<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fakultas Kehutanan Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/en/tag/fakultas-kehutanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/fakultas-kehutanan/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 03 Nov 2025 07:19:58 +0000</lastbuilddate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Fakultas Kehutanan Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/fakultas-kehutanan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Implementasi Kerjasama Dampak Climate Change terhadap HHBK</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/implementasi-kerjasama-dampak-climate-change-terhadap-hhbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 16 Jul 2025 07:14:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Hasanuddin]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17072</guid>

					<description><![CDATA[<p>(16/7/2025) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Global Environmental Facility-Small Grants Programme Indonesia (GEF-SGP) Indonesia diskusi bersama membahas implementasi kerja sama dampak climate change terhadap sustainability produk kehutanan (HHBK). Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.30 Wita di Aula Eboni KHDTK Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, Senin (9/6/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. (Dekan Fakultas Kehutanan Unhas), Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan Unhas), Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas), Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. (Perhutanan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/implementasi-kerjasama-dampak-climate-change-terhadap-hhbk/">Implementasi Kerjasama Dampak Climate Change terhadap HHBK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-17073" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-819x1024.jpg 819w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-240x300.jpg 240w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-768x960.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-10x12.jpg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-600x750.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants-8x10.jpg 8w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/Fakultas-Kehutanan-Universitas-Hasanuddin-Unhas-dan-Global-Environmental-Facility-Small-Grants.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p>(16/7/2025) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Global Environmental Facility-Small Grants Programme Indonesia (GEF-SGP) Indonesia diskusi bersama membahas implementasi kerja sama dampak climate change terhadap sustainability produk kehutanan (HHBK). Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.30 Wita di Aula Eboni KHDTK Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, Senin (9/6/2025).</p>



<p>Hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. (Dekan Fakultas Kehutanan Unhas), Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan Unhas), Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas), Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. (Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Sidi Rana Menggala, Ph.D. (National Coordinator GEF-GSP), Viringga Kusuma (Founder PT. Amati Indonesia) dan Tim GEF-GSP.</p>



<p>Sumber: https://www.instagram.com/p/DMJip7JTOs-/?img_index=2</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/implementasi-kerjasama-dampak-climate-change-terhadap-hhbk/">Implementasi Kerjasama Dampak Climate Change terhadap HHBK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskusi Multipihak di Unhas Merajut Solusi untuk Hutan, Petani, dan Perubahan Iklim</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/diskusi-multipihak-di-unhas-merajut-solusi-untuk-hutan-petani-dan-perubahan-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 10 Jun 2025 22:15:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Hasanuddin]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Adalah sebuah impian ketika masyarakat bisa hidup berdampingan dengan alam. Betapa tidak, mereka bisa memelihara hutan dan menjaga lingkungan agar senantiasa lestari. Sementara di sisi lain, masyarakat pun memanfaatkan hasil yang didapat dari alam untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kondisi ini menjadi pertanyaan besar: apakah mungkin terjadi? Tanda tanya ini menjadi pembahasan dalam diskusi kolaboratif yang digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia di Gedung Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/6/2025). Ya, Forum Diskusi Multipihak dan Seminar Perubahan Iklim tersebut melibatkan banyak pihak dari pegiat lingkungan, akademisi, pemerintah hingga masyarakat. Tujuannya mencari solusi atas...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/diskusi-multipihak-di-unhas-merajut-solusi-untuk-hutan-petani-dan-perubahan-iklim/">Diskusi Multipihak di Unhas Merajut Solusi untuk Hutan, Petani, dan Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan.webp" alt="" class="wp-image-17017" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan.webp 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan-300x168.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan-18x10.webp 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan-600x336.webp 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/26210-fakultas-kehutanan-10x6.webp 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">(10/6) Forum Diskusi Multipihak dan Seminar Perubahan Iklim yang digelar GEF SGP Indonesia bersama Fakultas Kehutanan Unhas, Senin (9/6/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>Adalah sebuah impian ketika masyarakat bisa hidup berdampingan dengan alam. Betapa tidak, mereka bisa memelihara hutan dan menjaga lingkungan agar senantiasa lestari. Sementara di sisi lain, masyarakat pun memanfaatkan hasil yang didapat dari alam untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>



<p>Kondisi ini menjadi pertanyaan besar: apakah mungkin terjadi? Tanda tanya ini menjadi pembahasan dalam diskusi kolaboratif yang digelar Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia di Gedung Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/6/2025).</p>



<p>Ya, Forum Diskusi Multipihak dan Seminar Perubahan Iklim tersebut melibatkan banyak pihak dari pegiat lingkungan, akademisi, pemerintah hingga masyarakat. Tujuannya mencari solusi atas keresahan tersebut.</p>



<p>Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Prof. A. Mujetahid M. membuka diskusi dengan studi kasus. Dia menyoroti keberhasilan pengelolaan Hutan Pendidikan seluas 1.300 hektare sebagai model kolaborasi. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat bisa meningkatkan kesejahtera tanpa merusakan alam.</p>



<p>Mujetahid mengatakan sebanyak 109 warga kini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan produktif seperti berkebun, beternak, hingga memanfaatkan hasil hutan non-kayu seperti penyadapan getah pinus dan aren, serta pengembangan wisata edukasi berbasis ekosistem.</p>



<p><em>“Kami membuktikan bahwa masyarakat bisa menjadi pelindung hutan, bukan perusaknya,”</em> kata Mujetahid.</p>



<p>Bambang Supriyanto dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa perhutanan sosial lebih dari sekadar kebijakan teknis; ini adalah strategi pemberdayaan desa yang hidup berdampingan dengan hutan.</p>



<p>Bambang menyoroti sepertiga dari lebih dari 25.000 desa di kawasan hutan termasuk kategori miskin, sehingga akses kelola legal, pendampingan usaha, dan penguatan kelembagaan mutlak diperlukan.</p>



<p><em>“Dari 25 ribu lebih desa di kawasan hutan, sepertiganya miskin. Maka akses kelola legal, pendampingan usaha, dan penguatan kelembagaan adalah keharusan,”</em> ujar Bambang.</p>



<p>Program ini telah memberikan hasil konkret. Lebih dari 8,3 juta hektare hutan (termasuk 358.000 hektare di Sulawesi Selatan) kini dikelola oleh masyarakat. Dampaknya, desa mandiri melonjak tajam, aktivitas ilegal menurun, dan kualitas ekologis meningkat hingga 12 persen.</p>



<p>Bahkan, secara ekonomi, komoditas seperti aren disebut lebih unggul dari sawit. Menurut Bambang, kunci keberhasilan program ini adalah melibatkan masyarakat sejak awal sehingga mereka merasa memiliki.</p>



<p><em>“Kuncinya adalah masyarakat merasa memiliki dan dilibatkan sejak awal,”</em> tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Manggala, memaparkan riset yang cukup bikin degdegan dari wilayah Sulawesi, termasuk Bulukumba. Data menunjukkan dampak nyata krisis iklim yang menjadi momok para petani di sana.</p>



<p>Sidi menjelaskan, gangguan siklus berbunga tanaman kopi dan cengkeh, serta penurunan hasil rumput laut akibat pemutihan karang (<em>sea bleaching</em>), telah menyebabkan ketidakpastian iklim yang ekstrem.</p>



<p><em>&#8220;Mereka tak tahu kapan harus tanam atau panen. Bahkan air nira pun berkurang drastis,&#8221;</em> ujarnya, menggambarkan betapa sulitnya kondisi yang dihadapi para petani.</p>



<p><em>Thus</em>, Sidi menyerukan pentingnya sinergi antarpihak, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat sipil (CSO), organisasi non-pemerintah (NGO), hingga pemerintah. Tujuannya menjamin pendapatan petani, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperkuat ketahanan agroekosistem.</p>



<p>Petani kakao di Gorontalo, misalnya. Sidi memberikan contoh bahwa mereka telah berinovasi dengan mengembangkan pestisida campuran sendiri. Tapi, Sidi menekankan bahwa tanpa pendampingan yang memadai, inovasi semacam itu berisiko.</p>



<p><em>&#8220;Kami butuh jembatan antara praktik lapangan dan keilmuan,&#8221;</em> tegasnya, menyoroti pentingnya dukungan berbasis keilmuan untuk praktik-praktik pertanian lokal.</p>



<p>Nah, menurut Samuel, seorang profesor dari <a href="https://www.suara.com/tag/unhas">Unhas</a>, sistem agroforestri sebagai jawaban masa depan. Namun, ia menekankan pentingnya adaptasi budaya dan lokalitas.</p>



<p><em>“Tak semua tanaman cocok di semua tempat. Ada yang rakus air, ada yang menghambat tanaman lain. Harus ada riset,”</em> jelasnya.</p>



<p>Lain halnya dengan Abdul Haris dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumarila. Dia mengangkat isu energi dalam produksi gula aren. <em>“Potensial, tapi boros kayu,”</em> katanya, sambil mendorong solusi seperti tungku hemat energi.</p>



<p>Sementara dari Balang Institute, Hasri menambahkan koperasi kini mulai mengembangkan energi alternatif yang lebih efisien.</p>



<p>Bambang pun menegaskan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan lokal. <em>“Kalau tungku efektif, dorong jadi program. Kalau ada tanaman produktif dan irit air, kembangkan. Kolaborasi adalah kuncinya,”</em> ujarnya.</p>



<p>Sebagai penutup diskusi, Andang Suryana Soma dari Fakultas <a href="https://www.suara.com/tag/kehutanan">Kehutanan</a> Unhas angkat bicara. Dia memaparkan proyeksi perubahan iklim di DAS Balantieng. Dengan suhu diperkirakan naik hingga 27 derajat Celsius dan curah hujan bergeser, vegetasi dan produktivitas lahan ikut terdampak.</p>



<p>Di hulu, berkurangnya tutupan lahan mengurangi daya serap air; di hilir, abrasi meningkat akibat rusaknya mangrove.</p>



<p><em>“Tanaman seperti kakao dan kopi bisa menjaga iklim mikro. Tapi keberhasilannya butuh intervensi tepat dan berkelanjutan,</em>” jelas dia.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/06/10/184710/diskusi-multipihak-di-unhas-merajut-solusi-untuk-hutan-petani-dan-perubahan-iklim?page=2</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/diskusi-multipihak-di-unhas-merajut-solusi-untuk-hutan-petani-dan-perubahan-iklim/">Diskusi Multipihak di Unhas Merajut Solusi untuk Hutan, Petani, dan Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakultas Kehutanan Unhas dan GEF-SGP Indonesia Diskusi Bersama Bahas Implementasi Kerja Sama Climate Change Terhadap Produk HHBK</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/fakultas-kehutanan-unhas-dan-gef-sgp-indonesia-diskusi-bersama-bahas-implementasi-kerja-sama-climate-change-terhadap-produk-hhbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 09 Jun 2025 10:55:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Climate Change]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tamalanrea-Makassar (9/6). Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Global Environmental Facility-Small Grants Programme Indonesia (GEF-SGP) Indonesia diskusi bersama membahas implementasi kerja sama dampak climate change terhadap sustainability produk kehutanan (HHBK). Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.30 Wita di Aula Eboni KHDTK Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, Senin (9/6/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. (Dekan Fakultas Kehutanan Unhas), Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan Unhas), Syahidah, S.Hut.,&#160; M.Si., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas),&#160; Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. (Perhutanan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/fakultas-kehutanan-unhas-dan-gef-sgp-indonesia-diskusi-bersama-bahas-implementasi-kerja-sama-climate-change-terhadap-produk-hhbk/">Fakultas Kehutanan Unhas dan GEF-SGP Indonesia Diskusi Bersama Bahas Implementasi Kerja Sama Climate Change Terhadap Produk HHBK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="684" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-1024x684.jpeg" alt="" class="wp-image-17009" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-1024x684.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-300x200.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-768x513.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-1536x1025.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-18x12.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-600x401.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41-10x7.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.36.41.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><strong>Tamalanrea-Makassar (9/6).</strong> Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Global Environmental Facility-Small Grants Programme Indonesia (GEF-SGP) Indonesia diskusi bersama membahas implementasi kerja sama dampak climate change terhadap sustainability produk kehutanan (HHBK). Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.30 Wita di Aula Eboni KHDTK Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, Senin (9/6/2025).</p>



<p>Hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. (Dekan Fakultas Kehutanan Unhas), Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan Unhas), Syahidah, S.Hut.,&nbsp; M.Si., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas),&nbsp; Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. (Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Sidi Rana Menggala, Ph.D. (National Coordinator GEF-GSP), Viringga Kusuma (Founder PT. Amati Indonesia) dan Tim GEF-GSP.</p>



<p>Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. menyampaikan potensi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas yang bisa dikerjasamakan pengembangannya bersama GEF-SGP.</p>



<p>“Saat ini kami tengah mengembangkan produk HHBK gula aren cair dan madu yang dikoordinir langsung oleh bu Syahidah salah satu dosen kami dan peneliti gula aren dan telah didirikan rumah produksi gula aren cair dan semut yang terletak di KHDTK Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas,” jelas Prof. A. Mujetahid.</p>



<p>Prof. A. Mujetahid juga menyampaikan beberapa potensi KHDTK Hutan Pendidikan selain gula aren cair yakni, penyadapan getah pinus, pengembangan gula semut, pengembangan dan budidaya lebah madu hutan dan pemanfaatan jasa lingkungan (eco-edu-wisata).</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, Sidi Rana Menggala, Ph.D. (National Coordinator GEF-GSP) menyampaikan terkait dampak perubahan iklim terhadap produksi kopi, aren dan cengkeh pada studi kasus kelompok tani binaan GEF-SGP Indonesia di Bulukumba / DAS Balantieng.</p>



<p>“Berdasarkan hasil dari sebaran kuesioner para petani melaporkan tantangan perubahan iklim mempengaruhi panen nira yang berkurang dan kualitasnya menurun diakibatkan musim hujan yang berkepanjangan,” jelas Sidi.</p>



<p>Musim sangat mempengaruhi produksi nira aren, dengan volume tinggi namun konsentrasi gula rendah saat musim hujan, dan sebaliknya saat kemarau kelembaban tinggi juga mempercepat fermentasi nira yang memerlukan penanganan lebih cepat.</p>



<p>Kabupaten Bulukumba di Sulawesi Selatan sangat bergantung pada hasil alam, yang menjadi tulang punggung perekonomian dan menyumbang lebih dari sepertiga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Komoditas seperti kopi, aren, rumput laut dan cengkeh merupakan mata pencarian utama bagi banyak masyarakat.</p>



<p>“Mari kita kedepankan pendekatan science to action untuk penanganan perubahan iklim terutama dalam meningkatkan hasil komoditas kehutanan,” tutur Sidi.</p>



<p>Sumber: https://forestry.unhas.ac.id/2025/06/09/fakultas-kehutanan-unhas-dan-gef-sgp-indonesia-diskusi-bersama-bahas-implementasi-kerja-sama-climate-change-terhadap-produk-hhbk/</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/fakultas-kehutanan-unhas-dan-gef-sgp-indonesia-diskusi-bersama-bahas-implementasi-kerja-sama-climate-change-terhadap-produk-hhbk/">Fakultas Kehutanan Unhas dan GEF-SGP Indonesia Diskusi Bersama Bahas Implementasi Kerja Sama Climate Change Terhadap Produk HHBK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>