<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mitra Lokal GEF SGP Indonesia Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/tag/mitra-lokal-gef-sgp-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/mitra-lokal-gef-sgp-indonesia/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 01 Dec 2025 07:23:20 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Mitra Lokal GEF SGP Indonesia Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/mitra-lokal-gef-sgp-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 01 Dec 2025 07:23:15 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17330</guid>

					<description><![CDATA[<p>(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie, Provinsi Gorontalo, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan ekonomi alternatif bagi masyarakat. Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-17331" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pupuk organik cair sebagai solusi ekonomi alternatif bagi warga di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie, Gorontalo.(Dokumentasi Pribadi)</figcaption></figure>



<p>(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan <a href="https://www.suara.com/tag/ekonomi">ekonomi</a> alternatif bagi masyarakat.</p>



<p>Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p>Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum itu menjadi ajang <em>curhat</em> terkait masalah yang terjadi, terutama di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie.</p>



<p>Nah, salah satu masalah yang diangkat terkait aktivitas tambang emas ilegal di SM Nantu-Boliohuto. Aktivitas ini dinilai meresahkan masyarakat serta mengancam ekosistem di wilayah tersebut. Sejumlah pihak berupaya untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.</p>



<p>Tidak hanya solusi dari pemerintah untuk melakukan pendampingan warga yang terdampak dan edukasi terkait geologi, sektor ekonomi pun tak pelak menjadi sorotan. Ada beberapa solusi alternatif yang dikemukakan sebagai bentuk nyata transformasi ekonomi lokal ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>



<p>Salah satu alternatif yang diperkuat adalah budidaya lebah madu atau yang dikenal dengan nama latin Apis Cerana di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Inovasi ini dinilai memiliki prospek cerah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan ekonomi warga tanpa mengorbankan hutan.</p>



<p>Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p>“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p><strong>Ragam Solusi Tingkat Tapak</strong></p>



<p>Nah, dalam kesempatan tersebut, beragam lembaga mitra GEF SGP Indonesia Fase 7 memaparkan hasil kerja mereka selama program. Pemaparan tersebut menunjukkan berbagai inovasi dan dampak positif di tingkat tapak setelah mendapatkan manfaat dari program GEF SGP Indonesia Fase 7.</p>



<p>Salah satu pemaparan dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Gorontalo dan Institute for Human and Ecological Studies (Inhides) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan advokasi. Mereka menyoroti kerusakan hutan akibat pertambangan ilegal dan ancaman Hutan Tanaman Energi (HTE). Selain itu, mereka juga memfasilitasi terbentuknya kolektif perempuan tani dan mitigasi konflik satwa liar.</p>



<p>Ada pula Women Institute for Research and Empowerment (WIRE-G) mendampingi perempuan dan orang muda di Desa Bihe dan Pangahu. Fokus mereka adalah penguatan agensi perempuan dan anak muda, serta mendorong perencanaan pembangunan desa yang responsif gender.</p>



<p>Marsudi Lestantun menonjol melalui program agroforestri Silvopastura atau praktik mengintegrasikan pohon, hijauan, dan penggembalaan hewan peliharaan dengan cara yang saling menguntungkan. Lembaga ini menerapkan penanaman penghijauan berbasis peternakan dan mendampingi kelompok tani agar beralih dari pola tanam monokultur jagung ke sistem tanaman tahunan dan multikultur.</p>



<p>Dalam ranah pengembangan komoditas, Agraria Institute bekerja di Desa Bihek dan Bondula guna menyeimbangkan kepentingan ekologi dan ekonomi. Mereka memfasilitasi penandaan batas partisipatif, mendorong penanaman bibit kakao dan tanaman adat seperti agar, serta berkolaborasi dengan barista untuk mengembangkan kopi lokal.</p>



<p>Kelompok Tani Hutan (KTH) Pobuto Nantu, menggandeng Marsudi Lestantun sejak program GEF SGP Indonesia Fase 6. Mereka mengembangkan komoditas kakao hingga menembus expo di Jakarta. Uniknya, kakao ini bahkan diolah menjadi camilan lokal seperti keripik atau cemilan. Buntutnya, inisiatif ini memberikan nilai tambah bagi petani.</p>



<p>Nah dari sisi akademik, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNG terlibat dalam pemetaan partisipatif, rehabilitasi lahan melalui distribusi 5.000 bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman kekayuan multiguna, serta penyusunan Peraturan Desa tentang Penataan Ruang Wilayah dan Batas Desa.</p>



<p>Sementara itu, LP2M UNG melalui Pusat Studi Energi menitikberatkan pada konservasi lahan dengan mendirikan kebun energi. Mereka juga membangun pico-hydro 700 watt, dan membentuk komunitas ekowisata.</p>



<p>Ekonomi kreatif lokal pun enggan ketinggalan. Aspek ini juga memantik perhatian melalui pendampingan Rumah Kebun, yang membantu akses pasar dan branding produk seperti gula aren batu, sambal ayam kampung, dan keripik pepaya. Mereka juga berperan dalam pengembangan infrastruktur ekowisata di Air Terjun Bondula, Gorontalo.</p>



<p><em>“Lewat rangkaian inovasi ini, desa-desa penyangga menunjukkan ekonomi dapat tumbuh tanpa merusak lingkungan. Dukungan multipihak dan pendampingan berkelanjutan membuat masyarakat dapat memperoleh sumber penghidupan baru sembari menjaga kawasan hutan yang menjadi penopang kehidupan mereka,”</em> ujar Sidi.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/12/01/092409/inovasi-desa-perkuat-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem-dari-lebah-kakao-hingga-kopi-lokal?page=1</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 29 Nov 2025 10:30:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SM nantu]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17327</guid>

					<description><![CDATA[<p>(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi Gorontalo. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga. ‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png" alt="" class="wp-image-17328" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual di Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga.</p>



<p>‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p>Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi pihak dalam pelestarian sumber daya air , khususnya di kawasan penyangga <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a>-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</p>



<p>Forum Multi Pihak (FMP) dalam acara ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Salah satu isu mendesak yang mengemuka adalah aktivitas pertambangan emas ilegal yang masif di kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Dalam sesi aduan, perwakilan masyarakat setempat, Bunaeri menyampaikan keresahan mendalam. Dia menggambarkan bagaimana aktivitas tambang ilegal merusak lingkungan. Tidak hanya itu, imbuh Bunaeri, aktivitas tersebut juga menciptakan tekanan besar bagi warga di sekitar kawasan SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Karena itu, Bunaeri mendesak pemerintah segera bertindak, bahkan menyetop eksploitasi sumber daya alam di kawasan SM Nantu-Boliohuto. Namun, Bunaeri memohon agar solusi yang diterapkan konkret serta manusiawi. Tentunya, tanpa menyakiti masyarakat yang terlanjur menggantungkan hidup di sana.</p>



<p><em>&#8220;Kami sangat prihatin melihat kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal yang masif. Kami meminta pemerintah segera bertindak untuk menghentikan kegiatan ini, namun kami juga memohon agar solusi yang diterapkan benar-benar konkrit dan manusiawi, tanpa menyakiti masyarakat yang sudah terlanjur menggantungkan hidup di sana,&#8221;</em> ujar Bunaeri.</p>



<p>Aspirasi ini tak pelak mendorong perhatian serius dari pemerintah daerah dan lembaga konservasi. Perwakilan BKSDA serta BAPPEDA Gorontalo maupun Boalemo menegaskan penanganan masalah tambang ilegal membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri.</p>



<p>Selain penegakan hukum, pemerintah dan mitra program juga menyiapkan langkah-langkah pendukung, seperti edukasi geologi kepada masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua wilayah mengandung emas.</p>



<p>Upaya lain berupa pembentukan tim pendampingan bagi masyarakat yang menjadi korban aktivitas tambang ilegal serta pengembangan ekonomi alternatif, termasuk budidaya lebah madu yang dinilai prospektif di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo.</p>



<p>Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p>“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p>Acara ditutup dengan konsolidasi komitmen yang ditandai dengan penandatanganan dua dokumen penting oleh seluruh perwakilan pihak terkait. Salah satunya dokumen kesepahaman bersama Pengelola Kawasan Penyangga SM Nantu-Boliohuto berfungsi sebagai landasan kolaborasi multi-pihak dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Selain itu, mereka juga meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi Seksual di Kawasan Penyangga SM Nantu dan Tahura BJ Habibie sebagai wujud komitmen mendukung kampanye stop diskriminasi terhadap perempuan dan masyarakat adat.</p>



<p>Dalam pakta integritas terkait pengarusutamaan gender dan antidiskriminasi tersebut, para pihak juga berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan berjalan secara inklusif dan berkeadilan gender.</p>



<p>Melalui forum ini, warga berharap aduan mereka agar kegiatan tambang ilegal dihentikan, mendapatkan wadah dan dukungan. Konsolidasi komitmen hari itu menegaskan bahwa penyelamatan kawasan <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a> tidak bisa ditunda dan membutuhkan aksi nyata yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/29/103000/komitmen-multipihak-di-sm-nantu-boliohuto-cari-solusi-konkret-hadapi-tambang-ilegal?</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 28 Nov 2025 01:33:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17324</guid>

					<description><![CDATA[<p>(28/11/2025) “Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai perempuan.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie. Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png" alt="" class="wp-image-17325" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peran vital perempuan dalam keberlangsungan ekosistem di SM Nantu dan Tahura BJ Habibie memantik sorotan.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(28/11/2025) <em>“Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a>.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</em></p>



<p>Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7.</p>



<p>Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual.</p>



<p>Tujuan penandatanganan pakta integritas ini sejatinya simpel namun sangat penting. Ya, pakta integritas ini ingin memastikan perempuan mendapatkan ruang aman, kesempatan yang setara, dan peran nyata dalam menjaga ekosistem di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie.</p>



<p><strong>Mendorong Kepemimpinan Perempuan, Bukan Sekadar Kehadiran</strong></p>



<p>Masyarakat di wilayah penyangga memahami, perempuan berperan vital. Mereka menjaga pangan keluarga, mempraktikkan pengetahuan lokal soal tanaman, hingga memastikan sumber air terjaga. Banyak pengetahuan ekologis yang diwariskan turun-temurun oleh perempuan. Pengetahuan ini tidak tertulis, tapi sangat berharga.</p>



<p>Sayangnya, ketika tiba pada tahap pengambilan keputusan atau penyusunan kebijakan kelompok, peran perempuan kerap diabaikan. Peran mereka belum sepenuhnya diakomodasi. Nah, lewat pakta integritas ini, semua pihak sepakat mengubah itu. Perempuan harus punya akses sama untuk bicara, memutuskan, dan memimpin.</p>



<p>Salah satu komitmen terbesar dalam pakta ini yakni meningkatkan kepemimpinan perempuan. Artinya, perempuan tidak cuma hadir sebagai peserta. Mereka didorong terlibat dalam bentuk yang lebih strategis. Semisalnya, perempuan didorong memimpin kelompok, merancang kegiatan konservasi, atau terlibat dalam konsultasi kebijakan lokal.</p>



<p>Perempuan dinilai membawa perspektif berbeda, yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh: bagaimana tanaman tertentu bisa memberi manfaat ganda, atau bagaimana sebuah area hutan menjadi sumber air penting bagi desa. Perspektif ini tidak melulu muncul dalam diskusi teknis, tapi sangat menentukan efektivitas konservasi.</p>



<p><strong>Ruang Aman untuk Perempuan</strong></p>



<p>Di lapangan, perempuan acapkali menghadapi tantangan tambahan. Sebut saja mulai dari risiko pelecehan, diskriminasi, atau diremehkan. Karena itu, pakta integritas ini memuat komitmen tegas terhadap Zero Tolerance atau toleransi nol pada kekerasan berbasis gender dan pelecehan seksual.</p>



<p>Komitmen ini tidak hanya berbentuk janji, tetapi juga rencana nyata: memastikan adanya mekanisme pelaporan, memberikan perlindungan, dan menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi perempuan dalam semua aktivitas konservasi. Ini penting karena perempuan hanya bisa aktif berkontribusi jika mereka merasa aman.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar formalitas. Menurut Sidi, pakta integritas ini menegaskan tanggung jawab kolektif para pemangku kepentingan dalam memastikan kesetaraan gender dapat diterapkan hingga ke tingkat tapak.</p>



<p>“Hal ini perlu kami dorong sebagai komitmen bersama demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga SM Nantu dan Tahura B.J. Habibie,” ujar Sidi.</p>



<p>Pernyataan ini mengingatkan bahwa kesetaraan gender bukan hanya isu manusia, tetapi juga isu lingkungan. Ketika perempuan diberi ruang untuk berperan penuh, praktik konservasi menjadi lebih kaya dan efektif.</p>



<p><strong>Menuju Masa Depan Konservasi yang Lebih Adil</strong></p>



<p>Penandatanganan pakta ini menandai langkah besar menuju masa depan konservasi yang lebih inklusif. Ya, perempuan bukan sekadar “pelengkap”, tetapi justru sebagai aktor utama yang punya pengetahuan, pengalaman, dan peran penting dalam menjaga kelestarian hutan.</p>



<p><em>“Dengan kolaborasi lintas lembaga dan kemauan bersama untuk menciptakan ruang aman dan setara, kawasan Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie kini bergerak menuju model konservasi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,”</em> kata Sidi.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/28/132338/seruan-ruang-aman-bagi-peran-perempuan-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie?</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 20 Nov 2025 03:33:06 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosobo]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17312</guid>

					<description><![CDATA[<p>(20/11/2025) Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal. ‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air. Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png" alt="" class="wp-image-17313" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(20/11/2025) Para <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/wonosobo">Wonosobo</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/jawa-tengah">Jawa Tengah</a>, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal.</p>



<p>‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air.</p>



<p>Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan Aktivitas Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dengan Pariwisata Alam dan Budaya.&#8221;</p>



<p>Aktivitas ini diawali dengan ‘Meditasi Hening’ di lapangan Desa Sigedang. Dalam sesi ini, para peserta kegiatan diajak untuk menenangkan pikiran. Sejenak, para peserta diajak untuk melepaskan diri dari riuh kehidupan. Mereka diminta untuk membuka kepekaan terhadap hubungan esensial antara manusia dan alam.</p>



<p>Sesi hening rampung. Lalu, peserta diajak menempuh perjalanan menuju Mata Air Sendang. Sambil berjalan, mereka membawa 1.000 bibit pohon <a href="https://www.suara.com/tag/kopi">kopi</a> siap tanam. Bibit kopi ini ditanam di sepanjang jalan menuju mata air. Beragam organisasi perempuan terlibat, sebut saja PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, serta kelompok permakultur, akarwangi, dan restorasi hutan.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo Endang Lisdyaningsih menyampaikan data penting menyoal pelestarian sumber air. Endang mengungkapkan bahwa data di musim kemarau tahun 2025 menunjukkan ada 1.670 mata air yang tetap hidup.</p>



<p>&#8220;Nah, penanaman pohon 200 meter di atas sumber mata air akan menyelamatkan mata air di musim kemarau. Karena itu, pentingnya intervensi vegetatif di kawasan hulu,&#8221; ujar Endang.</p>



<p>Kegiatan ini juga memantik antusiasme para pemimpin organisasi perempuan. Mereka menyambut baik kegiatan ‘Meditasi Mata Air’ karena bisa memberikan manfaat ganda. Menurut Umi Amkhudloh selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kejajar, kegiatan ini bisa memberikan manfaat secara ekologi sekaligus manfaat ekonomi jangka panjang.</p>



<p>&#8220;Menanam pohon bisa memberikan manfaat secara ekologi untuk mencegah longsor dan banjir. Juga bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Kita wajib bersyukur tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng karena berlimpah mata air. Namun kita wajib menjaganya dengan menanam pohon,&#8221; ujar Umi.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Samitra Lingkungan Rumiyati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi ‘Kongres Mata Air’ yang diadakan di Desa Igirmranak pada Agustus 2025. Dia juga menegaskan komitmen komunitas untuk memastikan warisan lingkungan yang lestari.</p>



<p>Perempuan menjaga mata air dengan menanam pohon sebagai bentuk perawatan kehidupan. Setiap akar yang kita tanam menjadi harapan. Setiap tetes air yang kita rawat menjadi keberlanjutan. Bersama kita titipkan bumi yang lebih teduh bagi generasi mendatang. Karena hari ini kita memilih Merawat bukan meninggalkan,&#8221; tutup Rumiyati.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/20/082846/meditasi-mata-air-perempuan-wonosobo-tanam-1000-kopi-untuk-kelestarian-das-bodri?</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumbuh Bersama Kakao, Cerita Inspiratif Perempuan Saritani Gorontalo Tanam Kemandirian</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/tumbuh-bersama-kakao-cerita-inspiratif-perempuan-saritani-gorontalo-tanam-kemandirian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 22 Oct 2025 13:59:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Saritani]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Petani perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17277</guid>

					<description><![CDATA[<p>(22/10/2025) Tradisi pertanian di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, didominasi laki-laki. Namun, sekelompok perempuan petani mengubah stigma tersebut. Mereka mengelola kebun kakao dengan tangan sendiri. Dari upaya tersebut, lahir kesejahteraan baru bagi keluarga sekaligus perubahan budaya pertanian di desa. Program pemberdayaan perempuan di Saritani, yang merupakan bagian dari kemitraan dengan&#160;Global Environmental Facility Small Grants Programme&#160;(GEF SGP) Indonesia,&#160; membuka ruang bagi para ibu. Mereka menjadi berdaya secara mandiri. Bukan menjadi pendamping belaka, mereka kini menjadi pelaku utama dalam siklus pertanian kakao.&#160; Catur Madira Harjoh, 56 tahun, pendamping masyarakat Desa Saritani menuturkan gagasan tersebut lahir dari potensi agroforestri di wilayah tersebut. Awalnya, Catur dan rekannya hanya...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/tumbuh-bersama-kakao-cerita-inspiratif-perempuan-saritani-gorontalo-tanam-kemandirian/">Tumbuh Bersama Kakao, Cerita Inspiratif Perempuan Saritani Gorontalo Tanam Kemandirian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59.png" alt="" class="wp-image-17278" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-59-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memisahkan biji kakao dari kulitnya usai panen.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(22/10/2025) <em>Tradisi pertanian di <a href="https://www.suara.com/tag/desa-saritani">Desa Saritani</a>, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, didominasi laki-laki. Namun, sekelompok <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> petani mengubah stigma tersebut. Mereka mengelola kebun <a href="https://www.suara.com/tag/kakao">kakao</a> dengan tangan sendiri. Dari upaya tersebut, lahir kesejahteraan baru bagi keluarga sekaligus perubahan budaya pertanian di desa.</em></p>



<p>Program pemberdayaan perempuan di Saritani, yang merupakan bagian dari kemitraan dengan&nbsp;<em>Global Environmental Facility Small Grants Programme</em>&nbsp;(GEF SGP) Indonesia,&nbsp; membuka ruang bagi para ibu. Mereka menjadi berdaya secara mandiri. Bukan menjadi pendamping belaka, mereka kini menjadi pelaku utama dalam siklus pertanian kakao.&nbsp;</p>



<p>Catur Madira Harjoh, 56 tahun, pendamping masyarakat Desa Saritani menuturkan gagasan tersebut lahir dari potensi agroforestri di wilayah tersebut. Awalnya, Catur dan rekannya hanya mengenalkan kakao sebagai tanaman alternatif ramah lingkungan, eh ternyata justru perempuan yang cepat beradaptasi. Kaum hawa pun langsung mengambil peran penting.</p>



<p>“<em>Kami melihat kakao bisa menjadi komoditas unggulan sekaligus menjaga hutan tetap lestari. Awalnya kami cuma mau memperkenalkan tanaman alternatif yang lebih ramah lingkungan ketimbang jagung. Tapi ternyata, justru perempuan yang paling cepat beradaptasi dan mengambil peran penting,</em>” kata Catur saat diwawancarai, Selasa (7/10/2025).</p>



<p>Menurut Catur, program tersebut sejak awal memang menekankan keterlibatan perempuan, terutama bagi mereka yang suaminya tidak produktif atau bekerja di luar daerah. Dalam konteks seperti ini, perempuan menjadi tulang punggung keluarga yang menopang ekonomi rumah tangga.</p>



<p>“<em>Sebenarnya, sokoguru ekonomi keluarga itu ya ibu-ibu. Nah, bapak-bapak hanya mencari uang. Tapi kalau urusan manajemen keuangan, pengaturan kebutuhan, sampai keputusan untuk menanam apa, semua dipegang oleh ibu-ibu. Mereka jauh lebih peka pada kebutuhan rumah tangga dan masa depan anak-anak</em>,” terang Catur.</p>



<p>Di banyak desa termasuk Saritani, imbuh Catur, perempuan merupakan pihak pertama yang merasakan dampak perubahan ekonomi. Ketika penghasilan melorot atau hasil panen gagal, mereka yang justru bergerak mencari solusi lebih dulu. Nah, menurut Catur, ketekunan perempuan inilah yang menjadi keunggulan tersendiri dalam budidaya kakao.</p>



<p>“<em>Kami sering menyebut mereka ‘ibu-ibu perkasa’,</em>” kata Catur sambil tertawa kecil. “<em>Mereka lebih telaten dan sabar, dua hal yang penting dalam merawat kakao. Buah kakao harus dibersihkan, dijemur, dan dipisahkan bijinya setiap hari. Laki-laki biasanya tidak sekuat dan setelaten itu.”</em></p>



<p>Selain itu, lokasi kebun kakao yang tidak terlalu jauh dari permukiman membuat perempuan lebih mudah mengelolanya. Mereka nggak perlu masuk jauh ke hutan. Banyak dari mereka yang bekerja bersama suami, anak, atau tetangga. Alhasil, aktivitas bertani kakao kini menjadi bagian dari rutinitas dan kehidupan sosial desa.</p>



<p>Perubahan ekonomi yang muncul pun terasa nyata. Catur mengatakan, pendapatan dari kakao hingga kiwari jauh lebih stabil dibandingkan jagung. Padahal, sebelum beralih ke tanaman kakao, jagung menjadi komoditas utama masyarakat, terutama di Desa Saritani.</p>



<p>“<em>Petani yang dulunya kesulitan kini bisa membeli kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, bahkan menabung untuk masa depan</em>,” tutur dia. “<em>Ketika harga kakao naik di pasar internasional, masyarakat Saritani benar-benar merasakan dampaknya. Mereka mulai menikmati hasil dari kerja keras sendiri.</em>”</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran penting perempuan</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://media.arkadia.me/v2/articles/ancillavinta/cVVSqiMbC7LT0jUT7KIXtowfeFvF0kGv.png" alt="Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memproses hasil panen Kakao(Dokumentasi pribadi)"/><figcaption class="wp-element-caption">Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memproses hasil panen Kakao(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>Peran perempuan di Desa Saritani kekinian tidak lagi berhenti di ranah domestik. Mereka mengambil keputusan. Mereka juga mengelola hasil, dan menjadi bagian penting dari rantai ekonomi desa. Suratinah, 63 tahun, salah satunya. Dia merupakan petani kakao yang menjadi contoh nyata transformasi perempuan di Desa Saritani.</p>



<p>“<em>Dulu hidup saya susah. (Saya) cuma bisa kerja jadi buruh, nggak punya modal, semua serba kurang. Tapi sejak menanam kakao, saya bisa panen tiap dua minggu. Hasilnya saya pakai buat beli beras, ayam, bahkan kirim uang sekolah anak di Jawa,</em>” ujar Suratinah saat diwawancarai, Sabtu (11/10/2026).</p>



<p>Suratinah menuturkan, keterlibatan perempuan di kebun kakao bukan hanya sebatas membantu. Mereka kini mampu mengelola seluruh proses produksi, mulai dari menanam, merawat, hingga menjual hasil panen.</p>



<p>“<em>Saya suka kerja, (tujuannya) biar bisa nyekolahin anak dan hidup lebih layak</em>,” ujar Suratinah. “<em>Sekarang kami sudah bisa mengatur waktu, kerja di kebun pagi sampai jam sebelas, lanjut lagi sore hari. Dulu, jangankan mikir sekolah, makan aja kadang susah.”</em></p>



<p>Rutinitas baru ini perlahan membentuk budaya baru di Saritani. Budaya kerja ini menempatkan perempuan sebagai pusaran aktivitas ekonomi di Desa Saritani. Dengan hasil panen 10 hingga 15 kilogram setiap dua pekan, mereka kini memiliki penghasilan rutin yang menopang kebutuhan keluarga.</p>



<p>“<em>Sekarang bukan cuma saya, tapi perempuan-perempuan lain juga sudah bisa beli beras dan ayam sendiri</em>,” kata Suratinah dengan bangga. “<em>Dulu kalau mau beli apa-apa harus pinjam uang. Sekarang nggak lagi.</em>”</p>



<p>Lebih jauh, ia berharap perempuan lain di desanya berani mengikuti jejak yang sama. “<em>Ayo bertani, menanam kakao secara berkala. Supaya hidup kita bisa agak enak</em>,” pesannya. “<em>Jangan takut mulai dari kecil, karena kalau telaten, hasilnya akan kelihatan.</em>”</p>



<p>Kisah perempuan Saritani membuktikan kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari tanah desa yang sederhana. Dari biji-biji kakao, kekinian mereka bukan hanya petani, tapi juga simbol ketekunan dan kemandirian yang membuat keluarga dan desa lebih sejahtera.</p>



<p>Sumber: https://yoursay.suara.com/news/2025/10/22/135952/tumbuh-bersama-kakao-cerita-inspiratif-perempuan-saritani-gorontalo-tanam-kemandirian</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/tumbuh-bersama-kakao-cerita-inspiratif-perempuan-saritani-gorontalo-tanam-kemandirian/">Tumbuh Bersama Kakao, Cerita Inspiratif Perempuan Saritani Gorontalo Tanam Kemandirian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Biji Kakao, Perempuan Saritani Menyemai Harapan Ekonomi Desa</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/dari-biji-kakao-perempuan-saritani-menyemai-harapan-ekonomi-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 22 Oct 2025 13:48:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Saritani]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17274</guid>

					<description><![CDATA[<p>(22/10/2025) Biji kakao menjadi saksi bisu perjuangan para petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Mereka menjadi roda penggerak ekonomi lokal melalui budidaya kakao yang lebih bernilai dan berkelanjutan. Dari jagung yang dinilai merusak lahan, mereka menuju kakao yang memberi manfaat jangka panjang. Catur Madira Harjoh, 56 tahun, pendamping masyarakat Desa Saritani, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari program kemitraan dengan&#160;Global Environmental Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Awalnya, imbuh Catur, ada keresahan terhadap lahan pertanian yang rusak akibat pola tanam jagung yang nir berkelanjutan. “Sistem pertanian jagung di wilayah itu cenderung mengabaikan konservasi tanah dan terlalu bergantung pada pupuk kimia. Kalau...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-biji-kakao-perempuan-saritani-menyemai-harapan-ekonomi-desa/">Dari Biji Kakao, Perempuan Saritani Menyemai Harapan Ekonomi Desa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58.png" alt="" class="wp-image-17275" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-58-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memisahkan biji kakao dari kulitnya usai panen.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(22/10/2025) <em>Biji <a href="https://www.suara.com/tag/kakao">kakao</a> menjadi saksi bisu perjuangan para petani <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> di <a href="https://www.suara.com/tag/desa-saritani">Desa Saritani</a>, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>. Mereka menjadi roda penggerak ekonomi lokal melalui budidaya kakao yang lebih bernilai dan berkelanjutan. Dari jagung yang dinilai merusak lahan, mereka menuju kakao yang memberi manfaat jangka panjang.</em></p>



<p>Catur Madira Harjoh, 56 tahun, pendamping masyarakat Desa Saritani, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari program kemitraan dengan&nbsp;<em>Global Environmental Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia</em>. Awalnya, imbuh Catur, ada keresahan terhadap lahan pertanian yang rusak akibat pola tanam jagung yang nir berkelanjutan.</p>



<p>“<em>Sistem pertanian jagung di wilayah itu cenderung mengabaikan konservasi tanah dan terlalu bergantung pada pupuk kimia. Kalau berkunjung ke sana, pemandangannya ekstrem,</em>” ujar Catur ketika diwawancarai, Selasa (7/10/2025).</p>



<p>Catur mengisahkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Saritani di masa silam. Kendati pemerintah menyediakan bibit, benih, dan pupuk untuk komoditas jagung, praktik bertani di daerah ini malah acapkali merugikan petani kecil. Banyak lahan yang tidak cocok tetap ditanami jagung, bahkan di lereng-lereng ekstrem.</p>



<p>“<em>Nggak cuma itu, kondisi tersebut juga membuat petani terjerat tengkulak dan hasil panennya tak mampu meningkatkan kesejahteraan. Alhasil, hanya yang tuan tanah yang menikmati ekonomi dari jagung tersebut,</em>” tegas Catur.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/22/76955-petani-perempuan-desa-saritani.jpg" alt="Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memisahkan biji kakao dari kulitnya usai panen.(Dokumentasi pribadi)"/><figcaption class="wp-element-caption">Sejumlah petani perempuan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, memisahkan biji kakao dari kulitnya usai panen.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>Ia menambahkan bahwa tak heran bila Gorontalo termasuk salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Menurut Catur, pengolahan tanah pada masa itu dilakukan secara ugal-ugalan demi mengejar hasil panen cepat. Tapi faktanya, terang Catur, hasil dari pertanian tersebut bukannya malah meroket, melainkan terus melorot.</p>



<p>Melihat kondisi tersebut, Catur bersama tim mulai mengenalkan alternatif tanaman yang lebih ramah lingkungan. Nggak cuma itu, nilai ekonomi tanaman alternatif pun cukup tinggi. Tanaman tersebut yakni kakao. Inisiatif ini memantik sambutan positif dari kelompok perempuan di Saritani.</p>



<p>Ya, selama ini, kelompok perempuan di Saritani berperan sebagai pendamping suami di ladang. Namun, melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, mereka belajar mengelola kebun kakao secara mandiri, dari penanaman hingga pengolahan pascapanen. Program ini juga mengajarkan praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus berorientasi ekonomi.</p>



<p>Menurut Catur, sebagian besar petani perempuan di Saritani hadir sebagai tulang punggung keluarga. Biasanya, kondisi tersebut gara-gara sang suami sudah tidak produktif atau telah bekerja di tempat lain. Nah, menurut Catur, tanaman kakao cocok berada di tangan para perempuan tersebut yang dinilai cenderung lebih tekun serta telaten,</p>



<p>“<em>Kita memahami bahwa tanaman kakao memang membutuhkan perawatan rutin dan ketelatenan. Hal ini berbeda jauh dengan jagung yang monokultur dan cepat panen. Kakao mendorong kehadiran gaya hidup perempuan yang cenderung lebih tekun dan telaten,</em>” ujar Catur.</p>



<p>Titik terang pun terlihat. Nadi perekonomian mulai berdenyut setelah panen pertama tiba. Dengan luas lahan rerata 1 hingga 1,5 hektare, pendapatan mereka mulai meningkat signifikan. Apalagi, kondisi tersebut semakin menjadi-jadi ketika harga kakao di pasar internasional meroket.</p>



<p>Menurut Catur, masyarakat yang dulunya terjerat belenggu ekonomi, kiwari bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, membeli kendaraan, bahkan menyekolahkan anak-anaknya. Ia berharap program ini terus berlanjut agar manfaat ekonomi dari kakao dapat dinikmati secara berkelanjutan. “<em>Kami ingin masyarakat menikmati hasil pertanian mereka sendiri.</em>”</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Perubahan Suratinah</strong></h3>



<p>Suratinah, 63 tahun, merasakan perubahan besar dalam hidupnya usai berkenalan dengan kakao. Dulu, hidup salah seorang petani perempuan di Desa Saritani tersebut, mengalami kesulitan ekonomi. Namun, titik balik terjadi ketika dia dan beberapa perempuan di Desa Saritani diperkenalkan dan mulai menanam kakao.</p>



<p>“<em>Saya dulu hanyalah buruh. Saat itu, saya belum bisa bertani, bahkan nggak punya modal. Hidup saya dulu sengsara, hingga akhirnya saya diperkenalkan dengan tanaman kakao,</em>” ujar Suratinah saat diwawancarai, Sabtu (11/10/2025).</p>



<p>Dia pun menerawang. Suratinah mengingat ketika itu Catur dan rekannya menyarankan warga untuk beralih dari jagung lalu menanam kakao. Sejak saat itu, denyut perekonomian mulai berdetak. Panen dilakukan dua pekan sekali. Hasilnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga serta biaya sekolah anak-anak.</p>



<p>“<em>Setiap dua minggu, saya bisa memanen sekitar 10 hingga 15 kilogram kakao. Dulu harganya bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Tapi sekarang (harganya) turun menjadi Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Meski harga turun naik, kakao tetap jadi sumber penghasilan keluarga</em>,” ujar Suratinah.</p>



<p>Hebatnya. dari hasil kebun itu, Suratinah kini mampu menyekolahkan anaknya hingga ke Pulau Jawa. Ia juga menekankan keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada dirinya, melainkan perempuan lain di desa. Pendapatan dari kakao memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung pada orang lain.</p>



<p>“<em>Sekarang sudah agak mendingan. Kalau dulu, harus pinjam-pinjam uang sama orang,</em>” jelas Suratinah.</p>



<p>Kekinian, budidaya kakao telah mengubah wajah ekonomi perempuan di Desa Saritani. Dari buruh tani yang hidup pas-pasan, mereka menjelma menjadi pelaku utama ekonomi desa. Kakao bukan lagi sekadar tanaman. Kakao menjadi jalan menuju kemandirian, stabilitas, dan kesejahteraan.</p>



<p>Sumber: http://yoursay.suara.com/news/2025/10/22/134853/dari-biji-kakao-perempuan-saritani-menyemai-harapan-ekonomi-desa</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-biji-kakao-perempuan-saritani-menyemai-harapan-ekonomi-desa/">Dari Biji Kakao, Perempuan Saritani Menyemai Harapan Ekonomi Desa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Ekspor UMKM Melalui Model Bisnis Waralaba dan Toko Unggulan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/perkuat-ekspor-umkm-melalui-model-bisnis-waralaba-dan-toko-unggulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 17 Oct 2025 10:44:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ICE BSD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Trade Expo Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17271</guid>

					<description><![CDATA[<p>(17/10/2025) Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) terus memperkuat upaya peningkatan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan model bisnis waralaba (franchise) dan toko unggulan (flagship store). Kedua skema ini diharapkan&#160; mampumemperluas jangkauan pasar produk UMKM Indonesia di Eropa, khususnya di Belanda yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan tersebut. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal PEN Fajarini Puntodewi saat membuka seminar “Facilitating Indonesian SME Export Through Franchisesand Flagship Stores in the Netherlands” padaTrade Expo Indonesia ke-40 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (16/10). ”Belanda memiliki posisi...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perkuat-ekspor-umkm-melalui-model-bisnis-waralaba-dan-toko-unggulan/">Perkuat Ekspor UMKM Melalui Model Bisnis Waralaba dan Toko Unggulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="533" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57.png" alt="" class="wp-image-17272" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57.png 800w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-600x400.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-57-10x7.png 10w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em><strong>Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara eksportir dengan buyer di pagelaran Trade Expo Indonesia ke-40, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (15/10/2025). (Foto Kemendag/Niaga.Asia)</strong></em><br></figcaption></figure>



<p>(17/10/2025) Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) terus memperkuat upaya peningkatan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan model bisnis waralaba (franchise) dan toko unggulan (flagship store).</p>



<p>Kedua skema ini diharapkan&nbsp; mampumemperluas jangkauan pasar produk UMKM Indonesia di Eropa, khususnya di Belanda yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan tersebut.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal PEN Fajarini Puntodewi saat membuka seminar “Facilitating Indonesian SME Export Through Franchisesand Flagship Stores in the Netherlands” padaTrade Expo Indonesia ke-40 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (16/10).</p>



<p>”Belanda memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang bagi produk Indonesia menuju masyarakat Eropa. Selain memiliki hubungan historis yang panjang dengan Indonesia, Belanda juga dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik dunia. Dengan demikian, perluasan kehadiran UMKM Indonesia di Belanda melalui skema waralaba dan toko unggulan merupakan langkah yang tidak hanya realistis, tetapi juga strategis,” ujar Puntodewi.</p>



<p>Puntodewi menjelaskan, konsep waralaba dan toko unggulan dapat menjadi solusi efektif bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar internasional tanpa harus menanggung biaya ekspansi penuh secara mandiri.</p>



<p>Melalui skema waralaba, pelaku UMKM dapat menstandarkan kualitas produk dan membangun merek global dengan lebih cepat. Sementara itu, toko unggulan berfungsi sebagai etalase utama yang menampilkan citra dan keunikan produk Indonesia secara langsung kepada masyarakat Eropa.</p>



<p>Puntodewi menambahkan, upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi membangun penjenamaan negara (nation branding) bagi produk Indonesia yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan identitas dan budaya bangsa.</p>



<p>“Produk yang kuat secara budaya akan lebih mudah diterima dan dihargai oleh masyarakat dunia. Oleh karena itu, kualitas, keunikan, dan nilai budaya merupakan bagian yangtak terpisahkan dari strategi ekspor kita,”lanjutPuntodewi.</p>



<p>Melalui seminar ini, Puntodewi berharap pelaku UMKM dapat memperoleh wawasan, memperluas jejaring bisnis, serta menjalin peluang kerja sama guna memperluas jangkauan produk ke pasar Belanda. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan seminar tersebut sebaik mungkin sebagai ajang membangun jaringan (networking) dan kolaborasi.</p>



<p>Seminar yang diikuti 110 peserta ini menghadirkan berbagai narasumber yang meliputi Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO) Sarirasa Nusantaraatau Sate Khas Senayan Benny Hadisurjo, Direktur Sarirasa Europe BV Felix Ang, Direktur Utama InterAromat BV Suryo Tutuko, serta Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit.</p>



<p>Bertindak sebagai moderator seminar yaitu Koordinator Nasional Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Sidi Rana Menggala. Turut memberikan sambutan Atase Perdagangan RI Den Haag Annisa Hapsari dan Kepala Perwakilan Netherlands Business Support Office (NBSO) Indonesia Mario Lauw .</p>



<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan NBSO Indonesia Mario Lauw menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara dan memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor.</p>



<p>“Kita hadir di sini untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Semoga pertemuan hari ini dapat membuka wawasan dan melahirkan kerja sama baru,” ujar Mario.</p>



<p>Sumber: https://www.niaga.asia/perkuat-ekspor-umkm-melalui-model-bisnis-waralaba-dan-toko-unggulan/</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perkuat-ekspor-umkm-melalui-model-bisnis-waralaba-dan-toko-unggulan/">Perkuat Ekspor UMKM Melalui Model Bisnis Waralaba dan Toko Unggulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Penerima Hibah Jadi Pelaku Pasar, Cerita Berdaya Komunitas di TEI 2025</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/dari-penerima-hibah-jadi-pelaku-pasar-cerita-berdaya-komunitas-di-tei-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 15 Oct 2025 10:02:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukumba]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Mitra]]></category>
		<category><![CDATA[Trade Expo Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17268</guid>

					<description><![CDATA[<p>(15/10/2025) Trade Expo Indonesia&#160;2025 digelar di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, mulai 15 hingga 19 Oktober 2025. Dalam&#160;event&#160;ini,&#160;Global Environmental Facility Small Grants Programme&#160;(GEF SGP) Indonesia menampilkan ragam produk lokal yang diproduksi oleh komunitas dan masyarakat setempat. Dari&#160;penerima hibah&#160;menjadi&#160;pelaku pasar. Pesan ini pantas disematkan melalui pameran GEF SGP Indonesia di&#160;TEI&#160;2025. Lewat&#160;event&#160;yang dihelat oleh Kementerian Perdagangan tersebut, mereka menampilkan produk lokal dan menegaskan peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam ekonomi konservasi berkelanjutan. Sidi Rana Menggala, salah satu koordinator GEF SGP Indonesia, menjelaskan model pengembangan masyarakat memang memiliki pola yang cukup jelas. Mulai dari mengidentifikasi masalah, mendapatkan hibah, melaksanakan proyek, hingga melaporkan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-penerima-hibah-jadi-pelaku-pasar-cerita-berdaya-komunitas-di-tei-2025/">Dari Penerima Hibah Jadi Pelaku Pasar, Cerita Berdaya Komunitas di TEI 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56.png" alt="" class="wp-image-17269" style="width:840px;height:auto" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-56-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Booth GEF SGP di Pameran Trade Expo Indonesia 2025.(Dokumentasi Pribadi)</figcaption></figure>



<p>(15/10/2025) <a href="https://www.suara.com/tag/trade-expo-indonesia">Trade Expo Indonesia</a>&nbsp;2025 digelar di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, mulai 15 hingga 19 Oktober 2025. Dalam&nbsp;<em>event</em>&nbsp;ini,&nbsp;<em>Global Environmental Facility Small Grants Programme</em>&nbsp;(GEF SGP) Indonesia menampilkan ragam produk lokal yang diproduksi oleh komunitas dan masyarakat setempat.</p>



<p>Dari&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/penerima-hibah">penerima hibah</a>&nbsp;menjadi&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/pelaku-pasar">pelaku pasar</a>. Pesan ini pantas disematkan melalui pameran GEF SGP Indonesia di&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/tei">TEI</a>&nbsp;2025. Lewat&nbsp;<em>event</em>&nbsp;yang dihelat oleh Kementerian Perdagangan tersebut, mereka menampilkan produk lokal dan menegaskan peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam ekonomi konservasi berkelanjutan.</p>



<p>Sidi Rana Menggala, salah satu koordinator GEF SGP Indonesia, menjelaskan model pengembangan masyarakat memang memiliki pola yang cukup jelas. Mulai dari mengidentifikasi masalah, mendapatkan hibah, melaksanakan proyek, hingga melaporkan hasilnya. Tapi ada satu hal yang mengganjal.</p>



<p>“Tak dapat dipungkiri, model ini memang telah mendorong berbagai pekerjaan luar biasa yang dihasilkan dari setiap wilayah mitra. Kendati demikian, sering kali meninggalkan satu pertanyaan penting yang belum terjawab: Apa yang terjadi ketika dana hibah berakhir?” ujar Sidi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).</p>



<p>Tentunya, pertanyaan ini cukup menantang. Ada jawaban yang lebih berkelanjutan menanti. Nah, jawaban itulah yang dibawa ke panggung nasional TEI. Ya, pameran bukan sembarang pameran. Melalui&nbsp;<em>event</em>&nbsp;itu, GEF SGP Indonesia mau menggeser peran penyandang dana tradisional menjadi pembuat pasar yang proaktif.</p>



<p>Trade Expo Indonesia (TEI), merupakan ajang perdagangan dan investasi nasional yang menjadi tempat pertemuan antara pelaku usaha dan pembeli internasional. Sidi mengatakan pihaknya tidak cuma menampilkan laporan dan foto, melainkan produk nyata, layak investasi, dan siap dipasarkan dari komunitas yang mereka dampingi.</p>



<p>“Kita di dunia di mana konsumen dan pembeli B2B kian menuntut transparansi dan tujuan jelas. Nah, cerita di balik produk menjadi nilai terbesarnya. Di TEI, kami tidak hanya menjual madu; kami menampilkan hubungan erat kami dengan petani kopi dan keterkaitan mereka dengan habitat alami,” kata Sidi.</p>



<p>Menurut dia, hubungan antarrelasi manusia menciptakan dampak yang sangat kuat. Salah satunya adalah pemberdayaan komunitas. Pihaknya membawa kisah-kisah komunitas di daerah ke panggung nasional untuk memberikan pengakuan atas kerja kerasnya mereka selama ini.</p>



<p>“Kami ingin menyampaikan pesan kepada para mitra komunitas, bahwa mereka bukan penerima bantuan; mereka adalah inovator, pengusaha, dan penjaga modal alam bangsa kita,” terang Sidi.</p>



<p>Tidak bisa dipungkiri, perjalanan dari proyek berbasis komunitas hingga ke panggung nasional bukanlah jalan sunyi. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dengan mitra berpikiran maju, mulai dari sektor swasta, pemerintah hingga lembaga keuangan.</p>



<p>“Kami mencari mitra yang melihat apa yang kami lihat: bahwa berinvestasi dalam usaha berbasis komunitas bukan sekadar CSR, melainkan investasi strategis dalam rantai pasok yang lebih stabil, berkelanjutan, dan adil bagi Indonesia,” tutup Sidi.</p>



<p>Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 ke-40 pada 15-19 Oktober 2025 dengan mengusung tema &#8220;<em>Discover Indonesia&#8217;s Excellence: Trade Beyond Boundaries</em>&#8220;. Ajang yang digelar di ICE BSD City ini menjadi tempat bertemu para eksportir dan importir untuk dapat bertransaksi hingga menarik investasi.</p>



<p>Sumber: https://yoursay.suara.com/news/2025/10/15/100254/dari-penerima-hibah-jadi-pelaku-pasar-cerita-berdaya-komunitas-di-tei-2025</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dari-penerima-hibah-jadi-pelaku-pasar-cerita-berdaya-komunitas-di-tei-2025/">Dari Penerima Hibah Jadi Pelaku Pasar, Cerita Berdaya Komunitas di TEI 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/agroforestri-tenun-sampai-rumput-laut-cara-komunitas-di-desa-bangun-ekonomi-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 01 Oct 2025 09:43:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi hijau]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17234</guid>

					<description><![CDATA[<p>(1/10/2025) Siapa bilang jaga alam itu cuma soal larangan tebang pohon atau stop aktivitas di laut? Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru. Serius, kerjaan-kerjaan ini nggak cuma kasih penghasilan tapi juga bikin lingkungan makin sehat. Kuncinya ada di satu rumus simpel: konservasi + pemberdayaan masyarakat = ekonomi&#160;hijau&#160;yang kuat. Dan ini udah terbukti nyata, karena ratusan kerjaan hijau tercipta di empat wilayah bentang alam Indonesia. Program ini digagas lewat&#160;Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia&#160;Fase ke-7, yaitu program pendanaan berbasis komunitas. Nggak cuma fokus jaga ekosistem, tapi juga bikin pintu rezeki baru...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/agroforestri-tenun-sampai-rumput-laut-cara-komunitas-di-desa-bangun-ekonomi-hijau/">Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="745" height="489" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53.png" alt="" class="wp-image-17235" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53.png 745w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53-300x197.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53-600x394.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-53-10x7.png 10w" sizes="auto, (max-width: 745px) 100vw, 745px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah satu petani rumput laut, pekerjaan yang tercipta dari inisiasi berbasis komunitas.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(1/10/2025) Siapa bilang jaga alam itu cuma soal larangan tebang pohon atau stop aktivitas di laut? Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru. Serius, kerjaan-kerjaan ini nggak cuma kasih penghasilan tapi juga bikin <a href="https://www.guideku.com/tag/lingkungan">lingkungan</a> makin sehat.</p>



<p>Kuncinya ada di satu rumus simpel: konservasi + pemberdayaan masyarakat = ekonomi&nbsp;<a href="https://www.guideku.com/tag/hijau">hijau</a>&nbsp;yang kuat. Dan ini udah terbukti nyata, karena ratusan kerjaan hijau tercipta di empat wilayah bentang alam Indonesia.</p>



<p>Program ini digagas lewat&nbsp;<em>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia</em>&nbsp;Fase ke-7, yaitu program pendanaan berbasis komunitas. Nggak cuma fokus jaga ekosistem, tapi juga bikin pintu rezeki baru buat warga lokal.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, bilang kalau program&nbsp;<em>“Bentang Alam”</em>&nbsp;ini udah nyatat pencapaian keren banget: ada lebih dari 103 jenis pekerjaan hijau dan usaha komunitas yang terbentuk atau makin kuat di empat bentang alam utama Indonesia.</p>



<p><em>“Ini bukan sekadar angka, melainkan kisah nyata tentang orang-orang yang membangun mata pencaharian berkelanjutan yang berakar pada konservasi lingkungan mereka,”</em>&nbsp;ujar Sidi dalam pernyataannya, Selasa (23/9/2025).</p>



<p>Artinya, tiap angka punya cerita warga desa yang berhasil nyambungin antara alam yang lestari dan dapur yang tetap ngebul. Dari sawah, hutan, sampai pesisir, mereka sekarang bukan cuma jadi penjaga alam, tapi juga pelaku ekonomi yang punya daya.</p>



<p><strong>Agroforestri: Dari Sawah ke Produk Bernilai Tinggi</strong></p>



<p>Pertanian berkelanjutan jadi mesin utama lahirnya kerjaan hijau. Kalau dulu petani cuma andalin pola tanam biasa, sekarang mereka pelan-pelan pindah ke sistem agroforestri dan bikin produk bernilai tambah.</p>



<p>Mulai dari gula semut, lada, sampai kopi, semua itu melahirkan kerjaan baru: ada koperasi tani, petani organik, operator persemaian bibit, sampai produsen lokal yang siap masuk pasar. Contohnya bisa dilihat di masyarakat sekitar DAS Balantieng, Sulawesi Selatan.</p>



<p>Di sana, BUMDes Tumarila (Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba) bikin banyak usaha: produksi keripik, gula semut, bubuk lada, sampai pakan ternak. Jadi hasil tani nggak berhenti di panen, tapi lanjut ke pengolahan dan pemasaran. Efeknya? Ekonomi naik, lahan tetap aman.</p>



<p><strong>Kreativitas Lokal: Tradisi Ketemu Pasar</strong></p>



<p>Industri kreatif juga nggak mau ketinggalan. Warga mulai manfaatin hasil hutan nonkayu jadi produk keren bernilai tinggi. Tujuannya? Biar bisa bikin kerajinan dan fesyen yang ramah lingkungan.</p>



<p>Kerjaan baru pun lahir: perajin ecoprint, penenun pandan, perajin lontar, sampai desainer busana berbahan alami. Contoh nyata ada di Sabu Raijua, di mana kelompok kayak Bapalok dan PMPB kembangin usaha tenun pandan dan lontar. Mereka gabungin kearifan lokal dengan inovasi, jadinya tenun bisa bersaing di pasar modern.</p>



<p>Bahkan dari pohon lontar aja bisa keluar banyak produk, kayak sopi (minuman tradisional) dan pemanis alami. Kreativitas ini bikin tradisi tetap hidup sekaligus jadi sumber cuan berkelanjutan.</p>



<p><strong>Ekonomi Biru: Laut Lestari, Dompet Terisi</strong></p>



<p>Di daerah pesisir, warga nemuin cara biar bisa jaga laut sambil tetap hidup sejahtera. Caranya lewat budidaya&nbsp;<a href="https://www.guideku.com/tag/rumput-laut">rumput laut</a>, persemaian mangrove, dan produk perikanan berkelanjutan. Semua ini bikin kerjaan hijau baru sekaligus menciptakan rantai ekonomi biru yang menguntungkan.</p>



<p><em>“Jenis pekerjaan yang tercipta, yakni petani &amp; pengolah rumput laut, pengelola persemaian mangrove, pengolah produk perikanan berkelanjutan, penjaga laut berbasis komunitas,”</em>&nbsp;kata Sidi.</p>



<p>Contohnya ada Komunitas IMAN dan SEACREST INDONESIA. Mereka libatin banyak perempuan buat ambil peran utama. Bukan cuma nanem dan panen, tapi juga ngolah rumput laut jadi produk bernilai jual.</p>



<p>Lebih kerennya lagi, para perempuan ini juga jadi garda depan penjaga laut. Jadi bukan hanya tulang punggung keluarga, tapi juga penjaga ekosistem pesisir.</p>



<p><strong>Rantai Nilai yang Nggak Putus</strong></p>



<p><em>“Keberhasilan GEF SGP Indonesia Fase 7 ini menunjukkan bahwa, selain menciptakan&nbsp;<a href="https://www.guideku.com/tag/lapangan-kerja">lapangan kerja</a>, kita juga membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari pembibitan dan budidaya, hingga pengolahan, branding, dan pemasaran,”</em>&nbsp;kata Sidi.</p>



<p>Menurut Sidi, model pembangunan berbasis masyarakat ini bisa jadi blueprint kuat buat bangun ekonomi yang bukan cuma sejahtera, tapi juga adil dan nyatu sama alam.</p>



<p>Intinya, keberlanjutan itu bukan jargon kosong. Ini tumbuh dari sistem yang inklusif, di mana petani, perajin, sampai nelayan semua punya peran nyata buat jaga lingkungan sambil ngejaga ekonomi keluarga. Rantai nilai yang terbentuk bikin masyarakat makin berdaya, alam pun tetap terjaga.</p>



<p>Sumber: https://www.guideku.com/news/2025/10/01/094356/agroforestri-tenun-sampai-rumput-laut-cara-komunitas-di-desa-bangun-ekonomi-hijau</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/agroforestri-tenun-sampai-rumput-laut-cara-komunitas-di-desa-bangun-ekonomi-hijau/">Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga Pesisir</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/cerita-103-lebih-lapangan-kerja-hijau-tercipta-dari-desa-hingga-pesisir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 28 Sep 2025 00:14:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17228</guid>

					<description><![CDATA[<p>(28/9/2025) Siapa bilang menjaga alam hanya soal larangan menebang pohon atau membatasi aktivitas laut? Nah, di beberapa desa di Indonesia, justru dari upaya konservasi lahir ratusan peluang kerja baru. Yang pasti, lapangan kerja ini berkontribusi kepada pelestarian dan pemulihan lingkungan. Ya, pembangunan berkelanjutan memang mustahil lepas dari rumus sederhana tapi kuat, yakni konservasi lingkungan ditambah pemberdayaan masyarakat sama dengan ekonomi hijau yang tangguh. Rumus ini berbukti. Ratusan lapangan kerja hijau lahir di empat bentang alam yang berbeda. Inisiatif ini diciptakan melalui program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase ke-7, program pendanaan berbasis komunitas. Tentunya bukan cuma melindungi ekosistem, inisiatif ini juga membuka...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/cerita-103-lebih-lapangan-kerja-hijau-tercipta-dari-desa-hingga-pesisir/">Cerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52.png" alt="" class="wp-image-17231" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-52-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah satu petani rumput laut, pekerjaan yang tercipta dari inisiasi berbasis komunitas.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(28/9/2025) Siapa bilang menjaga alam hanya soal larangan menebang pohon atau membatasi aktivitas laut? Nah, di beberapa desa di Indonesia, justru dari upaya <a href="https://www.suara.com/tag/konservasi">konservasi</a> lahir ratusan peluang kerja baru. Yang pasti, <a href="https://www.suara.com/tag/lapangan-kerja">lapangan kerja</a> ini berkontribusi kepada pelestarian dan pemulihan lingkungan.</p>



<p>Ya, pembangunan berkelanjutan memang mustahil lepas dari rumus sederhana tapi kuat, yakni konservasi lingkungan ditambah pemberdayaan masyarakat sama dengan ekonomi <a href="https://www.suara.com/tag/hijau">hijau</a> yang tangguh. Rumus ini berbukti. Ratusan lapangan kerja hijau lahir di empat bentang alam yang berbeda.</p>



<p>Inisiatif ini diciptakan melalui program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase ke-7, program pendanaan berbasis komunitas. Tentunya bukan cuma melindungi ekosistem, inisiatif ini juga membuka jalan bagi tumbuhnya peluang ekonomi baru di tingkat lokal.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala memaparkan data dari program “Bentang Alam” ini mencatat pencapaian luar biasa. Data itu mencatat lebih dari 103 jenis pekerjaan hijau dan usaha komunitas berhasil dibentuk atau diperkuat di empat bentang alam utama di Indonesia.</p>



<p>“Ini bukan sekadar angka, melainkan kisah nyata tentang orang-orang yang membangun mata pencaharian berkelanjutan yang berakar pada konservasi lingkungan mereka,” ujar Sidi dalam pernyataannya, Selasa (23/9/2025).</p>



<p>Setiap angka memang menyimpan kisah nyata tentang warga desa yang berhasil menghubungkan kelestarian alam dengan sumber penghidupan mereka. Dari lahan pertanian, hutan, hingga pesisir, masyarakat kini nggak cuma menjadi penjaga lingkungan, tapi juga pelaku ekonomi yang berdaya.</p>



<p><strong>Agroforestri: Dari Lahan ke Nilai Tambah</strong></p>



<p>Pertanian berkelanjutan menjadi mesin utama yang menggerakkan penciptaan lapangan kerja hijau. Biasanya, petani hanya mengandalkan pola tanam yang tradisional. Kekinian, mereka mulai berangsur beralih pada sistem agroforestri dan produksi bernilai tambah.</p>



<p>Dari gula semut, lada, hingga kopi, semua produk tersebut menciptakan jenis pekerjaan baru, yakni koperasi tani, spesialis pertanian organik, operator persemaian bibit, hingga produsen lokal yang berorientasi pasar. Salah satu studi kasus dialami masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng, Sulawesi Selatan.</p>



<p>Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumarila di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yang menjadi bagian dari ekosistem DAS Balantieng, melahirkan beragam usaha baru. Mulai dari produksi keripik, pembuatan gula semut, bubuk lada, hingga pakan ternak berbahan pelet.</p>



<p>Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi berhenti pada panen, melainkan bisa berlanjut ke pengolahan dan pemasaran yang menambah nilai ekonomi. Dengan cara ini, kesejahteraan meningkat, namun kelestarian lahan tetap terjaga.</p>



<p><strong>Kreativitas Lokal Menyambung Tradisi dan Pasar</strong></p>



<p>Industri kreatif ternyata enggan ketinggalan untuk melahirkan peluang lapangan kerja hijau. Dalam inisiasi tersebut, warga memanfaatkan hasil hutan nonkayu menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Selain motif ekonomi, tujuannya tak lain untuk menciptakan kerajinan tangan dan produk fesyen yang berkelanjutan.</p>



<p>Jenis pekerjaan baru pun mulai bermunculan dalam inisiasi warga tersebut. Sebut saja, munculnya para perajin ecoprint, penenun pandan, perajin lontar, hingga desainer busana yang tentunya mengutamakan bahan alami dan berpegang teguh pada prinsip berkelanjutan.</p>



<p>Di Sabu Raijua, misalnya, kelompok masyarakat seperti Bapalok dan PMPB mengembangkan usaha tenun pandan dan lontar. Lebih dari sekadar menjaga tradisi, mereka memadukan kearifan lokal dengan inovasi sehingga produk tenun mampu bersaing di pasar modern.</p>



<p>Bahkan, dari pohon lontar lahir beragam produk baru seperti sopi (minuman tradisional) dan pemanis alami. Kreativitas ini menjadi jembatan antara tradisi dan pasar, menjadikan budaya lokal sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.</p>



<p><strong>Ekonomi Biru dari Laut yang Terjaga</strong></p>



<p>Di bentang alam pesisir, masyarakat menemukan cara menjaga laut sambil menghidupi keluarga. Prinsip keberlanjutan diterapkan lewat budidaya rumput laut, pengelolaan persemaian mangrove, hingga pengolahan produk perikanan berkelanjutan. Semua ini membuka peluang kerja <a href="https://www.suara.com/tag/hijau">hijau</a> sekaligus menciptakan rantai ekonomi biru yang menguntungkan.</p>



<p>“Jenis pekerjaan yang tercipta, yakni petani &amp; pengolah rumput laut, pengelola persemaian mangrove, pengolah produk perikanan berkelanjutan, penjaga laut berbasis komunitas,” kata Sidi.</p>



<p>Komunitas IMAN dan SEACREST INDONESIA, misalnya. Mereka memberdayakan kelompok perempuan untuk mengambil peran utama. Tidak cuma menanam dan memanen, kelompok perempuan tersebut juga mengolah rumput laut menjadi produk bernilai jual.</p>



<p>Lebih jauh, mereka juga dilibatkan sebagai penjaga sumber daya laut. Dengan cara ini, perempuan bukan hanya menjadi penopang ekonomi rumah tangga, tetapi juga garda depan <a href="https://www.suara.com/tag/konservasi">konservasi</a> pesisir.</p>



<p><strong>Rantai Nilai yang Menguatkan Komunitas</strong></p>



<p>“Keberhasilan GEF SGP Indonesia Fase 7 ini menunjukkan bahwa, selain menciptakan <a href="https://www.suara.com/tag/lapangan-kerja">lapangan kerja</a>, kita juga membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari pembibitan dan budidaya, hingga pengolahan, branding, dan pemasaran,” kata Sidi.</p>



<p>Menurut Sidi, pendekatan yang berpusat pada masyarakat ini menjadi cetak biru yang kuat untuk membangun ekonomi yang tidak hanya sejahtera, tetapi juga inklusif dan selaras dengan alam.</p>



<p>Model ini memperlihatkan, keberlanjutan bukan sekadar jargon belaka. Ia tumbuh dari sistem yang inklusif, di mana setiap individu, mulai dari petani, perajin, hingga nelayan, memiliki peran nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.</p>



<p>Rantai nilai yang terbangun memastikan masyarakat tetap berdaya, sementara alam tetap terjaga.(*)</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/09/28/001440/cerita-103-lebih-lapangan-kerja-hijau-tercipta-dari-desa-hingga-pesisir?page=2</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/cerita-103-lebih-lapangan-kerja-hijau-tercipta-dari-desa-hingga-pesisir/">Cerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>