Logo GEF, SGP, FAO, dan YBUL

Artikel

Teras Mitra Adakah Diskusi Zoom Vol:82 Dengan Tema Zero Waste, Selamatkan Bumi

Media - Wartanusantara.id - Terasmitra menyelenggarkan diskusi dengan mengangkat tema “Zero Waste, Selamatkan Bumi.” Diskusi ini menghadirkan Wiraswati Yuliani (Lawe Indonesia), Ali Abdullah (Founder Warung 1000 Kebun), Pranandya Wijayanti (External Relation Manager EwasteRJ), dan Chandra Paramita (Manager PT.…

31 Januari 20216 menit bacaBahasa Indonesia

Media - Wartanusantara.id - Terasmitra menyelenggarkan diskusi dengan mengangkat tema “Zero Waste, Selamatkan Bumi.” Diskusi ini menghadirkan Wiraswati Yuliani (Lawe Indonesia), Ali Abdullah (Founder Warung 1000 Kebun), Pranandya Wijayanti (External Relation Manager EwasteRJ), dan Chandra Paramita (Manager PT. TES-AMM) sebagai narasumber. Penanggap dalam diskusi ini adalah Agus Supriyanto (Kepala Seksi Bina Peritel, Direktorat Pengelolaan Sampah, KLHK). Sedangkan yang menjadi moderator dalam diskusi ini adalah Zulfikar (CEO BaGoes). Diskusi berlangsung Sabtu, 30/01/2021 dari pukul 10.00-12.00 WIB, via zoom meeting.

Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia, bahkan pada tahun 2019 lalu, Indonesia menghasilkan sebanyak 190.000 ton sampah setiap hari. Kabar malang kerap kita dengar dari laut, binatang laut ditemukan mati di pinggir pantai dengan kondisi tubuh dipenuhi sampah. Persoalan sampah ini harus segera ada solusinya. Sampah telah menjadi ancaman serius bagi semua kehidupan makhluk di bumi.

Saat ini, sebagian masyarakat sudah mulai melakukan gerakan Zero Waste. Zero Waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri dari sampah. Gerakan ini sebenarnya tidak hanya berefek pada lingkungan, tetapi juga bisa membuat kita lebih menghemat pengeluaran. Misalnya dengan tidak membeli minuman dalam kemasan artinya kita tidak menghasilkan sampah kemasan dan tidak mengeluarkan uang untuk membeli minuman. Sebagai gantinya, selalu membawa botol minuman ke manapun kita pergi.

Dalam diskusi tersebut Ali Abdullah menerangkan bahwa kita sudah mendapatkan sesuatu yang terbaik dari alam, kalau ada waste kita tidak boleh membuang begitu saja. Saat ini warung 1000 kebun juga mengembangkan eco enzyme.

“Sampah itu kita hasilkan sendiri, jangan serahkan ke pemerintah, jangan serahkan ke tukang sampah. Karena kalau rumah-rumah yang skala kecil sudah bisa mengelola sendiri gak akan ada problem itu.” Ungkap Founder Warung 1000 kebun tersebut.

Di sisi lain, Pranandya Wijayanti dari External Relation Manager EwasteRJ menyampaikan bahwa bahaya lainnya adalah sampah elektronik atau yang dikenal dengan e-waste. Sampah elektronik masuk di dalam bahan yang berbahaya dan beracun.

“Komunitas EwasteRJ hadir untuk melakukan kampanye tentang bahaya e-waste. Kami juga menyediakan tempat pengumpulan, jadi teman-teman bisa megumpulkan sampah-sampah elektronik yang ada di rumah. Kemudian akan didaur ulang oleh perusahaan pengolah khusus sampah elektronik yang memang tersertifikasi oleh KLHK. Untuk saat ini kami masih fokus di Jawa.” Tutur wanita yang akrab disapa Nandya tersebut.

TM Share saat ini sudah memasuki volume ke-82. TM Share adalah program yang dibuat Terasmitra sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan kekayaan alam di Indonesia. TM Share diselenggarakan secara reguler dua kali seminggu melalui platform instagram live dan zoom meeting. Program ini dimulai sejak April 2020, sesaat setelah Covid-19 mewabah di Indonesia.
Sedangkan, Terasmitra adalah perkumpulan lembaga dan komunitas wirausaha mandiri pasca program hibah Global Environmental Facilities Small Grant Programme (GEF SGP). Terasmitra berdiri pada 11 Januari 2011. Anggota Terasmitra tersebar di 12 provinsi, terdiri dari 66 mitra dan 73 komunitas dampingan. Visi Terasmitra yakni menjadi platform layanan yang memberikan dukungan efektif untuk menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan sosial komunitas demi kesejahteraan warga dan keselamatan lingkungan yang berkelanjutan. (Presrelease/WS/Red)

media-wartanusantara.id-Terasmitra held a discussion with the theme "Zero Waste, Save the Earth." This discussion presented Wiraswati Yuliani (Indonesian Law), Ali Abdullah (Founder of Warung 1000 Kebun), Pranandya Wijayanti (External Relations Manager EwasteRJ), and Chandra Paramita (Manager PT. TES-AMM) as resource persons. The respondent in this discussion was Agus Supriyanto (Head of the Retail Development Section, Directorate of Waste Management, KLHK). Meanwhile, the moderator in this discussion was Zulfikar (CEO of BaGoes). The discussion took place Saturday, 01/30/2021 from 10.00-12.00 WIB, via zoom meeting.

Indonesia is one of the largest waste producing countries in the world, in fact in 2019, Indonesia produced 190,000 tons of waste every day. We often hear unfortunate news from the sea, sea animals are found dead on the beach with their bodies covered in rubbish. There must be a solution to this waste problem immediately. Garbage has become a serious threat to all life on earth.

Currently, some people have started the Zero Waste movement. Zero Waste is a movement not to produce waste by reducing demand, reusing, recycling, and even making your own compost from waste. This movement actually not only has an effect on the environment, but can also make us save more on expenses. For example, by not buying packaged drinks, it means we don't produce packaging waste and don't spend money buying drinks. Instead, always carry a drink bottle wherever we go.

In the discussion, Ali Abdullah explained that we have got the best from nature, if there is waste we should not just throw it away. Currently the 1000 garden stalls are also developing eco enzymes.

"We produce the waste ourselves, don't hand it over to the government, don't hand it over to the trash collectors. "Because if small-scale houses can manage themselves, there won't be that problem." Said the Founder of Stall 1000 Gardens.

On the other hand, Pranandya Wijayanti from EwasteRJ's External Relations Manager said that another danger is electronic waste or what is known as e-waste. Electronic waste is included in dangerous and toxic materials.

“The EwasteRJ community is here to carry out a campaign about the dangers of e-waste. We also provide collection points, so friends can collect electronic waste at home. Then it will be recycled by a special electronic waste processing company that is certified by the Ministry of Environment and Forestry. "For now we are still focused on Java." Said the woman who is familiarly called Nandya.

TM Share has now entered its 82nd volume. TM Share is a program created by Terasmitra as a space to share knowledge and experience in managing natural resources in Indonesia. TM Share is held regularly twice a week via the Instagram live platform and zoom meetings. This program started in April 2020, shortly after Covid-19 broke out in Indonesia.

Meanwhile, Terasmitra is an association of institutions and independent entrepreneurial communities following the Global Environmental Facilities Small Grant Program (GEF SGP) grant program. Terasmitra was founded on January 11 2011. Terasmitra members are spread across 12 provinces, consisting of 66 partners and 73 assisted communities. Terasmitra's vision is to become a service platform that provides effective support to grow and develop community social entrepreneurship for the welfare of citizens and sustainable environmental safety. (Prerelease/WS/Ed)