<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Knowledge Management and Communication (KMC) Arsip - SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/id/tag/knowledge-management-and-communication-kmc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/knowledge-management-and-communication-kmc/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 02 Feb 2026 06:19:20 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>Knowledge Management and Communication (KMC) Arsip - SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/id/tag/knowledge-management-and-communication-kmc/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merayakan 500 Episode TM Share: Perjalanan Berbagi Pengetahuan untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/merayakan-500-episode-tm-share-perjalanan-berbagi-pengetahuan-untuk-lingkungan-dan-pemberdayaan-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 11 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta (11/8). Teras Mitra (TM), sebuah platform yang didedikasikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari berbagai mitra, baru-baru ini mencapai tonggak penting dengan merayakan seri TM Share ke-500. Acara bersejarah ini, yang didukung penuh oleh GEF SGP Indonesia, menandai pencapaian signifikan dalam misi Teras Mitra untuk menginspirasi inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan kekayaan alam dan kewirausahaan sosial di seluruh Indonesia. Perayaan ini diadakan secara hibrida, dengan acara luring di Kedai Pacar Merah dan Postblock, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom dan kanal YouTube Teras Mitra, memastikan jangkauan yang luas bagi audiens di berbagai lokasi. Membuka acara diskusi sekaligus perayaan yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/merayakan-500-episode-tm-share-perjalanan-berbagi-pengetahuan-untuk-lingkungan-dan-pemberdayaan-masyarakat/">Merayakan 500 Episode TM Share: Perjalanan Berbagi Pengetahuan untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-17368" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-1024x683.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-300x200.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-768x512.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-1536x1024.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-2048x1365.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-18x12.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-600x400.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03844-10x7.jpg 10w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sup>Merayakan Seri ke 500 TM Share (Doc. Dimas Bimo Darmawan / GEF SGP Indonesia)</sup></figcaption></figure>



<p>Jakarta (11/8). Teras Mitra (TM), sebuah platform yang didedikasikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari berbagai mitra, baru-baru ini mencapai tonggak penting dengan merayakan seri TM Share ke-500. Acara bersejarah ini, yang didukung penuh oleh GEF SGP Indonesia, menandai pencapaian signifikan dalam misi Teras Mitra untuk menginspirasi inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan kekayaan alam dan kewirausahaan sosial di seluruh Indonesia. Perayaan ini diadakan secara hibrida, dengan acara luring di Kedai Pacar Merah dan Postblock, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom dan kanal YouTube Teras Mitra, memastikan jangkauan yang luas bagi audiens di berbagai lokasi.</p>



<p>Membuka acara diskusi sekaligus perayaan yang ke-500, Selia Narwasti Nangi, Staff Resources Mobilization Terasmitra menyampaikan rasa kagumnya karena perjalanan panjang TM Share tersebut bermula saat Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. “Kami bersyukur kepada pihak-pihak yang telah mendukung TM Share hingga bisa melaksanakan diskusi yang ke-500 ini dan begitupun para partisipan setia TM Share di berbagai platform mulai Zoom, instagram dan Youtube,” ucapnya.</p>



<p>TM Share kali ini secara khusus menyoroti tema krusial &#8220;Perubahan Iklim dan Agensi Perempuan di Pulau-Pulau Terkecil&#8221;, sebuah topik yang relevan dengan tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Momen spesial ini juga menjadi momen peluncuran buku baru dari Mama Aleta Fund (MAF), sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi mendukung perjuangan perempuan di Indonesia Timur. Buku tersebut, berjudul <em>Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun dan Sergum</em>, berisi kumpulan cerita inspiratif mengenai pembelajaran, perlawanan, dan pemulihan ruang hidup dari perempuan-perempuan tangguh di pulau Timor, Flores, Adonara, dan Lembata. Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya menyoroti kekuatan dan ketahanan perempuan, tetapi juga mengeksplorasi kedalaman pengetahuan mereka tentang sejarah politik lokal, ekologi tradisional, serta tantangan mendesak yang mereka hadapi akibat krisis iklim yang semakin parah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-17369" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-1024x683.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-300x200.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-768x512.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-1536x1024.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-2048x1365.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-18x12.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-600x400.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DND03841-10x7.jpg 10w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sup>Sesi diskusi TM Share membahas tema utama &#8220;Perubahan Iklim dan Agensi Perempuan di Pulau-Pulau Terkecil&#8221;. (Doc: Faishal Muhammad Dzulfiqar / GEF SGP Indonesia)</sup></figcaption></figure>



<p>Sesi diskusi dimoderatori oleh Tejo Wahyu Jatmiko dari Perkumpulan Indonesia Berseru. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di bidangnya: Albertus Vembrianto, seorang fotografer yang karyanya menghiasi buku <em>Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun, dan Sorgum</em>; Meilati Murniani Batubara, seorang aktivis pangan dari Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia; serta Tarry Kerans dari Koalisi KOPI Mura Rame, yang memberikan pandangan tentang dinamika sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.</p>



<p>Sejak pertama kali diluncurkan, TM Share telah berkembang menjadi wadah yang sangat penting bagi para inisiator dan inovator di seluruh Indonesia. Platform ini telah memfasilitasi 1.300 narasumber untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan pembelajaran mereka dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan TM Share tidak hanya terlihat dari jumlah narasumber, tetapi juga dari partisipasi audiens yang besar. Hingga saat ini, TM Share telah dihadiri dan didengarkan oleh 11.200 peserta, baik melalui berbagai saluran daring seperti Instagram Live, Zoom, dan YouTube podcast, maupun melalui pertemuan langsung (offline.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Teras Mitra melalui program TM Share. Ia menegaskan bahwa platform ini telah berhasil menyediakan ruang yang efektif bagi mitra-mitra untuk berbagi kisah sukses yang tidak hanya menginspirasi tetapi juga dapat memotivasi masyarakat luas, khususnya para pengguna media sosial, untuk terlibat aktif dalam gerakan positif. “Saya meyakini bahwa gerakan di tingkat akar rumput (tapak) memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan” jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Ia berharap, TM Share akan terus berkembang, menginspirasi, dan mengangkat lebih banyak lagi cerita-cerita keberhasilan dari komunitas di seluruh Indonesia, sehingga dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk ikut berkontribusi aktif dalam membangun negeri dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/merayakan-500-episode-tm-share-perjalanan-berbagi-pengetahuan-untuk-lingkungan-dan-pemberdayaan-masyarakat/">Merayakan 500 Episode TM Share: Perjalanan Berbagi Pengetahuan untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merawat Jaringan, Membangun Gerakan melalui Ruang Aman</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/merawat-jaringan-membangun-gerakan-melalui-ruang-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 24 Jul 2025 08:05:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Omah Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17078</guid>

					<description><![CDATA[<p>(24/7/2025) Yogyakarta &#8211; Pelatihan Ruang Aman Sekolah Kampung Omah Kayu yang digelar di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta ini berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini mempertemukan tujuh Sekolah Kampung dari Balantieng (BumDes Tumarilla dan Teras Tani Alami), Gorontalo (Wire-G, Sekolah Kampung Juriya, Lebah Madu Pangahu), Bodri (Samitra Lingkungan, KWT Tempelsari), hingga Sabu Raijua (Kupang Batanam), dalam sebuah ruang belajar bersama untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan jaringan komunitas. Selama empat hari, para peserta menggali pengalaman terbaik dari masing-masing&#160;Sekolah Kampung, belajar tentang&#160;Ruang Aman/Peer Coach, serta melakukan kunjungan ke komunitas untuk mendapatkan inspirasi dari praktik nyata komunitas. Kegiatan pelatihan&#160;Ruang Aman&#160;ini menjadi bagian dari program&#160;Sekolah Kampung Omah Kayu&#160;yang didukung oleh&#160;Global Environmental Facility-Small...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/merawat-jaringan-membangun-gerakan-melalui-ruang-aman/">Merawat Jaringan, Membangun Gerakan melalui Ruang Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-1024x683.png" alt="" class="wp-image-17079" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-1024x683.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-600x400.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-13.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>(24/7/2025) Yogyakarta &#8211; Pelatihan <em>Ruang Aman</em> <a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung Omah Kayu</a> yang digelar di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta ini berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini mempertemukan tujuh <a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a> dari Balantieng (<a href="https://www.instagram.com/bumdestumarilaanrang/">BumDes Tumarilla</a> dan <a href="https://www.instagram.com/terastanialami/">Teras Tani Alami</a>), Gorontalo (<a href="https://www.instagram.com/wiregorontalo/">Wire-G</a>, <a href="https://www.instagram.com/sekolahkampung.gto/">Sekolah Kampung Juriya</a>, Lebah Madu Pangahu), Bodri (<a href="https://www.instagram.com/samitra_lingkungan/">Samitra Lingkungan</a>, KWT Tempelsari), hingga Sabu Raijua (<a href="https://www.instagram.com/kupangbatanam/">Kupang Batanam</a>), dalam sebuah ruang belajar bersama untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan jaringan komunitas.</p>



<figure class="wp-block-image" id="attachment_2477"><img decoding="async" src="https://terasmitra.com/wp-content/uploads/2025/08/DSC01827-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-2477"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sesi foto bersama dengan semua peserta pelatihan Ruang Aman. (Dok: TM/Bara Hakimi)</em></figcaption></figure>



<p>Selama empat hari, para peserta menggali pengalaman terbaik dari masing-masing&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a>, belajar tentang&nbsp;<em>Ruang Aman</em>/<em>Peer Coach</em>, serta melakukan kunjungan ke komunitas untuk mendapatkan inspirasi dari praktik nyata komunitas.</p>



<p>Kegiatan pelatihan&nbsp;<em>Ruang Aman</em>&nbsp;ini menjadi bagian dari program&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung Omah Kayu</a>&nbsp;yang didukung oleh&nbsp;<a href="https://sgp-indonesia.org/en/sgp-indonesia/">Global Environmental Facility-Small Grants Program (GEF-SGP) Indonesia</a>.</p>



<h5 class="wp-block-heading">Belajar Bersama, Membangun&nbsp;<em>Ruang Aman</em></h5>



<p>Hari pertama kegiatan ini dimulai dengan berbagi praktik baik dari masing-masing&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a>, yang nantinya akan dibukukan sebagai dokumentasi praktik baik program&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung Omah Kayu</a>&nbsp;dalam program fase ke 7&nbsp;<a href="https://sgp-indonesia.org/en/sgp-indonesia/">GEF SGP Indonesia</a>.</p>



<p>Hari kedua dan ketiga peserta mulai diajak mengenal diri sendiri dan melatih keterampilan&nbsp;<em>coaching</em>&nbsp;dasar, fokus pada&nbsp;<em>self journey</em>&nbsp;melalui&nbsp;<em>self awareness</em>,&nbsp;<em>self acceptance</em>, dan&nbsp;<em>self healing</em>. Peserta diajak mengenal diri dengan metode&nbsp;<em>Johari Window</em>, refleksi melalui&nbsp;<em>photostory</em>, hingga latihan&nbsp;<em>mindfulness</em>&nbsp;dan meditasi untuk mengelola emosi serta menjaga kesehatan mental.</p>



<figure class="wp-block-image" id="attachment_2476"><img decoding="async" src="https://terasmitra.com/wp-content/uploads/2025/08/DSC02619-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-2476"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sesi Meditasi sebagai latihan untuk mengelola emosi serta menjaga kesehatan mental. (Dok: TM/Bara Hakimi)</em></figcaption></figure>



<p>Hari ketiga, peserta mendalami keterampilan&nbsp;<em>coaching</em>&nbsp;dasar, seperti membangun kepercayaan, mendengar aktif, serta mengajukan pertanyaan mendalam. Praktik berpasangan memberi pengalaman langsung bahwa mendampingi berarti membantu orang lain menemukan jawaban dalam dirinya sendiri.</p>



<h5 class="wp-block-heading">Inspirasi dari Komunitas</h5>



<figure class="wp-block-image" id="attachment_2475"><img decoding="async" src="https://terasmitra.com/wp-content/uploads/2025/08/DSC03425-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-2475"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Kunjungan ke Bumi Langit. (Dok: TM/Lia de Ornay)</em></figcaption></figure>



<p>Hari terakhir, peserta diajak untuk mengunjungi Bumi Langit Institute dan Murakabi (Agradaya). Dikedua tempat ini, peserta belajar tentang pertanian alami, energi terbarukan, hingga strategi pemasaran produk lokal. Inspirasi dari kedua kunjungan ini memperkuat semangat bahwa Sekolah Kampung bukan hanya ruang belajar, tetapi juga basis produksi dan gerakan kolektif yang berkelanjutan.</p>



<figure class="wp-block-image" id="attachment_2479"><img decoding="async" src="https://terasmitra.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_9690-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-2479"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Kunjungan ke Murakabi (Agradaya). (Dok: TM/Sumartini)</em></figcaption></figure>



<h5 class="wp-block-heading">Menuju Gerakan Mandiri</h5>



<p>Dari refleksi akhir yang dilakukan di&nbsp;<a href="https://www.instagram.com/omahkayu_hub/">Omah Kayu</a>, peserta bersama-sama menyepakati bahwa penting untuk menjaga nilai, membangun komunikasi antar&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a>, serta mengembangkan strategi bersama agar&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a>&nbsp;dapat mandiri. Rencana tindak lanjut pun disepakati, mulai dari pertemuan daring rutin, pembagian tugas fasilitasi, hingga membangun jaringan basis produksi bersama.</p>



<figure class="wp-block-image" id="attachment_2478"><img decoding="async" src="https://terasmitra.com/wp-content/uploads/2025/08/DSC03632-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-2478"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sesi refleksi untuk menutup pelatihan Ruang Aman. (Dok: TM/Bara Hakimi)</em></figcaption></figure>



<p>Dengan&nbsp;<a href="https://www.instagram.com/omahkayu_hub/">Omah Kayu</a>&nbsp;sebagai pusat pembelajaran,&nbsp;<a href="https://sekolahkampung.com/">Sekolah Kampung</a>&nbsp;terus bergerak sebagai&nbsp;<em>Ruang Aman</em>&nbsp;yang memperkuat komunitas, menjaga kemandirian, dan menghadirkan perubahan nyata.</p>



<p>Sumber: https://sekolahkampung.com/blog/merawat-jaringan-membangun-gerakan-melalui-ruang-aman/</p>



<p>*</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/merawat-jaringan-membangun-gerakan-melalui-ruang-aman/">Merawat Jaringan, Membangun Gerakan melalui Ruang Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggali Potensi Kearifan Lokal sebagai Pilar Utama Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sun, 23 Mar 2025 04:49:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan/">Menggali Potensi Kearifan Lokal sebagai Pilar Utama Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="732" height="488" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj.webp" alt="" class="wp-image-16912" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj.webp 732w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj-300x200.webp 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj-18x12.webp 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj-600x400.webp 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj-1x1.webp 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-dxj-10x7.webp 10w" sizes="auto, (max-width: 732px) 100vw, 732px" /><figcaption class="wp-element-caption">Isu lingkungan telah menjadi tantangan global yang tidak dapat diabaikan lagi. Foto./istimewa<br><br>JAKARTA (23/3) &#8211; Isu lingkungan telah menjadi tantangan global yang tidak dapat diabaikan lagi. Di tengah krisis perubahan iklim, deforestasi, dan polusi, solusi tak hanya bisa datang dari teknologi modern, tetapi juga dari kearifan lokal yang telah ada sejak lama.<br><br>Dalam rangka menggali dan mengangkat kembali nilai-nilai tersebut, Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia bekerja sama dengan National Geographic menyelenggarakan sebuah talkshow bertema “Melestarikan Lingkungan Melalui Peran Kearifan Lokal”. Acara ini diadakan pada 21 Maret 2025 di kawasan Mblok, Melawai, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk anak muda yang sangat antusias dengan isu lingkungan. <br><br><strong>Kearifan Lokal Sebagai Solusi Masa Depan</strong><br><br>Indonesia, dengan keanekaragaman hayati dan budaya yang sangat tinggi, memiliki banyak sistem tradisional yang telah terbukti mampu menjaga keberlanjutan alam. Dari subak di Bali, sasi di Maluku, hingga hutan larangan di Kalimantan, berbagai praktik lokal ini telah menjadi benteng dalam menjaga ekosistem dari kerusakan. Sistem ini tidak hanya berfungsi untuk melestarikan sumber daya alam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat adat dan komunitas lokal telah mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam, jauh sebelum kesadaran akan keberlanjutan menjadi isu global. Sidi Rana Menggala, PhD, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, mengungkapkan, “Kearifan lokal bukan hanya warisan budaya, tetapi juga solusi nyata untuk masalah lingkungan global. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa masa depan keberlanjutan bisa dimulai dari akar budaya kita sendiri.”<br><br><strong>Sinergi antara Film dan Diskusi untuk Menumbuhkan Kesadaran </strong><br><br>Salah satu highlight dalam acara ini adalah pemutaran film “Harmoni”, yang disutradarai oleh Yudha Kurniawan. Film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah medium kuat untuk menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kearifan lokal dalam melestarikan alam. “Harmoni” mengangkat praktik-praktik tradisional masyarakat Indonesia yang berperan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, seperti sistem subak di Bali yang mengatur irigasi secara berkelanjutan dan praktik sasi di Maluku untuk melindungi sumber daya laut.<br><br>Film ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi Yudha yang melihat langsung dampak perubahan iklim terhadap kehidupan petani di kampung halamannya, Banyuwangi. Dengan pendekatan sinema verite, Yudha ingin menunjukkan bahwa cerita tentang lingkungan adalah cerita kita semua, cerita tentang perubahan yang bisa kita lakukan bersama. Selain memberikan inspirasi visual, film ini juga menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, mengajak generasi muda untuk melihat kembali kekayaan pengetahuan lokal yang bisa menjadi solusi bagi tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.<br><br><strong>Kolaborasi untuk Meningkatkan Kesadaran </strong><br><br>Selain pemutaran film, acara ini juga menampilkan diskusi dengan pembicara kunci seperti Anton Sri Probiyantono, Senior Programme Manager UNDP (United Nations Development Programme), yang menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan. &#8220;Di Indonesia, UNDP bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengatasi berbagai isu lingkungan, termasuk degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati,&#8221; ujar Anton. <br>Menurut Anton, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. “Masyarakat juga memiliki peran krusial sebagai garda terdepan. Setiap individu, organisasi, dan sektor swasta harus berpartisipasi aktif dalam menjaga bumi,” tambahnya. Yanidar Witjaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), juga menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki fungsi positif yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. &#8220;Kearifan lokal bukan hanya sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai pedoman untuk hidup secara berkelanjutan, mencintai dan menjaga alam,&#8221; ujarnya.<br><br><strong>Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Lestari </strong><br><br>Sebagai bagian dari Global Environment Facility (GEF), sebuah mekanisme pendanaan yang bekerja sama dengan lebih dari 200 negara dan PBB, GEF SGP berperan besar dalam mendanai berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah melalui organisasi seperti YBUL, yang secara aktif mendorong gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia.<br><br>Selain itu, media seperti National Geographic Indonesia juga memiliki peran penting dalam mengangkat isu-isu lingkungan dan kearifan lokal. Kolaborasi ini memberikan dorongan signifikan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga alam melalui pendekatan yang lebih mendalam dan berbasis pada pengetahuan tradisional yang telah teruji oleh waktu.<br><br><strong>Mengajak Semua Pihak untuk Bertindak</strong><br><br>Upaya pelestarian lingkungan bukanlah tugas yang bisa diserahkan hanya pada pemerintah atau lembaga internasional. Setiap individu dan organisasi memiliki peran yang sangat penting. Sebagai contoh, kita bisa memulai dari hal-hal kecil seperti menghemat energi, mengurangi sampah plastik, hingga mendukung bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. <br><br>Seperti yang disampaikan oleh Sidi Rana Menggala, “Kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan harus dimulai dari diri kita sendiri. Setiap tindakan, sekecil apapun, akan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bumi.”<br><br>Film “Harmoni” dan berbagai inisiatif lainnya menjadi contoh nyata bahwa kearifan lokal tidak hanya dapat menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan solusi untuk tantangan lingkungan yang semakin mendesak. Pada akhirnya, pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dengan kolaborasi, dedikasi, dan tindakan nyata. <br><br>Sebagaimana disampaikan oleh UNDP, &#8220;Setiap tindakan yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan di masa depan.&#8221; Oleh karena itu, marilah kita bergandengan tangan untuk mewujudkan bumi yang lebih hijau dan lestari untuk generasi sekarang dan yangakandatang.<br><br>Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/read/1546837/166/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan-1742735013/16<br><br><br><br></figcaption></figure>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/menggali-potensi-kearifan-lokal-sebagai-pilar-utama-pelestarian-lingkungan-berkelanjutan/">Menggali Potensi Kearifan Lokal sebagai Pilar Utama Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demplot Desa Bontula Ditanami Tanaman Tahunan Jaga Konservasi</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/demplot-desa-bontula-ditanami-tanaman-tahunan-jaga-konservasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 17 Mar 2025 21:36:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16787</guid>

					<description><![CDATA[<p>KBRN, Gorontalo (17/3)– Sejumlah tanaman tahunan mulai di tanam di kebun demplot Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo. Jenis tanaman ini adalah durian montong dan kakao. Demplot seluas 1 ha ini akan menjadi percontohan para petani dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) di bentang alam Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Petani sangat antusias, tidak peduli teriknya matahari saat mereka juga menjalankan ibadah puasa Ramadan. “Lumayan panasnya hari ini, jalan kaki dari&#160;kuala&#160;(sungai) ke persemaian bolak balik. Sungguh puasa yang sangat menantang,” kata Ikraeni Safitri staf lapangan Agraria Institute yang mendampingi kegiatan petani di Bontula ini, Senin (17/3/2025). Agraria Institute adalah lembaga lokal...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/demplot-desa-bontula-ditanami-tanaman-tahunan-jaga-konservasi/">Demplot Desa Bontula Ditanami Tanaman Tahunan Jaga Konservasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large is-style-default"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="16788" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-16788" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-1024x768.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-300x225.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-768x576.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-1536x1152.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-2048x1536.jpeg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-16x12.jpeg 16w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-600x450.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/qzmyluizqar9nqe-10x8.jpeg 10w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption"><em>Seorang petani menanam pohon durian di lahan demplot desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo. Desa Bontula berada di kawasan Tahura BJ Habibie yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani. (foto Ikra)</em></figcaption></figure>



<p>KBRN, Gorontalo (17/3)– Sejumlah tanaman tahunan mulai di tanam di kebun demplot Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo. Jenis tanaman ini adalah durian montong dan kakao.</p>



<p>Demplot seluas 1 ha ini akan menjadi percontohan para petani dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) di bentang alam Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie.</p>



<p>Petani sangat antusias, tidak peduli teriknya matahari saat mereka juga menjalankan ibadah puasa Ramadan.</p>



<p>“Lumayan panasnya hari ini, jalan kaki dari&nbsp;<em>kuala</em>&nbsp;(sungai) ke persemaian bolak balik. Sungguh puasa yang sangat menantang,” kata Ikraeni Safitri staf lapangan Agraria Institute yang mendampingi kegiatan petani di Bontula ini, Senin (17/3/2025).</p>



<p>Agraria Institute adalah lembaga lokal yang mendorong peningkatan kesejahteraan petani di bentang alam Tahura BJ Habibie dengan menerapkan pertanian yang berkelanjutan. Salah satu yang diterapkan adalah penanaman tanaman tahunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga memiliki daya untuk konservasi lingkungan.</p>



<p>Para petani yang tergabung Dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Sri Rejeki telah lama mendapat surat keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola lahan HKm ini.</p>



<p>“Selama ini banyak petani menanam jagung, termasuk di daerah yang berkelerengan,” kata Irawan Hunowu, salah seorang petani Desa Bontula.</p>



<p>Lahan yang digunakan sebagai demplot tanaman buah-buahan ini milik&nbsp;<em>Podu</em>&nbsp;(kepala dusun) Une. Di lahan ini untuk tahap pertama ini ditanam 60 tanaman tahunan, yang terdiri dari 30 kakao dan 30 durian montong.</p>



<p>Meskipun tidak seluruhnya landai, para petani mampu menanami dengan jarak tertentu. Mereka bersemangat karena bibit yang ditanam adalah jenis yang cepat berbuah.</p>



<p>Tanaman tahunan ini diharapkan akan mampu mengurangi erosi angin dan air, menjaga ketersediaan air dan menyimpannya lebih lama di dalam tanah, menjadi habitat berkelanjutan bagi satwa liar, meningkatkan keanekaragaman hayati, meningkatkan perolehan air, Nitrogen, dan Pospor yang tersedia melalui perubahan kondisi pertumbuhan tahunan.&nbsp;</p>



<p>“Yang utama adalah buahnya memiliki nilai ekonomi, harga jualnya relative tinggi sehingga dapat secara signifikan meningkatkan pendapaatn petani. Petani Sejahtera dan lingkungan terjaga,” ujar Ikraeni.</p>



<p>Perjuangan keras para petani yang didampingi Agraria Institute untuk mewujudkan lahan tanaman tahunan percontohan mendapat apresiasi dari Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Lembaga ini merupakan program pendanaan lingkungan yang didukung oleh GEF yang dilaksanakan oleh UNDP mewakili lembaga-lembaga pelaksana GEF lainnya, misalnya Bank Dunia dan UNEP. (mcgorontaloprov)</p>



<p>Sumber: https://rri.co.id/info-pemda/1397257/demplot-desa-bontula-ditanami-tanaman-tahunan-jaga-konservasi</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/demplot-desa-bontula-ditanami-tanaman-tahunan-jaga-konservasi/">Demplot Desa Bontula Ditanami Tanaman Tahunan Jaga Konservasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Tahura Gorontalo</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-tahura-gorontalo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 27 Feb 2025 21:16:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan diskusi penting terkait penyempurnaan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo. (Foto: Dok. Renal) (27/2) Habita.id &#8211; Mitra Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi penting terkait penyempurnaan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo. Dalam pertemuan ini, sebanyak 12 masukan konstruktif dari berbagai akademisi, lembaga riset, serta masyarakat disampaikan guna memperkuat regulasi dan memastikan pengelolaan Tahura yang berkelanjutan. Masukan-masukan tersebut terungkap dalam diskusi multi-stakeholder yang membahas isu-isu strategis di Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Diskusi ini diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-tahura-gorontalo/">Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Tahura Gorontalo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="461" data-id="16783" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-1024x461.jpeg" alt="" class="wp-image-16783" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-1024x461.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-300x135.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-768x346.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-18x8.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-600x270.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2-10x5.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-26-at-14.18.26-2.jpeg 1120w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><br><br><br><br><br></figcaption></figure>
</figure>



<p><em>Kegiatan diskusi penting terkait penyempurnaan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo. (Foto: Dok. Renal)</em></p>



<p>(27/2) Habita.id &#8211; Mitra Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi penting terkait penyempurnaan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo. Dalam pertemuan ini, sebanyak 12 masukan konstruktif dari berbagai akademisi, lembaga riset, serta masyarakat disampaikan guna memperkuat regulasi dan memastikan pengelolaan Tahura yang berkelanjutan.</p>



<p>Masukan-masukan tersebut terungkap dalam diskusi multi-stakeholder yang membahas isu-isu strategis di Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Diskusi ini diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal 24-25 Februari 2025, bertempat di lantai 3 Gedung Bapppeda Provinsi Gorontalo.</p>



<p>Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, Lembaga Pendidikan Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo, dan Woman Institute Research and Empowerment (WIRE) Gorontalo, yang menjadi mitra Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP), United Nations Development Programme (UNDP), serta Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL).</p>



<p>Prof. Amir Halid, dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menekankan bahwa pengesahan Ranperda di DPRD memerlukan pendekatan politis yang pragmatis. Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan UPTD Tahura agar kawasan ini dapat dikelola sebagai satu kesatuan ekosistem yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.</p>



<p>Rosyid Azhar, dari Agraria Institut, memberikan masukan terkait partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan. Ia mencatat bahwa populasi babi hutan dan babi rusa semakin berkurang, sementara monyet macaca justru menjadi hama bagi petani sekitar hutan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan suku terasing, melestarikan budaya lokal, dan mengembangkan spesies padi lokal yang tahan kekeringan.</p>



<p>KTH Pabuto Nantu menyebutkan adanya konflik antara manusia dan satwa yang semakin meningkat, dengan empat kasus terbaru di sekitar hutan konservasi. Mereka juga menyoroti kebutuhan akses jalan yang lebih baik serta harga kebutuhan hidup yang masih tinggi bagi masyarakat sekitar hutan.</p>



<p>Yayu Indriati Arifin, dari LP2M-UNG, menegaskan pentingnya kepastian hukum lahan untuk menghindari konflik di masa depan. Ia merekomendasikan sistem punishment dan reward dalam upaya perlindungan hutan. Sementara itu, Bunaeri, dari Marsudi, menyoroti perlunya edukasi masyarakat terkait illegal logging dan perambahan hutan.</p>



<p>Mustamin Ibrahim, dari PKEPKL, mengusulkan agar pengelolaan Tahura didorong ke tingkat provinsi untuk memperkuat koordinasi. Ia juga menyoroti masalah penambangan liar serta dampak negatif alat berat di sekitar hutan konservasi. Selain itu, ia mendorong penerapan sistem tanaman campuran dalam pertanian, mengingat sawit dan jagung memiliki dampak yang berbeda terhadap lingkungan dan ekonomi.</p>



<p>Masyarakat Desa Pangahu melaporkan bahwa kegiatan pertanian di sekitar hutan menyebabkan kekurangan air, yang menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya alam. Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo menyarankan diversifikasi tanaman selain jagung, termasuk pengembangan gula aren sebagai potensi ekonomi lokal.</p>



<p>Pusat Studi Hukum IAIN menekankan pentingnya penegakan hukum dan landasan filosofis dalam penyusunan Ranperda. Mereka juga menyarankan agar partisipasi masyarakat dimasukkan dalam regulasi. Di sisi lain, Fatra Hala dari WIRE-G menekankan bahwa sumber pendanaan untuk implementasi Ranperda harus jelas agar kebijakan dapat berjalan efektif.</p>



<p>Siti, perwakilan UMKM, menyoroti pentingnya kebanggaan masyarakat Gorontalo terhadap produk lokal seperti kopiya karanji dan mendorong pengembangan tanaman buah-buahan untuk mendukung ekonomi petani di sekitar Tahura.</p>



<p>Dengan berbagai masukan ini, diharapkan Naskah Akademik dan Ranperda Tahura Gorontalo dapat semakin komprehensif, tidak hanya dalam aspek konservasi, tetapi juga dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.<br></p>



<p>Sumber: https://hibata.id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-tahura-gorontalo/</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-tahura-gorontalo/">Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Tahura Gorontalo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskusi Penguatan Ranperda Taman Hutan Raya BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/diskusi-penguatan-ranperda-taman-hutan-raya-bj-habibie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 27 Feb 2025 09:06:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diskusi multi statekholder dan forum diseminasi dan cerita dari kampung &#8211; foto: AJI gorontalo Gorontalo (27/2) Mitra Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi selama dua hari, pada 24-25 Februari 2025, untuk menyempurnakan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Bertempat di lantai 3 Gedung Bapppeda Provinsi Gorontalo, forum ini melibatkan akademisi, lembaga riset, dan perwakilan masyarakat yang memberikan 12 masukan penting terkait regulasi dan pengelolaan Tahura secara berkelanjutan. Diskusi ini merupakan kolaborasi antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, Lembaga Pendidikan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo,...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/diskusi-penguatan-ranperda-taman-hutan-raya-bj-habibie/">Diskusi Penguatan Ranperda Taman Hutan Raya BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="461" data-id="16778" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-1024x461.jpeg" alt="" class="wp-image-16778" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-1024x461.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-300x135.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-768x346.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-18x8.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-600x270.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod-10x5.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/9spt4va5bt3nsod.jpeg 1120w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p><em>Diskusi multi statekholder dan forum diseminasi dan cerita dari kampung &#8211; foto: AJI gorontalo</em></p>



<p>Gorontalo (27/2) Mitra Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi selama dua hari, pada 24-25 Februari 2025, untuk menyempurnakan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Bertempat di lantai 3 Gedung Bapppeda Provinsi Gorontalo, forum ini melibatkan akademisi, lembaga riset, dan perwakilan masyarakat yang memberikan 12 masukan penting terkait regulasi dan pengelolaan Tahura secara berkelanjutan.</p>



<p>Diskusi ini merupakan kolaborasi antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, Lembaga Pendidikan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo, dan Woman Institute Research and Empowerment (WIRE) Gorontalo, yang berperan sebagai mitra GEF-SGP, United Nations Development Programme (UNDP), dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL).</p>



<p>Dalam diskusi tersebut, Prof. Amir Halid dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan bahwa pengesahan Ranperda di DPRD membutuhkan pendekatan politis yang pragmatis. Ia juga menyoroti perlunya penguatan kelembagaan UPTD Tahura agar pengelolaannya mencakup aspek sosial, ekonomi, dan ekologi secara terpadu.</p>



<p>Sementara itu, Rosyid Azhar dari Agraria Institut menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan. Ia mencatat bahwa populasi babi hutan dan babi rusa semakin berkurang, sementara monyet macaca justru menjadi hama bagi petani sekitar hutan. Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya pelestarian suku terasing, budaya lokal, serta pengembangan spesies padi lokal yang tahan kekeringan.</p>



<p>KTH Pabuto Nantu mengangkat isu meningkatnya konflik manusia dan satwa di sekitar hutan konservasi, dengan empat kasus terbaru. Mereka juga menekankan pentingnya akses jalan yang lebih baik dan solusi terkait tingginya harga kebutuhan hidup bagi masyarakat sekitar hutan.</p>



<p>Dari aspek kepastian hukum, Yayu Indriati Arifin dari LP2M-UNG menegaskan pentingnya regulasi lahan untuk mencegah konflik di masa depan. Ia merekomendasikan penerapan sistem punishment dan reward dalam perlindungan hutan.</p>



<p>Bunaeri dari Marsudi menyoroti perlunya edukasi masyarakat mengenai illegal logging dan perambahan hutan, sementara Mustamin Ibrahim dari PKEPKL mengusulkan agar pengelolaan Tahura didorong ke tingkat provinsi guna memperkuat koordinasi. Ia juga menyoroti dampak penambangan liar dan alat berat di sekitar hutan konservasi, serta menyarankan sistem pertanian campuran untuk meminimalkan dampak lingkungan.</p>



<p>Masyarakat Desa Pangahu melaporkan bahwa aktivitas pertanian di sekitar hutan menyebabkan kekurangan air, yang menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam. Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo menyarankan diversifikasi tanaman, termasuk pengembangan gula aren sebagai potensi ekonomi lokal.</p>



<p>Pusat Studi Hukum IAIN menekankan pentingnya penegakan hukum dan landasan filosofis dalam penyusunan Ranperda, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam regulasi. Fatra Hala dari WIRE-G menyoroti perlunya sumber pendanaan yang jelas agar implementasi Ranperda berjalan efektif.</p>



<p>Di sisi lain, Siti, perwakilan UMKM, menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap produk lokal seperti kopiya karanji. Ia juga mendorong pengembangan tanaman buah-buahan untuk mendukung ekonomi petani di sekitar Tahura.</p>



<p>Dengan berbagai masukan yang disampaikan, diharapkan Naskah Akademik dan Ranperda Tahura Gorontalo dapat semakin komprehensif, tidak hanya dalam aspek konservasi, tetapi juga dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.</p>



<p>Sumber: https://rri.co.id/gorontalo/daerah/1351821/diskusi-penguatan-ranperda-taman-hutan-raya-bj-habibie</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/diskusi-penguatan-ranperda-taman-hutan-raya-bj-habibie/">Diskusi Penguatan Ranperda Taman Hutan Raya BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Taman Hutan Raya</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-taman-hutan-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Wed, 26 Feb 2025 20:52:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gorontalo (26/2)– Mitra Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi terkait penyempurnaan naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo. Dalam pertemuan ini, sebanyak 12 masukan penting dari berbagai akademisi, lembaga riset, serta masyarakat disampaikan untuk memperkuat regulasi dan pengelolaan Tahura secara berkelanjutan. Adapun masukan ini terungkap dalam diskusi multi-stakeholder untuk membahas isu-isu strategis di Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Diskusi yang digelar selama dua hari, yakni 24-25 Februari 2025 ini digelar di lantai 3 Gedung Bapppeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini adalah kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, Lembaga Pendidikan Penelitian,...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-taman-hutan-raya/">Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Taman Hutan Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="461" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-1024x461.jpg" alt="" class="wp-image-16775" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-1024x461.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-300x135.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-768x346.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-18x8.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-600x270.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya-10x5.jpg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/Taman-Hutan-Raya.jpg 1120w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Suasana diskusi bahas Ranperda Taman Hutan Raya di Gorontalo. Foto/ist</figcaption></figure>



<p><strong>Gorontalo</strong> (26/2)– Mitra Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) di Gorontalo menggelar diskusi terkait penyempurnaan naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (<a href="https://dulohupa.id/dprd-dan-pemprov-gorontalo-tetapkan-ranperda-rpjpd-2025-2045/">Ranperda</a>) Taman Hutan Raya (Tahura) Gorontalo.</p>



<p>Dalam pertemuan ini, sebanyak 12 masukan penting dari berbagai akademisi, lembaga riset, serta masyarakat disampaikan untuk memperkuat regulasi dan pengelolaan Tahura secara berkelanjutan.</p>



<p>Adapun masukan ini terungkap dalam diskusi multi-stakeholder untuk membahas isu-isu strategis di Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie. Diskusi yang digelar selama dua hari, yakni 24-25 Februari 2025 ini digelar di lantai 3 Gedung Bapppeda Provinsi Gorontalo.</p>



<p>Kegiatan ini adalah kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, Lembaga Pendidikan Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo, dan Woman Institute Research and Empowerment (WIRE) Gorontalo, sebagai mitra Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP), United Nations Development Programme (UNDPD) dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL).</p>



<p>Prof. Amir Halid dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menekankan bahwa pengesahan Ranperda di DPRD memerlukan pendekatan politis yang pragmatis. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan UPTD Tahura agar kawasan ini dapat dikelola sebagai satu kesatuan ekosistem yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.</p>



<p>Rosyid Azhar dari Agraria Institut memberikan masukan terkait partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan. Ia mencatat bahwa populasi babi hutan dan babi rusa semakin berkurang, sementara monyet macaca justru menjadi hama bagi petani sekitar hutan. Selain itu, penting untuk menjaga keberadaan suku terasing, melestarikan budaya lokal, serta mengembangkan spesies padi lokal yang tahan kekeringan.</p>



<p>Sumber: https://dulohupa.id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-taman-hutan-raya/</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/mitra-gef-sgp-di-gorontalo-bahas-masukan-penting-untuk-ranperda-taman-hutan-raya/">Mitra GEF-SGP di Gorontalo Bahas Masukan Penting untuk Ranperda Taman Hutan Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GEF SGP 7 Sabu Raijua (Ketahanan Sosial-Ekologis dalam Perubahan Iklim)</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-7-sabu-raijua-ketahanan-sosial-ekologis-dalam-perubahan-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 03 Feb 2025 20:43:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sabu Raijua]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sabu Raijua (3/2) &#8211; Program GEF SGP 7 di Sabu Raijua yang difasilitasi oleh Yayasan PIKUL dirancang untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekologis pulau tersebut yang rentan terhadap perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Program ini bertujuan merintis ketahanan melalui kolaborasi dan pemberdayaan komunitas lokal. Strategi utama meliputi rekrutmen mitra lokal, pengembangan kapasitas melalui pelatihan, dan pengembangan program bersama yang selaras dengan tujuan program. Monitoring dan evaluasi yang ketat akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan dampak proyek. Program ini menekankan pembelajaran dan berbagi pengetahuan, serta koordinasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Intervensi program berfokus pada penguatan ketahanan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-7-sabu-raijua-ketahanan-sosial-ekologis-dalam-perubahan-iklim/">GEF SGP 7 Sabu Raijua (Ketahanan Sosial-Ekologis dalam Perubahan Iklim)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="472" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-1024x472.jpeg" alt="" class="wp-image-16769" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-1024x472.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-300x138.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-768x354.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-1536x708.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-18x8.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-600x276.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06-10x5.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-02-03-at-16.12.06.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sabu Raijua (3/2) &#8211; Program GEF SGP 7 di Sabu Raijua yang difasilitasi oleh Yayasan PIKUL dirancang untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekologis pulau tersebut yang rentan terhadap perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Program ini bertujuan merintis ketahanan melalui kolaborasi dan pemberdayaan komunitas lokal. Strategi utama meliputi rekrutmen mitra lokal, pengembangan kapasitas melalui pelatihan, dan pengembangan program bersama yang selaras dengan tujuan program. Monitoring dan evaluasi yang ketat akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan dampak proyek. Program ini menekankan pembelajaran dan berbagi pengetahuan, serta koordinasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Intervensi program berfokus pada penguatan ketahanan ekologis melalui perlindungan ekosistem, peningkatan ketahanan sosial melalui adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan menghasilkan peningkatan kapasitas mitra, implementasi proyek yang efektif, peningkatan ketahanan di Sabu Raijua, dan replikasi model proyek yang berhasil. Pendekatan program didasarkan pada kerangka kerja sosial-ekologis dan AKKM yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Keberlanjutan program jangka panjang akan dipastikan melalui strategi keluar yang jelas dan kemitraan yang berkelanjutan.</p>



<p>Sumber: https://pikul.id/2025/02/03/gef-sgp-7-sabu-raijua/</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/gef-sgp-7-sabu-raijua-ketahanan-sosial-ekologis-dalam-perubahan-iklim/">GEF SGP 7 Sabu Raijua (Ketahanan Sosial-Ekologis dalam Perubahan Iklim)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temukan Mikroplastik di Sungai Balantieng, KMPS Dirikan Toko Isi Ulang “Lestari” di Desa Anrang</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/temukan-mikroplastik-di-sungai-balantieng-kmps-dirikan-toko-isi-ulang-lestari-di-desa-anrang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 23 Jan 2025 20:30:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukumba]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulukumba (22/1) –  Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) mengadakan acara pembukaan toko isi ulang di Desa Anrang, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba. Kegiatan ini dihadiri oleh UNDP Indonesia, GEF SGP, ECOTON, Balang Institute, Bappeda Bulukumba, DLHK Bulukumba, Kepala Desa Anrang, Ketua Penggerak PKK Desa Anrang, dan Karang Taruna Bina Bangsa. Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) dalam launching pembukaan toko isi ulang di Desa Anrang, Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba (Foto: Ecoton, 2025) Toko isi ulang yang Bernama Lestari adalah toko isi ulang ketiga yang ada di Bulukumba. Toko isi ulang ini diinisiasi oleh komunitas KMPS dan ECOTON. Pada kesempatan ini, pembukaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/temukan-mikroplastik-di-sungai-balantieng-kmps-dirikan-toko-isi-ulang-lestari-di-desa-anrang/">Temukan Mikroplastik di Sungai Balantieng, KMPS Dirikan Toko Isi Ulang “Lestari” di Desa Anrang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Bulukumba (22/1) – </strong> Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) mengadakan acara pembukaan toko isi ulang di Desa Anrang, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba. Kegiatan ini dihadiri oleh UNDP Indonesia, GEF SGP, ECOTON, Balang Institute, Bappeda Bulukumba, DLHK Bulukumba, Kepala Desa Anrang, Ketua Penggerak PKK Desa Anrang, dan Karang Taruna Bina Bangsa.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-16765" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-1024x682.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-300x200.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-768x512.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-1536x1023.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-18x12.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-600x400.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2-10x7.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-01-22-at-16.13.04-2.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) dalam launching pembukaan toko isi ulang di Desa Anrang, Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba (Foto: Ecoton, 2025)</p>



<p>Toko isi ulang yang Bernama Lestari adalah toko isi ulang ketiga yang ada di Bulukumba. Toko isi ulang ini diinisiasi oleh komunitas KMPS dan ECOTON. Pada kesempatan ini, pembukaan toko isi ulang “Lestari” diresmikan secara langsung oleh Anton Sri Probiyantono, Senior Programme Manager – UNDP Indonesia, yang bertepatan dengan kunjungannya di Desa Anrang.</p>



<p>Pada sebuah sambutannya, Anton Sri Probiyantono mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi inisiatif toko refill yang dibentuk oleh komunitas KMPS ini. Beliau menyadari bahwa persoalan sampah plastik memerlukan perhatian yang khusus dalam pengelolaannya. Dengan adanya inisiatif ini diharapkan mendorong gaya hidup belanja minim plastik sekali pakai. Selain itu juga dapat menginspirasi banyak orang untuk ikut serta dalam aksi ini serta menjadi contoh sebuah pembangunan yang baik dan berkelanjutan.</p>



<p>Kepala Desa Anrang, Ismail, S.Ag menyampaikan rasa senangnya dalam kolaborasi dengan berbagai kelompok untuk mengatasi pencemaran sampah plastik. Dengan adanya toko refill di sungai Balantieng ini, beliau berharap menjadi langkah untuk mencegah sampah plastik yang bocor ke sungai.</p>



<p>Pada tahun 2024, Komunitas KMPS telah menemukan adanya kontaminasi mikroplastik di Sungai Balantieng. Jenis mikroplastik yang ditemukan adalah jenis Filamen dan Fiber. Melalui temuan mikroplastik ini, menjadi indikator bahwa sungai Balantieng telah tercemari oleh sampah plastik. Inilah yang menjadi latar belakang komunitas KMPS berinisiatif membuat toko isi ulang di desa Anrang untuk mencegah adanya mikroplastik di sungai. Sebab desa Anrang, salah satu desa yang dialiri oleh sungai Balantieng.</p>



<p>“Seringkali kami menemukan sampah plastik ada di sungai Balantieng, sampah yang sering kami temukan adalah sampah jenis sachet. Ada satu dititik lokasi yang menjadi tempat buangan yakni di dekat jembatan. Meski kami melakukan pembersihan, beberapa hari kemudian sampah plastik itu muncul lagi. Kami pun mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, namun belum maksimal. Lantas kami sangat antusias sekali ketika ada ide toko isi ulang ini, kami pun tertarik membangun toko isi ulang di desa kami sebagai salah satu solusi dan kampanye untuk mengurangi plastik sekali pakai. setelah beberapa minggu kami persiapkan, akhirnya toko isi ulang kami dibuka pada hari ini” ungkap Siti Nuraisya Basry, Koordinator program Toko Refill “Lestari” – KMPS.</p>



<p>Plt. Kabid Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Bulukumba, Nasruddin Paguling, S.T. yang hadir dalam kegiatan ini juga turut memotivasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan pengurangan sampah. Sebab masyarakat juga memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Inisiatif toko isi ulang ini perlu dipertahankan di kembangkan melalui peningkatkan pelayanan dengan harga yang ramah kantong masyarakat.</p>



<p>Ahmad Rizady Ihsan. SEM.Si Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bapperida Bulukumba, menyampaikan inovasi toko isi ulang ini menarik sekali untuk digunakan mengurangi plastik sekali pakai, sebab inovasi ini memiliki sisi bisnis. Meski bukan bisnis yang skala besar sekali namun memiliki dampak terhadap lingkungan. Harapannya pun inovasi ini dapat diikuti oleh komunitas di desa-desa lain. (*)</p>



<p>Sumber: https://ecoton.or.id/temukan-mikroplastik-di-sungai-balantieng-kmps-dirikan-toko-isi-ulang-lestari-di-desa-anrang/</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/temukan-mikroplastik-di-sungai-balantieng-kmps-dirikan-toko-isi-ulang-lestari-di-desa-anrang/">Temukan Mikroplastik di Sungai Balantieng, KMPS Dirikan Toko Isi Ulang “Lestari” di Desa Anrang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akal Lokal, Platform Digital Penjaga Kearifan Lokal Indonesia</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/id/akal-lokal-platform-digital-penjaga-kearifan-lokal-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 23 Jan 2025 08:17:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management and Communication (KMC)]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=16761</guid>

					<description><![CDATA[<p>(23/1) KBRN, Jakarta : Sebuah platform digital baru bernama &#8220;Akal Lokal&#8221; resmi diluncurkan pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Serambi Salihara, Jakarta Selatan. Platform ini hadir sebagai jawaban atas tantangan era digital, di mana pengetahuan lokal sering kali terpinggirkan oleh arus informasi global. Akal Lokal bertujuan menjadi sumber terpercaya tentang tradisi dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Platform ini lahir dari kolaborasi antara Terasmitra (TM) dan Bali Lite, dengan dukungan dari Global Environment Facility-Small Grant Program (GEF/SGP) dan United Nations Development Programme (UNDP). Tujuannya adalah mendokumentasikan serta menyebarluaskan kekayaan pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi Nusantara. &#8220;Pengetahuan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/akal-lokal-platform-digital-penjaga-kearifan-lokal-indonesia/">Akal Lokal, Platform Digital Penjaga Kearifan Lokal Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="472" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-1024x472.jpeg" alt="" class="wp-image-16762" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-1024x472.jpeg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-300x138.jpeg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-768x354.jpeg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-1536x708.jpeg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-18x8.jpeg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-600x276.jpeg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-1x1.jpeg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq-10x5.jpeg 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/10/ina8d9pgwo6j8sq.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sesi diskusi saat Launching. ( foto : RRI/narsum)</em></figcaption></figure>



<p>(23/1) KBRN, Jakarta : Sebuah platform digital baru bernama &#8220;Akal Lokal&#8221; resmi diluncurkan pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Serambi Salihara, Jakarta Selatan. Platform ini hadir sebagai jawaban atas tantangan era digital, di mana pengetahuan lokal sering kali terpinggirkan oleh arus informasi global. Akal Lokal bertujuan menjadi sumber terpercaya tentang tradisi dan kearifan lokal masyarakat Indonesia.</p>



<p>Platform ini lahir dari kolaborasi antara Terasmitra (TM) dan Bali Lite, dengan dukungan dari Global Environment Facility-Small Grant Program (GEF/SGP) dan United Nations Development Programme (UNDP). Tujuannya adalah mendokumentasikan serta menyebarluaskan kekayaan pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi Nusantara.</p>



<p>&#8220;Pengetahuan lokal adalah harta karun yang tak ternilai. Melalui Akal Lokal, kita dapat menjaga agar kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman,&#8221; ujar Yanidar Witjaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan, dalam sambutannya.</p>



<p>Peluncuran ini juga menjadi momen spesial bagi Terasmitra yang telah menjalani perjalanan 14 tahun, termasuk delapan tahun terakhir mendampingi masyarakat lokal untuk merekam beragam tradisi di seluruh Indonesia.</p>



<p>Akal Lokal tidak hanya sekadar platform digital, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, akademisi, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum. Co-Founder Terasmitra, Adinindyah, menegaskan bahwa platform ini merupakan upaya menjaga agar warisan budaya tetap hidup lintas generasi.</p>



<p>Dalam pidatonya, Geger Riyanto, seorang antropolog dari Universitas Indonesia, menyampaikan harapannya agar Akal Lokal dapat menjadi ruang kontribusi kolektif. &#8220;Platform ini dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal sehari-hari, yang rentan hilang seiring waktu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Siapa saja bisa menjadi kontributor Akal Lokal. Seperti disampaikan oleh Amelia Rina Nogo de Ornay, Koordinator Knowledge Management Terasmitra, &#8220;Akal Lokal adalah platform partisipasi. Teman-teman bisa membuat akun dan membagikan tulisan mereka tentang pengetahuan lokal.&#8221;</p>



<p>Sementara itu, Lia Nathalia, Sekjen Ikatan Wartawan Online (IWO), menyoroti potensi platform ini sebagai sumber informasi terpercaya. &#8220;Harapannya, konten di Akal Lokal bisa menjadi rujukan edukatif dan mendukung jurnalis dalam menulis pemberitaan berbasis kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Namun, tantangan besar juga diakui oleh Eko Kumara, Direktur Penabulu. Ia menyoroti kesulitan dalam mengonversi pengetahuan lokal yang berbasis tutur menjadi format tertulis yang eksplisit. &#8220;Akal Lokal harus tidak hanya mendokumentasikan pengetahuan, tetapi juga menciptakan kondisi bagi lahirnya pengetahuan baru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, juga memperkenalkan contoh kearifan lokal di bidang pertanian. Ia menjelaskan bagaimana petani di daerah memiliki tradisi menentukan waktu tanam berdasarkan kalender tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.</p>



<p>Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk LSM, akademisi, komunitas lokal, media, dan masyarakat umum. Acara dibuka dengan pertunjukan musik Jimbe oleh komunitas Ciliwung Merdeka dan diisi dengan pameran produk lokal serta ragam pangan khas, seperti sorgum.</p>



<p>Dengan visi menjaga kearifan lokal agar tetap hidup di tengah modernisasi, Akal Lokal diharapkan menjadi penghubung antara tradisi masa lalu dan kebutuhan masa kini, serta inspirasi untuk masa depan.</p>



<p>Sumber: https://rri.co.id/lain-lain/1275558/akal-lokal-platform-digital-penjaga-kearifan-lokal-indonesia</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/id/akal-lokal-platform-digital-penjaga-kearifan-lokal-indonesia/">Akal Lokal, Platform Digital Penjaga Kearifan Lokal Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/id">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>