(1/6)JAKARTA — Petani kecil di berbagai wilayah Indonesia, khususnya mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh, dinilai tengah menghadapi tekanan akibat dampak perubahan iklim yang semakin dahsyat. Cuaca tak menentu, serangan hama semakin membabi buta, dan kualitas tanah yang memburuk tak pelak menurunkan hasil panen. Tidak cuma itu, kondisi ini juga semakin mempersulit penghidupan jutaan keluarga petani. Sebuah konsorsium kolaboratif resmi diperkenalkan untuk memperkuat daya tahan petani kecil Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim tersebut. Inisiatif ini melibatkan lima institusi utama. Mereka adalah Global Environment Facility Small Grants Programme atau GEF SGP Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas... Continue reading

