makin hilang. Kegiatan ini bagian dari program GEF-SGP yang dikoordinir Yayasan Wisnu.<\/p>\n<p><strong>baca :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/2017\/03\/14\/mengembalikan-hijaunya-hutan-dari-udara\/\"><em>Mengembalikan Hijaunya Hutan dari Udara<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_77348\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77348\" src=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/tenun-cepuk.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 1086px) 100vw, 1086px\" srcset=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/tenun-cepuk.jpg 1086w, https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/tenun-cepuk-768x512.jpg 768w\" alt=\"\" width=\"1086\" height=\"724\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kelompok penenun kain Cepuk khas Nusa Penida, Bali, sedang mengembangkan ragam pewarna alami termasuk menumbuhkan pohon bahan bakunya. Foto: Luh De Suriyani\/Mongabay Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain menanam bibit secara konvensional di lahan-lahan milik penenun, kelompok tenun Alam Mesari ini juga mencoba menanam dengan model\u00a0<em>seeds bomb<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>seeds bombing<\/em>. Melempar \u201cbom\u201d benih untuk menjangkau area yang sulit dijangkau seperti tebing dan perbukitan di sekitar dusun mereka.<\/p>\n<p>Nusa Penida bersama Lembongan dan Ceningan merupakan kepulauan di Kabupaten Klungkung yang makin terkenal sebagai tujuan wisata di Bali. Untuk menyeberang ke ketiga pulau itu, perlu waktu sekitar 20-45 menit tergantung lokasi penyeberangan\u00a0<em>speedboat<\/em>.<\/p>\n<p>Benih-benih benih dalam bentuk \u201cbom\u201d ini pada Jumat (14\/2\/2020) lalu sudah terlihat tumbuh seperti tunas kacang ijo, dibuat pada dalam hari berbeda. Ada yang sudah berusia satu bulan dan satu minggu.<\/p>\n<p>Ratusan \u2018telur\u2019 tanah itu memang tak sama, ada yang sudah bertunas, ada yang belum. Ada juga yang lebih cepat tubuh tunasnya karena tersiram air hujan setelah dibuat bulatan-bulatan.<\/p>\n<p>\u201cSaat musim penghujan baru disebar. Kemungkin hidup 50%,\u201d kata Timbool. Metode bom benih ini digunakan untuk menghijaukan lahan yang sulit dijangkau, sehingga lebih spekulatif. Sudah 8000 benih yang dimasukkan bom benih. Dalam satu \u201cbom\u201d diisi 10-15 biji benih dan isinya benih tanaman perintis seperti turi, orok-orok, dan gereng-gereng. Sementara untuk bibit tanaman pewarna adalah tarum. Benih-benih dalam \u201cbom\u201d ini difokuskan terlebih dulu untuk menyuburkan tanah. \u201cPohon-pohon itu pembuat lapisan tanah, daunnya cepat gugur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam satu \u201cbom\u201d yang dilempar diharapkan akan ada beberapa benih yang berhasil bertahan dan mengisi lahan pulau Nusa Penida yang kurang produktif. Karena dominan bebatuan karang, \u201cbom\u201d benih ini diperkirakan akan terpecah setelah dilempar. Karena itu satu bulatan diisi belasan benih agar menyebar.<\/p>\n<p><strong>baca juga :\u00a0<em><a href=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/2019\/08\/01\/cerita-dolphi-penyelamat-tukad-mati-penerima-kalpataru-dari-bali\/\">Cerita Dolphin, Penyelamat Tukad Mati Penerima Kalpataru dari Bali<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_77346\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77346\" src=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bola-benih.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 1086px) 100vw, 1086px\" srcset=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bola-benih.jpg 1086w, https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bola-benih-768x512.jpg 768w\" alt=\"\" width=\"1086\" height=\"724\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Bulatan bola-bola berisi benih ini akan jadi \u201cbom\u201d benih yang akan dilemparkan ke lokasi-lokasi tanah terjal dan sulit dijangkau di Nusa Penida. Foto: Luh De Suriyani\/Mongabay Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lahan-lahan kelompok penenun kain menjadi prioritas di antaranya tebing yang sulit dijangkau, daerah terjal, dan area dengan banyak hama monyet. Selain metode \u201cseeds bombing\u201d, penghijauan juga dilakukan dengan menanam bibit terutama tanaman bahan baku pewarna alami seperti mengkudu, secang, indigo, dan tarum.<\/p>\n<p>Kelompok tenun Alam Mesari ini sedang terus berupaya membuat pewarna alami, salah satu proses yang tak mudah dan hanya bisa dilakukan sedikit penenun. Setelah pemantapan warna alami di Tanglad, diikuti pengembangan produk turunan jahit dan desain. Kemudian program pemasaran.<\/p>\n<p>Dahulu kala, Nusa Penida dikenal pemasok pewarna lokal karena kualitas pewarna alaminya dinilai tinggi. Tanah gersang dan berbatu, jika bisa diolah, menganugerahkan hasil tani yang lebih baik. Sejumlah pewarna yang dihasilkan misalnya dari akar mengkudu, tarum, mangga, dan ketapang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_77347\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77347\" src=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bukit-nusa-penida.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 1086px) 100vw, 1086px\" srcset=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bukit-nusa-penida.jpg 1086w, https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bukit-nusa-penida-768x512.jpg 768w\" alt=\"\" width=\"1086\" height=\"724\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Bebukitan Nusa Penida yang dominan batu tergantung musim hujan untuk menghijaukannya. Foto: Luh De Suriyani\/Mongabay Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dilakukan di sejumlah negara<\/strong><\/p>\n<p>Dalam satu hari, satu pesawat bisa menyebarkan hingga 900 ribu benih pohon, sebagaimana dikutip dari\u00a0<a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/uk\/1999\/sep\/02\/paulbrown\"><em>The Guardian<\/em><\/a>. Meski begitu,\u00a0<em>seed bombing<\/em>\u00a0yang dilakukan\u00a0<a href=\"https:\/\/cfileonline.org\/technology-thailands-aerial-seed-bombing-campaign-contemporary-ceramics-cfile\/\">Thailand menggunakan metode berbeda<\/a>. \u201cBom-bom\u201d ini dibuat dari tanah liat, kompos, dan benih. Setelah dilontarkan dari udara, bom-bom ini dirancang untuk bisa \u2018mengubur diri\u2019 ke dalam tanah dengan kedalaman yang sama sebagaimana kita menanam benih pohon secara manual.<\/p>\n<p>Beberapa benih dimasukkan ke dalam gumpalan bola-bola kompos yang dibungkus tanah liat. Masing-masingnya mengandung pupuk dan bahan yang mampu menyerap kelembaban di sekitarnya untuk menyiram akar pohonnya. Thailand melakukan hal ini secara masif sejak pertengahan 2016 lalu.<\/p>\n<p>Ide\u00a0<em>seed bombing<\/em>\u00a0disebut sudah ada sejak lama.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.permaculture.com\/node\/140\">Masanobu Fukuoka<\/a>\u00a0dari \u201cDo Nothing Farming\u201d mempopulerkan ide ini.\u00a0<em>Seed bombing<\/em>\u00a0pertama kali yang tercatat dalam sejarah adalah pada 1930, saat pesawat-pesawat udara digunakan untuk menghijaukan beberapa kawasan gundul di pegunungan sekitar Honolulu.<\/p>\n<p>Salah satu referensi bagaimana membuat bulatan-bulatan \u201cbom\u201d benih ini, bisa ditemukan di laman\u00a0<a href=\"https:\/\/www.wikihow.com\/Make-a-Seed-Bomb\"><em>Wikihow<\/em><\/a>. Dari laman ini sejumlah tips adalah beli atau panen benih Anda. Beli atau panen benih berkualitas yang akan tumbuh dengan baik di area yang luas atau di tanah yang buruk, tanpa perlu terlalu banyak perhatian.<\/p>\n<p>Jangan memilih tanaman apa pun yang akan menyebabkan kerusakan ekologis atau lainnya seperti gulma, tanaman invasif, atau tanaman yang memiliki sistem akar yang merusak. Jika tidak yakin, cari tahu tanaman mana yang merupakan tanaman bermasalah untuk area atau wilayah Anda; jangan hanya mengandalkan informasi umum karena beberapa tanaman mungkin ideal di lingkungan lokal tetapi bisa jadi hama yang merajalela.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_53540\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-53540\" src=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/samenbomben-thailand-seedbombing.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/samenbomben-thailand-seedbombing.jpg 640w, https:\/\/www.mongabay.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/samenbomben-thailand-seedbombing-100x56.jpg 100w\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Tanah yang digumpalkan berisi benih ini diluncurkan dari udara untuk menghijaukan kembali hutan yang gundul di Thailand. Foto: wachaufmenschheit.de<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tips lain, pertimbangkan seluruh habitat saat memilih benih. Apakah Anda ingin benih yang akan menciptakan seluruh habitat baru atau Anda hanya ingin benih yang akan menyediakan beberapa varietas tanaman atau tanaman?<\/p>\n<p>Hal terpenting adalah memantau lokasi yang dilemparkan \u201cbom\u201d benih itu. Apakah memang ada yang tumbuh dan berapa persen kemungkinan hidupnya. Timbool berencana mencatat sejumlah titik kordinat lokasi bola-bola benih itu dijatuhkan.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keterangan foto utama : Kapal berjejer di pantai Nusa Lembongan, Klungkung, Bali. Foto : Anton Wisuda\/Mongabay Indonesia<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim hujan tahun 2020 di Bali terasa cukup pendek dan curahnya rendah. Upaya penghijauan lahan perlu dipertimbangkan lebih presisi agar tanaman bisa hidup. Sebuah kelompok penenun di Nusa Penida sedang menanam kembali aneka tanaman bahan baku pewarna alami. Karena sebagian lahan terjal, brupa tebing, dan didiami monyet ekor panjang, penanaman konvensional cukup menyulitkan. Salah satu strategi yang sedang dicoba adalah membuat \u201cbom\u201d benih, ribuan bola-bola tanah berisi benih dilemparkan ke lokasi sulit dijangkau itu. &nbsp; Tumpukan wadah telur dari kertas terlihat penuh berisi bulatan-bulatan tanah. Setidaknya ada 10 baris dan 3 tumpukan yang terlihat di rumah Luh Sari, seorang warga&#8230;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2276,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[160,196],"tags":[],"class_list":["post-2278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-id","category-newsletter-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Musim hujan tahun 2020 di Bali terasa cukup pendek dan curahnya rendah. Upaya penghijauan lahan perlu dipertimbangkan lebih presisi agar tanaman bisa hidup. Sebuah kelompok penenun di Nusa Penida sedang menanam kembali aneka tanaman bahan baku pewarna alami. Karena sebagian lahan terjal, brupa tebing, dan didiami monyet ekor panjang, penanaman konvensional cukup menyulitkan. Salah satu strategi yang sedang dicoba adalah membuat \u201cbom\u201d benih, ribuan bola-bola tanah berisi benih dilemparkan ke lokasi sulit dijangkau itu. &nbsp; Tumpukan wadah telur dari kertas terlihat penuh berisi bulatan-bulatan tanah. Setidaknya ada 10 baris dan 3 tumpukan yang terlihat di rumah Luh Sari, seorang warga...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"SGP Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-07T07:53:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin sgp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin sgp\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin sgp\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d6bf47098fa5f31c31a04fc94f310ae2\"},\"headline\":\"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida\",\"datePublished\":\"2020-03-07T07:53:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/\"},\"wordCount\":1061,\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Newsletter\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/\",\"name\":\"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2020-03-07T07:53:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/id\\\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/\",\"name\":\"SGP Indonesia\",\"description\":\"The GEF Small Grants Programme\",\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"SGP Indonesia\",\"url\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/logo-sgp-png.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/logo-sgp-png.webp\",\"width\":624,\"height\":240,\"caption\":\"SGP Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d6bf47098fa5f31c31a04fc94f310ae2\",\"name\":\"admin sgp\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin sgp\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/sgp-indonesia.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia","og_description":"Musim hujan tahun 2020 di Bali terasa cukup pendek dan curahnya rendah. Upaya penghijauan lahan perlu dipertimbangkan lebih presisi agar tanaman bisa hidup. Sebuah kelompok penenun di Nusa Penida sedang menanam kembali aneka tanaman bahan baku pewarna alami. Karena sebagian lahan terjal, brupa tebing, dan didiami monyet ekor panjang, penanaman konvensional cukup menyulitkan. Salah satu strategi yang sedang dicoba adalah membuat \u201cbom\u201d benih, ribuan bola-bola tanah berisi benih dilemparkan ke lokasi sulit dijangkau itu. &nbsp; Tumpukan wadah telur dari kertas terlihat penuh berisi bulatan-bulatan tanah. Setidaknya ada 10 baris dan 3 tumpukan yang terlihat di rumah Luh Sari, seorang warga...","og_url":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/","og_site_name":"SGP Indonesia","article_published_time":"2020-03-07T07:53:45+00:00","author":"admin sgp","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin sgp","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/"},"author":{"name":"admin sgp","@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#\/schema\/person\/d6bf47098fa5f31c31a04fc94f310ae2"},"headline":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida","datePublished":"2020-03-07T07:53:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/"},"wordCount":1061,"publisher":{"@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","articleSection":["Artikel","Newsletter"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/","url":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/","name":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida - SGP Indonesia","isPartOf":{"@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2020-03-07T07:53:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/id\/bom-benih-cara-unik-hijaukan-nusa-penida\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Bom\u2019 Benih, Cara Unik Hijaukan Nusa Penida"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#website","url":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/","name":"SGP Indonesia","description":"The GEF Small Grants Programme","publisher":{"@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#organization","name":"SGP Indonesia","url":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-sgp-png.webp","contentUrl":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-sgp-png.webp","width":624,"height":240,"caption":"SGP Indonesia"},"image":{"@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/#\/schema\/person\/d6bf47098fa5f31c31a04fc94f310ae2","name":"admin sgp","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d88366d25fd8c2d1677029b3d965c9abb35be9cea6b1aac3dc2fba30a4f22772?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin sgp"},"url":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2278"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sgp-indonesia.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}