<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Newsletter Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/category/newsletter-id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/category/newsletter-id/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Tue, 26 Mar 2024 07:12:32 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Newsletter Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/category/newsletter-id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani 12 desa di Bulukumba bersama Dana Mitra Tani dan UNDP mendukung pemulihan ekosistem DAS Balangtieng</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/petani-12-desa-di-bulukumba-bersama-dana-mitra-tani-dan-undp-mendukung-pemulihan-ekosistem-das-balangtieng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 14 Dec 2023 03:20:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4748</guid>

					<description><![CDATA[<p>WartaBulukumba.Com &#8211; Cahaya matahari merayap masuk melalui jendela-jendela tua memberi kehangata pada ruang yang biasanya hening. Aula Desa Bonto Haru di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, terlihat ramai dirubung puluhan petani pada Kamis siang, 14 Desember 2023.  Seorang pemuda dengan wajah brewok memegang mikrofon. Namanya Sri Puswandi, Ketua Dana Mitra Tani (DMT). Dengan perlahan, di hadapan puluhan petan gula aren, dia menjelaskan ihwal seputar koperasi untuk petani, pemulihan dan perlindungan ekosistem DAS Balangtieng, serta kerja-kerja kolektif untuk kesejahteraan bersama, khususnya peningkatan ekonomi petani gula aren.  &#8220;Saat ini, kami akan menjalankan Program Pengembangan dan Pendampingan Komunitas Penghasil Gula Merah yang ramah lingkungan melalui Badan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/petani-12-desa-di-bulukumba-bersama-dana-mitra-tani-dan-undp-mendukung-pemulihan-ekosistem-das-balangtieng/">Petani 12 desa di Bulukumba bersama Dana Mitra Tani dan UNDP mendukung pemulihan ekosistem DAS Balangtieng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="4748" class="elementor elementor-4748" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-70757096 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="70757096" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-334a20f6" data-id="334a20f6" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-2c2f0ae elementor-widget elementor-widget-image" data-id="2c2f0ae" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="812" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc.webp" class="attachment-large size-large wp-image-10144" alt="" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc.webp 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc-300x238.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc-768x609.webp 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/12/screen-shot-2023-12-15-at-102606-copy-1024x812-6581b0bb35bfc-10x8.webp 10w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />															</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-25b2b570 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="25b2b570" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<p><strong>WartaBulukumba.Com</strong> &#8211; Cahaya matahari merayap masuk melalui jendela-jendela tua memberi kehangata pada ruang yang biasanya hening. Aula Desa Bonto Haru di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, terlihat ramai dirubung puluhan petani pada Kamis siang, 14 Desember 2023.  Seorang pemuda dengan wajah brewok memegang mikrofon. Namanya Sri Puswandi, Ketua Dana Mitra Tani (DMT). Dengan perlahan, di hadapan puluhan petan gula aren, dia menjelaskan ihwal seputar koperasi untuk petani, pemulihan dan perlindungan ekosistem DAS Balangtieng, serta kerja-kerja kolektif untuk kesejahteraan bersama, khususnya peningkatan ekonomi petani gula aren. </p>

<p>&#8220;Saat ini, kami akan menjalankan Program Pengembangan dan Pendampingan Komunitas Penghasil Gula Merah yang ramah lingkungan melalui Badan Usaha Koperasi untuk mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem DAS Balangtieng,&#8221; jelas Sri Puswandi seusai acara sosialisasi.</p>

<p>Program mencakup 12 desa di Kecamatan Rilau Ale  Dengan kehadiran pemerintah desa, tokoh masyarakat, petani penyadap gula aren, perempuan tani, pemuda, dan berbagai elemen yang menghiasi keberagaman masyarakat setempat, acara ini tak hanya menjadi seremoni atau diskusi biasa, tapi juga meretas harapan akan perubahan. Secara umum tujuan dari program ini yaitu terbangunnya aksi kolektif penghasil gula aren dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, peningkatan hasil usaha ekonomi dan aksi adaptasi mitigasi perubahan iklim dan pelestrarian lingkungan dalam kawasan DAS Balangtieng. &#8220;Dalam program ini, terdapat 12 desa di tiga kecamatan yang menjadi fokus, masing-masing menjadi bagian dari DAS Balangtieng. Ini adalah langkah besar bagi Kecamatan Rilau Ale, Kindang, dan Bulukumpa dalam menjaga ekosistem yang mengelilingi kita,&#8221; imbuh Sri Puswandi dengan nada bersemangat.</p>

<p>Program ini meerengkuh sejumlah desa di Kecamatan Rilau Ale yaitu Desa Anrang, Desa Pangalloang, Desa Bonto Bangun, Desa Bonto Haru, Desa Karama, Desa Swatani, Desa Bajiminasa, dan Desa Bonto Matene. Untuk Kecamatan Kindang ada Desa Tammaona dan Desa Orogading. Sedangkan di Kecamatan Bulukumpa ada Desa Sapobonto. Didukung UNDP Tak hanya DMT yang berperan dalam merajut perubahan. A.Arfhan Syukri, ST, MT, Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah turut memberi warna dalam kegiatan sosialisasi ini sebagai narasumber, membawa pandangan yang luas dan mendalam tentang proses yang sedang berjalan. &#8220;Tujuan besar di balik program ini adalah membangun aksi kolektif dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan peningkatan hasil usaha ekonomi,&#8221; jelasn A.Arfhan Syukri. Namun, di balik itu, menurut dia, ada kerangka kerja yang terbangun secara bersama untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pelestarian lingkungan dalam kawasan DAS Balangtieng. Program yang digulirkan oleh DMT merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara GEF SGP, Yayasan Bina Usaha Lingkungan, dukungan dari lembaga PBB yaitu UNDP, dan Balang Institute sebagai lembaga penyelenggara dalam inisiatif yang merangkai potensi besar di Balangtieng.</p>

<p>Sri Puswandi menekankan, ini bukan pertemuan yang biasa atau sekadar sosialisasi.</p>

<p>&#8220;Ini adalah langkah besar yang diambil oleh komunitas petani dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan potensi sumber daya alam sambil memajukan kesejahteraan bersama,&#8221; tandasnya.***</p>

<p>Sumber Artikel berjudul &#8220;Petani 12 desa di Bulukumba bersama Dana Mitra Tani dan UNDP mendukung pemulihan ekosistem DAS Balangtieng&#8221;, selengkapnya dengan link: <a href="https://wartabulukumba.pikiran-rakyat.com/ekobis/pr-877476293/petani-12-desa-di-bulukumba-bersama-dana-mitra-tani-dan-undp-mendukung-pemulihan-ekosistem-das-balangtieng?page=2">https://wartabulukumba.pikiran-rakyat.com/ekobis/pr-877476293/petani-12-desa-di-bulukumba-bersama-dana-mitra-tani-dan-undp-mendukung-pemulihan-ekosistem-das-balangtieng?page=2</a></p>

<p> </p>

<p> </p>

<p> </p>
								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-74d66fc elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="74d66fc" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<style>.elementor-element-74d66fc{display:none !important}</style>				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/petani-12-desa-di-bulukumba-bersama-dana-mitra-tani-dan-undp-mendukung-pemulihan-ekosistem-das-balangtieng/">Petani 12 desa di Bulukumba bersama Dana Mitra Tani dan UNDP mendukung pemulihan ekosistem DAS Balangtieng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>A Story of the Resilient Lady from Saritani</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/a-story-of-the-resilient-lady-from-saritani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 04 Jul 2023 03:50:59 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4688</guid>

					<description><![CDATA[<p>The sun was scorching, and the dust rose from the cobbled dirt road. A pick-up truck crawled slowly on the road to Saritani Village, Wonosari District, Boalemo Regency. More than half of the dry land area of Gorontalo Province in the northern peninsula of Sulawesi has the potential for maize commodity development. Gorontalo is one of the national corn centres. Production continues to increase until it has doubled in recent years. Exports to the Philippines have also boosted people&#8217;s dreams of prosperity. Saritani is the remotest village in southwest Wonosari District, Boalemo Regency. The distance is about 30 kilometres from...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/a-story-of-the-resilient-lady-from-saritani/">A Story of the Resilient Lady from Saritani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>The sun was scorching, and the dust rose from the cobbled dirt road. A pick-up truck crawled slowly on the road to Saritani Village, Wonosari District, Boalemo Regency. More than half of the dry land area of Gorontalo Province in the northern peninsula of Sulawesi has the potential for maize commodity development.</p>



<p>Gorontalo is one of the national corn centres. Production continues to increase until it has doubled in recent years. Exports to the Philippines have also boosted people&#8217;s dreams of prosperity. Saritani is the remotest village in southwest Wonosari District, Boalemo Regency. The distance is about 30 kilometres from the sub-district office, and about half of the road is unpaved. This transmigrant village consists of several settlement units (SP). Saritani SP3 is inhabited by 55 families of local transmigrants from Gorontalo and 45 families who are transmigrants from several areas in Java. They all live in harmony side by side. They take advantage of the potential of corn as an agricultural commodity. The contours of the terrain are steep, making farming in this land not easy. Luckily the fresh wind usually blows away the scorching heat.&nbsp;</p>



<p>Mbok (a nickname used to call an older woman) Waikem, a 51-year-old woman from East Java, is a determined individual who seeks a better life by joining the transmigration program in Gorontalo. She and her family, a husband and two children, previously tried their luck by leaving their peaceful hometown in Ngawi, East Java, for Kalimantan. After four months at the new place, they decided to return to East Java due to the worst condition of living. After returning, they worked on their 40 × 40 m² piece of land in their hometown. &#8220;Actually, the results were pretty good,&#8221; said Mbok Waikem. There were few chances to thrive, but it was sufficient for them. However, another problem disrupted this family. After getting back to Ngawi, Rohmat fell into a deep depression. Mbok Waikem tried to help her son, but her son did not show improvement.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.undp.org/sites/g/files/zskgke326/files/2023-07/2siasah.jpg" alt="Mbok Waikem is getting herself ready to go to the cornfield. Today she will go alone without Ahmad Muhyar who is sick."/></figure>



<p>One day, Mbok &nbsp;Waikem&#8217;s husband, Muhyar, saw an announcement of a transmigration offer outside Java. One of the destinations was Gorontalo, Sulawesi. Mbok Waikem and Muhyar did not give up easily. They decided to, once again, join the transmigration program to Gorontalo. They hoped to strive for better opportunities and to heal their son, Rohmat. They believed that the similar demography between their current place to the Boalemo Regency would support their livelihood.&nbsp;</p>



<p>In Boalemo, each transmigrant family got a house with a yard and a hectare of land. The land is about 1-2 kilometres from the house. The one-hectare land that the family of Mbok &nbsp;Waikem got is sloping. Muhyar started working on the land immediately, planting corn. The Saritani transmigration settlement still needs to reach the ideal standard of living. They need to collect rainwater for any purpose, including drinking and cooking. A well is located far away, but the water is not suitable for consumption. This family received no social security for the first six months where they almost ran out of their savings. Initially the family received a ten-month support, but the social security support was discontinued.</p>



<p>Not wanting to sit idly in the uncertainty, Mbok &nbsp;Waikem and his family planted their yard with little spices and seasonal crops. Mbok Waikem also produced and sold koro beans tempeh to her neighbours. The sales were small, but Mbok Waikem seized all opportunities she could find. Every day, Mbok Waikem and Muhyar go to the fields with Rohmat. Usually, Rohmat will return home earlier to bring the fodder for goats taken nearby the cornfield. Mbok Waikem and the communities choose to plant hybrid corn because it is easy to sell as collateral or to intermediaries.&nbsp;</p>



<p>Due to its remote location, farmers need to travel far to the sub-district town to get agricultural supplies which are exceptionally expensive. Mbok &nbsp;Waikem could produce 4-5 tons of corn from a 1-hectare, where she sells IDR 2,000/ kg. During the harvest season, the middleman will come to Saritani and pick the harvest from farmers. Some farmers, especially those from Java, also do intercropping.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.undp.org/sites/g/files/zskgke326/files/2023-07/3siasah.jpg" alt="Some of Mbok Waikem’s corn at her cornfield that has been harvested and is ready to be sold." title="Some of Mbok Waikem’s corn at her cornfield that has been harvested and is ready to be sold."/><figcaption class="wp-element-caption">Some of Mbok Waikem’s corn at her cornfield that has been harvested and is ready to be sold.</figcaption></figure>



<p>UNDP, through its Small Grants Programme, funded by the Global Environment Facility, worked with the local communities to address the water shortage in the area. With support from Marsudi Lestantun Institute, Mbok Waikem and locals in the Saritani village worked together to create a clean water network distributed to residents. Through a program called Building a Sustainable Agricultural Model Sloping Land Buffer Zone Nantu wildlife reserve, from 2018-2020, the group has slowly changed the farming pattern to fit the region&#8217;s climate challenge.</p>



<p>Now that her son has recovered, thanks to the fellow residents of Saritani village and the Marsudi Lestantun Group, Mbok Waikem hopes that his son will find his soul mate in Saritani. After nearly 20 years of wandering about, this resilient lady wishes that she and her husband can return to Java someday or retire in Gorontalo.&nbsp;<br><br>Written by Harijanto Suwarno &amp; Aditya Widya Putri&nbsp;<br>Photos credit by Edy Susanto<br>Edited for UNDP Indonesia website by Enggi Dewanti</p>



<p><a href="https://www.undp.org/indonesia/blog/story-resilient-lady-saritani">https://www.undp.org/indonesia/blog/story-resilient-lady-saritani</a></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/a-story-of-the-resilient-lady-from-saritani/">A Story of the Resilient Lady from Saritani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duta Norwegia Dan Penasihat Senior Norad Kunjungi Inisiatif Program Hibah Kecil Di Indonesia</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/norwegian-ambassador-and-norad-senior-advisor-visit-small-grant-programme-initiatives-in-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 08 Jul 2022 11:27:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4511</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penasihat senior isu-isu terkait lingkungan dan iklim di Badan Kerja Sama Pembangunan Norwegia (Norad) dan Penasihat Anggota Dewan GEF Norwegia, Lauren Celine Naville Gisnås, dan Duta Besar Norwegia Rut Kruger Giverin mengunjungi dua proyek SGP di Pulau Nusa Penida Bali pada 24 Mei 2022. Mereka mengunjungi Kebun Organik SukaDanta dan Rumah Belajar Bukit Keker di Nusa Penida, tempat masyarakat lokal bekerja sama dengan SGP dan mitranya untuk memulihkan lanskap yang terdegradasi. Di Rumah Belajar Bukit Keker, masyarakat setempat bermitra dengan SGP untuk membangun kebun organik, mempromosikan pembuatan kompos, pengelolaan sampah, daur ulang, dan penggunaan sistem biogas. Pusat Pembelajaran ini ditenagai...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/norwegian-ambassador-and-norad-senior-advisor-visit-small-grant-programme-initiatives-in-indonesia/">Duta Norwegia Dan Penasihat Senior Norad Kunjungi Inisiatif Program Hibah Kecil Di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="4511" class="elementor elementor-4511" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-6b2f1d22 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="6b2f1d22" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-15f32b4d" data-id="15f32b4d" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-1dbe3d0f elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="1dbe3d0f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<p>Penasihat senior isu-isu terkait lingkungan dan iklim di Badan Kerja Sama Pembangunan Norwegia (Norad) dan Penasihat Anggota Dewan GEF Norwegia, Lauren Celine Naville Gisnås, dan Duta Besar Norwegia Rut Kruger Giverin mengunjungi dua proyek SGP di Pulau Nusa Penida Bali pada 24 Mei 2022. Mereka mengunjungi Kebun Organik SukaDanta dan Rumah Belajar Bukit Keker di Nusa Penida, tempat masyarakat lokal bekerja sama dengan SGP dan mitranya untuk memulihkan lanskap yang terdegradasi.</p>
<p>Di Rumah Belajar Bukit Keker, masyarakat setempat bermitra dengan SGP untuk membangun kebun organik, mempromosikan pembuatan kompos, pengelolaan sampah, daur ulang, dan penggunaan sistem biogas. Pusat Pembelajaran ini ditenagai oleh energi surya dan merupakan ruang untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan, membangun kapasitas lokal dalam praktik agro-ekologi, dan melestarikan pengetahuan dan budaya tradisional. Pertanian Organik SukaData membangun sistem pertanian organik terintegrasi yang sepenuhnya mengandalkan produksi bebas bahan kimia dan limbah.</p>

<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://sgp.undp.org/images/IMG_4007.JPG" alt="IMG 4007" /></figure>

<p>“Kami melihat sistem pertanian terpadu yang memanfaatkan potensi alam secara maksimal. Semua yang ditanam di sini menggunakan pupuk organik, mengandalkan air hujan, dan pembelajaran ditangkap dan disebarluaskan ke petani lain. Ke depan, kami optimis model seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia dan sekitarnya untuk mendukung kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal” kata Lauren.</p>
<p>“Di SukaDanta, kami melihat secara langsung potensi yang menjanjikan untuk mengembangkan sistem produksi pangan yang bebas limbah dan bahan kimia. Selain itu, inisiatif ini memelopori pendekatan alternatif terhadap perekonomian lokal, yang sangat bergantung pada pariwisata di Nusa Penida” tambah Rut.</p>
<p>Koordinator Nasional SGP Indonesia Catharina Dwihastarini menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian bergantung pada skema tabungan yang menyisihkan dana untuk investasi lebih lanjut, seperti yang digambarkan oleh rencana pembangunan unit biogas baru-baru ini. “Masyarakat yang mengambil tindakan bersama dapat melakukan banyak hal dan menciptakan perubahan di tingkat global. Mudah-mudahan kita dapat terus memperluas pekerjaan ini dengan pengetahuan yang diperoleh dari praktik-praktik tradisional,” katanya, menekankan pentingnya mengandalkan pendekatan partisipatif dari bawah ke atas.</p>
<p><strong>SGP Di Indonesia</strong></p>
<p>Sejak tahun 1992, SGP telah memberikan dukungan finansial dan teknis kepada masyarakat sipil dan inisiatif berbasis komunitas yang mengatasi permasalahan lingkungan global sekaligus meningkatkan penghidupan lokal di Indonesia. Selama tiga dekade terakhir, SGP Indonesia telah mendukung 502 proyek dan bekerja dengan 200 organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat lokal.</p>
<p>Tahap Operasional Keenam SGP di Indonesia (2017-2022) menerapkan pendekatan lanskap berbasis masyarakat untuk meningkatkan dan menjaga ketahanan sosio-ekologis lanskap prioritas dan bentang laut di Indonesia. Pekerjaan ini didasarkan pada strategi area fokus GEF serta penawaran layanan Aksi Lokal UNDP yang mendukung aktor lokal dalam tiga jalur solusi penting: pemberdayaan, ketahanan dan investasi. Hingga saat ini, 95 proyek berbasis masyarakat telah diselesaikan dalam fase ini, 130.698 hektar lahan berada dalam produksi berkelanjutan dan 71.827 hektar bentang alam pesisir dikelola sebagai kawasan konservasi masyarakat.</p>
<p><strong>Aksi lokal = dampak global</strong></p>
<p>Tahun ini menandai peringatan 30 tahun SGP, sebuah program korporasi dari Fasilitas Lingkungan Global, yang dilaksanakan oleh Program Pembangunan PBB sejak tahun 1992. Saat ini aktif di 128 negara, SGP telah mendukung lebih dari 27.000 proyek yang dipimpin oleh masyarakat sipil lokal dan organisasi berbasis komunitas, termasuk perempuan, masyarakat adat, pemuda, dan penyandang disabilitas, untuk merancang dan memimpin tindakan yang mengatasi masalah lingkungan global.</p>

<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://sgp.undp.org/images/IMG_4011.JPG" alt="IMG 4011" /></figure>

<p>Kontak</p>
<p>Catharina Dwihastarini, National Coordinator, SGP Indonesia, dwihastarini@sgp-indonesia.org</p>
<p>Hugo Remaury, Regional Technical Advisor, SGP Upgraded Country Programmes, United Nations Development Programme, hugo.remaury@undp.org</p>
<p><a href="https://sgp.undp.org/resources-155/our-stories/692-norwegian-ambassador-and-norad-senior-advisor-visit-small-grant-programme-initiatives-in-indonesia.html">https://sgp.undp.org/resources-155/our-stories/692-norwegian-ambassador-and-norad-senior-advisor-visit-small-grant-programme-initiatives-in-indonesia.html</a></p>
								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-0665bdf elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="0665bdf" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<style>.elementor-element-0665bdf{display:none !important}</style>				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/norwegian-ambassador-and-norad-senior-advisor-visit-small-grant-programme-initiatives-in-indonesia/">Duta Norwegia Dan Penasihat Senior Norad Kunjungi Inisiatif Program Hibah Kecil Di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Alam untuk Menerangi Gelap Gulita Dusun Tumba</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/menjaga-alam-untuk-menerangi-gelap-gulita-dusun-tumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 19 Jun 2022 12:52:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4502</guid>

					<description><![CDATA[<p>ANTARA &#8211; Masyarakat di Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjaga alam mereka untuk keberlangsungan kehidupan dan menjadi sumber energi. Selain menjadi tempat menggantungkan hidup dan berkebun, alam menyediakan sumber listrik alami dari sungai untuk menjalankan pembangkit listrik tenaga air skala Pikohidro yang menghasilkan listrik untuk menerangi masjid dan rumah.(Adiwinata Solihin/Satrio Giri/Sizuka)</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menjaga-alam-untuk-menerangi-gelap-gulita-dusun-tumba/">Menjaga Alam untuk Menerangi Gelap Gulita Dusun Tumba</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>ANTARA &#8211; Masyarakat di Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjaga alam mereka untuk keberlangsungan kehidupan dan menjadi sumber energi. Selain menjadi tempat menggantungkan hidup dan berkebun, alam menyediakan sumber listrik alami dari sungai untuk menjalankan pembangkit listrik tenaga air skala Pikohidro yang menghasilkan listrik untuk menerangi masjid dan rumah.(Adiwinata Solihin/Satrio Giri/Sizuka)</p>



<p></p>



<figure class="wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.antaranews.com/video/2948545/menjaga-alam-untuk-menerangi-gelap-gulita-dusun-tumba
</div></figure>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menjaga-alam-untuk-menerangi-gelap-gulita-dusun-tumba/">Menjaga Alam untuk Menerangi Gelap Gulita Dusun Tumba</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penutupan Proyek GEF-SGP Indonesia Fase-6 :“Hadiah Kecil untuk Kita”</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/penutupan-proyek-gef-sgp-indonesia-fase-6-hadiah-kecil-untuk-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 25 Mar 2022 09:46:57 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4392</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bertajuk “Hadiah Kecil untuk Kita”, penutupan Proyek GEF-SGP Indonesia Fase-6 ini diisi dengan Pameran Virtual Foto dan Peluncuran Buku. Pameran foto dibuka secara virtual pada Rabu, 30 Maret 2022, pk. 09.00-10.30 WIB. Link : https://GEF-SGPphotogallery.com bisa diakses hingga 10 April 2022. Buku-buku yang diluncurkan diantaranya : Siasah, Jejak Pangan Lokal Nusantara, Jejak Cendekia Nusantara, Fajar Timur Hingga Senja Kala Nusa : Antologi Pencarian Rasa Empat Wilayah, Wakatobi dalam Pusaran Zaman : Sebuah Antologi. Info lebih lanjut, kontak di nomor 0856 734 1172 (Meinar SW) Entitled “A Little Gift for Us”, the closing of the Phase-6 GEF-SGP Indonesia Project was filled...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/penutupan-proyek-gef-sgp-indonesia-fase-6-hadiah-kecil-untuk-kita/">Penutupan Proyek GEF-SGP Indonesia Fase-6 :“Hadiah Kecil untuk Kita”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-file"><a href="blob:https://sgp-indonesia.org/a5158937-7b7b-4ea5-84ca-acec3a973c01" class="wp-block-file__button wp-element-button" download>Download</a></div>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2022/03/Poster-723x1024.jpg" alt="Closing Project" class="wp-image-4404"/></figure>



<p>Bertajuk “Hadiah Kecil untuk Kita”, penutupan Proyek GEF-SGP Indonesia Fase-6 ini diisi dengan Pameran Virtual Foto dan Peluncuran Buku. Pameran foto dibuka secara virtual pada Rabu, 30 Maret 2022, pk. 09.00-10.30 WIB. Link : https://GEF-SGPphotogallery.com bisa diakses hingga 10 April 2022.</p>



<p>Buku-buku yang diluncurkan diantaranya : Siasah, Jejak Pangan Lokal Nusantara, Jejak Cendekia Nusantara, Fajar Timur Hingga Senja Kala Nusa : Antologi Pencarian Rasa Empat Wilayah, Wakatobi dalam Pusaran Zaman : Sebuah Antologi.</p>



<p>Info lebih lanjut, kontak di nomor 0856 734 1172 (Meinar SW)</p>



<p></p>



<p>Entitled “A Little Gift for Us”, the closing of the Phase-6 GEF-SGP Indonesia Project was filled with a Virtual Photo Exhibition and Book Launch. The photo exhibition opens virtually on Wednesday, March 30, 2022, 09.00-10.30 (west indonesia time). Link : https://GEF-SGPphotogallery.com can be accessed until April 10, 2022.</p>



<p>The books that were launched include: Siasah, Footprint of Local Food in Nusantara, The knowledge journey of Nusantara, Eastern Dawn to Twilight of Islands: Anthology of the Quest for Taste on Four Regions, Wakatobi in the Vortex of Ages: An Anthology.</p>



<p>More info, contact at 0856 734 1172 (Meinar SW)</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/penutupan-proyek-gef-sgp-indonesia-fase-6-hadiah-kecil-untuk-kita/">Penutupan Proyek GEF-SGP Indonesia Fase-6 :“Hadiah Kecil untuk Kita”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelaah Sirkular Ekonomi dari Mata Industri</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/menelaah-sirkular-ekonomi-dari-mata-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 24 Oct 2021 06:41:58 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=4353</guid>

					<description><![CDATA[<p>NDOBALINEWS&#160;&#8211; Berbicara tentang&#160;sirkular ekonomi&#160;berkaitan erat dengan 3 pilar, yaitu people, planet, profit. Sirkular&#160;ekonomi&#160;didasarkan pada gagasan untuk menempatkan nilai pada semua sumber daya yang terlibat dalam pembuatan produk dan menjaga agar sumber daya tersebut tetap beredar tanpa batas. Hal ini dijelaskan dalam Webinar yang digelar oleh Terasmitra&#160;dengan tema&#160; “Sirkular Ekonomi dari Mata Industri,” pada Sabtu, 23 Oktober 2021. Suzy Hutomo (Executive Chairperson&#160;The Body Shop&#160;Indonesia)&#160;salah seorang&#160;narasumber dalam webinar ini mengatakan people, planet, profit merupakan 3 pilar penting dalam sirkular&#160;ekonomi. Dengan membantu bumi melalui bisnis berkelanjutan, lingkungan akan semakin bersih dan manusia akan semakin sehat,&#8221; ujar Suzy. Lebih lanjut dikatakannya hal itu bisa...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menelaah-sirkular-ekonomi-dari-mata-industri/">Menelaah Sirkular Ekonomi dari Mata Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="4353" class="elementor elementor-4353" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7667a93b elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="7667a93b" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-4755cc71" data-id="4755cc71" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-37c9426a elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="37c9426a" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<p><strong>NDOBALINEWS</strong>&nbsp;&#8211; Berbicara tentang&nbsp;<a href="https://indobalinews.com/sirkular-ekonomi">sirkular ekonomi</a>&nbsp;berkaitan erat dengan 3 pilar, yaitu people, planet, profit.</p>



<p>Sirkular&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/ekonomi">ekonomi</a>&nbsp;didasarkan pada gagasan untuk menempatkan nilai pada semua sumber daya yang terlibat dalam pembuatan produk dan menjaga agar sumber daya tersebut tetap beredar tanpa batas.</p>



<p>Hal ini dijelaskan dalam Webinar yang digelar oleh Terasmitra&nbsp;dengan tema&nbsp; “Sirkular Ekonomi dari Mata Industri,” pada Sabtu, 23 Oktober 2021.</p>



<p>Suzy Hutomo (Executive Chairperson&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/The%20Body%20Shop">The Body Shop</a>&nbsp;Indonesia)&nbsp;salah seorang&nbsp;narasumber dalam webinar ini mengatakan people, planet, profit merupakan 3 pilar penting dalam sirkular&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/ekonomi">ekonomi</a>.</p>



<p>Dengan membantu bumi melalui bisnis berkelanjutan, lingkungan akan semakin bersih dan manusia akan semakin sehat,&#8221; ujar Suzy.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya hal itu bisa dimulai dari diri sendiri, disesuaikan dengan apa yang tersedia dan terjangkau. Dan dilakukan dengan sadar, percaya diri, dan senang hati, hal-hal kecil namun konsisten dilakukan akan menjadi kebiasaan baik.</p>



<p>Penerapan sirkular&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/ekonomi">ekonomi</a>&nbsp;bisa menjadi salah satu solusi untuk mendukung&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/industri">industri</a>&nbsp;yang berkelanjutan sekaligus kehidupan yang berkelanjutan.</p>



<p>“Yang pertama adalah kesadaran, jangan berhenti, dan selalu berusaha mencari tahu lebih banyak. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,&#8221; imbuh Suzy lagi dalam webinar yang dipandu oleh Rahmi Fajar Harini dari Amiga Bali dan Rifqi Afdillah dari Terasmitra.</p>



<p>Sementara itu di narasumber lainnya&nbsp;Rendy Aditya Wachid, Founder Parongpong mengatakan telah menjalankan sirkular&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/ekonomi">ekonomi</a>&nbsp;yang bertujuan menjadi inisiator Parongpong Zero Waste High Performance Habitat.&nbsp;</p>



<p>Dikatakannya bahwa sdanya pandemi ternyata membuka mata banyak orang bahwa sampah bisa menjadi produk. Yang telah dilakukan Parongpong dalam pengolahan sampah antara lain adalah pengumpulan sampah puntung rokok yang dijadikan produk seperti pot dan furnitur, juga asbak sebagai kritikan terhadap kebiasaan membuang puntung rokok secara sembarangan.</p>



<p>Sedangkan Paola Cannucciari dari Eco Bali yang berdiri sejak 2006 sebagai waste management service mengatakan dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, semua material sampah bisa dijadikan kompos, lalu dipilah untuk didaur ulang. Eco Bali bekerja sama dengan bank sampah di beberapa desa dalam pengelolaan sampah.</p>



<p>&#8220;Sirkular&nbsp;<a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/tag/ekonomi">ekonomi</a>&nbsp;seharusnya bisa dilakukan sebagai solusi bagi pengelolaan material sampah. Seseorang yang membeli barang seharusnya bertanggung jawab terhadap material sampah dari barang yang dibeli. Tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, namun juga pada orang lain dan pada lingkungan alam,&#8221; beber Paola.***</p>



<p><a href="https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/ekonomi-bisnis/pr-882865258/menelaah-sirkular-ekonomi-dari-mata-industri?page=2">https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/ekonomi-bisnis/pr-882865258/menelaah-sirkular-ekonomi-dari-mata-industri?page=2</a></p>
								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-d37c130 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="d37c130" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<style>.elementor-element-d37c130{display:none !important}</style>				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menelaah-sirkular-ekonomi-dari-mata-industri/">Menelaah Sirkular Ekonomi dari Mata Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Air Sedunia – Temui Penjaga Air Yang Tak Terduga Di Desa Terpencil Di Indonesia</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/world-water-day-meet-the-unlikely-guardian-of-water-in-a-remote-indonesian-village/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 22 Mar 2021 04:00:38 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=3055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama beberapa dekade, warga di desa Batuinan yang dilanda kekeringan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berjalan jauh di bawah terik matahari untuk mendapatkan air bersih dari mata air. Kini, di bawah pengawasan sosok nenek yang sangat dihormati, penduduk desa dapat dengan mudah mengakses air dari tangki terdekat, yang ditenagai oleh sinar matahari. Kemudahan akses air ini terwujud setelah selesainya sistem pompa air bertenaga surya oleh UNDP Indonesia, dengan pendanaan dari Global Environment Facility (GEF)-Small Grants Programme. Bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat, Yayasan Cemara, sistem pompa air ini dibangun dengan tangki air berkapasitas 3.300 liter. “Kami sangat senang...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/world-water-day-meet-the-unlikely-guardian-of-water-in-a-remote-indonesian-village/">Hari Air Sedunia – Temui Penjaga Air Yang Tak Terduga Di Desa Terpencil Di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3055" class="elementor elementor-3055" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-2e32192a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="2e32192a" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5e4e8d7a" data-id="5e4e8d7a" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-1d7f91e elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="1d7f91e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<p>Selama beberapa dekade, warga di desa Batuinan yang dilanda kekeringan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berjalan jauh di bawah terik matahari untuk mendapatkan air bersih dari mata air. Kini, di bawah pengawasan sosok nenek yang sangat dihormati, penduduk desa dapat dengan mudah mengakses air dari tangki terdekat, yang ditenagai oleh sinar matahari.</p>
<p>Kemudahan akses air ini terwujud setelah selesainya sistem pompa air bertenaga surya oleh UNDP Indonesia, dengan pendanaan dari Global Environment Facility (GEF)-Small Grants Programme. Bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat, Yayasan Cemara, sistem pompa air ini dibangun dengan tangki air berkapasitas 3.300 liter.</p>
<p>“Kami sangat senang dengan tangki air ini. Sekarang air ada dalam jangkauan kami,” kata Nenek berusia 75 tahun, Hectoreda Ukat, yang berperan penting dalam penyelesaian tangki, salah satunya dibangun di halaman belakang rumahnya.</p>
<p>Namun memastikan penyediaan air yang merata bagi masyarakat di Desa Batuinan bukanlah hal yang mudah. Hal ini membutuhkan sosok yang terpercaya dan berwibawa serta mendapat rasa hormat dari masyarakat setempat. Terletak di jantung pulau Semau yang terpencil, desa ini tidak terlayani dengan baik dengan jalan dan sistem transportasi yang baik, sehingga memaksa masyarakat untuk mandiri dalam mencari sumber penghidupan.</p>
<p>Setiap pagi Ibu Ukat, yang akrab disapa Nenek Eda, mengawasi distribusi air ke 19 keluarga di desanya. Setiap keluarga diberikan jatah tiga jerigen yang dapat diisi antara pukul 07.00 – 09.00. Sistem rasio ini menjamin pemerataan air sehingga tidak ada keluarga yang tertinggal.</p>
<p>“Kadang-kadang mereka ingin membawa lebih dari tiga jerigen, itu membuat saya sedih,” kata Nenek Eda, seraya mencatat bahwa keluarga yang lebih besar sering kali membutuhkan lebih dari tiga jerigen sehari dan seringkali meminta kapasitas tambahan.</p>
<p>Untuk menjaga dan meningkatkan pasokan air, Yayasan Cemara, bersama beberapa kelompok masyarakat lokal lainnya seperti Geng Motor Imut (GMI) dan CIS Timor juga telah bekerja sama untuk memfasilitasi penanaman kembali daerah tangkapan air terdekat.</p>
<p>Meskipun keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama, masyarakat juga dihadapkan pada kendala lain seperti ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan potensi konflik sosial akibat kelangkaan sumber daya. Pulau Semau adalah rumah bagi beberapa komunitas yang sebagian besar bersifat patriarki di mana laki-laki mempunyai hak suksesi otomatis. Penunjukan Nenek Eda sebagai Doha Bating Ui atau perempuan mana pun belum pernah terjadi sebelumnya, namun masyarakat bersatu untuk mempercayai Nenek Eda karena reputasinya yang terhormat dan kualitas kepemimpinannya.</p>
<p><strong>“Saya Merasa Terhormat Dengan Penunjukan Ini, Tapi Yang Terpenting Adalah Tetap Adil Kepada Semua Keluarga. Semua orang di desa ini berhak mendapatkan air bersih, baik untuk mandi, memasak,”</strong> kata Nenek Eda.</p>
<p>Untuk menanamkan rasa tanggung jawab bersama, warga diharuskan menyumbang sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 (USD 0,35 hingga USD 0,70) per bulan untuk biaya pemeliharaan.</p>
<p>Akses yang dapat diandalkan terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi masalah di Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Menurut UNICEF Indonesia, buang air besar sembarangan dan air limbah yang tidak diolah mencemari pasokan air dan memfasilitasi penyebaran penyakit diare seperti kolera. Seperempat dari semua anak di bawah usia 5 tahun</p>
<p>Indonesia menderita diare, yang merupakan penyebab utama kematian anak di negara ini.</p>
<p>Dengan kepemimpinan perempuan yang kuat, masyarakat di Batuinan telah menunjukkan kepada dunia bahwa kearifan para lansia dapat menandai awal baru dalam mendapatkan akses air bagi semua orang.</p>
<p>–</p>
<p>Tulisan Aditya Widya Putri</p>
<p>Disunting oleh Ranjit Jose dan Tomi Soetjipto</p>
<p>Fotografi oleh Edy Susanto untuk Perkumpulan Kaoem Telapak</p>
<p><a href="https://www.id.undp.org/content/indonesia/en/home/presscenter/articles/2021/WorldWaterDay2021.html">https://www.id.undp.org/content/indonesia/en/home/presscenter/articles/2021/WorldWaterDay2021.html</a></p>
								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-0fc67e6 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="0fc67e6" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<style>.elementor-element-0fc67e6{display:none !important}</style>				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/world-water-day-meet-the-unlikely-guardian-of-water-in-a-remote-indonesian-village/">Hari Air Sedunia – Temui Penjaga Air Yang Tak Terduga Di Desa Terpencil Di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berita Call For Proposal ICCA GEF SGP Indonesia februari 2021</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/berita-call-for-proposal-icca-gef-sgp-indonesia-februari-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 21 Feb 2021 03:35:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=2425</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROPOSAL ICCA Terimakasih atas pengiriman usulan kegiatan ICCA ke sekretariat GEF SGP Indonesia dalam rangka COVID RESPONSE.  Hingga Deadline 19 Februari 2021 kami menerima proposal dari Lembaga-lembaga berikut ini: Proposal ini akan mengikuti tahapan penapisan selanjutnya. No Nama Lembaga 1 Perkumpulan Absolute Halimun Indonesia 2 Akar Bengkulu 3 Aman Bima 4 AMAN Gowa 5 AMAN HST 6 AMAN Kalbar 7 AMAN Maluku 8 AMAN Sekadau 9 Amanda Sumbawa 10 Arenemas 11 Yayasan Arkom Indonesia 12 Belantara PAPUA 13 BRWA Kalbar 14 Bukit Lawang 15 BUMDES Bangun Mandiri 16 CCES (Center for Civic Engagement and Studies) atau Yayasan Pusat Kajian dan Penguatan Kewargaan 17...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/berita-call-for-proposal-icca-gef-sgp-indonesia-februari-2021/">Berita Call For Proposal ICCA GEF SGP Indonesia februari 2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="2425" class="elementor elementor-2425" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-b425e79 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="b425e79" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1e2800f0" data-id="1e2800f0" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-21081bc2 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="21081bc2" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<p><strong>PROPOSAL ICCA</strong></p>

<p>Terimakasih atas pengiriman usulan kegiatan ICCA ke sekretariat GEF SGP Indonesia dalam rangka <strong><em>COVID RESPONSE. </em></strong></p>

<p>Hingga Deadline 19 Februari 2021 kami menerima proposal dari Lembaga-lembaga berikut ini:</p>

<p>Proposal ini akan mengikuti tahapan penapisan selanjutnya.</p>

<figure class="wp-block-table">
<table>
<tbody>
<tr>
<td>No</td>
<td>Nama Lembaga</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>Perkumpulan Absolute Halimun Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>Akar Bengkulu</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>Aman Bima</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>AMAN Gowa</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>AMAN HST</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>AMAN Kalbar</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>AMAN Maluku</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>AMAN Sekadau</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>Amanda Sumbawa</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>Arenemas</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>Yayasan Arkom Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>Belantara PAPUA</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>BRWA Kalbar</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>Bukit Lawang</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>BUMDES Bangun Mandiri</td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>CCES (Center for Civic Engagement and Studies) atau Yayasan Pusat Kajian dan Penguatan Kewargaan</td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>Citra Mandiri Mentawai</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>Dermaga Media</td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>Desa Lestari</td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>Desma Center</td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>Dian Tama</td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>Dragon Gaming</td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>Perkumpulan Edukasi Ekonomi Lingkungan Bandung (EKOLINK)</td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>Epistema Institute</td>
</tr>
<tr>
<td>25</td>
<td>Famokossa</td>
</tr>
<tr>
<td>26</td>
<td>FKKM dan Yayasan Kehutanan Masyarakat Indonesia (YKMI)</td>
</tr>
<tr>
<td>27</td>
<td>FKMS Sintang</td>
</tr>
<tr>
<td>28</td>
<td>Fondasi Tanjung Belimbing</td>
</tr>
<tr>
<td>29</td>
<td>Forum Kahedupa Toudani (Forkani)</td>
</tr>
<tr>
<td>30</td>
<td>Aceh Geothermal Forum ( AGF )</td>
</tr>
<tr>
<td>31</td>
<td>Forum DAS Krueng</td>
</tr>
<tr>
<td>32</td>
<td>HAKI Sumsel</td>
</tr>
<tr>
<td>33</td>
<td>Harimau Pinning</td>
</tr>
<tr>
<td>34</td>
<td>INSTITUSI PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN MASYARAKAT (IPPM) Sulawesi Selatan</td>
</tr>
<tr>
<td>35</td>
<td>Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara</td>
</tr>
<tr>
<td>36</td>
<td>Jelajah Bumi<br />Ekowisata Lampung (JBEL)</td>
</tr>
<tr>
<td>37</td>
<td>Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP)</td>
</tr>
<tr>
<td>38</td>
<td>Kelompok Mitra Pelestari Hhutan (KMPH) Sesaot KAB. LOMBOK BARAT dan MASYARAKAT ADAT BAYAN KAB LOMBOK UTARA</td>
</tr>
<tr>
<td>39</td>
<td>KABL Bacarita</td>
</tr>
<tr>
<td>40</td>
<td>Kahianga Mambali</td>
</tr>
<tr>
<td>41</td>
<td>Komanangi</td>
</tr>
<tr>
<td>42</td>
<td>Yayasan Kompas Peduli Hutan (KOMIU) Sulawesi Tengah</td>
</tr>
<tr>
<td>43</td>
<td>Komunitas Bacarita Pangan Lokal (Bapalok)</td>
</tr>
<tr>
<td>44</td>
<td>Komunitas Lingkar Hijau</td>
</tr>
<tr>
<td>45</td>
<td>Komunitas Teras</td>
</tr>
<tr>
<td>46</td>
<td>Konsorsium Kopiah</td>
</tr>
<tr>
<td>47</td>
<td>KTH Girimadia</td>
</tr>
<tr>
<td>48</td>
<td>Kupang Batanam</td>
</tr>
<tr>
<td>49</td>
<td>Kelompok Wanita Tani “ Subur Tani”</td>
</tr>
<tr>
<td>50</td>
<td>Lanting Borneo</td>
</tr>
<tr>
<td>51</td>
<td>LBBT Pontianak</td>
</tr>
<tr>
<td>52</td>
<td>Lembaga Tiga Beradik</td>
</tr>
<tr>
<td>53</td>
<td>LPP Intan Samawa</td>
</tr>
<tr>
<td>54</td>
<td>LSM Kail</td>
</tr>
<tr>
<td>55</td>
<td>Mahuze Mandiri</td>
</tr>
<tr>
<td>56</td>
<td>Nekmese Timore</td>
</tr>
<tr>
<td>57</td>
<td>Nipah Sumsel</td>
</tr>
<tr>
<td>58</td>
<td>NTFP</td>
</tr>
<tr>
<td>59</td>
<td>Numbay Research Center</td>
</tr>
<tr>
<td>60</td>
<td>OASE</td>
</tr>
<tr>
<td>61</td>
<td>OCD</td>
</tr>
<tr>
<td>62</td>
<td>PANGLIMA</td>
</tr>
<tr>
<td>63</td>
<td>Perkumpulan Bantaya</td>
</tr>
<tr>
<td>64</td>
<td>Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK)</td>
</tr>
<tr>
<td>65</td>
<td>Perkumpulan HUMA</td>
</tr>
<tr>
<td>66</td>
<td>Perkumpulan Qbar</td>
</tr>
<tr>
<td>67</td>
<td>Perkumpulan UKIR</td>
</tr>
<tr>
<td>68</td>
<td>PIKUL</td>
</tr>
<tr>
<td>69</td>
<td>Yayasan Pelestari Ragamhayati dan Cipta Fondasi Indonesia (PRCF)</td>
</tr>
<tr>
<td>70</td>
<td>Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan (PSPB)<br />Universitas Muhammadiyah Luwuk</td>
</tr>
<tr>
<td>71</td>
<td>RMI-Indonesian Institute for Forest and Environment</td>
</tr>
<tr>
<td>72</td>
<td>Salanggar</td>
</tr>
<tr>
<td>73</td>
<td>Satu Nama Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td>74</td>
<td>SAUWA Sejahtera</td>
</tr>
<tr>
<td>75</td>
<td>Sawit Watch</td>
</tr>
<tr>
<td>76</td>
<td>Sekolah Ekologi Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>77</td>
<td>Semau Muda</td>
</tr>
<tr>
<td>78</td>
<td>Yayasan Speak Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>79</td>
<td>Srikandi Lestari</td>
</tr>
<tr>
<td>80</td>
<td>Taksu Tridatu</td>
</tr>
<tr>
<td>81</td>
<td>Perkumpulan Terasmitra</td>
</tr>
<tr>
<td>82</td>
<td>Walhi Jambi</td>
</tr>
<tr>
<td>83</td>
<td>Walhi Kalsel</td>
</tr>
<tr>
<td>84</td>
<td>YPAL POSO</td>
</tr>
<tr>
<td>85</td>
<td>Walhi SUMUT</td>
</tr>
<tr>
<td>86</td>
<td>Wallacea</td>
</tr>
<tr>
<td>87</td>
<td>Wisanggeni</td>
</tr>
<tr>
<td>88</td>
<td>WWF Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>89</td>
<td>Yayasan Abirama</td>
</tr>
<tr>
<td>91</td>
<td>Yayasan Javlec</td>
</tr>
<tr>
<td>92</td>
<td>Yayasan Karimata</td>
</tr>
<tr>
<td>93</td>
<td>Yayasan Papua Mandiri Merdeka</td>
</tr>
<tr>
<td>94</td>
<td>Yayasan PARAS</td>
</tr>
<tr>
<td>95</td>
<td>Yayasan Relung Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td>96</td>
<td>Yayasan Rumpun Bambu</td>
</tr>
<tr>
<td>97</td>
<td>Yayasan Tridaya</td>
</tr>
<tr>
<td>98</td>
<td>Yayasan Wisnu</td>
</tr>
<tr>
<td>99</td>
<td>Yayasan Mange-Mange Papua (YM2P)</td>
</tr>
<tr>
<td>100</td>
<td>Yayasan Sumatera Hijau Lestari</td>
</tr>
<tr>
<td>101</td>
<td>Kelompok Dalen Mesa</td>
</tr>
<tr>
<td>102</td>
<td>Serakop Iban Perbatasan</td>
</tr>
<tr>
<td>103</td>
<td>Perkumpulan Repong Indonesia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</figure>

<p>Terimakasih atas minat Lembaga Anda mengirimkan proposal kepada kami.</p>

<p> </p>
								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/berita-call-for-proposal-icca-gef-sgp-indonesia-februari-2021/">Berita Call For Proposal ICCA GEF SGP Indonesia februari 2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Photostory Mitra GEF SGP Indonesia Phase VI</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/photostory-mitra-gef-sgp-indonesia-phase-vi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 03 Feb 2021 13:08:05 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">http://sgp-indonesia.org/?p=2390</guid>

					<description><![CDATA[<p>GEF SGP Indonesia telah dilaksanakan sejak 1992, mendukung 502 proyek dengan total pencairan dana mendekati 9 juta dollar AS. Tujuan dari program ini adalah untuk melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan dan mengurangi polusi perairan internasional. Program telah berkembang sejalan dengan dinamika pengelolaan sumber daya dalam berbasis masyarakat dan upaya perlindungan lingkungan. Sejak tahap awal pelaksanaan program, GEF SGP Indonesia menempatkan prioritas tinggi untuk membangun kemitraan langsung dengan organisasi berbasis masyarakat dan organisasi non-pemerintah pendukung mereka. Pada tahap awal, hibah diberikan untuk berbagai proyek masyarakat dan LSM. Dalam beberapa tahun terakhir, Program Negara SGP Indonesia juga...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/photostory-mitra-gef-sgp-indonesia-phase-vi/">Photostory Mitra GEF SGP Indonesia Phase VI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>GEF SGP Indonesia telah dilaksanakan sejak 1992, mendukung 502 proyek dengan total pencairan dana mendekati 9 juta dollar AS. Tujuan dari program ini adalah untuk melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan dan mengurangi polusi perairan internasional.<br />
Program telah berkembang sejalan dengan dinamika pengelolaan sumber daya dalam berbasis masyarakat dan upaya perlindungan lingkungan. Sejak tahap awal pelaksanaan program, GEF SGP Indonesia menempatkan prioritas tinggi untuk membangun kemitraan langsung dengan organisasi berbasis masyarakat dan organisasi non-pemerintah pendukung mereka. Pada tahap awal, hibah diberikan untuk berbagai proyek masyarakat dan LSM. Dalam beberapa tahun terakhir, Program Negara SGP Indonesia juga telah berpartisipasi dalam sejumlah inisiatif percontohan strategis, memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat untuk bekerja sama dalam inisiatif regional dan lansekap.<br />
Program GEF SGP Indonesia telah sampai di Phase VI yang bekerja di empat wilayah kerja yaitu Gorontalo, Wakatobi, Nusa Penida dan Pulau Semau. Program Phase VI ini dijalankan sejak 2017 dan akan berakhir pada akhir 2020. Selama empat tahun Program berjalan ada banyak praktik-praktik di lapangan yang menarik, baik dari segi capaian maupun menjadi bahan refleksi dan pembelajaran. Capaian sudah tentu penting untuk melihat sejauh mana keberhasilan (dan ketidakberhasilan) program dalam memenuhi indikator-indikator tujuan yang ditetapkan di awal. Sedangkan refleksi dan pembelajaran perlu untuk memaknai ulang kerja-kerja yang telah dilakukan dan menjadi bahan belajar bagi komunitas, pendamping, pengambil kebijakan, lembaga donor, dan pelbagai pihak lain dalam melakukan perbaikan dan melanjutkan program di kemudian hari.<br />
Dalam perspektif GEF-SGP Indonesia, proses refleksi dan pembelajaran ini adalah bagian dari siklus pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Bagian ini memang mendapat perhatian serius dari Sekretariat Nasional GEF-SGP Indonesia selama lebih dari 10 tahun terakhir. Berbagai keluaran dari knowledge management mitra-mitra GEF SGP Indonesia Phase VI salah satunya adalah ‘Photostory’. Ada lebih dari 54 photostory yang sudah dikeluarkan mitra yang terdiri dari kumpulan kegiatan mitra yang ada di link dibawah berikut ini.</p>
<p><a href="https://bit.ly/3oFB6Fn" target="_blank" rel="noopener">Link Photostory Mitra GEF SGP Indonesia Phase VI</a></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/photostory-mitra-gef-sgp-indonesia-phase-vi/">Photostory Mitra GEF SGP Indonesia Phase VI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teras Mitra Adakah Diskusi Zoom Vol:82 Dengan Tema Zero Waste, Selamatkan Bumi</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/teras-mitra-adakah-diskusi-zoom-vol82-dengan-tema-zero-waste-selamatkan-bumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 31 Jan 2021 15:03:33 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>
		<guid ispermalink="false">http://sgp-indonesia.org/?p=2379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media &#8211; Wartanusantara.id &#8211; Terasmitra menyelenggarkan diskusi dengan mengangkat tema “Zero Waste, Selamatkan Bumi.” Diskusi ini menghadirkan Wiraswati Yuliani (Lawe Indonesia), Ali Abdullah (Founder Warung 1000 Kebun), Pranandya Wijayanti (External Relation Manager EwasteRJ), dan Chandra Paramita (Manager PT. TES-AMM) sebagai narasumber. Penanggap dalam diskusi ini adalah Agus Supriyanto (Kepala Seksi Bina Peritel, Direktorat Pengelolaan Sampah, KLHK). Sedangkan yang menjadi moderator dalam diskusi ini adalah Zulfikar (CEO BaGoes). Diskusi berlangsung Sabtu, 30/01/2021 dari pukul 10.00-12.00 WIB, via zoom meeting. Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia, bahkan pada tahun 2019 lalu, Indonesia menghasilkan sebanyak 190.000 ton sampah setiap...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/teras-mitra-adakah-diskusi-zoom-vol82-dengan-tema-zero-waste-selamatkan-bumi/">Teras Mitra Adakah Diskusi Zoom Vol:82 Dengan Tema Zero Waste, Selamatkan Bumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="2379" class="elementor elementor-2379" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-2966dd1 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="2966dd1" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-cca9b22" data-id="cca9b22" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-678ec7b0 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="678ec7b0" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Media &#8211; Wartanusantara.id &#8211; Terasmitra menyelenggarkan diskusi dengan mengangkat tema “Zero Waste, Selamatkan Bumi.” Diskusi ini menghadirkan Wiraswati Yuliani (Lawe Indonesia), Ali Abdullah (Founder Warung 1000 Kebun), Pranandya Wijayanti (External Relation Manager EwasteRJ), dan Chandra Paramita (Manager PT. TES-AMM) sebagai narasumber. Penanggap dalam diskusi ini adalah Agus Supriyanto (Kepala Seksi Bina Peritel, Direktorat Pengelolaan Sampah, KLHK). Sedangkan yang menjadi moderator dalam diskusi ini adalah Zulfikar (CEO BaGoes). Diskusi berlangsung Sabtu, 30/01/2021 dari pukul 10.00-12.00 WIB, via zoom meeting.</p><p>Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia, bahkan pada tahun 2019 lalu, Indonesia menghasilkan sebanyak 190.000 ton sampah setiap hari. Kabar malang kerap kita dengar dari laut, binatang laut ditemukan mati di pinggir pantai dengan kondisi tubuh dipenuhi sampah. Persoalan sampah ini harus segera ada solusinya. Sampah telah menjadi ancaman serius bagi semua kehidupan makhluk di bumi.</p><p>Saat ini, sebagian masyarakat sudah mulai melakukan gerakan Zero Waste. Zero Waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri dari sampah. Gerakan ini sebenarnya tidak hanya berefek pada lingkungan, tetapi juga bisa membuat kita lebih menghemat pengeluaran. Misalnya dengan tidak membeli minuman dalam kemasan artinya kita tidak menghasilkan sampah kemasan dan tidak mengeluarkan uang untuk membeli minuman. Sebagai gantinya, selalu membawa botol minuman ke manapun kita pergi.</p><p>Dalam diskusi tersebut Ali Abdullah menerangkan bahwa kita sudah mendapatkan sesuatu yang terbaik dari alam, kalau ada waste kita tidak boleh membuang begitu saja. Saat ini warung 1000 kebun juga mengembangkan eco enzyme.</p><p>“Sampah itu kita hasilkan sendiri, jangan serahkan ke pemerintah, jangan serahkan ke tukang sampah. Karena kalau rumah-rumah yang skala kecil sudah bisa mengelola sendiri gak akan ada problem itu.” Ungkap Founder Warung 1000 kebun tersebut.</p><p>Di sisi lain, Pranandya Wijayanti dari External Relation Manager EwasteRJ menyampaikan bahwa bahaya lainnya adalah sampah elektronik atau yang dikenal dengan e-waste. Sampah elektronik masuk di dalam bahan yang berbahaya dan beracun.</p><p>“Komunitas EwasteRJ hadir untuk melakukan kampanye tentang bahaya e-waste. Kami juga menyediakan tempat pengumpulan, jadi teman-teman bisa megumpulkan sampah-sampah elektronik yang ada di rumah. Kemudian akan didaur ulang oleh perusahaan pengolah khusus sampah elektronik yang memang tersertifikasi oleh KLHK. Untuk saat ini kami masih fokus di Jawa.” Tutur wanita yang akrab disapa Nandya tersebut.</p><p>TM Share saat ini sudah memasuki volume ke-82. TM Share adalah program yang dibuat Terasmitra sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan kekayaan alam di Indonesia. TM Share diselenggarakan secara reguler dua kali seminggu melalui platform instagram live dan zoom meeting. Program ini dimulai sejak April 2020, sesaat setelah Covid-19 mewabah di Indonesia.<br />Sedangkan, Terasmitra adalah perkumpulan lembaga dan komunitas wirausaha mandiri pasca program hibah Global Environmental Facilities Small Grant Programme (GEF SGP). Terasmitra berdiri pada 11 Januari 2011. Anggota Terasmitra tersebar di 12 provinsi, terdiri dari 66 mitra dan 73 komunitas dampingan. Visi Terasmitra yakni menjadi platform layanan yang memberikan dukungan efektif untuk menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan sosial komunitas demi kesejahteraan warga dan keselamatan lingkungan yang berkelanjutan. (Presrelease/WS/Red)</p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-8e10b6f elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="8e10b6f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-no-translation="" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<style>.elementor-element-8e10b6f{display:none !important}</style>				</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/teras-mitra-adakah-diskusi-zoom-vol82-dengan-tema-zero-waste-selamatkan-bumi/">Teras Mitra Adakah Diskusi Zoom Vol:82 Dengan Tema Zero Waste, Selamatkan Bumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>