<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabupaten Kendal Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/tag/kabupaten-kendal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/kabupaten-kendal/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 03 Nov 2025 07:01:29 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Kabupaten Kendal Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/kabupaten-kendal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 09 Jul 2025 08:54:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kendal (9/7/2025) &#8211; Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia. Aksi ini digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP Indonesia) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, dan Mangrove Academy. Turut hadir pula, perwakilan Komando Distrik Militer, Kepolisian Resor, serta siswa siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal. Melansir Jurnal Hidrografi Indonesia berjudul “PERUBAHAN SPASIAL WILAYAH PESISIR...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/">Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="640" height="360" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10.png" alt="" class="wp-image-17067" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10.png 640w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-600x338.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025).</figcaption></figure>



<p><strong>Kendal (9/7/2025) &#8211;</strong> Sebanyak 600 pohon <a href="https://www.liputan6.com/tag/mangrove">mangrove</a> ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia.</p>



<p>Aksi ini digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP Indonesia) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, dan Mangrove Academy. Turut hadir pula, perwakilan Komando Distrik Militer, Kepolisian Resor, serta siswa siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal.</p>



<p>Melansir Jurnal Hidrografi Indonesia berjudul “PERUBAHAN SPASIAL WILAYAH PESISIR KABUPATEN KENDAL PERIODE 1990-2020”, kondisi pesisir Kabupaten Kendal kekinian berubah signifikan. Khususnya perubahan garis pantai dan luas wilayah pesisir. Dalam periode 1990-2020, garis pantai Kendal bertambah panjang dari 41,82 kilometer menjadi 59,13 kilometer.</p>



<p>Tapi, wilayah pesisir juga terdampak. Wilayah ini mengalami abrasi dan akresi. Abrasi terutama mendominasi wilayah timur. Selain itu, penurunan muka tanah di beberapa wilayah pesisir menyebabkan rob–banjir yang disebabkan oleh pasang surut air laut. Hal ini tentunya memperparah kondisi di permukiman warga.</p>



<p>Sidi Rana Menggala, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, merasa kagum dengan semangat kolaborasi yang terjalin, khusus dalam pemeliharaan ekosistem di wilayah pesisir. Menurut Sidi, kegiatan ini bukan cuma seremonial, tapi jadi bagian dari misi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.</p>



<p>&#8220;Kami sangat takjub dengan apa yang kita lakukan hari ini. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari misi utama GEF SGP untuk kepedulian terhadap lingkungan. Semoga ini membawa manfaat jangka panjang untuk Indonesia, terutama bagi bumi yang kita cintai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, Kepala DLH Kendal Aris Irwanto menyerukan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di pesisir. Dia menyoroti polemik abrasi yang semakin parah di wilayah pesisir Kendal, terutama di Desa Kartikajaya dan Turunrejo. Karena itu, imbuh dia, penanaman mangrove di pesisir sangatlah penting.</p>



<p>&#8220;Rob kini semakin sering masuk ke permukiman, bahkan menggenangi sawah. Oleh karena itu, kegiatan penanaman mangrove ini sangat vital untuk menghambat laju abrasi dan menjaga keseimbangan alam,&#8221; jelas Aris Irwanto.</p>



<p>Sementara itu, Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Wilayah 4 DLHK Provinsi Jawa Tengah, Feriyanto Puri Hariyati, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam aksi ini. Seperti diketahui, salah satu program yakni Mangrove Academy merupakan bagian dari inisiasi warga untuk memberikan tongkat estafet pelestarian pesisir ke generasi muda.</p>



<p>&#8220;Melibatkan anak muda untuk menanam mangrove adalah hal yang sangat positif. Masyarakat juga berpartisipasi aktif. Anak-anak muda harus diberi kesempatan dan contoh untuk terjun langsung, hal ini sangat efektif untuk memperkenalkan pelestarian mangrove,&#8221; ucap Feriyanto.</p>



<p>Kegiatan ini memang tidak hanya berfokus pada penanaman pohon mangrove, tetapi juga mengedukasi para peserta tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan. Ketua P3MP, Wasito, yang telah berkecimpung dalam konservasi pesisir sejak 2006 dan meraih penghargaan Kalpataru, berbagi metode penanaman mangrove yang efektif.</p>



<p>Partisipasi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA, kata Wasito, juga menjadi salah satu sorotan. Mangrove Academy, yang digagas oleh Wasito, bertujuan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan pesisir. Para siswa diajak langsung belajar membudidayakan dan merawat mangrove</p>



<p>&#8220;Harapannya, mereka akan menjadi pionir dan agen perubahan yang dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan,&#8221; tambah Wasito.</p>



<p>Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/6099751/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/">Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 08 Jul 2025 06:53:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17063</guid>

					<description><![CDATA[<p>(8/7/2025) Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dalam aksi bertajuk &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221;, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia dan ditujukan untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob. Aksi ini digagas oleh GEF SGP Indonesia bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP), dan Mangrove Academy. Sejumlah perwakilan TNI, Polri, serta siswa-siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala,...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/">Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9.png" alt="" class="wp-image-17064" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Menanam Mangrove. (Dok. Istimewa)</figcaption></figure>



<p>(8/7/2025) Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dalam aksi bertajuk &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221;, Kamis (3/7/2025).</p>



<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia dan ditujukan untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.</p>



<p>Aksi ini digagas oleh GEF SGP Indonesia bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP), dan Mangrove Academy. Sejumlah perwakilan TNI, Polri, serta siswa-siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal turut ambil bagian dalam kegiatan ini.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari misi jangka panjang untuk menjaga lingkungan.</p>



<p>“Kami sangat takjub dengan semangat kolaborasi hari ini. Ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tapi wujud nyata kepedulian terhadap bumi,” ujarnya.</p>



<p>Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, menyebut bahwa rob kini semakin sering merendam permukiman dan sawah warga, terutama di wilayah Kartikajaya dan Turunrejo. Ia menegaskan pentingnya penanaman mangrove sebagai langkah konkret menahan abrasi dan menjaga keseimbangan alam.</p>



<p>“Rob kini makin masuk ke sawah-sawah, bahkan rumah warga. Penanaman mangrove ini sangat vital untuk memperlambat laju abrasi,” tegasnya.</p>



<p>Data dari Jurnal Hidrografi Indonesia mencatat bahwa dalam kurun 1990–2020, garis pantai Kendal bertambah panjang dari 41,82 km menjadi 59,13 km. Namun, di balik itu, wilayah pesisir juga mengalami abrasi signifikan, khususnya di bagian timur, serta penurunan permukaan tanah yang memperparah bencana rob.</p>



<p>Pentingnya keterlibatan generasi muda juga menjadi sorotan. Feriyanto Puri Hariyati, Penyuluh Kehutanan DLHK Wilayah 4 Jawa Tengah, mengapresiasi partisipasi para pelajar dalam aksi ini.</p>



<p>“Melibatkan anak muda itu penting. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar langsung dan menumbuhkan kepedulian sejak dini,” ujarnya.</p>



<p>Salah satu inisiatif yang mendorong edukasi lingkungan bagi generasi muda adalah Mangrove Academy, yang diinisiasi oleh Wasito, Ketua P3MP dan penerima penghargaan Kalpataru. Wasito mengatakan, siswa-siswa tidak hanya diajak menanam, tapi juga belajar membudidayakan dan merawat mangrove.</p>



<p>“Harapannya, mereka jadi agen perubahan di masa depan,” kata Wasito.</p>



<p>Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan pesisir bisa dilakukan bersama, melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan anak muda. Upaya seperti ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir Kendal di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/07/08/102753/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/">Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pundi di Balik Kebun Organik Tegalsari, dari Lahan Mini Jadi Peluang Ekonomi</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/pundi-di-balik-kebun-organik-tegalsari-dari-lahan-mini-jadi-peluang-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 17 Jun 2025 15:18:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17038</guid>

					<description><![CDATA[<p>(17/6/2025) Lahan seluas 0,5 hektare atau 5.000 meter persegi menjadi saksi bisu kegigihan petani di Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Upaya diversifikasi sekelompok petani menanam sayuran menggunakan pupuk organik buatan sendiri tak pelak mengubah lahan mini menjadi potensi ekonomi. Oleh petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Sarimulyo, lahan tersebut dinamakan ‘Kebun Pembelajaran’. Kebun itu menjadi sumber harapan ekonomi baru. Ya, inisiatif tersebut bukan hanya menghadirkan sayuran segar sebagai alternatif dari dominasi jagung, tapi juga membuka peluang tambahan lewat produksi pupuk organik cair. Kebun pembelajaran ini awalnya memang merupakan lahan pribadi milik dua warga, Ngarimin, 52 tahun, dan Fandoli, 49...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/pundi-di-balik-kebun-organik-tegalsari-dari-lahan-mini-jadi-peluang-ekonomi/">Pundi di Balik Kebun Organik Tegalsari, dari Lahan Mini Jadi Peluang Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png" alt="" class="wp-image-17039" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-1-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tanaman labu madu di kebun pembelajaran petani KUB Sarimulyo, Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy)</figcaption></figure>



<p>(17/6/2025) <em>Lahan seluas 0,5 hektare atau 5.000 meter persegi menjadi saksi bisu kegigihan petani di Dusun <a href="https://www.suara.com/tag/tegalsari">Tegalsari</a>, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/kendal">Kendal</a>, Jawa Tengah. Upaya diversifikasi sekelompok petani menanam sayuran menggunakan <a href="https://www.suara.com/tag/pupuk-organik">pupuk organik</a> buatan sendiri tak pelak mengubah lahan mini menjadi potensi ekonomi.</em></p>



<p>Oleh petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Sarimulyo, lahan tersebut dinamakan ‘Kebun Pembelajaran’. Kebun itu menjadi sumber harapan ekonomi baru. Ya, inisiatif tersebut bukan hanya menghadirkan sayuran segar sebagai alternatif dari dominasi jagung, tapi juga membuka peluang tambahan lewat produksi <a href="https://www.suara.com/tag/pupuk-organik-cair">pupuk organik cair</a>.</p>



<p>Kebun pembelajaran ini awalnya memang merupakan lahan pribadi milik dua warga, Ngarimin, 52 tahun, dan Fandoli, 49 tahun. Ngarimin, yang kini menjabat sebagai Ketua <a href="https://www.suara.com/tag/kub-sarimulyo">KUB Sarimulyo</a>, menceritakan alasan dirinya rela menyerahkan lahan pribadi untuk kepentingan kelompok. Tujuannya mulia: supaya kelompok tersebut bisa belajar bersama.</p>



<p>“Awalnya itu tanah saya sendiri dan Pak Fandoli. Tapi saya bilang, ‘Udah ini tanah saya aja buat pembelajaran!’ supaya anggota kelompok bisa belajar bareng,” ujar Ngarimin saat ditemui di kebun pembelajaran Dusun Tegalsari, belum lama ini.</p>



<p>“Kalau nggak punya lahan pembelajaran, kita mau belajar gimana? Jadi kami hibahkan ke kelompok untuk dikelola bersama.”</p>



<p>Di lahan tersebut, para anggota KUB Sarimulyo mulai menanam beragam jenis sayuran. Sebut saja, sayuran terong, kacang panjang, pare, sereh, hingga labu madu, ditanam di kebun tersebut sebagai upaya diversifikasi hasil tani. Menurut Ngarimin, keberagaman tersebut dilakukan secara sengaja, salah satunya, untuk menjaga stabilitas harga.</p>



<p>“Kami sengaja tanamnya nggak seragam supaya tidak ada penurunan harga di pasar. Kalau terong panen, pare masih tumbuh. Begitu seterusnya,” tutur Ngarimin.</p>



<p><strong>Penjualan pupuk organik cair</strong></p>



<p>Kendati begitu, ini bukan cuma perkara tanaman yang berubah menjadi lebih beragam. Ya, cara berpikir mereka terhadap pupuk juga mengalami pergeseran. Awalnya, imbuh Ngarimin, mereka menggunakan pupuk kandang biasa untuk tanaman di kebun tersebut. Tapi kini, Ngarimin bilang kelompok mulai memproduksi sendiri pupuk organik cair (POC).</p>



<p>“Awalnya kita pakai pupuk kandang dari kambing. Tapi sekarang kami sudah buat pupuk organik cair (POC), ada enam jenis,” terang Ngarimin.</p>



<p>Hebatnya, meski pupuk yang berjumlah 6 jenis tersebut merupakan hasil produksi sendiri, Ngarimin mengatakan anggota kelompok wajib membeli. Alasannya, uang hasil pembelian oleh anggota kelompok tersebut dimanfaatkan untuk mengisi kas KUB Sarimulyo. Jika meminjam istilah demokrasi, sistemnya dari petani, oleh petani, dan untuk petani.</p>



<p>Ngarimin bilang, “Saya pakai 2 liter seharga Rp25 ribu. Nanti duitnya masuk ke kas kelompok.”</p>



<p>Ada enam jenis, mulai dari POC Oyot Pring, Biourine, Biopestisida, Rumen, Lindi hingga Bioactivator. Harganya pun beragam dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Keenamnya memiliki kegunaan berbeda. POC Biourine, misalnya, biasa digunakan untuk merangsang serta mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Sementara, POC jenis Lindi biasanya digunakan untuk menjaga kualitas tanah serta mengurangi ketergantungan dengan pupuk kimia.</p>



<p>Adapun ‘pabrik’ pembuatan pupuk organik cair yang dikelola KUB Sarimulyo berada di kediaman Fandoli. Berdasarkan pantauan jurnalis, ‘pabrik’ itu berada di bagian belakang halaman rumah. Bangunannya pun simpel: hanya dari kayu, namun ruangannya cukup untuk menampung peralatan. Di sana, terlihat beberapa toren berisi pupuk organik cair. Ada pula kemasan-kemasan berukuran 500ml yang siap untuk dipasarkan.</p>



<p>“Untuk produksi pupuk ini, kita memang tidak mewajibkan seluruh anggota kelompok untuk turun tangan dan mengolah. Sesanggup dan seluangnya saja. Jika ada 2 orang, jalan. Jika ada 4 orang, jalan. Siapa pun yang sedang senggang, bisa belajar dan juga membuat pupuk organik, sehingga proses produksi berjalan terus,” tutur Ngarimin.</p>



<p>Fandoli, salah satu anggota yang juga menyumbangkan lahannya, merasa bangga atas perkembangan yang terjadi. Menurut pria yang doyan bercanda dan murah senyum ini, dirinya merasa bahwa keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Selain itu, sebelum menjual pupuk organik cair, dirinya dan para anggota bereksperimen melalui lahan pribadi terlebih dulu.</p>



<p>“Saya bangga ketika melihat warga yang lewat lalu memuji lahan sayur saya. Sebelum dijual, kami memang bikin demo atau mencoba sendiri pupuknya supaya masyarakat bisa melihat manfaatnya. Sudah ada beberapa warga yang ikut menggunakan produk <a href="https://www.suara.com/tag/pupuk-organik">pupuk organik</a>,” ujar Fandoli berkaca-kaca.</p>



<p>Perbandingan antara hasil pertanian organik dan kimiawi juga berbeda. Nah, perbedaan ini turut memantik sorotan dari kelompok. Ngarimin menceritakan, sebagian masyarakat hingga kiwari memang masih mengandalkan pupuk kimia karena akses dan pengunaan yang cukup mudah, meski hasil panennya dinilai kurang memuaskan.</p>



<p>“Tetangga saya yang pakai pupuk kimia daunnya kuning, jagungnya layu. Tapi yang pakai pupuk organik, hasilnya lebih hijau dan segar. Tapi saya paham kalau disuruh beralih ke pupuk organik, masyarakat itu susah. Soalnya ribet. Kalau kimia, pupuk 1,5 hektare cukup setengah hari. Organik harus disemprot 3 hari sekali,” terang Ngarimin.</p>



<p><strong>Peluang ekonomi dari diversifikasi lahan</strong></p>



<p>Selain dari <a href="https://www.suara.com/tag/pupuk-organik-cair">pupuk organik cair</a>, Ngarimin mengakui sistem tanam sayuran juga memberikan peluang lebih cepat ketimbang jagung. Ia membandingkan frekuensi panen kedua jenis tanaman itu. Jagung hanya dipanen dua kali dalam setahun. Sementara, misalnya, buah dan kacang bisa dipanen per 2 bulan. Tak pelak ini menjadi peluang ekonomi baru, tidak cuma dari jagung.</p>



<p>“Kalau buah dan kacang kan biasanya (ditanam), 2 bulan udah panen, dan kita petiknya kan nggak 1-2 kali petik. Kalo tanam jagung kan 4 bulan sekali panen. Kalau nggak nanam, nggak panen lagi. Untungnya, kita menanam sayuran. Biar sedikit, tapi kalau dihitung, bisa lebih banyak meraup pendapatan dari hasil tanaman sayuran,” kata Ngarimin.</p>



<p>Terkait penjualan, hasil panen umumnya dilego ke tetangga. Jika ada hasil panen yang berlebih, baru dibawa ke pasar. Nah, soal harga, Ngarimin memberikan contoh terong. Sayuran tersebut bisa menyentuh harga Rp7.000 ketika sedang tinggi. Kenaikan harga ini terjadi saat momen Idul Fitri. Namun, jika harganya sedang rendah, bisa sampai Rp3.500 hinggaRp4.000.</p>



<p>Ngarimin mengakui, “Awalnya kami jual (hasil panen sayuran–RED) ke tetangga. Jika ada sisa, baru dibawa istri ke pasar. Di kami itu, satu plastik terong diisi 1,5 kilogram. Jadi sekitar 2-3 buah terong. Harganya kalo lagi tinggi bisa sampai Rp7.000. Tapi kalau pas harga murah, bisa Rp3.500 sampai Rp4.000, tergantung musimnya.”</p>



<p>Namun, Fandoli menyoroti pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh para anggota <a href="https://www.suara.com/tag/kub-sarimulyo">KUB Sarimulyo</a> adalah pemasaran dari produk buatan mereka. Saat ini, mereka hanya menjual dengan warga setempat dengan cara pemasaran dari mulut ke mulut.</p>



<p>“Selama ini kendala kami adalah dalam hal pemasaran produk POC buatan kami, bagaimana caranya supaya penjualan kami bisa dipermudah dan laku tentunya ya. Semoga bisa lebih banyak belajar tentang pemasaran ini,” kata Fandoli.</p>



<p>Dampak positif dari pendampingan juga dirasakan oleh kelompok. Eko Martono, pendamping dari Yayasan Rebo Ijo yang akrab disapa Eko Tani, menyampaikan pendekatan yang ia lakukan lebih menekankan pada kemandirian.</p>



<p>“Saya hanya memberi pelatihan dan mendorong mereka untuk mengelola sendiri. Tujuannya supaya mereka bisa hidup layak, tahu mengelola uang, dan tidak bingung saat kehabisan,” kata pria berambung panjang tersebut.</p>



<p>Eko yang merupakan Ketua Yayasan Rebo Ijo juga menilai bahwa kelompok ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, dalam hal kemandirian maupun secara ekonomi.</p>



<p>“Dulu mereka masih berhutang. Sekarang, hasil panen cukup untuk makan sendiri. Itu sudah cukup sebagai awal kemandirian,” terang Eko merasa bangga dengan kemajuan anggota KUB Sarimulyo.</p>



<p>Adapun program yang menaungi KUB Sarimulyo tersebut merupakan bagian dari kemitraan Yayasan Rebo Ijo bersama Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, yang mendukung inisiatif masyarakat sipil dalam adaptasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan hidup di tingkat lokal.</p>



<p>Inisiatif ini menunjukkan bagaimana adaptasi terhadap perubahan iklim bisa dilakukan dari tingkat lokal. Dengan inovasi dan semangat gotong royong, petani Tegalsari membuktikan bahwa pertanian ramah lingkungan bisa menjadi solusi masa depan serta bisa memberikan dampak baik dari sisi ekosistem, sosial maupun ekonomi.(*)</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/06/17/101617/pundi-di-balik-kebun-organik-tegalsari-dari-lahan-mini-jadi-peluang-ekonomi?page=2</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/pundi-di-balik-kebun-organik-tegalsari-dari-lahan-mini-jadi-peluang-ekonomi/">Pundi di Balik Kebun Organik Tegalsari, dari Lahan Mini Jadi Peluang Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>