<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAS Bodri Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/tag/das-bodri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/das-bodri/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Thu, 20 Nov 2025 03:33:11 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>DAS Bodri Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/das-bodri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 20 Nov 2025 03:33:06 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosobo]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17312</guid>

					<description><![CDATA[<p>(20/11/2025) Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal. ‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air. Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png" alt="" class="wp-image-17313" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(20/11/2025) Para <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/wonosobo">Wonosobo</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/jawa-tengah">Jawa Tengah</a>, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal.</p>



<p>‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air.</p>



<p>Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan Aktivitas Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dengan Pariwisata Alam dan Budaya.&#8221;</p>



<p>Aktivitas ini diawali dengan ‘Meditasi Hening’ di lapangan Desa Sigedang. Dalam sesi ini, para peserta kegiatan diajak untuk menenangkan pikiran. Sejenak, para peserta diajak untuk melepaskan diri dari riuh kehidupan. Mereka diminta untuk membuka kepekaan terhadap hubungan esensial antara manusia dan alam.</p>



<p>Sesi hening rampung. Lalu, peserta diajak menempuh perjalanan menuju Mata Air Sendang. Sambil berjalan, mereka membawa 1.000 bibit pohon <a href="https://www.suara.com/tag/kopi">kopi</a> siap tanam. Bibit kopi ini ditanam di sepanjang jalan menuju mata air. Beragam organisasi perempuan terlibat, sebut saja PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, serta kelompok permakultur, akarwangi, dan restorasi hutan.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo Endang Lisdyaningsih menyampaikan data penting menyoal pelestarian sumber air. Endang mengungkapkan bahwa data di musim kemarau tahun 2025 menunjukkan ada 1.670 mata air yang tetap hidup.</p>



<p>&#8220;Nah, penanaman pohon 200 meter di atas sumber mata air akan menyelamatkan mata air di musim kemarau. Karena itu, pentingnya intervensi vegetatif di kawasan hulu,&#8221; ujar Endang.</p>



<p>Kegiatan ini juga memantik antusiasme para pemimpin organisasi perempuan. Mereka menyambut baik kegiatan ‘Meditasi Mata Air’ karena bisa memberikan manfaat ganda. Menurut Umi Amkhudloh selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kejajar, kegiatan ini bisa memberikan manfaat secara ekologi sekaligus manfaat ekonomi jangka panjang.</p>



<p>&#8220;Menanam pohon bisa memberikan manfaat secara ekologi untuk mencegah longsor dan banjir. Juga bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Kita wajib bersyukur tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng karena berlimpah mata air. Namun kita wajib menjaganya dengan menanam pohon,&#8221; ujar Umi.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Samitra Lingkungan Rumiyati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi ‘Kongres Mata Air’ yang diadakan di Desa Igirmranak pada Agustus 2025. Dia juga menegaskan komitmen komunitas untuk memastikan warisan lingkungan yang lestari.</p>



<p>Perempuan menjaga mata air dengan menanam pohon sebagai bentuk perawatan kehidupan. Setiap akar yang kita tanam menjadi harapan. Setiap tetes air yang kita rawat menjadi keberlanjutan. Bersama kita titipkan bumi yang lebih teduh bagi generasi mendatang. Karena hari ini kita memilih Merawat bukan meninggalkan,&#8221; tutup Rumiyati.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/20/082846/meditasi-mata-air-perempuan-wonosobo-tanam-1000-kopi-untuk-kelestarian-das-bodri?</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS Bodri</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-diskusi-lintas-sektor-hasilkan-solusi-nyata-untuk-kelestarian-das-bodri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 18 Sep 2025 13:40:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17225</guid>

					<description><![CDATA[<p>(18/9/2025) Festival Bodri 2025 yang dihelat di Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025, salah satunya diisi dengan focus group discussion (FGD). FGD dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah serta merumuskan solusi demi kelestarian ekosistem di daerah aliran sungai Bodri atau DAS Bodri. Mengusung tema &#8220;Pengelolaan DAS Bodri Sebagai Upaya Membangun Peradaban&#8221;, beragam pihak turut andil dalam diskusi tersebut. Peserta yang hadir, memiliki kesamaan visi yakni mencari solusi konkret yang bisa diterapkan untuk kelestarian&#160;lingkungan&#160;di DAS Bodri. Sulistyo selaku perwakilan dari panitia pelaksana dan Lembaga Fordas Bodri, menjadi moderator dalam sesi ini. FGD terbagi dalam lima kelompok....</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-diskusi-lintas-sektor-hasilkan-solusi-nyata-untuk-kelestarian-das-bodri/">Festival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS Bodri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51.png" alt="" class="wp-image-17226" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-51-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Festival Bodri 2025 (Ist)</figcaption></figure>



<p><a href="https://www.suara.com/tag/festival-bodri">(18/9/2025) Festival Bodri</a> 2025 yang dihelat di Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025, salah satunya diisi dengan focus group discussion (FGD). FGD dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah serta merumuskan solusi demi kelestarian ekosistem di daerah aliran sungai <a href="https://www.suara.com/tag/bodri">Bodri</a> atau DAS Bodri.</p>



<p>Mengusung tema &#8220;Pengelolaan DAS Bodri Sebagai Upaya Membangun Peradaban&#8221;, beragam pihak turut andil dalam diskusi tersebut. Peserta yang hadir, memiliki kesamaan visi yakni mencari solusi konkret yang bisa diterapkan untuk kelestarian&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/lingkungan">lingkungan</a>&nbsp;di DAS Bodri. Sulistyo selaku perwakilan dari panitia pelaksana dan Lembaga Fordas Bodri, menjadi moderator dalam sesi ini.</p>



<p>FGD terbagi dalam lima kelompok. Masing-masing fokus pada satu isu utama. Pembahasan dimulai dengan isu alih fungsi lahan yang disampaikan Muhammad Yusuf Muda dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah.</p>



<p>Yusuf menjelaskan bagaimana lahan pertanian produktif seringkali menjadi area perumahan. Bukan hanya menghilangkan area resapan air, kondisi ini juga memicu konflik. Solusinya, menurut Yusuf, perlu regulasi yang lebih kuat dan pengawasan ketat.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/original/2025/09/18/35109-festival-bodri-2025.jpg" alt="Festival Bodri 2025 (Ist)"/><figcaption class="wp-element-caption">Festival Bodri 2025 (Ist)</figcaption></figure>



<p>Isu kedua, degradasi lahan dan ketahanan pangan, diulas oleh Dewi Larasati dari Universitas Semarang (USM). Ia menyoroti dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebihan yang membuat tanah mengeras. Ia menekankan pentingnya kembali ke metode pertanian organik yang dapat memperbaiki kesuburan tanah.</p>



<p>Berikutnya, Suparno dari Forum DAS Jateng membahas masalah bencana rutin, seperti banjir dan tanah longsor. Kondisi DAS yang kritis dengan minimnya tutupan lahan menjadi penyebab utama bencana ini. Ia mengusulkan tindakan preventif, seperti konsep Zero Delta G, untuk memastikan air hujan dapat meresap ke dalam tanah secara maksimal.</p>



<p>Diskusi berlanjut dengan menyoroti pentingnya perubahan perilaku dan ekonomi hijau sebagai dua pilar utama dalam mencapai keberhasilan inisiatif lingkungan. Hery Budiarto, Asisten Program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP Indonesia), menyampaikan pandangan yang sangat relevan dan mendalam mengenai hal ini.</p>



<p>Menurutnya, inisiatif lingkungan tidak akan mencapai potensi maksimalnya jika tidak diintegrasikan secara menyeluruh dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan ekonomi dan sosial bagi komunitas yang terlibat.</p>



<p>Hery Budiarto memberikan contoh konkret kelompok tani dampingan mitra GEF SGP Indonesia di Temanggung dan Wonosobo. Di sana, kelompok petani kopi yang menerima dana hibah dari GEF SGP Indonesia berhasil menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan dan positif. Perubahan ini bukan hanya terjadi pada aspek praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, tetapi juga pada pola pikir dan motivasi mereka untuk memajukan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam upaya konservasi.</p>



<p>“Keberhasilan ini tidak lepas dari kenyataan bahwa kegiatan konservasi yang mereka lakukan juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan langsung terasa,” jelasnya.</p>



<p>Ia menjelaskan, para petani tidak hanya diajak untuk menjaga lingkungan, tetapi juga melihat bagaimana konservasi tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup mereka.</p>



<p>&#8220;Konservasi akan dapat terlaksana dengan baik, apabila perutnya juga dapat terisi,&#8221; ujar Hery Budiarto.</p>



<p>Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar manusia, terutama kebutuhan ekonomi, adalah faktor krusial dalam keberhasilan setiap inisiatif lingkungan. Ketika masyarakat merasa bahwa upaya konservasi tidak mengorbankan atau bahkan dapat meningkatkan mata pencarian mereka, motivasi untuk berpartisipasi dan mempertahankan praktik berkelanjutan akan jauh lebih tinggi.</p>



<p>Terakhir, isu manajemen sampah keluarga dibahas secara mendalam. Perwakilan DLHK Kendal, Wasito menyoroti buruknya pengelolaan sampah di wilayah DAS Bodri dan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Solusi yang diusulkan adalah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, melalui pemilahan sampah dan program bank sampah.</p>



<p>Hasil diskusi dari kelima kelompok ini disimpulkan dalam sebuah dokumen berisi peta masalah, dampak, dan solusi. Puncaknya, FGD ini berhasil melahirkan Deklarasi Hijau Bodri 2025, sebuah komitmen yang berisi 10 poin aksi nyata.</p>



<p>Sepuluh poin tersebut di antaranya penyusunan peraturan desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah yang mewajibkan warga memilah sampah di rumah, pengurangangan penggunaan pupuk kimia dan beralih ke praktik pertanian berkelanjutan, konservasi air dengan metode biopori dan sumur resapan yang dapat dirundingkan bersama pemerintah desa, memperjuangkan perlindungan area konservasi agar tidak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian atau perumahan, serta peningkatan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, termasuk dengan menanam tanaman konservasi di lahan miring.</p>



<p>Ali Mashar, Sekretaris Desa Sidodadi mewakili panitia, mengungkapkan bahwa deklarasi ini akan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan program konservasi secara terpadu.</p>



<p>Dokumen ini rencananya akan dikirimkan kepada seluruh instansi terkait di empat kabupaten yang dilalui DAS Bodri yaitu Kab. Wonosobo, Kab. Kendal, Kab. Semarang, dan Kab. Temanggung.</p>



<p>Selain itu, FGD juga menjadi fondasi bagi pembentukan Komunitas Hijau Bodri, sebuah wadah bagi para relawan dan masyarakat untuk melanjutkan kolaborasi pasca-acara. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi yang ditekankan Ali Mashar.</p>



<p>&#8220;Masa depan DAS Bodri nanti ada di tangan Saya, Bapak, dan Ibu sekalian. Alam tidak Sekali lagi, Bapak itu adalah masa berlanjutan, bukan alam yang luar biasa kita telah terokai, tapi kita bisa berkolaborasi untuk berkomunikasi menyelesaikannya,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Sumber: https://yoursay.suara.com/rona/2025/09/18/134029/festival-bodri-2025-diskusi-lintas-sektor-hasilkan-solusi-nyata-untuk-kelestarian-das-bodri</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-diskusi-lintas-sektor-hasilkan-solusi-nyata-untuk-kelestarian-das-bodri/">Festival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS Bodri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS Bodri</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-jadi-wadah-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-kelestarian-das-bodri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 18 Sep 2025 11:05:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17222</guid>

					<description><![CDATA[<p>(18/9/2025) Hutan Edukasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, diramaikan ratusan peserta selama dua hari penuh pada 13 dan 14 September 2025. Mereka menghadiri Festival Bodri 2025. Acara digagas kolaborasi Pemerintah Desa Sidodadi, Forum DAS (Fordas) Bodri, Sepkuba, dan beberapa mitra GEF SGP Indonesia. Tujuannya menjadi wadah demi memperkuat kesadaran dan kolaborasi dalam menghadapi masalah lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyoroti pentingnya gaya hidup sehat dan peran generasi muda dalam menjaga alam. Menurut dia, anak muda jangan bermalas-malasan, tapi bergerak agar untuk menjaga kesehatan, menikmati dan turut menjaga alam. Dia menekankan perlunya edukasi lingkungan agar...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-jadi-wadah-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-kelestarian-das-bodri/">Festival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS Bodri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50.png" alt="" class="wp-image-17223" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-50-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kemeriahan Festival DAS Bodri 2025 yang diwarnai dengan kegiatan jalan sehat dan diskusi di kawasan Hutan Edukasi, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah, pada 13 dan 14 September 2025.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(18/9/2025) <a href="https://www.suara.com/tag/hutan-edukasi">Hutan Edukasi</a> di Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, <a href="https://www.suara.com/tag/kendal">Kendal</a>, diramaikan ratusan peserta selama dua hari penuh pada 13 dan 14 September 2025. Mereka menghadiri Festival Bodri 2025. Acara digagas kolaborasi Pemerintah Desa Sidodadi, Forum DAS (Fordas) Bodri, Sepkuba, dan beberapa mitra GEF SGP Indonesia. Tujuannya menjadi wadah demi memperkuat kesadaran dan kolaborasi dalam menghadapi masalah lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.</p>



<p>Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyoroti pentingnya gaya hidup sehat dan peran generasi muda dalam menjaga alam. Menurut dia, anak muda jangan bermalas-malasan, tapi bergerak agar untuk menjaga kesehatan, menikmati dan turut menjaga alam. Dia menekankan perlunya edukasi lingkungan agar kelestarian alam bisa diwariskan ke generasi mendatang.</p>



<p><em>&#8220;Anak-anak zaman sekarang kan tambah ke sini itu tambah mager, males berat. Apalagi setelah hampir semuanya memiliki HP, nah lewat jalan pagi ini yuk kita olahraga bareng dan juga nanti di finish kita ikutan festival <a href="https://www.suara.com/tag/das-bodri">DAS Bodri</a> di Hutan Edukasi untuk menikmati dan turut menjaga alam,&#8221;</em> ujar Dyah Kartika Permanasari.</p>



<p>Rangkaian acara ini sangat beragam. Di hari pertama, diisi dengan kegiatan jalan sehat, dilanjutkan dengan focus group discussion bertema <em>&#8220;Pengelolaan DAS Bodri Sebagai Upaya Membangun Peradaban&#8221;</em>. Ada pula pembagian hadiah dan ditutup penampilan budaya Jaran Kepang. Besoknya, puncak acara dimeriahkan Festival Gledekan Nusantara musim ke-5 permainan tradisional khas warga Kendal. Jumlah partisipannya membludak. Ya, ada 16 tim dengan 49 peserta dari berbagai wilayah di sekitar Kabupaten Kendal.</p>



<p>Bukan cuma itu, untuk memasarkan produk berkelanjutan yang telah dikembangkan MItra GEF SGP Indonesia di wilayah DAS Bodri, ada satu booth di samping panggung utama. Beragam produk kelompok dampingan GEF SGP Indonesia menyita perhatian pengunjung. Sebut saja, kopi, alpukat, madu hutan, tanaman hias dari limbah plastik,ecoprint, dan berbagai produk penunjang pertanian organik seperti pupuk kotoran hewan cair, bakteri fotosintesis, eco enzym, dan pembenah tanah.</p>



<p><strong>Isu-Isu Krusial DAS Bodri dan Solusi Lintas Sektor</strong></p>



<p>Tak hanya sebagai wadah untuk berkolaborasi, Festival DAS Bodri 2025 juga menjadi ajang untuk membahas seputar isu krusial yang menimpa ekosistem lingkungan di daerah alirasi Sungai Bodri. Bukan cuma masalah, mereka juga mendiskusikan solusi-solusi lintas sektor yang bisa diterapkan demi keberlangsungan ekologi di DAS Bodri.</p>



<p>Sekretaris Desa Sidodadi Ali Mashar, tidak memungkiri kondisi DAS Bodri kekinian terus-menerus mengalami kerusakan signifikan. Karena itu, hal ini tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan kolaborasi lintas sektor agar masalah tersebut mencapai titik terang.</p>



<p><em>&#8220;Masalah DAS Bodri itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh salah satu pihak, tapi diperlukan kolaborasi lintas sektor,&#8221;</em> ucap Ali Mashar yang juga didaulat sebagai perwakilan panitia penyelenggara Festival DAS Bodri 2025. </p>



<p>Oleh karena itu, acara ini dirancang untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam Green Workshop yang berfokus pada lima isu krusial, yakni alih fungsi lahan, degradasi pangan dan ketahanan pangan, bencana rutin, perubahan perilaku dan ekonomi hijau, hingga manajemen sampah keluarga.</p>



<p>Salah satu isu utama yang dibahas adalah alih fungsi lahan. Praktik ini marak terjadi di DAS Bodri. Perwakilan dari kehutanan, Muhammad Yusuf Muda, menjelaskan bahwa alih fungsi lahan sering kali tidak memperhatikan dampak ekologis.</p>



<p><em>&#8220;Alih fungsi yang harusnya menghasilkan kaya tukang-tukang raksasa,&#8221;</em> ujarnya.</p>



<p>Pun Yusuf Muda mencontohkan bagaimana lahan pertanian produktif diubah menjadi perumahan atau industri tanpa perencanaan yang matang. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan area resapan air, namun juga memicu konflik lahan antarpihak dan merusak keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.</p>



<p>Makanya, menurut Yusuf Muda, ada kebutuhan terkait regulasi yang tegas dan pengawasan ketat dari pihak pemerintah untuk memastikan optimalisasi tata guna lahan yang berkelanjutan.</p>



<p>Isu degradasi lahan juga menjadi sorotan utama dalam kaitannya dengan ketahanan pangan. Pembicara dari Universitas Semarang (USM) Dewi Larasati, menjelaskan, penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan menjadi penyebab utama lahan mengeras dan produktivitasnya menurun.</p>



<p>Dewi Larasati membandingkan praktik pertanian modern dengan metode tradisional yang lebih ramah lingkungan, seperti penanaman bergilir yang dahulu sering dilakukan.</p>



<p><em>&#8220;Kalau sekarang itu kan memang penggunaan pokok yang sangat tinggi, kemudian pestisida, dan lain-lain, itu memang bisa menyebabkan kerusakan lahan,&#8221;</em> jelasnya.</p>



<p>Solusi yang diusulkan adalah mengurangi input bahan kimia dan kembali menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan kesuburan tanah.</p>



<p>Bencana banjir di hilir dan tanah longsor di hulu telah menjadi rutinitas yang memprihatinkan di <a href="https://www.suara.com/tag/das-bodri">DAS Bodri</a>. Suparno dari Forum DAS Jateng mengungkapkan bahwa kondisi DAS yang kritis, dengan tutupan lahan yang minim dan tanah yang rentan erosi, menjadi pemicu utama.</p>



<p><em>&#8220;Apapun yang diusahakan apabila terjadi bencana maka dengan seketika semuanya menjadi sia-sia,&#8221;</em> kata Suparno sambil, menekankan pentingnya tindakan preventif.</p>



<p>Suparno juga menyinggung hasil pengukuran daya dukung sungai yang menunjukkan ketidakmampuan sungai menampung debit air saat curah hujan ekstrem. Pada Januari 2025, misalnya, peningkatan kapasitas tanggul dan penerapan konsep Zero Delta G—memastikan air hujan meresap ke dalam tanah—menjadi solusi vital yang perlu segera diimplementasikan.</p>



<p>Hery Budiarto dari GEF SGP Indonesia menyoroti bahwa perubahan perilaku masyarakat akan efektif jika memberikan manfaat ekonomi langsung. <em>&#8220;Perut, perut terisi itu yang penting,&#8221;</em> ujarnya.</p>



<p>Selain itu, Hery juga menjelaskan pentingnya pendekatan yang menyentuh kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok petani kopi di Kendal yang menerapkan sistem pertanian agroforestri.</p>



<p>Dengan menanam kopi, menurut Hery, mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi, tapi juga turut dalam upaya konservasi lahan. Inisiatif ekonomi hijau semacam ini terbukti mampu menggerakkan masyarakat untuk peduli lingkungan secara sukarela karena selaras dengan kebutuhan hidup.</p>



<p>Sementara itu, isu pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di empat kabupaten yang dilalui DAS Bodri. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kendal, Wasito, menyampaikan tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah ini diawasi ketat Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>Ia menjelaskan, metode pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan, yaitu hanya ditampung, diangkut, dan dibuang, tidak menyelesaikan masalah, malah cuma mengalihkan persoalan.</p>



<p><em>&#8220;Apabila ini berlangsung secara terus-menerus turun-temurun tentunya daerah pesisir sebagai hilir dari DAS Bodri akan menjadi tumpukan dari sampah tersebut,&#8221;</em> ungkap Wasito.</p>



<p>Solusi yang disepakati adalah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, melalui pemilahan sampah dan program bank sampah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dapat didaur ulang.</p>



<p><strong>Deklarasi Hijau Bodri 2025: Pijakan Aksi Nyata</strong></p>



<p>Diskusi yang intensif dan produktif, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, swasta, masyarakat sipil, hingga akademisi, telah mencapai puncaknya. Pertukaran ide dan gagasan yang dinamis, diiringi semangat kolaborasi yang kuat, telah membuahkan hasil yang signifikan dan monumental: terbentuknya Deklarasi Hijau Bodri 2025.</p>



<p><strong> </strong><a href="https://www.suara.com/tag/hutan-edukasi">Hutan Edukasi</a> di Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, <a href="https://www.suara.com/tag/kendal">Kendal</a>, diramaikan ratusan peserta selama dua hari penuh pada 13 dan 14 September 2025. Mereka menghadiri Festival Bodri 2025. Acara digagas kolaborasi Pemerintah Desa Sidodadi, Forum DAS (Fordas) Bodri, Sepkuba, dan beberapa mitra GEF SGP Indonesia. Tujuannya menjadi wadah demi memperkuat kesadaran dan kolaborasi dalam menghadapi masalah lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.</p>



<p>Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyoroti pentingnya gaya hidup sehat dan peran generasi muda dalam menjaga alam. Menurut dia, anak muda jangan bermalas-malasan, tapi bergerak agar untuk menjaga kesehatan, menikmati dan turut menjaga alam. Dia menekankan perlunya edukasi lingkungan agar kelestarian alam bisa diwariskan ke generasi mendatang.</p>



<p>&#8220;Anak-anak zaman sekarang kan tambah ke sini itu tambah mager, males berat. Apalagi setelah hampir semuanya memiliki HP, nah lewat jalan pagi ini yuk kita olahraga bareng dan juga nanti di finish kita ikutan festival DAS Bodri di Hutan Edukasi untuk menikmati dan turut menjaga alam,&#8221; ujar Dyah Kartika Permanasari.</p>



<p>Rangkaian acara ini sangat beragam. Di hari pertama, diisi dengan kegiatan jalan sehat, dilanjutkan dengan focus group discussion bertema <em>&#8220;Pengelolaan DAS Bodri Sebagai Upaya Membangun Peradaban&#8221;</em>. Ada pula pembagian hadiah dan ditutup penampilan budaya Jaran Kepang. Besoknya, puncak acara dimeriahkan Festival Gledekan Nusantara musim ke-5 permainan tradisional khas warga Kendal. Jumlah partisipannya membludak. Ya, ada 16 tim dengan 49 peserta dari berbagai wilayah di sekitar Kabupaten Kendal.</p>



<p>Bukan cuma itu, untuk memasarkan produk berkelanjutan yang telah dikembangkan MItra GEF SGP Indonesia di wilayah DAS Bodri, ada satu booth di samping panggung utama. Beragam produk kelompok dampingan GEF SGP Indonesia menyita perhatian pengunjung. Sebut saja, kopi, alpukat, madu hutan, tanaman hias dari limbah plastik,ecoprint, dan berbagai produk penunjang pertanian organik seperti pupuk kotoran hewan cair, bakteri fotosintesis, eco enzym, dan pembenah tanah.</p>



<p><strong>Isu-Isu Krusial DAS Bodri dan Solusi Lintas Sektor</strong></p>



<p>Tak hanya sebagai wadah untuk berkolaborasi, Festival DAS Bodri 2025 juga menjadi ajang untuk membahas seputar isu krusial yang menimpa ekosistem lingkungan di daerah alirasi Sungai Bodri. Bukan cuma masalah, mereka juga mendiskusikan solusi-solusi lintas sektor yang bisa diterapkan demi keberlangsungan ekologi di DAS Bodri.</p>



<p>Sekretaris Desa Sidodadi Ali Mashar, tidak memungkiri kondisi DAS Bodri kekinian terus-menerus mengalami kerusakan signifikan. Karena itu, hal ini tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan kolaborasi lintas sektor agar masalah tersebut mencapai titik terang.</p>



<p><em>&#8220;Masalah DAS Bodri itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh salah satu pihak, tapi diperlukan kolaborasi lintas sektor,&#8221;</em> ucap Ali Mashar yang juga didaulat sebagai perwakilan panitia penyelenggara Festival DAS Bodri 2025.</p>



<p>Oleh karena itu, acara ini dirancang untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam Green Workshop yang berfokus pada lima isu krusial, yakni alih fungsi lahan, degradasi pangan dan ketahanan pangan, bencana rutin, perubahan perilaku dan ekonomi hijau, hingga manajemen sampah keluarga.</p>



<p>Salah satu isu utama yang dibahas adalah alih fungsi lahan. Praktik ini marak terjadi di DAS Bodri. Perwakilan dari kehutanan, Muhammad Yusuf Muda, menjelaskan bahwa alih fungsi lahan sering kali tidak memperhatikan dampak ekologis.</p>



<p><em>&#8220;Alih fungsi yang harusnya menghasilkan kaya tukang-tukang raksasa,&#8221;</em> ujarnya.</p>



<p>Pun Yusuf Muda mencontohkan bagaimana lahan pertanian produktif diubah menjadi perumahan atau industri tanpa perencanaan yang matang. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan area resapan air, namun juga memicu konflik lahan antarpihak dan merusak keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.</p>



<p>Makanya, menurut Yusuf Muda, ada kebutuhan terkait regulasi yang tegas dan pengawasan ketat dari pihak pemerintah untuk memastikan optimalisasi tata guna lahan yang berkelanjutan.</p>



<p>Isu degradasi lahan juga menjadi sorotan utama dalam kaitannya dengan ketahanan pangan. Pembicara dari Universitas Semarang (USM) Dewi Larasati, menjelaskan, penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan menjadi penyebab utama lahan mengeras dan produktivitasnya menurun.</p>



<p>Dewi Larasati membandingkan praktik pertanian modern dengan metode tradisional yang lebih ramah lingkungan, seperti penanaman bergilir yang dahulu sering dilakukan.</p>



<p><em>&#8220;Kalau sekarang itu kan memang penggunaan pokok yang sangat tinggi, kemudian pestisida, dan lain-lain, itu memang bisa menyebabkan kerusakan lahan,&#8221;</em> jelasnya.</p>



<p>Solusi yang diusulkan adalah mengurangi input bahan kimia dan kembali menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan kesuburan tanah.</p>



<p>Bencana banjir di hilir dan tanah longsor di hulu telah menjadi rutinitas yang memprihatinkan di DAS Bodri. Suparno dari Forum DAS Jateng mengungkapkan bahwa kondisi DAS yang kritis, dengan tutupan lahan yang minim dan tanah yang rentan erosi, menjadi pemicu utama.</p>



<p><em>&#8220;Apapun yang diusahakan apabila terjadi bencana maka dengan seketika semuanya menjadi sia-sia,&#8221;</em> kata Suparno sambil, menekankan pentingnya tindakan preventif.</p>



<p>Suparno juga menyinggung hasil pengukuran daya dukung sungai yang menunjukkan ketidakmampuan sungai menampung debit air saat curah hujan ekstrem. Pada Januari 2025, misalnya, peningkatan kapasitas tanggul dan penerapan konsep Zero Delta G—memastikan air hujan meresap ke dalam tanah—menjadi solusi vital yang perlu segera diimplementasikan.</p>



<p>Hery Budiarto dari GEF SGP Indonesia menyoroti bahwa perubahan perilaku masyarakat akan efektif jika memberikan manfaat ekonomi langsung. <em>&#8220;Perut, perut terisi itu yang penting,&#8221;</em> ujarnya.</p>



<p>Selain itu, Hery juga menjelaskan pentingnya pendekatan yang menyentuh kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok petani kopi di Kendal yang menerapkan sistem pertanian agroforestri.</p>



<p>Dengan menanam kopi, menurut Hery, mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi, tapi juga turut dalam upaya konservasi lahan. Inisiatif ekonomi hijau semacam ini terbukti mampu menggerakkan masyarakat untuk peduli lingkungan secara sukarela karena selaras dengan kebutuhan hidup.</p>



<p>Sementara itu, isu pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di empat kabupaten yang dilalui DAS Bodri. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kendal, Wasito, menyampaikan tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah ini diawasi ketat Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>Ia menjelaskan, metode pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan, yaitu hanya ditampung, diangkut, dan dibuang, tidak menyelesaikan masalah, malah cuma mengalihkan persoalan.</p>



<p><em>Apabila ini berlangsung secara terus-menerus turun-temurun tentunya daerah pesisir sebagai hilir dari DAS Bodri akan menjadi tumpukan dari sampah tersebut,&#8221;</em> ungkap Wasito.</p>



<p>Solusi yang disepakati adalah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, melalui pemilahan sampah dan program bank sampah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dapat didaur ulang.</p>



<p><strong>Deklarasi Hijau Bodri 2025: Pijakan Aksi Nyata</strong></p>



<p>Diskusi yang intensif dan produktif, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, swasta, masyarakat sipil, hingga akademisi, telah mencapai puncaknya. Pertukaran ide dan gagasan yang dinamis, diiringi semangat kolaborasi yang kuat, telah membuahkan hasil yang signifikan dan monumental: terbentuknya Deklarasi Hijau Bodri 2025.</p>



<p>Deklarasi ini menjadi sebuah komitmen kolektif yang berisikan 10 poin aksi nyata. Kesepuluh poin ini mencerminkan prioritas utama dalam upaya konservasi dan keberlanjutan lingkungan di wilayah Bodri, meliputi aspek-aspek krusial seperti pengelolaan sumber daya air, perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, pemberdayaan ekonomi hijau, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat.</p>



<p>Deklarasi Hijau Bodri 2025 menjadi pedoman jelas bagi para pemangku kepentingan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program-program konservasi secara terpadu dan berkelanjutan. Dengan adanya peta jalan ini, diharapkan setiap inisiatif tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terkoordinasi dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.</p>



<p>Untuk memastikan dampak yang luas dan implementasi yang efektif, Deklarasi Hijau Bodri 2025 akan segera disosialisasikan dan dikirimkan kepada seluruh instansi terkait. Harapannya dengan adanya deklarasi ini, akan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan Bodri untuk generasi mendatang.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/09/18/110528/festival-bodri-2025-jadi-wadah-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-kelestarian-das-bodri?page=all</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/festival-bodri-2025-jadi-wadah-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-kelestarian-das-bodri/">Festival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS Bodri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Mangrove Ibu-ibu Pidodo Kulon, Produk Olahan Datangkan Cuan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/inovasi-mangrove-ibu-ibu-pidodo-kulon-produk-olahan-datangkan-cuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 26 May 2025 08:52:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16967</guid>

					<description><![CDATA[<p>(26/5) Dari ancaman abrasi menjadi peluang ekonomi. Tanaman mangrove seketika mendatangkan cuan ketika diolah di tangan para ibu di Dusun Pilangsari, Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di tengah ancaman abrasi, para ibu tersebut tak henti berinovasi. Produk olahan pun disulap menjadi peluang meraup cuan. Tak hanya membantu melindungi pemukiman dari abrasi, mangrove juga memiliki nilai ekonomi ketika diolah. Setidaknya, upaya ini yang dilakukan warga Desa Pidodo Kulon. Di tengah aktivitas penanaman dan pembibitan, kaum perempuan di wilayah pesisir diberdayakan untuk membuat sejumlah produk olahan yang terbuat dari Mangrove. Diketahui, rata-rata para ibu di Desa Pidodo Kulon rata berprofesi sebagai ibu...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/inovasi-mangrove-ibu-ibu-pidodo-kulon-produk-olahan-datangkan-cuan/">Inovasi Mangrove Ibu-ibu Pidodo Kulon, Produk Olahan Datangkan Cuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati.webp" alt="" class="wp-image-16968" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati.webp 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati-300x168.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati-18x10.webp 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati-600x336.webp 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/75259-nurhayati-10x6.webp 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Nurhayati, salah seorang perempuan yang menggerakkan komunitas ibu-ibu untuk membuat produk olahan dari mangrove di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy Adrikni Sadikin)</figcaption></figure>



<p>(26/5) <em>Dari ancaman abrasi menjadi peluang ekonomi. Tanaman <a href="https://www.suara.com/tag/mangrove">mangrove</a> seketika mendatangkan cuan ketika diolah di tangan para ibu di Dusun Pilangsari, Desa <a href="https://www.suara.com/tag/pidodo-kulon">Pidodo Kulon</a>, Kecamatan Patebon, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/kendal">Kendal</a>, Jawa Tengah. Di tengah ancaman abrasi, para ibu tersebut tak henti berinovasi. Produk olahan pun disulap menjadi peluang meraup cuan.</em></p>



<p>Tak hanya membantu melindungi pemukiman dari abrasi, mangrove juga memiliki nilai ekonomi ketika diolah. Setidaknya, upaya ini yang dilakukan warga Desa Pidodo Kulon. Di tengah aktivitas penanaman dan pembibitan, kaum perempuan di wilayah pesisir diberdayakan untuk membuat sejumlah produk olahan yang terbuat dari Mangrove.</p>



<p>Diketahui, rata-rata para ibu di Desa Pidodo Kulon rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ada pula yang memiliki usaha warung. Banyak juga yang membuat terasi dari udang rebon khas wilayah tersebut. Sejak membuat produk olahan dari mangrove, ekonomi mereka terbantu. Setidaknya mereka memiliki usaha sampingan. Lapangan kerja tercipta dari budidaya mangrove.</p>



<p>Ada beberapa produk olahan dari mangrove yang dibuat oleh ibu-ibu di Dusun Pilangsari. Salah satunya keripik daun mangrove. Untuk membuat keripik, daun yang dipakai berasal dari mangrove jenis Avicennia Marina. Daun Avicennia Marina ini memang tergolong unik. Bahkan sebelum diolah, daunnya memiliki rasa asin yang khas.</p>



<p>Berdasarkan data American Museum of Natural History, banyak spesies mangrove bertahan hidup dengan menyaring sebanyak 90 persen garam yang ditemukan di air laut saat memasuki akarnya. Beberapa spesies mengeluarkan garam lewat kelenjar di daunnya. Daun-daun ini, yang ditutupi dengan kristal garam kering, terasa asin jika dijilat maupun dikonsumsi.</p>



<p>Kami sempat diminta untuk mencicipi daun mentah Avicennia Marina sebelum diolah. Hmm.. benar saja. Rasanya asin, sama seperti yang dikatakan data dari American Museum of Natural History. Namun, rasa tersebut semakin kaya ketika daun dicampur tepung lalu digoreng. Nah, ketika sudah matang, rasa daun tersebut mempertemukan sensasi asin dan gurih.</p>



<p>Eits, ternyata keripik daun hanya satu dari beberapa olahan mangrove. Ternyata, daun mangrove pun bisa lho dijadikan sirup. Selain sirup, mereka juga membuat dodol terbuat dari mangrove. Tiga produk olahan mangrove tersebut selama ini menjadi penghasilan tambahan bagi warga Pilangsari, terutama para ibu.</p>



<p>Nurhayati, 42 tahun, bekerja sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Dia pun memiliki usaha warung di rumahnya. Nur–panggilan karibnya–merupakan satu dari beberapa ibu yang diberikan pelatihan cara membuat olahan dari tanaman mangrove. Pelatihannya tak hanya satu kali, melainkan dua kali. Bukan cuma itu, ada pula praktik sebagai bagian dari pelatihan.</p>



<p>Sudah 2 sampai 3 tahun belakangan ini, Nur bersama beberapa ibu di Pilangsari membuat produk olahan mangrove. Dari sirup, dodol hingga keripik daun mangrove, mahir diolah oleh Nur cum suis. Selama ini, produk olahan mangrove tersebut turut memberikan andil dalam perekonomian keluarga Nur. Kata dia, hasil penjualannya lumayan sebagai uang tambahan.</p>



<p>“Selama ini saya dibantu oleh 3 kelompok berjumlah 25 perempuan dalam pembuatan produk mangrove. Ini tergantung banyaknya pesanan ya. Nah, nanti hasil penjualannya kami bagi-bagi ke kelompok, tergantung siapa saja yang ikut membuat (produk mangrove–RED),” tutur Nur.</p>



<p>Nur mengatakan pembeli dari produk olahan mangrove ini beragam. Ada warga yang langsung ke rumahnya. Ada pula yang memesan via online. Bahkan, imbuh Nur, produk olahan mangrove cukup menjadi primadona dalam kunjungan rombongan Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi. Saat itu, klaim Nur, banyak yang membeli.</p>



<p>“Yang beli produk dari mangrove, ada warga, ada yang pesan online. Biasanya, tamu yang datang pun bisa pesan <a href="https://www.suara.com/tag/keripik-mangrove">keripik mangrove</a>, bahkan ada pesanan juga dari pemerintah. Saat kunjungan wakil bupati, suasananya ramai dan banyak yang membeli. Mereka penasaran dengan daun mangrove. Setelah coba, enak rasanya sampai kehabisan,” ujar Nur.</p>



<p>Ketua Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal Wasito pemberdayaan ibu-ibu Pidodo Kulon memang menjadi salah satu perhatian dari program konservasi mangrove yang dijalankan. Untuk menyokong keterampilan, para ibu mendapatkan serangkaian pelatihan. Wasito pun berinisiatif menyokong mereka dengan alat-alat untuk membuat olahan mangrove tersebut.</p>



<p>“Bukan cuma membuat terasi dari udang rebon, ibu-ibu kita latih untuk membuat keripik daun mangrove dan sirup mangrove. Kebutuhannya, seperti panci dan peralatan lain untuk memasak, kami fasilitasi. Yang penting, mereka bisa membuat produk tersebut,” ujar Wasito.</p>



<p>Produk olahan mangrove, imbuh dia, juga ternyata digemari kaum jetset. Dia mengisahkan, minat tersebut terlihat melalui kegiatan menanam dengan Rotary Club beberapa waktu silam. Ketika itu, para ibu dari Rotary Club memborong seluruh produk olahan mangrove yang dibuat oleh warga Pilangsari. Laris manis!</p>



<p>“Saat itu, ibu-ibu membuat keripik, sirup, terasi serta bandeng presto. Alhamdulillah laris. Mereka membeli keripik. Merek suka karena renyah dan langsung habis,” kata Wasito.</p>



<p>Meski demikian, para ibu ini memang tidak berani untuk membuat produk olahan mangrove dalam jumlah besar. Produk tersebut memang disukai oleh beberapa kalangan. Tapi, pemasaran menjadi salah satu tantangan dalam menjual produk olahan mangrove ini. Mereka masih ragu-ragu menjual dalam skala besar.</p>



<p>“Besok-besok ketika ibu-ibu gawe (membuat–RED) keripik mangrove dalam jumlah banyak, malah nggak laku. Didol (Dijual) di tempat umum, masyarakat masih ragu-ragu. Kita masih menjual produk di event-event tertentu,” ujar Wasito.</p>



<p>Namun, tantangan tidak sampai di situ. Mereka masih berkutat tentang pemahaman dan pengetahuan masyarakat bahwa daun mangrove–terutama jenis Avicennia Marina–aman untuk dikonsumsi. Selain itu, mereka hanya memahami bahwa hanya buah mangrove yang bisa dimasak dan dipangan.</p>



<p>Kata Wasito, “Orang-orang sana belum tahu. Mereka hanya mengetahui bahwa buah mangrove dimasak dan dipangan. Ternyata daunnya bisa dimasak, kan jadi paham. Mereka tidak usah belanja bahan karena ada daun yang  bisa dimasak. Jadi sirup juga, bisa jadi duit. Pokoknya kita cari dengan pendekatan yang lebih mudah, sehingga mereka paham.”</p>



<p><strong>Peluang ekonomi lewat tangkapan ikan</strong></p>



<p>Supriadi, salah seorang nelayan penggerak yang digandeng Wasito dalam konservasi, menuturkan betapa rekan-rekannya terbantu secara ekonomi dari keberadaan mangrove ini. Seperti diketahui bahwa penghasilan utama nelayan dari tangkapan ikan. Nah, keberadaan mangrove ini mempermudah pekerjaan mereka. Alhasil, menjaring ikan menjadi lebih mudah.</p>



<p>Mangrove ini tak cuma menjadi tameng bagi ancaman abrasi, tapi juga menjadi tempat berlindung beberapa jenis ikan dan kepiting. Dengan adanya ikan dan kepiting yang berlindung di hutan mangrove, tak pelak hal ini memudahkan nelayan menjaring. Buntutnya, nelayan tidak perlu ke tengah laut untuk menjaring ikan.</p>



<p>“Untuk ekosistem, mangrove ini berfungsi sebagai tempat perkembangbiakkan ikan dan kepiting, Biasanya, kepiting ketika hendak bertelur mencari perlindungan di akar-akar mangrove. Ada banyak jenis ikan yang berlindung di akar mangrove ketika bertelur,” ujar Supriadi.</p>



<p>Tak hanya itu, Supri juga mengatakan masyarakat memanfaatkan ikan dan kepiting di akar mangrove. “(Ikan dan kepiting–RED) untuk dijual. Ada juga yang dikonsumsi. Tapi kebanyakan dijual, karena itu mata pencaharian. Ada ikan belanak, kakap, kerapu, dan jenis ikan lainnya. Ada banyak jenisnya, termasuk kepiting,” kata Supri.</p>



<p>Sekadar informasi, pesisir pantai Pidodo Kulon merupakan muara Sungai Bodri. Berdasarkan data yang dikutip dari Pusdataru Jawa Tengah, Bodri adalah sungai yang memiliki panjang 171 kilometer dengan luas daerah aliran sungai (DAS) yakni 612 kilometer persegi. Sungai ini melintasi 6 kecamatan di Kendal, salah satunya yakni Kecamatan Patebon.</p>



<p>Komunitas warga pesisir di Pidodo Kulon merupakan salah satu mitra Program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) karena merupakan konservasi mangrove berbasis inisiasi warga. Dengan kemitraan tersebut, komunitas nelayan membuat rumah pembibitan mangrove, penanaman serta memberdayakan masyarakat setempat.(*)</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/05/26/171546/inovasi-mangrove-ibu-ibu-pidodo-kulon-produk-olahan-datangkan-cuan?page=all</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/inovasi-mangrove-ibu-ibu-pidodo-kulon-produk-olahan-datangkan-cuan/">Inovasi Mangrove Ibu-ibu Pidodo Kulon, Produk Olahan Datangkan Cuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GEF SGP Indonesia dan BPDAS Sepakati Pemulihan DAS Bodri Kembangkan Produk Organik Masyarakat</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-dan-bpdas-sepakati-pemulihan-das-bodri-kembangkan-produk-organik-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 15 Feb 2025 06:14:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17053</guid>

					<description><![CDATA[<p>(15/2/2025) Sekretariat nasional GEF SGP Indonesia dan Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun telah sepakat untuk melakukan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan pendekatan berbasis pengembangan produk organik masyarakat. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar DAS Bodri. Kepala BPDAS Pemali Jratun, Arief Setyo Utomo memaparkan beberapa upaya yang telah sukses dilaksanakan dari program pemulihan DAS&#160;Bodri&#160;melalui upaya pengembangan produk organik. Salah satunya adalah ekspor budidaya komoditas petai hingga berhasil ekspor ke Korea Selatan.&#160; “Tak hanya itu, komoditas Alpukat Pangeran juga telah berhasil disuplai ke ke berbagai toko termasuk supermarket Superindo, yang merupakan binaan BPDAS Pemali Jratun,”...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-dan-bpdas-sepakati-pemulihan-das-bodri-kembangkan-produk-organik-masyarakat/">GEF SGP Indonesia dan BPDAS Sepakati Pemulihan DAS Bodri Kembangkan Produk Organik Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6.png" alt="" class="wp-image-17054" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-6-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">GEF SGP Indonesia dan BPDAS Pemali Jratun sepakat untuk melakukan pemulihan DAS Bodri dengan pendekatan berbasis pengembangan produk organik masyarakat.(Dokumentasi Pribadi)</figcaption></figure>



<p>(15/2/2025) Sekretariat nasional <a href="https://www.suara.com/tag/gef-sgp">GEF SGP</a> Indonesia dan Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun telah sepakat untuk melakukan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan pendekatan berbasis pengembangan produk organik masyarakat. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar <a href="https://www.suara.com/tag/das-bodri">DAS Bodri</a>.</p>



<p>Kepala BPDAS Pemali Jratun, Arief Setyo Utomo memaparkan beberapa upaya yang telah sukses dilaksanakan dari program pemulihan DAS&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/bodri">Bodri</a>&nbsp;melalui upaya pengembangan produk organik. Salah satunya adalah ekspor budidaya komoditas petai hingga berhasil ekspor ke Korea Selatan.&nbsp;</p>



<p>“Tak hanya itu, komoditas Alpukat Pangeran juga telah berhasil disuplai ke ke berbagai toko termasuk supermarket Superindo, yang merupakan binaan BPDAS Pemali Jratun,” jelas Arief.</p>



<p>Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pemeliharaan DAS yang berkelanjutan, Arief menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPDAS Pemaji Jratun yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi DAS. Dalam hal ini, BPDAS bermitra dengan PKSDA dan berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) yang aktif di bidang perhutanan sosial.</p>



<p>Menyoroti upaya pemulihan tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala menjelaskan bahwa di tahun ke-3 program pihaknya  tengah berupaya untuk memulihkan lahan sebesar 500 hektare.<br>“Salah satu fokus upaya pemulihan lahan itu kami sedang menggencarkan penanaman pohon berkayu yang menguntungkan juga secara ekonomi bagi masyarakat seperti tanaman jambu biji, kopi, kacang macademia dan semisalnya,” jelas Sidi.</p>



<p>Lebih lanjut Sidi menjelaskan bahwa saat ini beberapa mitra yang berwilayah kerja di DAS Bodri telah mulai memanen hasilnya sehingga perlu untuk dilakukan peningkatan secara kapasitas agar masyarakat tidak hanya menjualnya dalam bentuk mentah.&nbsp;</p>



<p>“Saat ini kami melihat banyak potensi produk lokal dan komoditas endemik yang berpotensi untuk masuk ke pasar global. Akan tetapi untuk menyasar pasar tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan baik dari standar, sertifikasi hingga pemasarannya,” jelasnya.</p>



<p>Mengapresiasi inisiasi tersebut, Arief menyarankan penanaman beberapa komoditas yang saat ini tengah dicari oleh masyakat lokal seperti alpukat dan aren yang bernilai konservasi dan saat ini harganya sedang bersaing. Pihaknya juga mendukung untuk menghubungkan dengan offtaker dan pencarian pasar melalui business matching,</p>



<p>Di akhir audiensi, Sidi menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan website pemetaan digital keanekaragaman hayati DAS Bodri. Bekerja sama dengan Serikat Petani Kedu-Banyumas (Sepkuba), Website itu nantinya akan diserahkan kepada BPDAS Pemali Jratun dan berbagai stakeholder lainnya setelah penyelesaian program GEF SGP Indonesia di fase ke-7.</p>



<p>Sumber: https://yoursay.suara.com/rona/2025/02/15/091000/gef-sgp-indonesia-dan-bpdas-sepakati-pemulihan-das-bodri-kembangkan-produk-organik-masyarakat</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-indonesia-dan-bpdas-sepakati-pemulihan-das-bodri-kembangkan-produk-organik-masyarakat/">GEF SGP Indonesia dan BPDAS Sepakati Pemulihan DAS Bodri Kembangkan Produk Organik Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitra GEF SGP Indonesia Kolaborasi Laksanakan Pelatihan Praktik Pembenihan Bagi Petani Desa Tempelsari</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-kolaborasi-laksanakan-praktik-pembenihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 01 Jan 2025 15:01:15 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=13563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Temanggung (26/12). Yayasan Koling dengan berkolaborasi empat lembaga mitra GEF SGP Indonesia di wilayah kerja DAS Bodri, yaitu Serikat Tani Kedu Banyumas (Sepkuba), Labotarium Desa (Labdes), Ngudi Makmur, dan Samitra Lingkungan menyelenggarakan praktik pembenihan diselenggarakan di rumah belajar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Kamis (26/12). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintahan tingkat desa hingga kecamatan, kelompok tani serta mitra GEF SGP Indonesia dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri. Kegiatan yang berfokus pada praktik langsung pembenihan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar dan mempraktikkan langsung teknik pembenihan di bawah...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-kolaborasi-laksanakan-praktik-pembenihan/">Mitra GEF SGP Indonesia Kolaborasi Laksanakan Pelatihan Praktik Pembenihan Bagi Petani Desa Tempelsari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-1024x576.jpeg" alt="Yayasan Koling berkolaborasi dengan Mitra GEF SGP Indonesia laksanakan Pelatihan Praktik Pembenihan di Desa Tempelsari" class="wp-image-13564" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-1024x576.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-300x169.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-768x432.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-1536x864.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-18x10.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28-10x6.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2024-12-27-at-17.15.28.jpeg 1599w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Para peserta melakukan praktik pembenihan yang bertempat di rumah belajar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tempelsari (Dok: Nugroho Widi Triatmoko / Yayasan Koling)</sub></figcaption></figure>



<p><strong>Temanggung (26/12).</strong> <a href="https://www.instagram.com/kolingreborn4/">Yayasan Koling</a> dengan berkolaborasi empat lembaga mitra GEF SGP Indonesia di wilayah kerja DAS Bodri, yaitu Serikat Tani Kedu Banyumas (Sepkuba), Labotarium Desa (Labdes), Ngudi Makmur, dan Samitra Lingkungan menyelenggarakan praktik pembenihan diselenggarakan di rumah belajar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Kamis (26/12). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintahan tingkat desa hingga kecamatan, kelompok tani serta mitra GEF SGP Indonesia dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.</p>



<p>Kegiatan yang berfokus pada praktik langsung pembenihan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar dan mempraktikkan langsung teknik pembenihan di bawah bimbingan para ahli. Rumah belajar Gapoktan Desa Tempelsari menjadi pusat kegiatan, menyediakan fasilitas dan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran.</p>



<p>Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan empat lembaga tersebut, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes), Gapoktan, Pemerintah Kecamatan, dan <a href="https://sgp-indonesia.org/">GEF SGP Indonesia Fase ke-7.</a> Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian, khususnya pembenihan. </p>



<p>Di tengah kegiatan, untuk mempererat sinergi dan keterlibatan pemerintah dan masyarakat tani terdapat aktivitas simbolis penanaman kopi Arabika oleh Camat Tretep Iwan Siswanto, Kepala Desa Tempelsari Sarif Hidayat, Ketua Gapoktan Desa Tempelsari dan Yayasan Koling di lahan Greenhouse demplot belajar antar petani di Desa Tempelsari.</p>



<p>Selain itu, kehadiran lini masyarakat yang bermata pencaharian di bidang pertanian lainnya seperti paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT), generasi muda serta perwakilan mitra-mitra GEF SGP Indonesia yang berwilayah kerja di DAS Bodri mencerminkan antusiasme dan apresiasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.</p>



<p>Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pertanian di Desa Tempelsari dan sekitarnya. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan dapat menerapkan teknik pembenihan yang baik dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta menerapkan praktik baik bagi pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi antar lembaga dan dukungan dari berbagai pihak meliputi pemerintah dan gabungan kelompok tani diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-kolaborasi-laksanakan-praktik-pembenihan/">Mitra GEF SGP Indonesia Kolaborasi Laksanakan Pelatihan Praktik Pembenihan Bagi Petani Desa Tempelsari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Potensi Kopi, LABDES Selenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Kopi di Desa Canggal, Temanggung</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/tingkatkan-potensi-kopi-temanggung-labdes-selenggarakan-pelatihan-budidaya-tanaman-kopi-di-desa-canggal-temanggung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 30 Dec 2024 07:14:06 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=13545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Temanggung (20/12). Untuk mendukung pengembangan potensi kopi lokal, LABDES (Laboratorium Desa) melalui program GEF SGP mengadakan pelatihan budidaya tanaman kopi arabika di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, pada 18-19 Desember 2024. Kegiatan ini menghadirkan Yamidi, seorang praktisi sekaligus penggiat kopi nasional, sebagai narasumber. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi sejak tahap awal budidaya. Sebagai salah satu komoditas utama di Indonesia, kopi memiliki peran penting, sehingga pelatihan ini memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada para petani dan anggota KTH (Kelompok Tani Hutan) setempat untuk mendukung pengelolaan yang lebih optimal. Kopi adalah salah satu komoditas utama Indonesia yang memiliki peran penting dalam...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/tingkatkan-potensi-kopi-temanggung-labdes-selenggarakan-pelatihan-budidaya-tanaman-kopi-di-desa-canggal-temanggung/">Tingkatkan Potensi Kopi, LABDES Selenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Kopi di Desa Canggal, Temanggung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="577" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-1024x577.jpeg" alt="Labotarium Desa (Labdes) selenggarakan pelatihan Budidaya Kopi" class="wp-image-13547" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-1024x577.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-300x169.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-768x433.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-1536x866.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-18x10.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57-10x6.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-30-at-13.56.57.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sup>Foto: Foto bersama peserta &#8216;Pelatihan Budidaya Kopi Arabika&#8217; (Dok: Muh. Suprobo)</sup></figcaption></figure>



<p>Temanggung (20/12). Untuk mendukung pengembangan potensi kopi lokal, LABDES (Laboratorium Desa) melalui program GEF SGP mengadakan pelatihan budidaya tanaman kopi arabika di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, pada 18-19 Desember 2024. Kegiatan ini menghadirkan Yamidi, seorang praktisi sekaligus penggiat kopi nasional, sebagai narasumber. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi sejak tahap awal budidaya. Sebagai salah satu komoditas utama di Indonesia, kopi memiliki peran penting, sehingga pelatihan ini memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada para petani dan anggota KTH (Kelompok Tani Hutan) setempat untuk mendukung pengelolaan yang lebih optimal.</p>



<p>Kopi adalah salah satu komoditas utama Indonesia yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional melalui sektor produksinya. Meskipun demikian, industri ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas kopi sejak tahap awal budidaya, langkah yang krusial untuk mendukung ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.</p>



<p>Pelatihan dua hari ini dihadiri oleh KTH (Kelompok Tani Hutan), Kepala Dusun, beberapa mitra dari program GEF SGP, <em>Roaster</em> dan beberapa pegiat kopi. Program ini mencakup sesi teoretis tentang biologi tanaman kopi, manajemen hama dan penyakit, serta praktek langsung ke kebun tentang teknik budidaya kopi modern. Tujuannya adalah untuk membekali petani dengan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan hasil kopi mereka dan memperbaiki kualitas produk mereka.</p>



<p>Pratama Panji, sebagai koordinator dari LABDES, menekankan pentingnya program pelatihan semacam ini. “Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani lokal kita, kita dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas pertanian <a href="https://www.kompasiana.com/elmanurul1883/622b039bbb44866f5158f033/kopi-temanggung-mengapa-jadi-kopi-terbaik-di-dunia">kopi arabika temanggung</a> dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi keseluruhan wilayah ini,” katanya.&nbsp;</p>



<p>Pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Para petani diajarkan berbagai metode, mulai dari teknik sambung batang hingga penerapan pertanian organik. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada manfaat penggunaan pupuk alami dan langkah-langkah pengendalian hama secara alami. Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hasil panen kopi, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian dalam jangka panjang.</p>



<p>Para peserta sangat antusias dengan pelatihan ini dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada LABDES atas penyelenggaraan acara tersebut.</p>



<p>“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami telah mendapat ilmu dan teknik-teknik baru yang akan membantu kami meningkatkan <a href="https://sgp-indonesia.org/wp-admin/post.php?post=12546&amp;action=edit">produksi kopi</a> dan memperbaiki mata pencaharian kami,” kata Jayen, seorang petani kopi di Desa Canggal yang lahannya digunakan untuk Demplot.&nbsp;</p>



<p>LABDES berkomitmen untuk terus mendukung petani kopi arabika temanggung melalui pelaksanaan sesi pelatihan rutin dan kunjungan tindak lanjut. Dukungan yang berkesinambungan ini memainkan peran penting dalam menjaga momentum dan membantu petani menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dengan lebih efektif.</p>



<p>Program ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memajukan produk pertanian lokal sekaligus memperkuat ekonomi komunitas pedesaan. Dengan menempatkan fokus pada komoditas unggulan seperti kopi, inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan di kawasan tersebut.</p>



<p>Sebagai kesimpulan, pelatihan budidaya tanaman kopi arbika temanggung di Desa Canggal merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan potensi industri kopi di Indonesia. Melalui dukungan yang terus-menerus dan kerja sama yang erat, petani setempat dapat meningkatkan produktivitas, menghasilkan produk berkualitas tinggi, dan menciptakan masa depan ekonomi yang lebih stabil.</p>



<p>Penulis: Muh Suprobo</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/tingkatkan-potensi-kopi-temanggung-labdes-selenggarakan-pelatihan-budidaya-tanaman-kopi-di-desa-canggal-temanggung/">Tingkatkan Potensi Kopi, LABDES Selenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Kopi di Desa Canggal, Temanggung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Expo DAS Bodri: Kolaborasi Mitra GEF SGP Indonesia Kenalkan Produk Lokal di Festival Merti Bumi Desa igirmranak</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/expo-das-bodri-di-festival-merti-bumi-desa-igirmranak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 21 Oct 2024 05:06:37 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=13444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wonosobo (21/10). Community Organizer DAS Bodri yang merupakan Mitra kerjasama GEF SGP Indonesia pamerkan &#8220;Hasil Karya Harmoni Alam dan Tradisi Masyarakat DAS Bodri&#8221; di Booth Expo DAS Bodri dalam Festival Merti Bumi di Desa Igirmranak, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu (19/10) lalu. Pesona keindahan alam dan uniknya budaya Festival Merti Bumi di Desa Igirmranak tentu memikat daya tarik wisatawan lokal di dalam Kabupaten Wonosobo maupun di luarnya. Berbagai kegiatan dilaksanakan di festival tersebut mulai dari stand dan booth, pentas seni, penampilan band, penerbangan lampion dan ditutup dengan ritual merti bumi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Igirmranak. Ikut serta dalam...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/expo-das-bodri-di-festival-merti-bumi-desa-igirmranak/">Expo DAS Bodri: Kolaborasi Mitra GEF SGP Indonesia Kenalkan Produk Lokal di Festival Merti Bumi Desa igirmranak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="662" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-1024x662.jpg" alt="" class="wp-image-13446" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-1024x662.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-300x194.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-768x496.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-1536x993.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-2048x1323.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-18x12.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL076682-1-10x6.jpg 10w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Wisatawan Festival Merti Bumi Desa Igirmranak Kunjungi Expo Das Bodri (Dok: Faishal Muhammad Dzulfiqar / GEF SGP Indonesia)</sub></figcaption></figure>



<p><strong>Wonosobo (21/10).</strong> Community Organizer DAS Bodri yang merupakan Mitra kerjasama <a href="https://sgp-indonesia.org/">GEF SGP Indonesia</a> pamerkan &#8220;Hasil Karya Harmoni Alam dan Tradisi Masyarakat DAS Bodri&#8221; di Booth Expo DAS Bodri dalam Festival Merti Bumi di Desa Igirmranak, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu (19/10) lalu.</p>



<p>Pesona keindahan alam dan uniknya budaya Festival Merti Bumi di Desa Igirmranak tentu memikat daya tarik wisatawan lokal di dalam Kabupaten Wonosobo maupun di luarnya.</p>



<p>Berbagai kegiatan dilaksanakan di festival tersebut mulai dari <em>stand</em> dan <em>booth</em>, pentas seni, penampilan band, penerbangan lampion dan ditutup dengan ritual merti bumi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Igirmranak.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.facebook.com/photo?fbid=1790995927616189"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-1024x683.png" alt="Festival Merti Bumi Menjadi Media Promosi Kebudayaan Lokal" class="wp-image-13447" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-1024x683.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/image.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Keindahan Festival Merti Bumi di Desa Igirmranak (Foto: Wonosobo Zone)</sub></figcaption></figure>



<p>Ikut serta dalam memeriahkan acara, <em>Community Organizer</em> DAS Bodri memamerkan berbagai macam olahan dan produk yang telah dikembangkan oleh kelompok masyarakat yang berada di hulu hingga hilir DAS Bodri.</p>



<p>Mulai dari pangan lokal seperti ubi, talas, singkong, kopi, teh, aren, pisang, sukun, jahe, jagung dan pangan lokal lainnya berhasil diolah oleh kelompok masyarakat binaan <em>Community Organizer</em> DAS Bodri menjadi produk makanan dan minuman yang tentunya menarik dan inovatif.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-1024x683.jpg" alt="Expo DAS Bodri menjadi Booth Pemeriah Festival Merti Bumi Desa Igirmranak" class="wp-image-13448" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-1024x683.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-300x200.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-768x512.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-1536x1024.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-2048x1365.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-18x12.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075272-10x7.jpg 10w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Expo DAS Bodri menjadi Media Promosi Produk Lokal DAS Bodri (Dok: Faishal Muhammad Dzulfiqar / GEF SGP Indonesia)</sub></figcaption></figure>



<p>Contohnya seperti yang dilakukan oleh KUPS binaan LMDH Wana Lestari berhasil mengolah jagung menjadi dodol yang rasanya lembut, manis dan gurih.</p>



<p>Inovasi lainnya juga dilakukan oleh Kelompok Binaan Desa Pidodokulon yang didampingi P3MP dengan mengembangkan olahan kripik dan sirup yang berasal dari daun Avicenna (api-api).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="940" height="788" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA.png" alt="" class="wp-image-13449" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA.png 940w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA-300x251.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA-768x644.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA-14x12.png 14w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/OLAHAN-PRODUK-AVICENNIA-10x8.png 10w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Olahan Daun Avicennia yang berjenis mangrove menjadi salah satu olahan produk unggulan Kelompok Masyarkat Binaan Desa Pidodokulon (Dok: Faishal Muhammad Dzulfiqar / GEF SGP Indonesia)</sub></figcaption></figure>



<p>Berbagai macam produk tersebut dapat dibeli oleh para wisatawan sebagai oleh-oleh atau cenderamata dengan harga yang terjangkau dan tentunya berkualitas.</p>



<p>Tak hanya memamerkan produk, Di booth Expo DAS Bodri terdapat warung &#8220;Kopi Lokal DAS Bodri&#8221; yang menjual berbagai macam olahan kopi serti di kafe-kafe dengan hanya merogoh kocek mulai dari Rp6.000 sampai Rp12.000 saja.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="958" height="639" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932.jpg" alt="" class="wp-image-13450" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932.jpg 958w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932-300x200.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932-768x512.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932-18x12.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/10/DZL075932-10x7.jpg 10w" sizes="auto, (max-width: 958px) 100vw, 958px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub>Foto: Warung Kopi Lokal DAS Bodri menjadi daya pikat masyarakat karena dengan harga terjangkau mendapatkan kopi yang berkualitas (Dok: Faishal Muhammad Dzulfiqar / GEF SGP Indonesia) </sub></figcaption></figure>



<p>Harapannya melalui Expo DAS Bodri dapat menjadi media untuk memperkenalkan produk-produk ciptaan kelompok masyarakat DAS Bodri kepada khalayak luas. Yang akhirnya dapat memajukan ekonomi dari hulu hingga hilir masyarakat DAS Bodri.</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/expo-das-bodri-di-festival-merti-bumi-desa-igirmranak/">Expo DAS Bodri: Kolaborasi Mitra GEF SGP Indonesia Kenalkan Produk Lokal di Festival Merti Bumi Desa igirmranak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>