<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsorsium Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/en/tag/konsorsium/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/konsorsium/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Thu, 30 Oct 2025 09:07:26 +0000</lastbuilddate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Konsorsium Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/konsorsium/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Konsorsium Nasional Internasional Dukung Petani Indonesia Hadapi Krisis Iklim</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/konsorsium-nasional-internasional-dukung-petani-indonesia-hadapi-krisis-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 02 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsorsium]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah konsorsium kolaboratif resmi diperkenalkan untuk memperkuat daya tahan petani kecil Indonesia dalam menghadapi tantangan&#160;perubahan iklim. Inisiatif ini melibatkan lima institusi utama. Mereka adalah Global Environment Facility Small Grants Programme atau GEF SGP Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan PT Supa Surya Niaga. Kolaborasi apik ini mendapatkan dukungan dari Amati Indonesia. Kolaborasi lintas sektor tersebut hadir sebagai respons konkret terhadap kondisi lapangan yang semakin menantang. Betapa tidak, petani kecil di berbagai wilayah Indonesia, khususnya mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh, kini tengah menghadapi tekanan yang semakin dahsyat. Cuaca tak menentu, serangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/konsorsium-nasional-internasional-dukung-petani-indonesia-hadapi-krisis-iklim/">Konsorsium Nasional Internasional Dukung Petani Indonesia Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1.webp" alt="" class="wp-image-16998" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1.webp 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1-300x168.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1-18x10.webp 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1-600x336.webp 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1-10x6.webp 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">(2/6) Konsorsium untuk masa depan petani Indonesia yang terdiri dari GEF SGP Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan PT Supa Surya Niaga dengan dukungan dari Amati Indonesia.</figcaption></figure>



<p>Sebuah konsorsium kolaboratif resmi diperkenalkan untuk memperkuat daya tahan petani kecil Indonesia dalam menghadapi tantangan&nbsp;<a href="https://www.liputan6.com/tag/perubahan-iklim">perubahan iklim</a>. Inisiatif ini melibatkan lima institusi utama. Mereka adalah Global Environment Facility Small Grants Programme atau GEF SGP Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan PT Supa Surya Niaga. Kolaborasi apik ini mendapatkan dukungan dari Amati Indonesia.</p>



<p>Kolaborasi lintas sektor tersebut hadir sebagai respons konkret terhadap kondisi lapangan yang semakin menantang. Betapa tidak, petani kecil di berbagai wilayah Indonesia, khususnya mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh, kini tengah menghadapi tekanan yang semakin dahsyat.</p>



<p>Cuaca tak menentu, serangan hama semakin membabi buta, dan kualitas tanah yang memburuk tak pelak menurunkan hasil panen. Tidak cuma itu, kondisi ini juga semakin mempersulit penghidupan jutaan keluarga petani.</p>



<p>Konsorsium ini menyatukan kekuatan ilmu pengetahuan, bisnis, dan aksi komunitas dalam satu gerakan kolektif untuk membangun ketangguhan petani. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis bukti, seluruh mitra akan saling bergandeng tangan untuk mendorong transformasi pertanian Indonesia ke arah yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan adil.</p>



<p>Dalam program ini, para petani akan mendapatkan pelatihan tentang praktik pertanian cerdas iklim, seperti penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, penerapan sistem agroforestri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau cuaca dan iklim secara real time. Pelatihan dirancang agar sesuai dengan kondisi lokal dan mudah diakses oleh petani di daerah terpencil sekalipun.</p>



<p>Dari sisi akademik, Universitas Ghent menggandeng Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin akan melakukan riset terapan terkait pengembangan varietas tanaman yang tangguh, manajemen tanah berkelanjutan, serta metode budidaya yang efisien. Hasil riset ini tidak hanya akan memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga langsung diuji coba di lapangan bersama petani melalui proyek percontohan di berbagai daerah.</p>



<p>Tak hanya dari aspek teknis, PT Supa Surya Niaga turut memberikan kontribusi penting dalam membuka akses pasar yang adil bagi petani. Dengan membangun jalur distribusi ke pembeli-pembeli yang menerapkan prinsip perdagangan berkeadilan (fair-trade), para petani akan memperoleh insentif ekonomi atas praktik bertani yang berkelanjutan. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi petani untuk terus menjaga ekosistem dan kualitas hasil tani mereka.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan contoh nyata kerja sama global yang berbasis kepedulian terhadap komunitas akar rumput. Dia meyakini bahwa perubahan iklim yang notabene merupakan tantangan besar hanya bisa diatasi dengan jalur kolaborasi.</p>



<p>“Kami percaya, perubahan iklim adalah tantangan besar yang hanya bisa diatasi bersama. Konsorsium ini menunjukkan bagaimana akademisi, sektor swasta, dan komunitas dapat bersatu, saling belajar, dan saling menguatkan,” ujar Sidi dalam pernyataannya, Jumat (30/5/2025).</p>



<p>Lebih lanjut, Sidi menekankan pentingnya menempatkan petani sebagai aktor utama, bukan objek pembangunan. Menurut Sidi, inisiatif justru datang dari komunitas lokal, bukan dari para begawan yang berada di menara gading.</p>



<p>“Inisiatif ini tidak datang dari atas, tetapi berangkat dari suara, kebutuhan, dan kekuatan komunitas lokal. Mereka bukan hanya sekadar menerima manfaat, tapi mereka juga yang akan memimpin kita ke arah perubahan,” tutur Sidi.</p>



<p>Peluncuran konsorsium ini menunjukkan bahwa Indonesia mengambil langkah penting dalam membangun masa depan pertanian yang lebih tangguh terhadap krisis iklim. Masa depan tersebut tidak lagi menjadi harapan jauh, tetapi sedang dirintis hari ini—dengan ilmu, solidaritas, dan keberpihakan pada rakyat kecil.</p>



<p>Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/6040025/konsorsium-nasional-internasional-dukung-petani-indonesia-hadapi-krisis-ikli</p>



<p></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/konsorsium-nasional-internasional-dukung-petani-indonesia-hadapi-krisis-iklim/">Konsorsium Nasional Internasional Dukung Petani Indonesia Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/perubahan-dimulai-dari-desa-konsorsium-ini-berdayakan-petani-kecil-hadapi-krisis-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 01 Jun 2025 11:51:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konsorsium]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16994</guid>

					<description><![CDATA[<p>(1/6) Upaya memperkuat ketahanan petani kecil Indonesia dalam menghadapi krisis iklim kini mendapat dorongan baru dengan terbentuknya konsorsium lintas sektor yang melibatkan institusi nasional dan internasional. Kolaborasi ini terdiri atas lima institusi utama, yakni Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, serta perusahaan swasta PT Supa Surya Niaga. Selain itu, inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Amati Indonesia. Konsorsium tersebut hadir sebagai bentuk respons terhadap tantangan yang kian berat bagi petani kecil, terutama mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh. Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perubahan-dimulai-dari-desa-konsorsium-ini-berdayakan-petani-kecil-hadapi-krisis-iklim/">Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia.webp" alt="" class="wp-image-16995" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia.webp 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-300x168.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-18x10.webp 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-600x336.webp 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/96246-konsorsium-lintas-sektor-untuk-masa-depan-petani-indonesia-10x6.webp 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Konsorsium lintas sektor untuk masa depan petani Indonesia. (Dok. Istimewa)</figcaption></figure>



<p>(1/6) Upaya memperkuat ketahanan petani kecil Indonesia dalam menghadapi krisis iklim kini mendapat dorongan baru dengan terbentuknya konsorsium lintas sektor yang melibatkan institusi nasional dan internasional.</p>



<p>Kolaborasi ini terdiri atas lima institusi utama, yakni Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, serta perusahaan swasta PT Supa Surya Niaga. Selain itu, inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Amati Indonesia.</p>



<p>Konsorsium tersebut hadir sebagai bentuk respons terhadap tantangan yang kian berat bagi petani kecil, terutama mereka yang bergantung pada komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh. Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, frekuensi serangan hama yang meningkat, serta degradasi tanah telah menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<p>Melalui kerja sama ini, pendekatan ilmu pengetahuan, dukungan komunitas, dan peran sektor swasta digabungkan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan. Petani akan mendapatkan pelatihan tentang praktik pertanian cerdas iklim.</p>



<p>Pelatihan ini mencakup penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, penerapan sistem agroforestri yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan menjaga kesuburan tanah, serta pemanfaatan teknologi digital guna memantau perubahan cuaca secara waktu nyata.</p>



<p>Pelatihan tersebut dirancang agar kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan oleh petani di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Hal ini menunjukkan pentingnya akses yang inklusif terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian modern, agar tidak ada petani yang tertinggal dalam menghadapi tantangan iklim.</p>



<p>Di sisi riset, Universitas Ghent akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin dalam melakukan penelitian terapan mengenai varietas tanaman tahan iklim ekstrem, pengelolaan tanah yang berkelanjutan, serta metode budidaya yang efisien. Hasil dari riset ini tidak hanya akan menjadi kontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga akan langsung diujicobakan melalui proyek percontohan di lapangan bersama petani.</p>



<p>Sementara itu, PT Supa Surya Niaga berperan penting dalam membuka akses pasar yang lebih adil bagi petani melalui jalur perdagangan yang mengutamakan prinsip keberlanjutan dan keadilan (fair-trade). Petani yang menerapkan praktik bertani ramah lingkungan akan memperoleh insentif ekonomi, sehingga mereka tidak hanya terdorong untuk menjaga ekosistem, tetapi juga memiliki jaminan penghasilan yang lebih stabil.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata dari kerja sama global yang berpijak pada kebutuhan dan kekuatan komunitas lokal. Ia menekankan bahwa krisis iklim adalah tantangan besar yang tidak bisa dihadapi oleh satu pihak saja.</p>



<p>“Kami percaya, perubahan iklim adalah tantangan besar yang hanya bisa diatasi bersama. Konsorsium ini menunjukkan bagaimana akademisi, sektor swasta, dan komunitas dapat bersatu, saling belajar, dan saling menguatkan,” ujar Sidi dalam pernyataannya, ditulis Minggu (1/6/2025).</p>



<p>Sidi juga menyoroti pentingnya menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek penerima manfaat. Menurutnya, justru inisiatif dari komunitas lokal inilah yang menjadi landasan utama dalam menciptakan perubahan.</p>



<p>“Inisiatif ini tidak datang dari atas, tetapi berangkat dari suara, kebutuhan, dan kekuatan komunitas lokal. Mereka bukan hanya sekadar menerima manfaat, tapi mereka juga yang akan memimpin kita ke arah perubahan,” katanya.</p>



<p>Dengan peluncuran konsorsium ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan pertanian yang lebih tangguh terhadap krisis iklim. Pendekatan kolaboratif yang mengedepankan keberlanjutan, keadilan, dan kemandirian komunitas menjadi langkah strategis untuk menghadapi ancaman lingkungan yang semakin nyata. Masa depan tersebut sedang dirintis hari ini—melalui ilmu, solidaritas, dan keberpihakan pada petani kecil sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/news/2025/06/01/082303/perubahan-dimulai-dari-desa-konsorsium-ini-berdayakan-petani-kecil-hadapi-krisis-iklim</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perubahan-dimulai-dari-desa-konsorsium-ini-berdayakan-petani-kecil-hadapi-krisis-iklim/">Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>