<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Muda Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/en/tag/petani-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/petani-muda/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 10 Nov 2025 10:40:11 +0000</lastbuilddate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Petani Muda Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/tag/petani-muda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program Petani Keren FAO! Saat Generasi Muda Didorong Jadi ‘Agripreneur’ Masa Depan Indonesia</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-saat-generasi-muda-didorong-jadi-agripreneur-masa-depan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 08 Oct 2025 14:36:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Keren]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17265</guid>

					<description><![CDATA[<p>(8/10/2025) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) resmi menggagas program pelatihan intensif bertajuk “Pelatihan Pertanian Petani Keren” di Jakarta pada Selasa (7/10). Inisiatif ini hadir sebagai upaya membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap dunia pertanian yang kini mulai ditinggalkan. Dengan dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, program ini menyiapkan para peserta untuk menjadi petani modern yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi penurunan signifikan dalam jumlah petani aktif. Regenerasi di sektor ini terhambat karena banyak anak muda yang menganggap profesi petani tidak menjanjikan. Melalui&#160;Petani Keren, FAO ingin membalik persepsi tersebut—bahwa pertanian bukan sekadar...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-saat-generasi-muda-didorong-jadi-agripreneur-masa-depan-indonesia/">Program Petani Keren FAO! Saat Generasi Muda Didorong Jadi ‘Agripreneur’ Masa Depan Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-1024x576.png" alt="" class="wp-image-17266" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-1024x576.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-600x338.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55-10x6.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-55.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>(8/10/2025) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) resmi menggagas program pelatihan intensif bertajuk <em>“Pelatihan Pertanian Petani Keren”</em> di Jakarta pada Selasa (7/10). Inisiatif ini hadir sebagai upaya membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap dunia pertanian yang kini mulai ditinggalkan. Dengan dukungan <em>Global Environment Facility Small Grants Programme</em> (GEF SGP) Indonesia, program ini menyiapkan para peserta untuk menjadi petani modern yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.</p>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi penurunan signifikan dalam jumlah petani aktif. Regenerasi di sektor ini terhambat karena banyak anak muda yang menganggap profesi petani tidak menjanjikan. Melalui&nbsp;<em>Petani Keren</em>, FAO ingin membalik persepsi tersebut—bahwa pertanian bukan sekadar menanam padi, tapi juga bisnis modern berbasis inovasi, teknologi, dan kreativitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pertanian Keren, Generasi Tangguh</h3>



<p>Program ini dirancang menyeluruh: mulai dari pelatihan&nbsp;<em>smart farming</em>&nbsp;hingga pembekalan kewirausahaan agribisnis. Para peserta dilatih untuk mengelola lahan secara efisien dengan bantuan teknologi modern, seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, hingga penggunaan aplikasi pertanian digital. FAO berharap, pendekatan ini dapat mencetak petani muda yang tidak hanya tangguh di lapangan, tapi juga cakap dalam mengelola bisnisnya.</p>



<p>Selain teknologi, pelatihan ini juga menanamkan kesadaran lingkungan. Para peserta diajak menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan melalui konsep&nbsp;<em>agroecology</em>, yang menekankan keseimbangan antara hasil panen dan pelestarian alam. Mereka belajar bahwa tanah yang sehat, air yang bersih, dan udara yang bebas polusi adalah modal utama untuk menciptakan hasil tani yang berkelanjutan.</p>



<p>Aspek kewirausahaan menjadi elemen penting lain dalam pelatihan ini. Peserta diajarkan bagaimana menyusun rencana bisnis, mengatur keuangan usaha, hingga strategi pemasaran produk pertanian. Mereka tidak hanya diajak menjadi petani, tapi juga&nbsp;<em>agripreneur</em>—petani pengusaha yang mampu membaca peluang pasar dan menciptakan produk bernilai tambah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kolaborasi Lintas Lembaga</h3>



<p>Keberhasilan&nbsp;<em>Petani Keren</em>&nbsp;tak lepas dari kolaborasi berbagai lembaga strategis, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Semuanya bergandengan tangan membangun ekosistem baru bagi generasi muda untuk berani turun ke sawah dengan cara yang modern dan berkelas.</p>



<p>Sebanyak 30 anak muda dari berbagai daerah—Pekanbaru, Lampung, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat—terpilih menjadi peserta. Mereka berusia antara 17 hingga 29 tahun dan datang dari latar belakang beragam: mulai dari keluarga petani, mahasiswa jurusan pertanian, hingga lulusan agribisnis dan agroteknologi. Keragaman ini menjadikan proses belajar semakin dinamis dan kaya perspektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Belajar dari Lada Bangka</h3>



<p>Salah satu sesi yang menarik datang dari&nbsp;<em>GEF SGP Indonesia</em>, yang diwakili oleh Koordinator Nasional,&nbsp;<strong>Sidi Rana Menggala</strong>. Dalam sesi tersebut, Sidi berbagi pengalaman melalui studi kasus pertanian lada di Bangka Belitung—khususnya Lada Muntok, yang sudah terkenal di pasar dunia.</p>



<p>Sidi menjelaskan bahwa banyak petani lada kini menghadapi tantangan berat akibat ketergantungan pada bahan kimia pertanian. “Biaya produksi meningkat, kualitas tanah menurun, dan jangka waktu panen yang panjang membuat pendapatan petani tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan,” ujarnya.</p>



<p>Menurutnya, solusi terbaik adalah beralih dari sistem pertanian konvensional menuju&nbsp;<em>agroekologi</em>&nbsp;atau organik. “Dengan penggunaan pestisida alami dan pupuk organik, kualitas tanah bisa dipulihkan. Memang hasil panen menurun di awal, tapi nilai jualnya meningkat karena pasar ekspor lebih menghargai produk organik,” tambahnya.</p>



<p>Pendekatan ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi petani muda agar tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan begitu, pertanian bisa menjadi profesi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian bumi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Membangun Petani Muda yang Percaya Diri</h3>



<p>Harapan besar disematkan pada program&nbsp;<em>Petani Keren</em>&nbsp;ini. Melalui semangat kolaborasi dan pelatihan yang aplikatif, FAO berupaya mencetak generasi muda yang melihat pertanian sebagai sektor masa depan—bukan masa lalu.</p>



<p>Food System Specialist FAO Indonesia,&nbsp;<strong>Yusmanetti Sari</strong>, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan pangan nasional. “Dengan keterlibatan aktif anak muda, ketahanan pangan di masa depan bisa terjaga. Kita tidak hanya menanam untuk hari ini, tapi juga menanam harapan bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Kini, lewat program&nbsp;<em>Petani Keren</em>, pertanian tak lagi identik dengan lumpur dan cangkul semata. Ia menjelma menjadi dunia inovatif yang memadukan ilmu, teknologi, dan keberlanjutan. Dari sawah hingga pasar global, dari bibit hingga strategi bisnis, para “petani keren” ini siap membawa perubahan.</p>



<p>Bukan tak mungkin, suatu hari nanti, Indonesia akan kembali berjaya di sektor pertanian—dipimpin oleh anak-anak muda yang bangga menyebut dirinya:&nbsp;<strong>petani modern yang keren, berdaya, dan berdaulat.</strong></p>



<p>Sumber: https://daily-life.id/program-petani-keren-fao-saat-generasi-muda-didorong-jadi-agripreneur-masa-depan-indonesia/</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-saat-generasi-muda-didorong-jadi-agripreneur-masa-depan-indonesia/">Program Petani Keren FAO! Saat Generasi Muda Didorong Jadi ‘Agripreneur’ Masa Depan Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Petani Keren FAO Digagas, GEF SGP Indonesia Berbagi dengan Puluhan ‘Bibit Muda’</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-gef-sgp-indonesia-berbagi-dengan-puluhan-bibit-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 08 Oct 2025 07:29:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17207</guid>

					<description><![CDATA[<p>(8/10/2025) Pernah kepikiran nggak kalau jadi petani itu bisa keren? Nah, lewat program “Petani Keren” yang digagas oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), pandangan itu kini mulai berubah. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi gerakan nyata untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, inovatif, dan siap membawa pertanian Indonesia ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan. Digelar di Jakarta pada Selasa (7/10), pelatihan intensif ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh. FAO mengajak puluhan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar langsung soal&#160;smart&#160;farming, agribisnis, hingga pertanian ramah lingkungan. Tujuannya jelas — mencetak “agripreneur keren”, sosok muda yang mampu mengelola pertanian bukan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-gef-sgp-indonesia-berbagi-dengan-puluhan-bibit-muda/">Program Petani Keren FAO Digagas, GEF SGP Indonesia Berbagi dengan Puluhan ‘Bibit Muda’</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="543" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-1024x543.png" alt="" class="wp-image-17208" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-1024x543.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-300x159.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-768x407.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-600x318.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45-10x5.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-45.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Program Petani Keren FAO Digagas, GEF SGP Indonesia Berbagi dengan Puluhan ‘Bibit Muda’. Foto: istimewa</em></figcaption></figure>



<p>(8/10/2025) Pernah kepikiran nggak kalau jadi petani itu bisa keren? Nah, lewat program “Petani Keren” yang digagas oleh <strong>Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO),</strong> pandangan itu kini mulai berubah. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi gerakan nyata untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, inovatif, dan siap membawa pertanian Indonesia ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan.</p>



<p>Digelar di Jakarta pada Selasa (7/10), pelatihan intensif ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh. FAO mengajak puluhan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar langsung soal&nbsp;<strong>smart</strong>&nbsp;<strong>farming</strong>, agribisnis, hingga pertanian ramah lingkungan. Tujuannya jelas — mencetak “<strong>agripreneur keren</strong>”, sosok muda yang mampu mengelola pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tapi sebagai bisnis masa depan yang menjanjikan.</p>



<p>Program ini juga mendapat dukungan kuat dari&nbsp;<strong>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia</strong>, yang berbagi pengalaman soal strategi penghasilan tani berkeadilan. Kolaborasi antara&nbsp;<strong>Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&nbsp;</strong>and<strong>&nbsp;Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)</strong>&nbsp;turut memperkuat semangat pelatihan ini. Semua pihak sepakat bahwa masa depan pertanian bergantung pada generasi muda yang berani berinovasi.</p>



<p>Ada sekitar 30 peserta berusia 17–29 tahun yang ikut dalam pelatihan ini. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pekanbaru, Lampung, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Uniknya, latar belakang para peserta juga beragam. Ada yang berasal dari keluarga petani, tapi ada pula yang merupakan lulusan jurusan&nbsp;<strong>pertanian, agribisnis, dan agroteknologi</strong>. Perpaduan ini membuat suasana belajar jadi hidup dan interaktif, karena masing-masing membawa pengalaman dan ide berbeda.</p>



<p>Selain memahami teknologi pertanian modern, peserta juga dibekali kemampuan&nbsp;<strong>mengelola bisnis pertanian profesional</strong>&nbsp;— mulai dari perencanaan, produksi, hingga pemasaran. Artinya, mereka nggak cuma diajarkan menanam, tapi juga berpikir strategis bagaimana hasil pertanian bisa memberi nilai ekonomi yang lebih tinggi.</p>



<p>Salah satu sesi menarik dibawakan oleh&nbsp;<strong>Sidi Rana Menggala</strong>, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia sekaligus perwakilan&nbsp;<strong>Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL)</strong>. Ia membagikan studi kasus tentang pengembangan&nbsp;<strong>pertanian lada</strong>&nbsp;yang berkeadilan dan berkelanjutan. Menurutnya, perubahan ke arah&nbsp;<strong>pertanian agroekologi atau organik&nbsp;</strong>bisa jadi solusi atas permasalahan petani lada yang selama ini harus menghadapi biaya tinggi dan masa tanam panjang. Dengan pupuk organik dan pestisida alami, kualitas tanah bisa pulih dan hasil panen lebih diminati pasar ekspor premium — meski jumlah panennya lebih sedikit, nilai jualnya justru lebih tinggi.</p>



<p>Program “Petani Keren” ini bukan hanya pelatihan, tapi juga simbol harapan baru. Harapan bahwa bertani bisa jadi profesi yang modern, berdaya saing, dan tetap peduli pada bumi. Seperti yang disampaikan&nbsp;<strong>Yusmanetti Sari</strong>, Food System Specialist FAO Indonesia, “Dengan keterlibatan aktif generasi muda, ketahanan pangan nasional bisa terjamin. Kita membangun fondasi yang kokoh bagi kemakmuran dan keberlanjutan Indonesia.”</p>



<p>Urbie’s, bisa jadi inilah saatnya anak muda memandang sawah bukan sekadar lahan, tapi masa depan. Karena jadi petani hari ini bukan lagi soal lumpur di kaki, tapi inovasi, teknologi, dan semangat mencintai tanah air dalam arti sesungguhnya.</p>



<p>Sumber: https://urbanvibes.id/index.php/2025/10/08/program-petani-keren-fao-digagas-gef-sgp-indonesia-berbagi-dengan-puluhan-bibit-muda/</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-gef-sgp-indonesia-berbagi-dengan-puluhan-bibit-muda/">Program Petani Keren FAO Digagas, GEF SGP Indonesia Berbagi dengan Puluhan ‘Bibit Muda’</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Petani Keren FAO Digagas, Puluhan Bibit Muda Dilatih Menjadi Agripreneur</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-puluhan-bibit-muda-dilatih-menjadi-agripreneur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 08 Oct 2025 06:41:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Keren]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17237</guid>

					<description><![CDATA[<p>(8/10/2025) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menggagas program pelatihan intensif bertajuk &#8220;Pelatihan Pertanian Petani Keren.&#8221; Tujuannya membekali generasi muda dengan keterampilan dan pola pikir inovatif demi menciptakan sektor pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Program ini hadir untuk menjawab tantangan nyata: berkurangnya populasi petani dan melorotnya minat generasi muda untuk turun ke sawah. Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia turut ambil bagian dalam program ini, khususnya dengan berbagi pengalaman dan strategi penerapan penghasilan tani yang berkeadilan. Pelatihan &#8220;Petani Keren&#8221; digelar di Jakarta, Selasa (7/10). Program ini dirancang secara komprehensif dengan beragam materi krusial yang relevan bagi kebutuhan pertanian modern. Peserta dibekali teknologi smart...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-puluhan-bibit-muda-dilatih-menjadi-agripreneur/">Program Petani Keren FAO Digagas, Puluhan Bibit Muda Dilatih Menjadi Agripreneur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54.png" alt="" class="wp-image-17263" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-54-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para peserta pelatihan &#8216;Petani Keren&#8217; yang digagas oleh FAO dan menghadirkan GEF SGP Indonesia untuk berbagi di Jakarta, Selasa (7/10/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(8/10/2025) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (<a href="https://www.suara.com/tag/fao">FAO</a>) menggagas program pelatihan intensif bertajuk <em>&#8220;Pelatihan Pertanian <a href="https://www.suara.com/tag/petani-keren">Petani Keren</a>.&#8221;</em> Tujuannya membekali <a href="https://www.suara.com/tag/generasi-muda">generasi muda</a> dengan keterampilan dan pola pikir inovatif demi menciptakan sektor pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.</p>



<p>Program ini hadir untuk menjawab tantangan nyata: berkurangnya populasi <a href="https://www.suara.com/tag/petani">petani</a> dan melorotnya minat generasi muda untuk turun ke sawah. <em>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia</em> turut ambil bagian dalam program ini, khususnya dengan berbagi pengalaman dan strategi penerapan penghasilan tani yang berkeadilan.</p>



<p>Pelatihan <em>&#8220;Petani Keren&#8221;</em> digelar di Jakarta, Selasa (7/10). Program ini dirancang secara komprehensif dengan beragam materi krusial yang relevan bagi kebutuhan pertanian modern. Peserta dibekali teknologi <em>smart farming</em>, yakni pendekatan modern yang memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien untuk meningkatkan produktivitas.</p>



<p>Praktik pertanian ramah lingkungan juga menjadi fokus utama. Peserta diajak menerapkan metode budidaya yang menjaga kelestarian alam sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem.</p>



<p>Tak hanya itu, aspek kewirausahaan dan pengelolaan bisnis agribisnis turut diajarkan secara mendalam. Para peserta dilatih untuk mengelola usaha pertanian secara profesional, mulai dari tahap perencanaan, produksi, hingga strategi pemasaran produk.</p>



<p>Keberhasilan program <em>&#8220;Petani Keren&#8221;</em> ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak strategis. Mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), semua turut bergandengan tangan mendukung inisiatif ini. Tujuannya jelas: membangkitkan semangat kepemudaan agar terjun kembali ke sektor pertanian.</p>



<p>Sebanyak 30 anak muda terpilih menjadi peserta dalam pelatihan ini. Mereka berusia antara 17 hingga 29 tahun dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pekanbaru, Lampung, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Keberagaman asal daerah ini mencerminkan potensi besar pertanian Nusantara yang tersebar di berbagai wilayah.</p>



<p>Latar belakang mereka pun beragam. Nggak cuma dari keluarga petani yang sudah akrab dengan dunia pertanian, banyak pula yang merupakan lulusan jurusan pertanian, agribisnis, agroteknologi, dan bidang lain yang relevan. Perpaduan latar belakang ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan interaktif, membuka ruang pertukaran ide serta perspektif antarpeserta.</p>



<p>Fokus utama pelatihan ini adalah membekali para pemuda agar mampu menerapkan sistem pertanian modern. Dalam praktiknya, peserta diajarkan memanfaatkan teknologi terkini tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan lingkungan.</p>



<p>Lebih dari itu, mereka juga dilatih untuk mengembangkan rencana bisnis yang inovatif. Jadi bukan semata mengincar cuan, tapi juga memaksimalkan potensi tanaman lokal serta memahami dinamika permintaan pasar. Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi <em>&#8220;agripreneur&#8221;</em> yang cerdas dan bertanggung jawab.</p>



<p>Dalam salah satu sesi pelatihan, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, yang juga mewakili Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), menyampaikan studi kasus mengenai pengembangan strategi penghasilan yang adil dan berkelanjutan bagi petani, dengan fokus khusus pada pertanian lada.</p>



<p>Pendekatan tersebut diharapkan menjadi model inspiratif untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara holistik. Alhasil, mereka nggak hanya memperoleh penghasilan yang layak, tetapi juga berpartisipasi dalam praktik pertanian yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.</p>



<p>Lada memang menjadi salah satu komoditas perdagangan penting bagi Indonesia. Khususnya di Bangka Belitung, Lada Muntok telah lama dikenal mendominasi pasar lada dunia. Tapi, perubahan pola pertanian yang kini banyak menggunakan input kimia malah bikin biaya produksi membengkak. Kualitas tanah pun melorot jika tidak digunakan secara bijak.</p>



<p>Lebih jauh lagi, petani lada harus menghadapi masa pengembangan lahan yang panjang. Bayangkan, mereka harus menunggu hingga tiga tahun tanpa panen. Kondisi ini tak pelak membuat pendapatan mereka tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan.</p>



<p>Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sidi menjelaskan, <em>“Butuh adanya transisi dari pertanian konvensional ke pertanian agroekologi atau organik yang mengedepankan pada kualitas tanah. Nah, penggunaan pestisida alami dan pupuk organik bisa menjadi solusi mengembalikan kembali unsur hara dalam tanah dan juga lebih murah dalam implementasinya.”</em></p>



<p>Ia menambahkan, dengan menerapkan sistem agroekologi atau organik memang kuantitas panen akan menurun, tetapi terbuka peluang ke pasar ekspor yang lebih premium. Hal ini mampu meningkatkan harga jual sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan.</p>



<p>Program <em>&#8220;<a href="https://www.suara.com/tag/petani-keren">Petani Keren</a>&#8220;</em> ini memikul harapan besar mengubah stigma pertanian adalah pekerjaan kuno dan kurang menarik. Yusmanetti Sari, selaku Food System Specialist <a href="https://www.suara.com/tag/fao">FAO</a> Indonesia, berharap lewat program ini banyak <a href="https://www.suara.com/tag/generasi-muda">generasi muda</a> kepincut menjadi “agripreneur keren”, yakni individu inovatif dan berdaya saing yang mampu memajukan sektor pertanian.</p>



<p><em>“Dengan keterlibatan aktif generasi muda, ketahanan pangan nasional di masa depan dapat terjamin, menciptakan fondasi yang kokoh bagi kemakmuran dan keberlanjutan Indonesia,”</em> pungkasnya.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/10/08/064151/program-petani-keren-fao-digagas-puluhan-bibit-muda-dilatih-menjadi-agripreneur?page=2#goog_rewarded</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/program-petani-keren-fao-digagas-puluhan-bibit-muda-dilatih-menjadi-agripreneur/">Program Petani Keren FAO Digagas, Puluhan Bibit Muda Dilatih Menjadi Agripreneur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Lereng Gunung hingga Pasar Global: Jalan Petani Muda Mewujudkan Kopi Berkelanjutan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/dari-lereng-gunung-hingga-pasar-global-jalan-petani-muda-mewujudkan-kopi-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 21 May 2025 08:54:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16958</guid>

					<description><![CDATA[<p>(21/5) Produksi kopi Indonesia menghadapi tantangan besar. Di tengah krisis iklim dan persaingan global yang kian ketat, kualitas dan keberlanjutan menjadi syarat mutlak. Sayangnya, masih banyak petani kopi yang belum menerapkan praktik lestari atau belum terhubung dengan pasar yang menghargai kualitas dan cerita di balik secangkir kopi. Terutama generasi muda, yang kerap dianggap jauh dari dunia pertanian. Namun, anggapan itu mulai dipatahkan. Semangat untuk memajukan kopi lestari kini justru tumbuh dari para petani muda. Seperti yang dilakukan Tim Kopi Lestari GEF SGP Indonesia. Mereka adalah perwakilan anak muda dari sejumlah kelompok tani yang berkomitmen pada praktik pertanian kopi berkelanjutan. Demi memperkuat...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lereng-gunung-hingga-pasar-global-jalan-petani-muda-mewujudkan-kopi-berkelanjutan/">Dari Lereng Gunung hingga Pasar Global: Jalan Petani Muda Mewujudkan Kopi Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="937" height="708" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda.jpg" alt="" class="wp-image-16959" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda.jpg 937w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-300x227.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-768x580.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-16x12.jpg 16w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-600x453.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/81101-petani-kopi-muda-10x8.jpg 10w" sizes="auto, (max-width: 937px) 100vw, 937px" /><figcaption class="wp-element-caption">Petani Kopi Muda. (Dok. Istimewa)</figcaption></figure>



<p>(21/5) Produksi kopi Indonesia menghadapi tantangan besar. Di tengah krisis iklim dan persaingan global yang kian ketat, kualitas dan keberlanjutan menjadi syarat mutlak. Sayangnya, masih banyak petani kopi yang belum menerapkan praktik lestari atau belum terhubung dengan pasar yang menghargai kualitas dan cerita di balik secangkir kopi. Terutama generasi muda, yang kerap dianggap jauh dari dunia pertanian.</p>



<p>Namun, anggapan itu mulai dipatahkan. Semangat untuk memajukan kopi lestari kini justru tumbuh dari para <a href="https://www.suara.com/tag/petani-muda">petani muda</a>. Seperti yang dilakukan Tim Kopi Lestari GEF SGP Indonesia. Mereka adalah perwakilan anak muda dari sejumlah kelompok tani yang berkomitmen pada praktik pertanian kopi berkelanjutan.</p>



<p>Demi memperkuat kapasitas dan membuka peluang baru, mereka mengikuti serangkaian kunjungan belajar dari 14 hingga 16 Mei 2025. Tujuannya jelas mempercepat adopsi praktik terbaik, meningkatkan kualitas produk, dan membangun jejaring demi keberlanjutan ekonomi petani.</p>



<p>Kunjungan diawali dengan menyambangi Java Frinsa Estate di Pengalengan, Jawa Barat, lewat kolaborasi dengan SCOPI dalam program Origin Trip and Learning Exchange. Di sana, mereka belajar langsung soal budidaya, pengolahan, hingga standarisasi green bean untuk pasar ekspor.</p>



<p>Hari berikutnya, mereka menjelajahi World of Coffee di JCC Senayan—ajang kopi terbesar dunia. Lebih dari 400 jenama kopi dari berbagai negara hadir. Para petani muda ini bukan hanya belajar, tapi juga mempromosikan biji kopi dari daerah masing-masing kepada para pelaku industri global.</p>



<p>Tak hanya berhenti di pameran, mereka melanjutkan jejaring ke Kafe Sagaleh dan bertemu dengan praktisi seperti Dimas dan Yoyok “Daru” Handoyok dari Noozkav, seorang Q Grader dan Q Processor. Pertemuan ini membuka wawasan soal pentingnya kualitas, teknik pengolahan, dan storytelling dalam pemasaran kopi.</p>



<p>Hari ditutup dengan kunjungan ke Dunia Kopi di Pasar Santa, salah satu pusat penjualan kopi lokal dengan jangkauan ekspor ke berbagai negara. Di sana, mereka bertemu Suradi, pemilik Dunia Kopi, yang membagikan resep suksesnya: kualitas unggul, harga terjangkau, dan pelayanan terbaik.</p>



<p><strong>Inspirasi dari Cibulao</strong></p>



<p>Tim Kopi Lestari bersama Bambang Supriyanto, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan <a href="https://www.suara.com/tag/lingkungan">Lingkungan</a> (Dirjen PSKL) tahun 2019-2024 dan Aries Indranarto, Staf Ahli Kementerian Investas tahuni 2019-2024 menyambangi Kelompok Tani Hutan Cibulao Lestari di Puncak, Kab. Bogor, Jawa Barat.</p>



<p>Dalam kunjungan tersebut, Tim mendapatkan inspirasi dan kisah sukses KTH Cibulao Lestari yang dipimpin Kiryono dalam memadukan kualitas kopi dengan pelestarian lingkungan yang berada di hulu sungai Ciliwung.</p>



<p>Berawal dari semangat menanam kopi robusta yang dibawa dari kampung halamannya Temanggung, KTH Cibulao Lestari sempat mengalami kegagalan.</p>



<p>Karena pada mulanya masyarakat Desa Cibulao yang mayoritas menanam tanaman holtikultur dan perambah hutan sempat menggagalkan aksi konservasi yang dilakukan Kiryono dengan menanam tanaman endemik.</p>



<p>Namun, dengan ketekunan, kesabaran, serta sosialisasi yang tiada henti masyarakat mulai sadar dan mengikuti jejak Kiryono. Dengan bantuan pendampingan dari Insititut Pertanian sejak 2010 silam dan LSM @latin_id , mereka berhasil mengembangkan kopi berkualitas tinggi sambil menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi ancaman erosi serta krisis air di kampung mereka.</p>



<p>Bahkan pemikiran masyarakat terhadap konservasi dan kopi telah berubah dengan tidak terjadinya penebangan pohon besar dan tua yang berfungsi sebagai penaung tanaman kopi.</p>



<p>Nama kopi Cibulao pun kian bersinar saat dinobatkan sebagai Kopi Robusta Terbaik Nasional dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia di tahun 2016 lalu. Dan menjadi cikal bakal specialty coffee kebanggaan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.</p>



<p>Tim Kopi Lestari mendapatkan banyak wawasan tentang konservasi berbasis agroforestri kopi dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui produksi kopi berkualitas, yang selaras dengan tujuan utama tim untuk mewujudkan kopi lestari yang berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi petani.</p>



<p>Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi Tim Kopi Lestari tentang pentingnya ketekunan dan inovasi dalam mencapai keberhasilan.</p>



<p>Kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan komoditas kopi berkelanjutan di berbagai wilayah kerja GEF SGP Indonesia, memberdayakan <a href="https://www.suara.com/tag/petani-muda">petani muda</a> yang menjadi tulang punggung tim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani kopi secara keseluruhan.</p>



<p>Ilmu dan jaringan yang didapatkan selama kunjungan ini akan menjadi modal berharga bagi Tim Kopi Lestari dalam menjalankan&nbsp;misi&nbsp;mereka.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/05/21/134038/dari-lereng-gunung-hingga-pasar-global-jalan-petani-muda-mewujudkan-kopi-berkelanjutan?page=2</p>



<p></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lereng-gunung-hingga-pasar-global-jalan-petani-muda-mewujudkan-kopi-berkelanjutan/">Dari Lereng Gunung hingga Pasar Global: Jalan Petani Muda Mewujudkan Kopi Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>