<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanam Mangrove Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/tag/tanam-mangrove/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/tanam-mangrove/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Wed, 05 Nov 2025 06:59:33 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Tanam Mangrove Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/tanam-mangrove/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GEF SGP Indonesia Inisiasi Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Sabu Raijua</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-inisiasi-penanaman-1-000-bibit-mangrove-di-sabu-raijua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 26 Jul 2025 22:11:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17098</guid>

					<description><![CDATA[<p>(26/7/2025) GEF SGP Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2025, menyambut Hari Mangrove Sedunia (26/7/2025), dan menuju HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, dan didukung penuh oleh Sekretaris Daerah, Danramil, perangkat daerah, pelajar, guru, serta para pemerhati lingkungan. Aksi kolaboratif ini menjadi bentuk nyata komitmen daerah dalam melestarikan ekosistem pesisir dan menghadapi dampak perubahan iklim global. Mangrove terbukti memiliki peran ekologis...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-inisiasi-penanaman-1-000-bibit-mangrove-di-sabu-raijua/">GEF SGP Indonesia Inisiasi Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Sabu Raijua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="860" height="484" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19.png" alt="" class="wp-image-17099" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19.png 860w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-600x338.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-19-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 860px) 100vw, 860px" /><figcaption class="wp-element-caption">Momen penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). (Foto: Dok. PKP Setda Kabupaten Sabu Raijua)</figcaption></figure>



<p>(26/7/2025) GEF SGP Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit <a href="https://ipol.id/2025/02/komunitas-mangrove-jakarta-tanam-100-mangrove-lagi-di-pik/">mangrove</a> di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).</p>



<p>Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2025, menyambut Hari Mangrove Sedunia (26/7/2025), dan menuju HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, dan didukung penuh oleh Sekretaris Daerah, Danramil, perangkat daerah, pelajar, guru, serta para pemerhati lingkungan.</p>



<p>Aksi kolaboratif ini menjadi bentuk nyata komitmen daerah dalam melestarikan ekosistem pesisir dan menghadapi dampak perubahan iklim global. <a href="https://ipol.id/2024/12/malam-final-pemilihan-duta-mangrove-indonesia-2025/">Mangrove</a> terbukti memiliki peran ekologis penting, mulai dari menahan abrasi, melindungi garis pantai dari gelombang laut, hingga menyerap emisi karbon secara signifikan.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ir. Thobias Uly, M.Si, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi lintas sektor yang berhasil diwujudkan dalam kegiatan ini.</p>



<p>“Ini bukan sekadar seremoni, tapi sebuah langkah kolektif untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ungkap Thobias Uly.</p>



<p>Ia juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan bagi generasi muda. Sebanyak 1.000 anakan <a href="https://ipol.id/2024/10/komunitas-mangrove-jakarta-bersama-repsol-indonesia-tanam-1-000-mangrove/">mangrove</a> jenis Rhizophora Mucronata disiapkan untuk menghijaukan pesisir Pulau Sabu. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekologis daerah dan memperluas kawasan hutan mangrove yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat pesisir dan keseimbangan ekosistem laut.</p>



<p>Pemkab Sabu Raijua mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan, sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi dan membangun masa depan yang berkelanjutan. (<a href="https://www.youtube.com/@ipolpodcast">Vinolla</a>)</p>



<p>Sumber: https://ipol.id/2025/07/gef-sgp-indonesia-inisiasi-penanaman-1-000-bibit-mangrove-di-sabu-raijua/#google_vignette</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-inisiasi-penanaman-1-000-bibit-mangrove-di-sabu-raijua/">GEF SGP Indonesia Inisiasi Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Sabu Raijua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dihantam Krisis Iklim, Pulau-pulau Kecil di Sabu Raijua Butuh Inovasi dan Solusi Berkelanjutan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/dihantam-krisis-iklim-pulau-pulau-kecil-di-sabu-raijua-butuh-inovasi-dan-solusi-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 26 Jul 2025 07:49:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lontar]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17109</guid>

					<description><![CDATA[<p>(26/7/2025) Perubahan iklim bukan lagi sekadar omon-omon belaka. Pulau Sabu dan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, sudah merasakan kenyataan pahit itu. Sebut saja, pola hujan tak menentu, kekeringan berkepanjangan, dan ancaman bencana, kerap menimpa warga. Mereka yang menggantungkan hidup pada pertanian dan laut berada di bawah tekanan hebat. Laksmi Dhewanthi, Inspektur Utama BPLH 2025 dan Focal Point Panitia Pengarah Nasional GEF SGP Indonesia, memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Ya, Indonesia dan sluruh dunia kini mengalami tahun yang paling panas. Betapa tidak, saat itu, diperkirakan kenaikan suhu di semua lapisan bumi sudah melampaui 1,1 derajat Celcius. “Indonesia dan seluruh dunia ini...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dihantam-krisis-iklim-pulau-pulau-kecil-di-sabu-raijua-butuh-inovasi-dan-solusi-berkelanjutan/">Dihantam Krisis Iklim, Pulau-pulau Kecil di Sabu Raijua Butuh Inovasi dan Solusi Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21.png" alt="" class="wp-image-17110" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-21-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(26/7/2025) Perubahan iklim bukan lagi sekadar omon-omon belaka. Pulau Sabu dan Raijua, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/sabu-raijua">Sabu Raijua</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/nusa-tenggara-timur">Nusa Tenggara Timur</a>, sudah merasakan kenyataan pahit itu. Sebut saja, pola hujan tak menentu, kekeringan berkepanjangan, dan ancaman bencana, kerap menimpa warga. Mereka yang menggantungkan hidup pada pertanian dan laut berada di bawah tekanan hebat.</p>



<p>Laksmi Dhewanthi, Inspektur Utama BPLH 2025 dan Focal Point Panitia Pengarah Nasional GEF SGP Indonesia, memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Ya, Indonesia dan sluruh dunia kini mengalami tahun yang paling panas. Betapa tidak, saat itu, diperkirakan kenaikan suhu di semua lapisan bumi sudah melampaui 1,1 derajat Celcius.</p>



<p><em>“Indonesia dan seluruh dunia ini mengalami tahun yang paling panas. Kita tidak punya waktu lagi untuk menambah satu derajat pun,&#8221;</em> terang Laksmi Dhewanthi, dalam forum diskusi tematik di Aula Rapat Gedung Pemerintah Kabupapaten Sabu Raijua, Kamis (24/7/2025).</p>



<p>Pernyataan tersebut tak pelak menggarisbawahi urgensi krisis iklim yang kini menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat di pulau-pulau kecil seperti Sabu dan Raijua. Bukan hanya suhu yang meningkat, melainkan juga bencana yang mengintai dari berbagai sisi.</p>



<p>Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2023 terjadi 3.472 kejadian bencana di Indonesia. Nah, sebanyak 80 persen di antaranya dipicu faktor perubahan iklim. Untuk wilayah kepulauan terpencil, dampaknya terasa jauh lebih nyata dan menakutkan.</p>



<p>Pulau Sabu dan Raijua, contohnya. Kenaikan permukaan air laut, abrasi pantai, dan cuaca ekstrem yang dapat mengisolasi wilayah menjadi ancaman. Ekosistem pesisir seperti padang lamun, <a href="https://www.suara.com/tag/mangrove">mangrove</a>, hingga terumbu karang turut merasakan tekanan. Di saat bersamaan, akses terhadap sumber air bersih juga makin sulit akibat kekeringan dan degradasi lingkungan.</p>



<p>Sebagai wilayah agraris dan pesisir, ancaman ini mengganggu tatanan ekonomi lokal. Pertanian yang sangat bergantung pada musim dan air menjadi tidak stabil. Perikanan pun terganggu oleh cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem laut.</p>



<p>Untuk itu, Laksmi menekankan pentingnya adaptasi yang nyata di tingkat lokal. <em>“Kita tidak punya waktu untuk menambah emisi gas rumah kaca karena bumi sudah tidak bisa lagi menoleransi,”</em> ujarnya lagi.</p>



<p>Berbagai strategi adaptasi pun ditawarkan: mulai dari adaptasi permukiman pesisir, diversifikasi pertanian dengan komoditas tahan iklim, pembangunan embung untuk air bersih, pelestarian ekosistem pesisir, hingga pengembangan kampung iklim berbasis komunitas.</p>



<p>Sayangnya, masalah struktural seperti tata ruang hutan justru menambah beban. Banyak kawasan produktif justru masuk ke dalam kawasan hutan lindung, sehingga menyulitkan pengembangan pertanian dan pembangunan desa.</p>



<p><em>“Kalau hutan lindungnya fungsinya kan boleh untuk konservasi area dan air. Tetapi hutan ini juga boleh dimanfaatkan hasil hutan bukan kayu-nya,”</em> ujar Bambang Supriyanto, eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK.</p>



<p>Menurutnya, dari 80.000 hektare alokasi perhutanan sosial di Nusa Tenggara Timur, baru sekitar 30.000 hektar yang terealisasi. Artinya, ada potensi besar yang belum tersentuh dan bisa dimanfaatkan, termasuk di Sabu Raijua.</p>



<p>Kondisi itu juga diperkuat oleh keluhan dari pemerintah daerah. Seorang peserta dari Dinas Pertanian menyampaikan keresahan yang selama ini dirasakan di lapangan.</p>



<p><em>“Kami dinas pertanian ini yang betul-betul merasakan efek dari kawasan hutan ini. Satu desa di Rekore itu 100 persen, itu semua hutan berlindung. Malangnya pertanian desa Rekore itu adalah penghasil bawang terbesar di Sabu Raijua,”</em> katanya.</p>



<p>Selain tekanan terhadap lahan dan iklim, warga juga menghadapi tantangan energi dan pembangunan. Penggunaan kayu bakar untuk produksi gula lontar masih masif, dan penambangan pasir memicu abrasi. Hal ini memperburuk kerentanan lingkungan.</p>



<p>Dampak perubahan iklim juga menyerang komoditas unggulan lain seperti rumput laut, yang sangat tergantung pada kondisi laut yang stabil. Ketika musim bergeser dan ombak tak menentu, mata pencaharian pun ikut terombang-ambing.</p>



<p>Namun, diskusi yang diselenggarakan GEF SGP Indonesia dan Yayasan Pikul itu tidak hanya membongkar masalah, tapi juga memunculkan beragam solusi. Salah satunya alat masak gula lontar tenaga surya yang dikembangkan Yayasan Cemara. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurangi deforestasi dan meningkatkan efisiensi produksi.</p>



<p><em>“Alat ini adalah alat masak gula. Alat masak gula Sabu yang kita combine dengan teknik kita yang bersumber matahari,”</em> jelas pengembangnya.</p>



<p>Inovasi lainnya termasuk pemberdayaan masyarakat lewat Payment for Ecosystem Services (PES), diversifikasi ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu, serta promosi dan branding produk lokal berbasis clean label, seperti yang diterapkan pada gula lontar Sabu.</p>



<p>Namun semua itu kembali pada satu titik kunci: kesadaran kolektif dan kolaborasi. Tanpa sinergi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, krisis iklim di pulau-pulau kecil seperti Sabu dan Raijua hanya akan makin dalam dan meluas.</p>



<p>Sekadar informasi, perubahan iklim menjadi fenomena getir yang dirasakan masyarakat Pulau Sabu dan Pulau Raijua–yang termasuk wilayah Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/sabu-raijua">Sabu Raijua</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/nusa-tenggara-timur">Nusa Tenggara Timur</a>. Meski kekayaan alamnya melimpah, krisis iklim menggentayangi kehidupan warga, seperti pola hujan tak menentu, dan kekeringan berkepanjangan.</p>



<p>Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly, dalam diskusi tematik yang digagas GEF SGP Indonesia dan Yayasan Pikul dengan tema Membangun Ketahanan Iklim dan Ekonomi Lokal Pulau Sabu &amp; Raijua melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Gedung Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (24/7).</p>



<p>Dalam diskusi tersebut, para narasumber menawarkan solusi dan komitmen bersama. Diskusi ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak mewujudkan Sabu Raijua sebagai pulau yang tangguh terhadap iklim, mandiri secara ekonomi, dan lestari dalam sumber daya alamnya.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/07/26/092204/dihantam-krisis-iklim-pulau-pulau-kecil-di-sabu-raijua-butuh-inovasi-dan-solusi-berkelanjutan?page=2</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/dihantam-krisis-iklim-pulau-pulau-kecil-di-sabu-raijua-butuh-inovasi-dan-solusi-berkelanjutan/">Dihantam Krisis Iklim, Pulau-pulau Kecil di Sabu Raijua Butuh Inovasi dan Solusi Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Tiga Momen Besar, Sabu Raijua Gandeng GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/sambut-tiga-momen-besar-sabu-raijua-gandeng-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 26 Jul 2025 03:59:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17092</guid>

					<description><![CDATA[<p>(26/7/2025) SABU RAIJUA &#8211; GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI. Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/sambut-tiga-momen-besar-sabu-raijua-gandeng-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/">Sambut Tiga Momen Besar, Sabu Raijua Gandeng GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="830" height="556" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17.png" alt="" class="wp-image-17093" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17.png 830w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-300x201.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-768x514.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-600x402.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-17-10x7.png 10w" sizes="(max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).</em></figcaption></figure>



<p>(26/7/2025) SABU RAIJUA &#8211; GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.</p>



<p>Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP 3 Sabu Raijua. Hal ini sebagai simbol komitmen bersama upaya pelestarian lingkungan.</p>



<p>Wakil Bupati Thobias Uly menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai upaya penghijauan kembali Sabu Raijua. Menurut dia, kegiatan tersebut bakal menghasilkan warisan yang akan dinikmati generasi mendatang.</p>



<p>&#8220;Saat musim kemarau, kondisi di Sabu Raijua, mulai dari pantai hingga pegunungan, sangat kering. Karena itu, gerakan penanaman pohon, khususnya mangrove, sangat krusial. Kegiatan ini bukan cuma untuk kita saat ini, tetapi sebagai warisan yang akan dinikmati anak cucu kita di masa depan,&#8221; kata Thobias dalam sambutannya.</p>



<p>Selain itu, Thobias juga menyerukan seluruh masyarakat tidak hanya menanam, tapi juga merawat pohon hingga tumbuh besar. &#8220;Kita harus bersama-sama merawat<a href="https://republika.co.id/tag/sabu-raijua">&nbsp;Sabu Raijua&nbsp;</a>agar hijau dan rindang, sehingga kita semua bisa menikmati hasilnya,&#8221; ujar Thobias.</p>



<p>Sementara itu, Laksmi Dhewanthi, mantan Inspektur Utama KLH/BPLH dan Focal Point Panitia Pengarah Nasional GEF SGP Indonesia, yang turut hadir dalam acara ini, menyoroti peran edukasi bagi anak-anak.</p>



<p>“Kami di KLH, bersama mitra-mitra seperti GEF SGP, berupaya menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan program-program yang baik ini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak akan terbiasa berpartisipasi dalam merawat lingkungan,” kata Laksmi.</p>



<p>Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam penanaman mangrove di Sabu Raijua. Laksmi mengatakan Sabu Raijua sangat ringkih sebagai ekosistem pulau kecil. Bibit mangrove yang masih muda kerap kali mati gara-gara curah hujan yang ekstrem.</p>



<p>&#8220;Sebagai ekosistem pulau kecil, Sabu Raijua sangat rentan. Bibit mangrove yang masih muda sering kali mati akibat curah hujan yang ekstrem—terlalu banyak genangan atau terlalu kering. Karena itu, kita perlu terus menanam, merawat, dan memelihara karena faktor keberhasilan tidak 100 persen,&#8221; ujar Dhewanthi.</p>



<p>Lebih jauh lagi, Laksmi mengatakan, pentingnya mengganti bibit yang mati secara berkala untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.</p>



<p>Ada usul lain di samping tantangan iklim, yakni dampak pengerukan pasir terhadap ekosistem pesisir. Menurut Rowi Kakamone, seorang enumerator dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pengerukan pasir telah menyebabkan sumur-sumur air tawar menjadi payau, menambah beban biaya bagi masyarakat. Tapi, Rowi menyadari dilema yang dihadapi.</p>



<p>“Meskipun pembangunan harus terus berjalan, kita juga harus sadar akan dampak lingkungan. Kami selalu berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga mangrove dan tidak memotongnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Rowi juga menjelaskan Sabu Raijua memiliki keterbatasan sumber bibit mangrove. Maka, pihaknya terus membangun jejaring dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk mendapatkan bantuan bibit. Ia mengajak siapa pun yang peduli lingkungan untuk berpartisipasi dalam upaya penanaman dan konservasi mangrove di Sabu Raijua.</p>



<p>Penanaman mangrove ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kolaborasi. Melalui sinergi antara pemerintah, aktivis lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat, Sabu Raijua memiliki harapan besar untuk menjadi daerah yang lebih hijau, lestari, dan tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.</p>



<p>Sumber: https://rejogja.republika.co.id/berita/t002pp291/sambut-tiga-momen-besar-sabu-raijua-gandeng-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove?</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/sambut-tiga-momen-besar-sabu-raijua-gandeng-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/">Sambut Tiga Momen Besar, Sabu Raijua Gandeng GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanaman 1.000 Mangrove, Aksi Pemkab Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Sambut 3 Momen Besar</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/penanaman-1-000-mangrove-aksi-pemkab-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-sambut-3-momen-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 25 Jul 2025 19:13:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17089</guid>

					<description><![CDATA[<p>(25/7/2025) GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI. Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP 3 Sabu Raijua. Hal ini sebagai simbol...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/penanaman-1-000-mangrove-aksi-pemkab-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-sambut-3-momen-besar/">Penanaman 1.000 Mangrove, Aksi Pemkab Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Sambut 3 Momen Besar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="745" height="489" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16.png" alt="" class="wp-image-17090" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16.png 745w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16-300x197.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16-600x394.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-16-10x7.png 10w" sizes="auto, (max-width: 745px) 100vw, 745px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(25/7/2025) GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.guideku.com/tag/sabu-raijua">Sabu Raijua</a>, <a href="https://www.guideku.com/tag/nusa-tenggara-timur">Nusa Tenggara Timur</a>, menanam 1.000 bibit <a href="https://www.guideku.com/tag/mangrove">mangrove</a> di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.</p>



<p>Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP 3 Sabu Raijua. Hal ini sebagai simbol komitmen bersama upaya pelestarian lingkungan.</p>



<p>Wakil Bupati Thobias Uly menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai upaya penghijauan kembali Sabu Raijua. Menurut dia, kegiatan tersebut bakal menghasilkan warisan yang akan dinikmati generasi mendatang.</p>



<p><em>“Saat musim kemarau, kondisi di Sabu Raijua, mulai dari pantai hingga pegunungan, sangat kering. Karena itu, gerakan penanaman pohon, khususnya mangrove, sangat krusial. Kegiatan ini bukan cuma untuk kita saat ini, tetapi sebagai warisan yang akan dinikmati anak cucu kita di masa depan,”</em>&nbsp;jelas Thobias dalam sambutannya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://media.guideku.com/thumbs/2025/07/25/49203-penanaman-bibit-mangrove/745x489-img-49203-penanaman-bibit-mangrove.jpg" alt="Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)"/><figcaption class="wp-element-caption">Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>Selain itu, Thobias juga menyerukan seluruh masyarakat tidak hanya menanam, tapi juga merawat pohon hingga tumbuh besar. Thobias mengatakan, “kita harus bersama-sama merawat Sabu Raijua agar hijau dan rindang, sehingga kita semua bisa menikmati hasilnya.”</p>



<p>Sementara itu, Laksmi Dhewanthi, mantan Inspektur Utama KLH/BPLH dan Focal Point Panitia Pengarah Nasional GEF SGP Indonesia, yang turut hadir dalam acara ini, menyoroti peran edukasi bagi anak-anak.</p>



<p><em>“Kami di KLH, bersama mitra-mitra seperti GEF SGP, berupaya menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan program-program yang baik ini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak akan terbiasa berpartisipasi dalam merawat lingkungan,”</em>&nbsp;kata Laksmi.</p>



<p>Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam penanaman mangrove di Sabu Raijua. Laksmi mengatakan Sabu Raijua sangat ringkih sebagai ekosistem pulau kecil. Ya, bibit mangrove yang masih muda kerap kali mati gara-gara curah hujan yang ekstrem.</p>



<p><em>&#8220;Sebagai ekosistem pulau kecil, Sabu Raijua sangat rentan. Bibit mangrove yang masih muda sering kali mati akibat curah hujan yang ekstrem—terlalu banyak genangan atau terlalu kering. Karena itu, kita perlu terus menanam, merawat, dan memelihara karena faktor keberhasilan tidak 100%,&#8221;</em>&nbsp;ujar Dhewanthi.</p>



<p>Lebih jauh lagi, Laksmi mengatakan, pentingnya mengganti bibit yang mati secara berkala untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.</p>



<p>Ada isul lain di samping tantangan iklim, yakni dampak pengerukan pasir terhadap ekosistem pesisir. Menurut Rowi Kakamone, seorang enumerator dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pengerukan pasir telah menyebabkan sumur-sumur air tawar menjadi payau, menambah beban biaya bagi masyarakat. Tapi, Rowi menyadari dilema yang dihadapi.</p>



<p><em>“Meskipun pembangunan harus terus berjalan, kita juga harus sadar akan dampak lingkungan. Kami selalu berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga mangrove dan tidak memotongnya,”</em>&nbsp;tegasnya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://media.guideku.com/thumbs/2025/07/25/89997-penanaman-bibit-mangrove/o-img-89997-penanaman-bibit-mangrove.jpg" alt="Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)"/><figcaption class="wp-element-caption">Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>Rowi juga menjelaskan Sabu Raijua memiliki keterbatasan sumber bibit mangrove. Maka, pihaknya terus membangun jejaring dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk mendapatkan bantuan bibit. Ia mengajak siapa pun yang peduli lingkungan untuk berpartisipasi dalam upaya penanaman dan konservasi mangrove di Sabu Raijua.</p>



<p>Penanaman mangrove ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kolaborasi. Melalui sinergi antara pemerintah, aktivis lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat, Sabu Raijua memiliki harapan besar untuk menjadi daerah yang lebih hijau, lestari, dan tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.</p>



<p>Sumber: https://www.guideku.com/lifestyle/2025/07/25/161308/penanaman-1000-mangrove-aksi-pemkab-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-sambut-3-momen-besar</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/penanaman-1-000-mangrove-aksi-pemkab-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-sambut-3-momen-besar/">Penanaman 1.000 Mangrove, Aksi Pemkab Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Sambut 3 Momen Besar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/pemerintah-kabupaten-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 25 Jul 2025 11:07:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17095</guid>

					<description><![CDATA[<p>(26/7/2025) GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI. Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP 3 Sabu Raijua....</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/pemerintah-kabupaten-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/">Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18.png" alt="" class="wp-image-17096" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-18-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penanaman bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(26/7/2025) GEF SGP Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Tulaika, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (23/7/2025). Aktivitas ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli, Hari Anak Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.</p>



<p>Turut hadir Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly; eks Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK periode 2019-2024, Bambang Supriyanto; serta Inspektorat Jendral KLH/BPLH 2025, Laksmi Dhewanthi. Ikut terlibat pula aktivis lingkungan Sabu Raijua, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sabu Raijua, masyarakat, dan pelajar SMP 3 Sabu Raijua. Hal ini sebagai simbol komitmen bersama upaya pelestarian lingkungan.</p>



<p>Wakil Bupati Thobias Uly menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai upaya penghijauan kembali Sabu Raijua. Menurut dia, kegiatan tersebut bakal menghasilkan warisan yang akan dinikmati generasi mendatang.</p>



<p>&#8220;Saat musim kemarau, kondisi di Sabu Raijua, mulai dari pantai hingga pegunungan, sangat kering. Karena itu, gerakan penanaman pohon, khususnya mangrove, sangat krusial. Kegiatan ini bukan cuma untuk kita saat ini, tetapi sebagai warisan yang akan dinikmati anak cucu kita di masa depan,&#8221; kata Thobias dalam sambutannya.</p>



<p>Selain itu, Thobias juga menyerukan seluruh masyarakat tidak hanya menanam, tapi juga merawat pohon hingga tumbuh besar. &#8220;Kita harus bersama-sama merawat<a href="https://republika.co.id/tag/sabu-raijua">&nbsp;Sabu Raijua&nbsp;</a>agar hijau dan rindang, sehingga kita semua bisa menikmati hasilnya,&#8221; ujar Thobias.</p>



<p>Sementara itu, Laksmi Dhewanthi, mantan Inspektur Utama KLH/BPLH dan Focal Point Panitia Pengarah Nasional GEF SGP Indonesia, yang turut hadir dalam acara ini, menyoroti peran edukasi bagi anak-anak.</p>



<p>“Kami di KLH, bersama mitra-mitra seperti GEF SGP, berupaya menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan program-program yang baik ini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak akan terbiasa berpartisipasi dalam merawat lingkungan,” kata Laksmi.</p>



<p>Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam penanaman mangrove di Sabu Raijua. Laksmi mengatakan Sabu Raijua sangat ringkih sebagai ekosistem pulau kecil. Bibit mangrove yang masih muda kerap kali mati gara-gara curah hujan yang ekstrem.</p>



<p>&#8220;Sebagai ekosistem pulau kecil, Sabu Raijua sangat rentan. Bibit mangrove yang masih muda sering kali mati akibat curah hujan yang ekstrem—terlalu banyak genangan atau terlalu kering. Karena itu, kita perlu terus menanam, merawat, dan memelihara karena faktor keberhasilan tidak 100 persen,&#8221; ujar Dhewanthi.</p>



<p>Lebih jauh lagi, Laksmi mengatakan, pentingnya mengganti bibit yang mati secara berkala untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.</p>



<p>Ada usul lain di samping tantangan iklim, yakni dampak pengerukan pasir terhadap ekosistem pesisir. Menurut Rowi Kakamone, seorang enumerator dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pengerukan pasir telah menyebabkan sumur-sumur air tawar menjadi payau, menambah beban biaya bagi masyarakat. Tapi, Rowi menyadari dilema yang dihadapi.</p>



<p>“Meskipun pembangunan harus terus berjalan, kita juga harus sadar akan dampak lingkungan. Kami selalu berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga mangrove dan tidak memotongnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Rowi juga menjelaskan Sabu Raijua memiliki keterbatasan sumber bibit mangrove. Maka, pihaknya terus membangun jejaring dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk mendapatkan bantuan bibit. Ia mengajak siapa pun yang peduli lingkungan untuk berpartisipasi dalam upaya penanaman dan konservasi mangrove di Sabu Raijua.</p>



<p>Penanaman mangrove ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kolaborasi. Melalui sinergi antara pemerintah, aktivis lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat, Sabu Raijua memiliki harapan besar untuk menjadi daerah yang lebih hijau, lestari, dan tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/07/25/103956/sambut-3-momen-besar-pemkab-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-tanam-1000-mangrove#goog_rewarded</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/pemerintah-kabupaten-sabu-raijua-dan-gef-sgp-indonesia-tanam-1-000-mangrove/">Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan GEF SGP Indonesia Tanam 1.000 Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 09 Jul 2025 08:54:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kendal (9/7/2025) &#8211; Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia. Aksi ini digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP Indonesia) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, dan Mangrove Academy. Turut hadir pula, perwakilan Komando Distrik Militer, Kepolisian Resor, serta siswa siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal. Melansir Jurnal Hidrografi Indonesia berjudul “PERUBAHAN SPASIAL WILAYAH PESISIR...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/">Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="640" height="360" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10.png" alt="" class="wp-image-17067" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10.png 640w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-600x338.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-10-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025).</figcaption></figure>



<p><strong>Kendal (9/7/2025) &#8211;</strong> Sebanyak 600 pohon <a href="https://www.liputan6.com/tag/mangrove">mangrove</a> ditanam dalam kegiatan &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221; di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia.</p>



<p>Aksi ini digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP Indonesia) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, dan Mangrove Academy. Turut hadir pula, perwakilan Komando Distrik Militer, Kepolisian Resor, serta siswa siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal.</p>



<p>Melansir Jurnal Hidrografi Indonesia berjudul “PERUBAHAN SPASIAL WILAYAH PESISIR KABUPATEN KENDAL PERIODE 1990-2020”, kondisi pesisir Kabupaten Kendal kekinian berubah signifikan. Khususnya perubahan garis pantai dan luas wilayah pesisir. Dalam periode 1990-2020, garis pantai Kendal bertambah panjang dari 41,82 kilometer menjadi 59,13 kilometer.</p>



<p>Tapi, wilayah pesisir juga terdampak. Wilayah ini mengalami abrasi dan akresi. Abrasi terutama mendominasi wilayah timur. Selain itu, penurunan muka tanah di beberapa wilayah pesisir menyebabkan rob–banjir yang disebabkan oleh pasang surut air laut. Hal ini tentunya memperparah kondisi di permukiman warga.</p>



<p>Sidi Rana Menggala, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, merasa kagum dengan semangat kolaborasi yang terjalin, khusus dalam pemeliharaan ekosistem di wilayah pesisir. Menurut Sidi, kegiatan ini bukan cuma seremonial, tapi jadi bagian dari misi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.</p>



<p>&#8220;Kami sangat takjub dengan apa yang kita lakukan hari ini. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari misi utama GEF SGP untuk kepedulian terhadap lingkungan. Semoga ini membawa manfaat jangka panjang untuk Indonesia, terutama bagi bumi yang kita cintai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, Kepala DLH Kendal Aris Irwanto menyerukan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di pesisir. Dia menyoroti polemik abrasi yang semakin parah di wilayah pesisir Kendal, terutama di Desa Kartikajaya dan Turunrejo. Karena itu, imbuh dia, penanaman mangrove di pesisir sangatlah penting.</p>



<p>&#8220;Rob kini semakin sering masuk ke permukiman, bahkan menggenangi sawah. Oleh karena itu, kegiatan penanaman mangrove ini sangat vital untuk menghambat laju abrasi dan menjaga keseimbangan alam,&#8221; jelas Aris Irwanto.</p>



<p>Sementara itu, Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Wilayah 4 DLHK Provinsi Jawa Tengah, Feriyanto Puri Hariyati, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam aksi ini. Seperti diketahui, salah satu program yakni Mangrove Academy merupakan bagian dari inisiasi warga untuk memberikan tongkat estafet pelestarian pesisir ke generasi muda.</p>



<p>&#8220;Melibatkan anak muda untuk menanam mangrove adalah hal yang sangat positif. Masyarakat juga berpartisipasi aktif. Anak-anak muda harus diberi kesempatan dan contoh untuk terjun langsung, hal ini sangat efektif untuk memperkenalkan pelestarian mangrove,&#8221; ucap Feriyanto.</p>



<p>Kegiatan ini memang tidak hanya berfokus pada penanaman pohon mangrove, tetapi juga mengedukasi para peserta tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan. Ketua P3MP, Wasito, yang telah berkecimpung dalam konservasi pesisir sejak 2006 dan meraih penghargaan Kalpataru, berbagi metode penanaman mangrove yang efektif.</p>



<p>Partisipasi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA, kata Wasito, juga menjadi salah satu sorotan. Mangrove Academy, yang digagas oleh Wasito, bertujuan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan pesisir. Para siswa diajak langsung belajar membudidayakan dan merawat mangrove</p>



<p>&#8220;Harapannya, mereka akan menjadi pionir dan agen perubahan yang dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan,&#8221; tambah Wasito.</p>



<p>Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/6099751/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/kemeriahan-hari-mangrove-sedunia-di-kendal/">Kemeriahan Hari Mangrove Sedunia di Kendal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 08 Jul 2025 06:53:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17063</guid>

					<description><![CDATA[<p>(8/7/2025) Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dalam aksi bertajuk &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221;, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia dan ditujukan untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob. Aksi ini digagas oleh GEF SGP Indonesia bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP), dan Mangrove Academy. Sejumlah perwakilan TNI, Polri, serta siswa-siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala,...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/">Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9.png" alt="" class="wp-image-17064" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-9-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Menanam Mangrove. (Dok. Istimewa)</figcaption></figure>



<p>(8/7/2025) Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dalam aksi bertajuk &#8220;Aksi Menanam Mangrove, Pesisir Lestari: Pesisir Kuat, Bumi Selamat&#8221;, Kamis (3/7/2025).</p>



<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia dan ditujukan untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.</p>



<p>Aksi ini digagas oleh GEF SGP Indonesia bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP), dan Mangrove Academy. Sejumlah perwakilan TNI, Polri, serta siswa-siswi SMAN 1 dan SMAN 2 Kendal turut ambil bagian dalam kegiatan ini.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari misi jangka panjang untuk menjaga lingkungan.</p>



<p>“Kami sangat takjub dengan semangat kolaborasi hari ini. Ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tapi wujud nyata kepedulian terhadap bumi,” ujarnya.</p>



<p>Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, menyebut bahwa rob kini semakin sering merendam permukiman dan sawah warga, terutama di wilayah Kartikajaya dan Turunrejo. Ia menegaskan pentingnya penanaman mangrove sebagai langkah konkret menahan abrasi dan menjaga keseimbangan alam.</p>



<p>“Rob kini makin masuk ke sawah-sawah, bahkan rumah warga. Penanaman mangrove ini sangat vital untuk memperlambat laju abrasi,” tegasnya.</p>



<p>Data dari Jurnal Hidrografi Indonesia mencatat bahwa dalam kurun 1990–2020, garis pantai Kendal bertambah panjang dari 41,82 km menjadi 59,13 km. Namun, di balik itu, wilayah pesisir juga mengalami abrasi signifikan, khususnya di bagian timur, serta penurunan permukaan tanah yang memperparah bencana rob.</p>



<p>Pentingnya keterlibatan generasi muda juga menjadi sorotan. Feriyanto Puri Hariyati, Penyuluh Kehutanan DLHK Wilayah 4 Jawa Tengah, mengapresiasi partisipasi para pelajar dalam aksi ini.</p>



<p>“Melibatkan anak muda itu penting. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar langsung dan menumbuhkan kepedulian sejak dini,” ujarnya.</p>



<p>Salah satu inisiatif yang mendorong edukasi lingkungan bagi generasi muda adalah Mangrove Academy, yang diinisiasi oleh Wasito, Ketua P3MP dan penerima penghargaan Kalpataru. Wasito mengatakan, siswa-siswa tidak hanya diajak menanam, tapi juga belajar membudidayakan dan merawat mangrove.</p>



<p>“Harapannya, mereka jadi agen perubahan di masa depan,” kata Wasito.</p>



<p>Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan pesisir bisa dilakukan bersama, melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan anak muda. Upaya seperti ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir Kendal di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/07/08/102753/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/ratusan-pohon-mangrove-ditanam-di-pesisir-kendal-upaya-cegah-abrasi-dan-rob/">Ratusan Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Upaya Cegah Abrasi dan Rob</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>