<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/en/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sgp-indonesia.org/en/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 07:00:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>SGP Indonesia</title>
	<link>http://sgp-indonesia.org/en/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Raksha Loka GEF SGP Angkat Peran Perempuan Sebagai Garda Depan Krisis Iklim</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-angkat-peran-perempuan-sebagai-garda-depan-krisis-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 11:12:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17440</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, 22 Mei 2026 – Narasi krisis iklim sering kali menempatkan perempuan di pedesaan sekadar sebagai kelompok rentan dan korban. Menepis stigma tersebut, forum Multistakeholder Panel di Festival Raksha Loka yang diselenggarakan oleh Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia justru membuktikan hal sebaliknya: Perempuan adalah aktor utama, penjaga hutan, sekaligus perisai ekonomi keluarga dalam menghadapi guncangan iklim. Forum yang dipandu oleh Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, ini berhasil mengonsolidasikan suara para penggerak perempuan akar rumput bersama para pembuat kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-angkat-peran-perempuan-sebagai-garda-depan-krisis-iklim/">Festival Raksha Loka GEF SGP Angkat Peran Perempuan Sebagai Garda Depan Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-1024x576.png" alt="" class="wp-image-17442" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-1024x576.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-1536x864.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9-10x6.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-9.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, 22 Mei 2026</strong> – Narasi krisis iklim sering kali menempatkan perempuan di pedesaan sekadar sebagai kelompok rentan dan korban. Menepis stigma tersebut, forum <em>Multistakeholder Panel</em> di <strong>Festival Raksha Loka</strong> yang diselenggarakan oleh <em>Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme</em> (GEF SGP) Indonesia justru membuktikan hal sebaliknya: Perempuan adalah aktor utama, penjaga hutan, sekaligus perisai ekonomi keluarga dalam menghadapi guncangan iklim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum yang dipandu oleh Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, ini berhasil mengonsolidasikan suara para penggerak perempuan akar rumput bersama para pembuat kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17443" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi ini melahirkan rumusan tajam tentang bagaimana negara harus mengafirmasi gerakan perempuan di tingkat tapak agar diakui, didanai, dan dilembagakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Dari Urusan Dapur Menuju Penjaga Ekosistem</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perempuan memiliki ikatan yang tak terpisahkan dengan alam. Ketika terjadi kekeringan atau banjir, perempuanlah yang harus berjalan berkilo-kilometer untuk mencari air bersih dan memastikan tersedianya makanan di meja makan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Perempuan ada di garda terdepan, tetapi sering kali mereka tidak sadar bahwa mereka adalah survivor (pejuang) yang sedang menyelamatkan ekosistemnya. Kekuatan perempuan itu luar biasa dahsyat ketika mereka diberikan ruang untuk bersatu,&#8221;</em> tegas Veronika Tan, Wakil Menteri PPA salah satu narasumber utama dalam forum diskusi tersebut.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Bukti nyata dari kekuatan ini diungkapkan oleh Bapak Apri, pakar Perhutanan Sosial. Ia menyoroti fenomena &#8220;Empu Uteun&#8221; (Perempuan Penjaga Hutan) di Aceh. Melalui skema Perhutanan Sosial, negara kini memberikan akses legal pengelolaan lahan kepada Kelompok Wanita Tani Hutan (KWT). Dengan hak kelola tersebut, para perempuan ini sukses menerapkan sistem <em>agroforestry</em> (wanatani)—mereka menanam kopi, kemiri, dan rempah di bawah naungan pohon-pohon besar yang tetap dijaga kelestariannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Melawan Rentenir Lewat Koperasi Perempuan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kerusakan lingkungan sering kali berakar dari kemiskinan ekonomi. Sisilia dari NTT dan Fatra Hala dari Gorontalo, tokoh perempuan adat dari komunitas lokal yang hadir, membagikan realita pahit di desa yaitu banyak warga terpaksa menebang pohon secara ilegal karena terjerat utang rentenir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai solusi, pendampingan GEF SGP Indonesia mendorong komunitas perempuan untuk membentuk Koperasi Produsen dan Simpan Pinjam.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kemandirian Finansial: Koperasi ini memutus ketergantungan warga pada rentenir <em>(debt collector)</em> di saat siklus panen gagal akibat cuaca ekstrem.</li>



<li>Kedaulatan Pangan: Melalui koperasi, ibu-ibu membangun Kebun Pangan Lokal yang menanam benih-benih tradisional yang lebih tahan terhadap hama dan kekeringan.</li>



<li>Kelembagaan yang Sehat: Koperasi yang digawangi perempuan terbukti jauh lebih transparan, akuntabel, dan secara langsung meningkatkan posisi tawar (<em>bargaining power</em>) perempuan di dalam struktur sosial desa.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Mengunci Suara Perempuan dalam Musrenbangdes</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-1024x576.png" alt="" class="wp-image-17444" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-1024x576.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-1536x864.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11-10x6.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-11.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meski aksi di lapangan sudah sangat maju, para pakar menyadari bahwa gerakan perempuan ini membutuhkan tameng regulasi agar bisa bertahan jangka panjang. Mantan Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes, Samsul Widodo, memberikan kritik tajam terkait tata kelola pengambilan keputusan di desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, kehadiran perempuan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sering kali hanya sebatas formalitas, sekadar mengisi daftar hadir, atau bertugas menyiapkan konsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, Festival Raksha Loka mendorong sebuah terobosan kebijakan: Diwajibkannya Pra-Musrenbangdes khusus Perempuan. Melalui mekanisme ini, kelompok perempuan memiliki forum eksklusif terlebih dahulu untuk merumuskan apa yang benar-benar mereka butuhkan—misalnya, pembangunan fasilitas irigasi hemat air, penyediaan sarana air bersih, atau modal untuk koperasi pangan. Usulan dari Pra-Musrenbangdes ini kemudian bersifat mengikat dan wajib diakomodasi oleh Kepala Desa dalam pencairan Dana Desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menyatukan aksi tapak dan regulasi nasional, GEF SGP Indonesia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak mungkin berhasil tanpa keadilan gender. Festival Raksha Loka menjadi inisiatif perubahan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar pelengkap program pelestarian alam, melainkan fondasi utamanya.</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-angkat-peran-perempuan-sebagai-garda-depan-krisis-iklim/">Festival Raksha Loka GEF SGP Angkat Peran Perempuan Sebagai Garda Depan Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Raksha Loka GEF SGP Indonesia: Konsolidasi Lintas Kementerian untuk Kawal Penghidupan Tapak, Sumber Daya Alam, Pemberdayaan Desa dan Kepemimpinan Perempuan Hadapi Krisis Iklim</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-indonesia-konsolidasi-lintas-kementerian-untuk-kawal-penghidupan-tapak-sumber-daya-alam-pemberdayaan-desa-dan-kepemimpinan-perempuan-hadapi-krisis-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17433</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, 22 Mei 2026 – Ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan tidak lagi bisa diselesaikan secara parsial (sektoral). Menjawab tantangan tersebut, Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia bersama Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) menggelar forum dialog tingkat tinggi (Multistakeholder Panel) dalam puncak acara Festival Raksha Loka. Forum strategis ini bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengintegrasikan capaian-capaian inovatif di tingkat tapak (akar rumput) agar masuk ke dalam arus utama kebijakan nasional, khususnya terkait pelestarian lingkungan, ketahanan iklim, dan tata kelola desa. Dipandu oleh Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, forum ini menghadirkan perwakilan kunci dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-indonesia-konsolidasi-lintas-kementerian-untuk-kawal-penghidupan-tapak-sumber-daya-alam-pemberdayaan-desa-dan-kepemimpinan-perempuan-hadapi-krisis-iklim/">Festival Raksha Loka GEF SGP Indonesia: Konsolidasi Lintas Kementerian untuk Kawal Penghidupan Tapak, Sumber Daya Alam, Pemberdayaan Desa dan Kepemimpinan Perempuan Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17434" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-5.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, 22 Mei 2026</strong> – Ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan tidak lagi bisa diselesaikan secara parsial (sektoral). Menjawab tantangan tersebut, <em>Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme</em> (GEF SGP) Indonesia yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia bersama Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) menggelar forum dialog tingkat tinggi (Multistakeholder Panel) dalam puncak acara Festival Raksha Loka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum strategis ini bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengintegrasikan capaian-capaian inovatif di tingkat tapak (akar rumput) agar masuk ke dalam arus utama kebijakan nasional, khususnya terkait pelestarian lingkungan, ketahanan iklim, dan tata kelola desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dipandu oleh Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, forum ini menghadirkan perwakilan kunci dari empat pilar kementerian: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Desa PDTT (Kemendes), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta para pakar akademisi, hingga tokoh penggerak komunitas lokal dari berbagai lanskap di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui diskusi yang panjang dan dinamis, Festival Raksha Loka menghasilkan ragam sudut pandang kebijakan yang krusial untuk masa depan tata kelola lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat dan lokal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17435" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-6.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menjahit Relasi Pusat dan Desa</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Isu utama yang diangkat dalam forum ini adalah fenomena&nbsp;<em>“un-connection”</em>&nbsp;atau terputusnya komunikasi antara inovasi masyarakat di desa dengan kebijakan di tingkat nasional. Sidi Rana Menggala menegaskan bahwa GEF SGP Indonesia hadir sebagai &#8220;jembatan&#8221; (<em>boundary spanner</em>) untuk menghubungkan karsa (inisiatif) masyarakat dengan regulasi pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. Galuh dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Prof. Radityo dari Universitas Brawijaya menyoroti pentingnya&nbsp;<strong>&#8220;Transisi Berkelanjutan&#8221;</strong>. Menurut mereka, tata kelola lingkungan saat ini harus bergeser dari model negara-sentris (<em>state-centric</em>) menjadi multi-aktor (<em>non-party stakeholders</em>). “Aktivis dan komunitas tidak bisa selamanya bekerja sendirian atau memusuhi pemerintah. Mereka harus menjadi&nbsp;<em>boundary spanner</em>&nbsp;yang berkolaborasi merumuskan kelembagaan baru yang diakui oleh regulasi formal,” jelas perwakilan akademisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mantan Irjen KLHK, Laksmi Dhewanthi, turut mengamini perlunya instrumen kebijakan dan skema pendanaan berkelanjutan (seperti dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup/BPDLH) yang bisa diakses langsung oleh komunitas tapak agar program mereka tidak mati setelah dana hibah NGO berakhir.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Garda Terdepan Adaptasi Iklim</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok perempuan sering kali ditempatkan sebagai korban paling rentan dari krisis iklim (bencana hidrometeorologi, kekeringan, dan kesulitan akses air bersih). Namun, KemenPPPA yang diwakili oleh Veronika Tan, Wakil Menteri PPPA menyoroti bahwa perempuan sesungguhnya adalah sosok <em>survivor</em> dan agen adaptasi iklim yang paling tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam forum ini, mencuat satu gagasan kebijakan yang sangat strategis: Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Khusus Perempuan. “Keterlibatan perempuan dalam Musrenbangdes sering kali hanya sebagai formalitas penyedia konsumsi atau sekadar hadir tanpa suara. Kita harus mendorong kebijakan di mana kelompok perempuan desa memiliki ruang Pra-Musrenbang sendiri untuk merumuskan usulan yang mengikat. Jika mereka menuntut adanya alokasi anggaran untuk akses air bersih atau ketahanan pangan, itu harus terakomodasi dalam Dana Desa,” tegasnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17436" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-7.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Pengelolaan Sumber Daya Alam sebagai Benteng Pangan &amp; Ekologi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi pengelolaan lanskap, kebijakan Perhutanan Sosial (PS) dari Kementerian Kehutanan mendapat sorotan tajam. Apri Dwi Sumara, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, memaparkan bahwa pemberian akses legal pengelolaan hutan kepada masyarakat telah terbukti menurunkan angka deforestasi sekaligus menaikkan taraf hidup warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, inovasi yang didorong oleh forum ini adalah Kebun Pangan Lokal Perempuan di dalam area Perhutanan Sosial. Melalui skema <em>Agroforestry</em> (Wanatani), masyarakat diizinkan menanam komoditas bernilai ekonomi (kopi, kakao, aren, kemiri) dan tanaman pangan di bawah tegakan pohon kayu (hutan). “Ini adalah jembatan antara kepentingan ekologi dan ekonomi. Hutan tetap berkayu lebat menyerap karbon, namun di bawahnya ibu-ibu memiliki kebun pangan yang menjamin <em>food security</em> (ketahanan pangan) harian keluarga mereka tanpa harus merusak hutan,” ujar Apri. Langkah ini juga didorong melalui skema afirmatif yang memberikan hak kelola (<em>Land Ownership/Access</em>) secara legal kepada Kelompok Wanita Tani Hutan (KWT).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Desa yang Berdaya dan Tangguh Iklim</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Desa PDTT yang diwakili oleh Samsul Widodo sebagai Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT), menyoroti kesalahan paradigma pembangunan desa yang selama ini terjebak pada infrastruktur fisik (semen dan jembatan). Padahal, 98% bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, kekeringan) yang lokasinya ada di desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Samsul Widodo mendorong agar Indeks Risiko Iklim Desa diintegrasikan secara formal ke dalam sistem perencanaan desa. “Perubahan iklim membuat siklus panen berantakan dan mendatangkan hama baru. Jika desa tidak memiliki pedoman Indeks Risiko Iklim, mereka akan terus membangun infrastruktur yang ujung-ujungnya hancur tersapu banjir. Dana Desa wajib dialokasikan untuk mitigasi iklim, seperti sistem irigasi hemat air, sumur resapan, hingga asuransi gagal panen bagi petani miskin,” jabarnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Melawan Rentenir Lewat Koperasi</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17437" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-8.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sudut pandang ekonomi tak luput dari pembahasan, diwakili oleh kesaksian langsung masyarakat adat seperti Fatra Hala dari Gorontalo dan Sisilia dari Flores. Mereka bersaksi bahwa salah satu akar perusakan lingkungan (pembalakan liar) adalah karena masyarakat terjerat utang rentenir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memutus rantai setan tersebut, forum ini menyepakati pentingnya melembagakan inisiatif kelompok perempuan menjadi sebuah Koperasi Produsen/Simpan Pinjam. Koperasi tidak hanya menjadi wadah konsolidasi hasil panen pertanian organik agar memiliki nilai tawar tinggi di pasar, tetapi juga menjadi instrumen keadilan finansial. “Dengan koperasi yang digerakkan oleh ibu-ibu, yang dulunya didatangi rentenir <em>(debt collector)</em>, kini justru mereka yang mengelola dana desa. Koperasi menjadi wadah yang sehat, akuntabel, dan transparan, sekaligus menjamin kemandirian ekonomi keluarga di saat krisis melanda,” papar Sidi Rana Menggala merangkum sesi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Festival Raksha Loka ini, GEF SGP Indonesia berharap rumusan dari pertemuan ini dapat menjadi amunisi kebijakan lintas kementerian yang dapat mengedepankan pada upaya menjaga penghidupan di tingkat tapak. Kolaborasi bukan lagi sekadar jargon, melainkan mandat untuk menjaga kelestarian bumi dan memajukan penghidupan komunitas tapak yang berkeadilan gender di Indonesia.</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/festival-raksha-loka-gef-sgp-indonesia-konsolidasi-lintas-kementerian-untuk-kawal-penghidupan-tapak-sumber-daya-alam-pemberdayaan-desa-dan-kepemimpinan-perempuan-hadapi-krisis-iklim/">Festival Raksha Loka GEF SGP Indonesia: Konsolidasi Lintas Kementerian untuk Kawal Penghidupan Tapak, Sumber Daya Alam, Pemberdayaan Desa dan Kepemimpinan Perempuan Hadapi Krisis Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &#038; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proposal]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Request for Proposal (RFP) Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &#38; Pelaksanaan Event “Raksa Loka” Latar BelakangGlobal Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) adalah program dana hibah kecil yang diinisiasi GEF dan diimplementasikan oleh UNDP. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak tahun 1992 dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Selama lebih dari 30 tahun, GEF SGP Indonesia telah memberikan dukungan kepada lebih dari 600 proyek yang dikelola langsung oleh organisasi berbasis komunitas (CSO/NGO) di seluruh nusantara. Program ini bertujuan mendukung gerakan akar rumput dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan, serta...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/">Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph"><strong>Request for Proposal (RFP) <strong>Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka”</strong></strong></p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph"><strong>Latar Belakang</strong><br>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) adalah program dana hibah kecil yang diinisiasi GEF dan diimplementasikan oleh UNDP. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak tahun 1992 dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Selama lebih dari 30 tahun, GEF SGP Indonesia telah memberikan dukungan kepada lebih dari 600 proyek yang dikelola langsung oleh organisasi berbasis komunitas (CSO/NGO) di seluruh nusantara.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Program ini bertujuan mendukung gerakan akar rumput dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan, serta mengurangi polusi perairan internasional. Setiap hibah berkisar antara USD 2.000 hingga USD 50.000 dengan durasi maksimal dua tahun, memberikan ruang bagi komunitas rentan untuk mengambil peran aktif dalam aksi-aksi lingkungan lokal.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Fase 7 (2021-2026) merupakan fase terbaru dan paling ambisius dalam sejarah GEF SGP Indonesia. Pada fase ini, program mengadopsi pendekatan empat bentang alam (landscape) sebagai kerangka kerja utama, memungkinkan komunitas-komunitas yang tersebar di satu kawasan ekologis yang sama untuk bekerja secara sinergis dalam mencapai tujuan konservasi dan penghidupan yang lebih besar.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Keempat bentang alam target Fase 7 mewakili keanekaragaman ekosistem Indonesia – dari hutan tropis dataran tinggi, kawasan pesisir dan laut, hingga lahan basah yang kaya keanekaragaman hayati. Di setiap bentang alam, puluhan mitra CSO telah menjalankan proyek-proyek inovatif yang memperlihatkan bahwa solusi berbasis komunitas adalah kunci keberlanjutan ekologi dan penghidupan.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Total dana hibah keseluruhan Fase 7 mencapai lebih dari USD 2,8 juta, melibatkan lebih dari 100 mitra aktif di empat bentang alam. Capaian-capaian ini perlu didokumentasikan, amplifikasi, dan dirayakan sebagai warisan pembelajaran bagi gerakan lingkungan Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph"><strong>Krisis Iklim dan Urgensi Amplifikasi</strong><br>Krisis iklim global yang semakin nyata telah menciptakan ketergantungan yang erat antara penghidupan di tingkat tapak (desa) dengan stabilitas ekonomi dan ekologi di pusat pertumbuhan (kota). Keberhasilan komunitas akar rumput dalam menjaga ekosistem di daerah terpencil secara langsung mempengaruhi kualitas air bersih, ketahanan pangan, dan stabilitas iklim di kota-kota besar seperti Jakarta.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Namun, kisah-kisah keberhasilan ini seringkali tidak terdengar oleh pengambil kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat urban yang sesungguhnya memiliki kepentingan langsung terhadap keberlanjutan ekosistem tersebut. Di sinilah Festival Raksha Loka mengambil peran strategis: menjembatani dunia tapak dengan dunia kota melalui narasi yang kuat, pengalaman imersif, dan ajakan aksi nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tentang Festival Raksha Loka</strong><br>Festival Raksha Loka mengambil namanya dari bahasa Sanskerta dan Kawi: Raksha (menjaga) dan Loka (alam/tempat). Festival ini adalah perayaan penutupan sekaligus amplifikasi dampak GEF-SGP Indonesia Fase 7,  sebuah komitmen kolektif untuk menjaga keberlangsungan alam dan dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini akan diselenggarakan selama dua hari di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, salah satu pusat kebudayaan urban paling dinamis di Indonesia. Dengan menempatkan festival di jantung kota Jakarta, GEF-SGP Indonesia menegaskan bahwa isu lingkungan bukan semata urusan mereka yang tinggal di hutan atau pesisir, melainkan tanggung jawab setiap warga negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival Raksha Loka dirancang menjangkau dua segmen audiens: (1) stakeholder nasional: pemerintah, lembaga donor, NGO nasional dan internasional, akademisi, serta media – pada Hari 1; dan (2) audiens umum seperti generasi muda, komunitas kreatif, pegawai kantoran, dan masyarakat urban – pada Hari 2.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Objective</em></strong><br>Festival Operasi Program ke-7 (OP7) SGP Indonesia merupakan acara puncak yang berfungsi ganda sebagai sarana diseminasi hasil program dan selebrasi capaian komunitas penerima hibah (grantees). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merangkum, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan praktik-praktik terbaik serta pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan proyek-proyek OP7.</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Diseminasi &amp; Selebrasi Capaian Program
<ul class="wp-block-list">
<li>Penyelenggaraan Event Publik Raksa Loka: Merayakan capaian signifikan dan kontribusi nyata yang telah diwujudkan oleh komunitas penerima hibah OP7 dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Raksa Loka akan dirancang sebagai sebuah festival publik yang inklusif, menampilkan pameran proyek, lokakarya interaktif, pertunjukan seni budaya dari komunitas, dan sesi berbagi cerita inspiratif. Event ini berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran publik dan mempromosikan replikasi praktik-praktik sukses di tingkat akar rumput.</li>



<li>Penguatan Jaringan dan Kemitraan: Event selebrasi ini juga menjadi kesempatan strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan (pemerintah daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, akademisi, dan media) dengan para pelaku di tingkat komunitas, membuka peluang kolaborasi dan dukungan keberlanjutan pasca-program.</li>



<li>Mobilisasi dan keterlibatan representasi mitra nasional dan mitra di tingkat tapak program GEF-SGP Indonesia Fase 7 dalam pelaksanaan Festival Raksha Loka.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Sintesis dan Dokumentasi Capaian Program OP7
<ul class="wp-block-list">
<li>Penyusunan Laporan Sintesis Komprehensif: Melakukan kajian mendalam untuk merangkum seluruh hasil, dampak, dan inovasi yang dihasilkan dari semua proyek penerima hibah OP7. Sintesis ini akan mencakup analisis terhadap indikator kunci kinerja (KPIs), perubahan sosial dan ekologis yang terjadi, serta tantangan yang dihadapi dan bagaimana hal tersebut diatasi.</li>



<li>Identifikasi Praktik Terbaik: Proses sintesis akan secara khusus mengidentifikasi model-model proyek yang terbukti efektif, berkelanjutan, dan memiliki potensi tinggi untuk direplikasi di wilayah lain.<br></li>
</ul>
</li>



<li><em>Knowledge Management </em>dan Publikasi
<ul class="wp-block-list">
<li>Pengembangan Materi Publikasi Pembelajaran<em> (Lessons Learned)</em>: Menyusun serangkaian materi komunikasi dan publikasi yang mudah diakses dan menarik (seperti <em>policy briefs</em>, video dokumenter pendek, infografis, dan studi kasus naratif) mengenai praktik terbaik dan pembelajaran yang diperoleh. Materi ini ditujukan untuk memengaruhi kebijakan, menginspirasi komunitas lain, dan menjadi referensi bagi praktisi pembangunan.</li>



<li>Pengarsipan Digital: Membangun atau memperbarui platform digital sebagai repositori permanen untuk mendokumentasikan dan mendiseminasikan seluruh hasil, laporan, dan materi pembelajaran OP7 kepada khalayak yang lebih luas.<br></li>
</ul>
</li>



<li> Administrasi Penutupan Program
<ul class="wp-block-list">
<li>Laporan Akhir: Memastikan bahwa seluruh laporan akhir teknis dari para penerima hibah <em>(grantees)</em> telah dikumpulkan, diverifikasi, dan disusun dengan teliti. Proses ini harus sesuai dengan standar akuntabilitas dan pelaporan yang ketat dari UNDP/GEF <em>(United Nations Development Programme/Global Environment Facility).</em></li>



<li>Evaluasi Akhir: Memfasilitasi proses evaluasi program akhir untuk memvalidasi capaian dan menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana program. Penutupan administrasi yang rapi adalah kunci untuk transisi ke program operasional selanjutnya.</li>
</ul>
</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ruang Lingkup Pekerjaan</strong></p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Fasilitasi Event “Raksa Loka”: Puncak Diseminasi Hasil Program OP7</li>
</ol>



<figure class="wp-block-table is-style-regular"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td class="has-text-align-left" data-align="left"><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Perancangan Konsep, Produksi, dan Pelaksanaan</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Merancang keseluruhan konsep tematik acara, desain tata ruang, dan alur kegiatan untuk memastikan relevansi dengan tema pelestarian lingkungan dan capaian OP7. Lokasi kegiatan adalah di M Bloc Space, Jakarta, dan akan diselenggarakan selama dua hari penuh, yaitu pada tanggal 22-23 Mei 2026. Ini mencakup perizinan tempat, desain panggung dan <em>lighting</em>, serta koordinasi teknis produksi lainnya.</td></tr><tr><td>Pengaturan Area Komunitas &amp; Konten Acara</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Mengorganisir area khusus untuk Pameran Komunitas <em>(Booth)</em> yang memamerkan produk, inovasi, dan praktik terbaik dari mitra komunitas OP7 di seluruh Indonesia. Selain itu, menyusun konten untuk Sesi Diskusi/Talkshow yang mengundang para ahli, pembuat kebijakan, dan perwakilan komunitas untuk membahas isu-isu kunci pelestarian lingkungan, dengan fokus pada praktik berkelanjutan dan dampaknya. Konten juga harus mencakup Pertunjukan Budaya atau Multimedia yang kreatif dan inspiratif dengan pesan utama tentang pelestarian alam dan lingkungan.</td></tr><tr><td>Manajemen Logistik dan Akomodasi Mitra</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Melakukan seleksi dan koordinasi dengan Tim Sekretariat GEF-SGP Indonesia terkait keterlibatan mitra nasional dan mitra di tingkat tapak SGP Fase 7 dalam kegiatan Festival Raksha Loka serta mengelola secara komprehensif aspek logistik dan akomodasi untuk memastikan partisipasi perwakilan mitra komunitas (penerima hibah) yang diundang dari berbagai daerah di Indonesia. Ini mencakup reservasi transportasi (udara/darat), penginapan yang memadai, konsumsi selama kegiatan, dan koordinasi penjemputan/pengantaran.</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">2. Tinjauan, Audit, dan Dokumentasi Akhir Program</p>



<figure class="wp-block-table is-style-regular"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Penyusunan Laporan Akhir</td><td>Bertanggung jawab dalam menyusun draf akhir &#8220;Terminal Report&#8221; Program OP7. Laporan ini harus mengonsolidasikan dan menganalisis secara mendalam seluruh dampak lingkungan (misalnya, penurunan emisi, restorasi ekosistem) dan dampak sosial (misalnya, peningkatan pendapatan, penguatan kelembagaan) yang dihasilkan dari implementasi seluruh proyek dalam siklus OP7.</td></tr><tr><td>Laporan Keuangan</td><td>Bertanggung jawab dalam menyusun laporan keuangan yang komprehensif dan akuntabel (<em>cashflow, </em>bukti transaksi, dan klarifikasi) sesuai standar akuntansi dan format laporan YBUL GEF-SGP Indonesia.</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">3. Publikasi dan Komunikasi Diseminasi Hasil Program</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Produksi Produk Pengetahuan Raksa Loka</td><td>Memproduksi setidaknya satu produk pengetahuan diseminasi yang berkualitas tinggi dan menarik (misalnya: Buku kompilasi kisah sukses, Video Dokumenter berdurasi penuh, atau Pembangunan Microsite interaktif). Seluruh produk harus menggunakan <em>branding</em> visual dan narasi yang konsisten dengan tema &#8220;Raksa Loka&#8221; dan identitas GEF SGP.</td></tr><tr><td>Manajemen Media (<em>Public Relations</em>/PR)</td><td>Mengembangkan dan melaksanakan strategi <em>Public Relations</em> (PR) yang efektif sebelum, selama, dan setelah event &#8220;Raksa Loka&#8221;. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa kegiatan dan capaian program OP7 mendapatkan eksposur luas dan liputan positif di media nasional (cetak, daring, dan elektronik) serta platform media sosial yang relevan. Ini mencakup penulisan siaran pers, pengaturan wawancara, dan pengelolaan media <em>engagement</em>.</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keluaran yang Diharapkan</strong><br>Untuk memastikan keberhasilan dan pertanggungjawaban dari seluruh rangkaian kegiatan Festival OP7, berikut adalah daftar lengkap luaran yang harus diserahkan oleh pelaksana:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Laporan Komprehensif Pelaksanaan Acara Raksa Loka:
<ul class="wp-block-list">
<li>Dokumentasi Visual dan Narasi: Mencakup koleksi foto resolusi tinggi dan video profesional (durasi pendek dan panjang) yang menangkap suasana, momen-momen penting, dan interaksi selama acara berlangsung di M-Bloc Space, Jakarta.</li>



<li>Daftar Hadir Terverifikasi: Daftar lengkap peserta, pembicara, <em>stakeholder</em>, dan tamu undangan yang hadir, dilengkapi dengan tanda tangan atau bukti kehadiran digital.</li>



<li>Ringkasan Liputan: Kumpulan liputan pers, <em>postingan</em> media sosial, dan materi <em>online</em> lainnya yang membahas acara tersebut, lengkap dengan analisis jangkauan dan sentimen.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Materi <em>Branding</em> dan Pameran (<em>Exhibition</em>) yang Terstandarisasi<br>Desain dan Produksi Elemen Visual Kegiatan: Seluruh elemen visual harus dikembangkan dengan desain yang kohesif dan profesional sesuai panduan <em>branding</em> GEF-SGP Indonesia/Festival Raksha Loka.</li>
</ol>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li>Laporan Teknis Konsultasi dan Sintesis Hasil Program<br>Penyusunan draf yang merangkum keseluruhan capaian, tantangan, dan rekomendasi dari pelaksanaan program GEF-SGP Indonesia Fase 7. Laporan ini harus disusun berdasarkan data yang terkumpul dari konsultasi dan verifikasi lapangan, serta memuat analisis mendalam mengenai dampak intervensi program.</li>
</ol>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li>Laporan Keuangan<br>Laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi dan format pelaporan YBUL GEF-SGP Indonesia.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kompetensi dan Kualifikasi</strong><br>Program ini terbuka bagi organisasi atau konsorsium yang memiliki legalitas hukum di Indonesia, meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau <em>Non-Governmental Organization</em> (NGO) yang memiliki pengalaman dalam manajemen program lingkungan.</li>



<li>Konsultan Kreatif/<em>Event Organizer</em> (EO) yang memiliki portofolio dalam menyelenggarakan acara publik bertema sosial atau lingkungan.</li>



<li>Firma Konsultan Pembangunan/Lingkungan dengan spesialisasi evaluasi program.</li>



<li>Konsorsium: Kolaborasi antara NGO (untuk konten teknis) dan EO (untuk eksekusi di M-Bloc) diizinkan guna memastikan kedua aspek pekerjaan terpenuhi dengan optimal.<br></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>6. <em>Timeline</em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><tbody><tr><td><strong>Tahap Kegiatan</strong></td><td><strong>Durasi</strong></td><td><strong>Detail Kegiatan Utama</strong></td></tr><tr><td>Seleksi dan Kontrak Mitra Pelaksana <em>(Event Organizer)</em></td><td>April 2026</td><td>Finalisasi proses penawaran dan evaluasi proposal yang masuk.Pengumuman pemenang/mitra pelaksana terpilih.Negosiasi akhir dan penandatanganan kontrak kerja sama.Serah terima dokumen acuan (TOR, konsep festival, anggaran).</td></tr><tr><td>Persiapan Event Raksa Loka</td><td>Mei 2026 (Minggu 1 &#8211; 3)</td><td>Perencanaan Logistik &amp; Venue: Survei dan finalisasi lokasi, perizinan keramaian, penyusunan tata letak area festival. Kurasi Konten &amp; Peserta: Finalisasi daftar pengisi acara (seniman, pembicara, <em>booth</em> peserta SGP), penyiapan materi presentasi/pameran.Publikasi &amp; Promosi Awal: Desain materi promosi (poster, spanduk, konten media sosial), peluncuran informasi resmi acara, pendaftaran peserta/pengunjung. Koordinasi Teknis: Pertemuan koordinasi dengan tim keamanan, vendor logistik (sound system, pencahayaan, dekorasi), dan pihak terkait lainnya.</td></tr><tr><td>Pelaksanaan Event Raksa Loka</td><td>22-23 Mei 2026</td><td>Hari ke-1: Pembukaan resmi festival (upacara, sambutan), sesi diskusi/seminar tematik, pameran proyek SGP, pertunjukan seni budaya.Hari ke-2: Workshop interaktif, sesi jejaring (networking) antar stakeholder, pameran lanjutan, pengumuman/penghargaan, penutupan festival.Operasional Lapangan: Pengawasan seluruh aspek logistik, keamanan, dan <em>flow</em> acara agar berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan.</td></tr><tr><td>Penyusunan Laporan Akhir &amp; Terminal Report</td><td>Juni 2026</td><td>Dokumentasi &amp; Pengarsipan: Pengumpulan seluruh foto, video, dan notulen acara. Evaluasi Internal: Rapat evaluasi kinerja mitra pelaksana dan tim internal SGP.Penyusunan Laporan Keuangan: Rekapitulasi dan verifikasi seluruh pengeluaran. Penyusunan Laporan Akhir Festival: Detail pelaksanaan, capaian indikator, pembelajaran (<em>lessons learned</em>), dan rekomendasi untuk festival berikutnya.Pengiriman <em>Terminal Report</em>: Penyerahan laporan akhir resmi kepada pihak GEF SGP.</td></tr></tbody></table></figure>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph"><a></a><strong>Catatan:</strong> Linimasa ini bersifat tentatif dan dapat disesuaikan berdasarkan dinamika persiapan lapangan dan keputusan strategis SGP Indonesia. Prioritas utama adalah memastikan kualitas dan dampak maksimal dari Festival “Raksa Loka”.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>7. Struktur Proposal &amp; Anggaran</strong><br>Pelamar yang berminat dan memenuhi kualifikasi harus menyertakan dokumen proposal lengkap yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu Proposal Teknis dan Proposal Finansial, sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Proposal Teknis
<ul class="wp-block-list">
<li>Konsep Kreatif Acara &#8220;Raksa Loka&#8221;: Pelamar wajib mengajukan konsep kreatif yang inovatif, menarik, dan berkesan untuk acara puncak program penutupan (Festival Raksa Loka).</li>



<li>Metodologi Evaluasi Penutupan Program (OP 7): Proposal teknis harus menyajikan secara rinci metodologi yang akan digunakan untuk melakukan evaluasi dan dokumentasi penutupan program, termasuk bagaimana capaian dan pembelajaran utama dari program akan diukur, dikumpulkan, dan disajikan selama acara berlangsung, serta rencana pembuatan laporan akhir yang komprehensif.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Proposal Finansial
<ul class="wp-block-list">
<li>Proposal Finansial mencakup semua item kebutuhan festival dan sesuai format YBUL GEF-SGP Indonesia. </li>
</ul>
</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Informasi Tambahan</strong><br>Jumlah Dana Proyek: USD 50.000<br>Durasi Proyek: 2 Bulan (April &#8211; Mei 2026)<br>Batas Waktu Pengajuan: 19 April 2026<br><br><strong>Prosedur Pengajuan</strong><br>Kirimkan proposal proyek lengkap secara tertulis kepada GEF SGP Indonesia melalui email ke:<br>Email: <a href="mailto:info@sgp-indonesia.org">info@sgp-indonesia.org</a><br>Subjek Email:  Proposal Mitra Festival Raksha Loka  &#8211; “Nama Lembaga Pengusul Proposal”<br> <br><strong>Informasi Kontak</strong><br>Untuk informasi lebih lanjut, bantuan teknis, atau klarifikasi, silahkan hubungi:<br>Sekretariat Nasional GEF SGP Indonesia<br>Email: <a href="mailto:info@sgp-indonesia.org">info@sgp-indonesia.org</a><br>Website: <a href="https://sgp-indonesia.org/en/">www.sgp-indonesia.org</a><br>Contact Person: <a href="mailto:hery@sgp-indonesia.org">hery@sgp-indonesia.org</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<div class="wp-block-file"><a href="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/04/RFP-Festival-Raksha-Loka-2026.docx" class="wp-block-file__button wp-element-button" download>Download</a></div>



<p class="wp-block-paragraph"></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/">Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Leluhur di Namata</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 09:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gallery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Photostory]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di balik setiap rumah adat, tersimpan kisah Robo Aba dan empat suku besar yang lahir dari para penerusnya. Namata, kampung yang terlahir dari ritual berburu babi hutan di Radja Mara Kanni Bahi, kini menjadi warisan hidup yang terus dijaga dengan penuh kehormatan. Dari Hanga Rae Robo hingga tanah yang kini kita pijak, perjalanan nenek moyang suku Namata adalah bukti nyata kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/">Jejak Leluhur di Namata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-17375" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1024x576.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-300x169.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-768x432.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1536x864.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-2048x1152.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-18x10.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-600x338.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-10x6.jpg 10w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub><em>Lokasi Kampung Adat Namata di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT (Dok: Adolfus Frederik / GEF SGP Indonesia)</em></sub></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik setiap rumah adat, tersimpan kisah Robo Aba dan empat suku besar yang lahir dari para penerusnya. Namata, kampung yang terlahir dari ritual berburu babi hutan di Radja Mara Kanni Bahi, kini menjadi warisan hidup yang terus dijaga dengan penuh kehormatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Hanga Rae Robo hingga tanah yang kini kita pijak, perjalanan nenek moyang suku Namata adalah bukti nyata kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/">Jejak Leluhur di Namata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 11:39:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program GEF SGP Indonesia, di bawah Inisiatif Dukungan Global untuk wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal (ICCA-GSI) Fase 2, mengundang organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mendorong pengakuan hak masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mengelola kawasan konservasi untuk berpartisipasi dalam proses seleksi program hibah. Inisiatif ini didanai German Federal Ministry of the Environment International Climate Initiative (BMUV IKI) dan disalurkan melalui skema GEF Small Grants Programme Indonesia fase 7 yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia dan dieksekusi oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). Call for proposal ini membuka peluang kepada calon mitra...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/">Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-819x1024.png" alt="" class="wp-image-17342" style="width:714px;height:auto" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-819x1024.png 819w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-240x300.png 240w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-768x960.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-10x12.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-600x750.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-8x10.png 8w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Program GEF SGP Indonesia, di bawah Inisiatif Dukungan Global untuk wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal (ICCA-GSI) Fase 2, mengundang organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mendorong pengakuan hak masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mengelola kawasan konservasi untuk berpartisipasi dalam proses seleksi program hibah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif ini didanai German Federal Ministry of the Environment International Climate Initiative (BMUV IKI) dan disalurkan melalui skema GEF Small Grants Programme Indonesia fase 7 yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia dan dieksekusi oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). Call for proposal ini membuka peluang kepada calon mitra pelaksana nasional untuk menjadi lembaga payung tingkat nasional kepada mitra di tingkat tapak yang berfokus untuk menunjang program dan wilayah kerja GEF SGP Indonesia fase 7.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tujuan Program</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif Dukungan Global ICCA Fase 2 bertujuan mendukung inisiatif dan aksi oleh masyarakat sipil, Masyarakat Adat dan komunitas lokal untuk mencapai Target 3, 21, 22, dan 23 dari Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global (Global Biodiversity Framework/GBF), khususnya yang berfokus pada:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pengakuan dan perlindungan wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal</li>



<li>Penguatan sistem tata kelola konservasi berbasis masyarakat</li>



<li>Peningkatan konservasi keanekaragaman hayati melalui sistem pengetahuan adat dan lokal</li>



<li>Promosi partisipasi efektif Masyarakat Adat dan komunitas lokal dalam tata kelola keanekaragaman hayati</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kegiatan yang Dilaksanakan</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan<br>Memperkuat kapasitas dan kerangka kelembagaan untuk pengelolaan ICCA, termasuk struktur tata kelola dan proses pengambilan keputusan<br></li>



<li>Pemetaan, Dokumentasi dan Registrasi ICCA<br>Melakukan pemetaan dan&nbsp; mendokumentasikan ICCA untuk proses registrasi wilayah ICCA ke basis data nasional maupun internasional , termasuk penilaian dasar dan inventarisasi keanekaragaman hayati<br></li>



<li>Advokasi dan Keterlibatan Kebijakan<br>Melakukan kegiatan advokasi untuk mendapatkan pengakuan, perlindungan, dan pemanfaatan berkelanjutan ICCA di tingkat lokal, provinsi, dan nasional<br></li>



<li>Implementasi Rencana Pengelolaan ICCA<br>Melaksanakan program prioritas yang tercantum dalam rencana pengelolaan ICCA, termasuk aksi konservasi, pemanfaatan sumber daya berkelanjutan, dan sistem pemantauan</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Wilayah Kerja</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mitra Nasional Pelaksana pengaju akan melakukan implementasi menaungi mitra tapak, yang berkegiatan di:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri, Jawa Tengah</li>



<li>Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng, Sulawesi Selatan</li>



<li>Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo</li>



<li>Pulau Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur</li>



<li>Wilayah potensial lainnya</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Informasi Hibah</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Maksimal Hibah per Proyek: USD 40.000<br>Durasi Proyek: Maksimal 6 bulan<br>Batas Waktu Pengajuan: 16 Januari 2026</p>



<h3 class="wp-block-heading">Informasi Selengkapnya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Simak Kerangka Acuan Kerja (KAK) berikut melalui link: <a href="https://bit.ly/CallForProposalICCAGSIPhase2">https://bit.ly/CallForProposalICCAGSIPhase2</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Prosedur Pengajuan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kirimkan proposal proyek lengkap secara tertulis kepada GEF SGP Indonesia melalui email ke:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Email: info@sgp-indonesia.org (cc: sidi.menggala@sgp-indonesia.org, hery@sgp-indonesia.org, faishal.dzul@sgp-indonesia.org)<br>Subjek Email: Mitra Pelaksana Nasional &#8211; Proposal ICCA Indonesia Fase 2 &#8211; Nama Lembaga Pengaju</p>



<p class="wp-block-paragraph">Format template proposal proyek:&nbsp;<a href="https://bit.ly/FormatProposalICCAGSIFase2">https://bit.ly/FormatProposalICCAGSIFase2</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Informasi Kontak</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk informasi lebih lanjut, bantuan teknis, atau klarifikasi, silakan hubungi:Sekretariat Nasional GEF SGP Indonesia<br>Email: info@sgp-indonesia.org<br>Website: www.sgp-indonesia.org</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/">Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 07:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17330</guid>

					<description><![CDATA[<p>(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie, Provinsi Gorontalo, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan ekonomi alternatif bagi masyarakat. Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-17331" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pupuk organik cair sebagai solusi ekonomi alternatif bagi warga di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie, Gorontalo.(Dokumentasi Pribadi)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan <a href="https://www.suara.com/tag/ekonomi">ekonomi</a> alternatif bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum itu menjadi ajang <em>curhat</em> terkait masalah yang terjadi, terutama di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, salah satu masalah yang diangkat terkait aktivitas tambang emas ilegal di SM Nantu-Boliohuto. Aktivitas ini dinilai meresahkan masyarakat serta mengancam ekosistem di wilayah tersebut. Sejumlah pihak berupaya untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya solusi dari pemerintah untuk melakukan pendampingan warga yang terdampak dan edukasi terkait geologi, sektor ekonomi pun tak pelak menjadi sorotan. Ada beberapa solusi alternatif yang dikemukakan sebagai bentuk nyata transformasi ekonomi lokal ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alternatif yang diperkuat adalah budidaya lebah madu atau yang dikenal dengan nama latin Apis Cerana di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Inovasi ini dinilai memiliki prospek cerah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan ekonomi warga tanpa mengorbankan hutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ragam Solusi Tingkat Tapak</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, dalam kesempatan tersebut, beragam lembaga mitra GEF SGP Indonesia Fase 7 memaparkan hasil kerja mereka selama program. Pemaparan tersebut menunjukkan berbagai inovasi dan dampak positif di tingkat tapak setelah mendapatkan manfaat dari program GEF SGP Indonesia Fase 7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pemaparan dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Gorontalo dan Institute for Human and Ecological Studies (Inhides) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan advokasi. Mereka menyoroti kerusakan hutan akibat pertambangan ilegal dan ancaman Hutan Tanaman Energi (HTE). Selain itu, mereka juga memfasilitasi terbentuknya kolektif perempuan tani dan mitigasi konflik satwa liar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula Women Institute for Research and Empowerment (WIRE-G) mendampingi perempuan dan orang muda di Desa Bihe dan Pangahu. Fokus mereka adalah penguatan agensi perempuan dan anak muda, serta mendorong perencanaan pembangunan desa yang responsif gender.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marsudi Lestantun menonjol melalui program agroforestri Silvopastura atau praktik mengintegrasikan pohon, hijauan, dan penggembalaan hewan peliharaan dengan cara yang saling menguntungkan. Lembaga ini menerapkan penanaman penghijauan berbasis peternakan dan mendampingi kelompok tani agar beralih dari pola tanam monokultur jagung ke sistem tanaman tahunan dan multikultur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ranah pengembangan komoditas, Agraria Institute bekerja di Desa Bihek dan Bondula guna menyeimbangkan kepentingan ekologi dan ekonomi. Mereka memfasilitasi penandaan batas partisipatif, mendorong penanaman bibit kakao dan tanaman adat seperti agar, serta berkolaborasi dengan barista untuk mengembangkan kopi lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok Tani Hutan (KTH) Pobuto Nantu, menggandeng Marsudi Lestantun sejak program GEF SGP Indonesia Fase 6. Mereka mengembangkan komoditas kakao hingga menembus expo di Jakarta. Uniknya, kakao ini bahkan diolah menjadi camilan lokal seperti keripik atau cemilan. Buntutnya, inisiatif ini memberikan nilai tambah bagi petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah dari sisi akademik, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNG terlibat dalam pemetaan partisipatif, rehabilitasi lahan melalui distribusi 5.000 bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman kekayuan multiguna, serta penyusunan Peraturan Desa tentang Penataan Ruang Wilayah dan Batas Desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, LP2M UNG melalui Pusat Studi Energi menitikberatkan pada konservasi lahan dengan mendirikan kebun energi. Mereka juga membangun pico-hydro 700 watt, dan membentuk komunitas ekowisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi kreatif lokal pun enggan ketinggalan. Aspek ini juga memantik perhatian melalui pendampingan Rumah Kebun, yang membantu akses pasar dan branding produk seperti gula aren batu, sambal ayam kampung, dan keripik pepaya. Mereka juga berperan dalam pengembangan infrastruktur ekowisata di Air Terjun Bondula, Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Lewat rangkaian inovasi ini, desa-desa penyangga menunjukkan ekonomi dapat tumbuh tanpa merusak lingkungan. Dukungan multipihak dan pendampingan berkelanjutan membuat masyarakat dapat memperoleh sumber penghidupan baru sembari menjaga kawasan hutan yang menjadi penopang kehidupan mereka,”</em> ujar Sidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/12/01/092409/inovasi-desa-perkuat-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem-dari-lebah-kakao-hingga-kopi-lokal?page=1</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SM nantu]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17327</guid>

					<description><![CDATA[<p>(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi Gorontalo. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga. ‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png" alt="" class="wp-image-17328" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual di Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi pihak dalam pelestarian sumber daya air , khususnya di kawasan penyangga <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a>-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum Multi Pihak (FMP) dalam acara ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Salah satu isu mendesak yang mengemuka adalah aktivitas pertambangan emas ilegal yang masif di kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi aduan, perwakilan masyarakat setempat, Bunaeri menyampaikan keresahan mendalam. Dia menggambarkan bagaimana aktivitas tambang ilegal merusak lingkungan. Tidak hanya itu, imbuh Bunaeri, aktivitas tersebut juga menciptakan tekanan besar bagi warga di sekitar kawasan SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, Bunaeri mendesak pemerintah segera bertindak, bahkan menyetop eksploitasi sumber daya alam di kawasan SM Nantu-Boliohuto. Namun, Bunaeri memohon agar solusi yang diterapkan konkret serta manusiawi. Tentunya, tanpa menyakiti masyarakat yang terlanjur menggantungkan hidup di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Kami sangat prihatin melihat kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal yang masif. Kami meminta pemerintah segera bertindak untuk menghentikan kegiatan ini, namun kami juga memohon agar solusi yang diterapkan benar-benar konkrit dan manusiawi, tanpa menyakiti masyarakat yang sudah terlanjur menggantungkan hidup di sana,&#8221;</em> ujar Bunaeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aspirasi ini tak pelak mendorong perhatian serius dari pemerintah daerah dan lembaga konservasi. Perwakilan BKSDA serta BAPPEDA Gorontalo maupun Boalemo menegaskan penanganan masalah tambang ilegal membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain penegakan hukum, pemerintah dan mitra program juga menyiapkan langkah-langkah pendukung, seperti edukasi geologi kepada masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua wilayah mengandung emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya lain berupa pembentukan tim pendampingan bagi masyarakat yang menjadi korban aktivitas tambang ilegal serta pengembangan ekonomi alternatif, termasuk budidaya lebah madu yang dinilai prospektif di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ditutup dengan konsolidasi komitmen yang ditandai dengan penandatanganan dua dokumen penting oleh seluruh perwakilan pihak terkait. Salah satunya dokumen kesepahaman bersama Pengelola Kawasan Penyangga SM Nantu-Boliohuto berfungsi sebagai landasan kolaborasi multi-pihak dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, mereka juga meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi Seksual di Kawasan Penyangga SM Nantu dan Tahura BJ Habibie sebagai wujud komitmen mendukung kampanye stop diskriminasi terhadap perempuan dan masyarakat adat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pakta integritas terkait pengarusutamaan gender dan antidiskriminasi tersebut, para pihak juga berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan berjalan secara inklusif dan berkeadilan gender.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui forum ini, warga berharap aduan mereka agar kegiatan tambang ilegal dihentikan, mendapatkan wadah dan dukungan. Konsolidasi komitmen hari itu menegaskan bahwa penyelamatan kawasan <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a> tidak bisa ditunda dan membutuhkan aksi nyata yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/29/103000/komitmen-multipihak-di-sm-nantu-boliohuto-cari-solusi-konkret-hadapi-tambang-ilegal?</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 01:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17324</guid>

					<description><![CDATA[<p>(28/11/2025) “Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai perempuan.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie. Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png" alt="" class="wp-image-17325" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peran vital perempuan dalam keberlangsungan ekosistem di SM Nantu dan Tahura BJ Habibie memantik sorotan.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(28/11/2025) <em>“Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a>.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan penandatanganan pakta integritas ini sejatinya simpel namun sangat penting. Ya, pakta integritas ini ingin memastikan perempuan mendapatkan ruang aman, kesempatan yang setara, dan peran nyata dalam menjaga ekosistem di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mendorong Kepemimpinan Perempuan, Bukan Sekadar Kehadiran</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat di wilayah penyangga memahami, perempuan berperan vital. Mereka menjaga pangan keluarga, mempraktikkan pengetahuan lokal soal tanaman, hingga memastikan sumber air terjaga. Banyak pengetahuan ekologis yang diwariskan turun-temurun oleh perempuan. Pengetahuan ini tidak tertulis, tapi sangat berharga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, ketika tiba pada tahap pengambilan keputusan atau penyusunan kebijakan kelompok, peran perempuan kerap diabaikan. Peran mereka belum sepenuhnya diakomodasi. Nah, lewat pakta integritas ini, semua pihak sepakat mengubah itu. Perempuan harus punya akses sama untuk bicara, memutuskan, dan memimpin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu komitmen terbesar dalam pakta ini yakni meningkatkan kepemimpinan perempuan. Artinya, perempuan tidak cuma hadir sebagai peserta. Mereka didorong terlibat dalam bentuk yang lebih strategis. Semisalnya, perempuan didorong memimpin kelompok, merancang kegiatan konservasi, atau terlibat dalam konsultasi kebijakan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perempuan dinilai membawa perspektif berbeda, yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh: bagaimana tanaman tertentu bisa memberi manfaat ganda, atau bagaimana sebuah area hutan menjadi sumber air penting bagi desa. Perspektif ini tidak melulu muncul dalam diskusi teknis, tapi sangat menentukan efektivitas konservasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ruang Aman untuk Perempuan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lapangan, perempuan acapkali menghadapi tantangan tambahan. Sebut saja mulai dari risiko pelecehan, diskriminasi, atau diremehkan. Karena itu, pakta integritas ini memuat komitmen tegas terhadap Zero Tolerance atau toleransi nol pada kekerasan berbasis gender dan pelecehan seksual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komitmen ini tidak hanya berbentuk janji, tetapi juga rencana nyata: memastikan adanya mekanisme pelaporan, memberikan perlindungan, dan menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi perempuan dalam semua aktivitas konservasi. Ini penting karena perempuan hanya bisa aktif berkontribusi jika mereka merasa aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar formalitas. Menurut Sidi, pakta integritas ini menegaskan tanggung jawab kolektif para pemangku kepentingan dalam memastikan kesetaraan gender dapat diterapkan hingga ke tingkat tapak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hal ini perlu kami dorong sebagai komitmen bersama demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga SM Nantu dan Tahura B.J. Habibie,” ujar Sidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan ini mengingatkan bahwa kesetaraan gender bukan hanya isu manusia, tetapi juga isu lingkungan. Ketika perempuan diberi ruang untuk berperan penuh, praktik konservasi menjadi lebih kaya dan efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menuju Masa Depan Konservasi yang Lebih Adil</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penandatanganan pakta ini menandai langkah besar menuju masa depan konservasi yang lebih inklusif. Ya, perempuan bukan sekadar “pelengkap”, tetapi justru sebagai aktor utama yang punya pengetahuan, pengalaman, dan peran penting dalam menjaga kelestarian hutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Dengan kolaborasi lintas lembaga dan kemauan bersama untuk menciptakan ruang aman dan setara, kawasan Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie kini bergerak menuju model konservasi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,”</em> kata Sidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/28/132338/seruan-ruang-aman-bagi-peran-perempuan-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie?</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 03:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosobo]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17312</guid>

					<description><![CDATA[<p>(20/11/2025) Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal. ‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air. Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png" alt="" class="wp-image-17313" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(20/11/2025) Para <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/wonosobo">Wonosobo</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/jawa-tengah">Jawa Tengah</a>, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan Aktivitas Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dengan Pariwisata Alam dan Budaya.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas ini diawali dengan ‘Meditasi Hening’ di lapangan Desa Sigedang. Dalam sesi ini, para peserta kegiatan diajak untuk menenangkan pikiran. Sejenak, para peserta diajak untuk melepaskan diri dari riuh kehidupan. Mereka diminta untuk membuka kepekaan terhadap hubungan esensial antara manusia dan alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi hening rampung. Lalu, peserta diajak menempuh perjalanan menuju Mata Air Sendang. Sambil berjalan, mereka membawa 1.000 bibit pohon <a href="https://www.suara.com/tag/kopi">kopi</a> siap tanam. Bibit kopi ini ditanam di sepanjang jalan menuju mata air. Beragam organisasi perempuan terlibat, sebut saja PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, serta kelompok permakultur, akarwangi, dan restorasi hutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo Endang Lisdyaningsih menyampaikan data penting menyoal pelestarian sumber air. Endang mengungkapkan bahwa data di musim kemarau tahun 2025 menunjukkan ada 1.670 mata air yang tetap hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nah, penanaman pohon 200 meter di atas sumber mata air akan menyelamatkan mata air di musim kemarau. Karena itu, pentingnya intervensi vegetatif di kawasan hulu,&#8221; ujar Endang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini juga memantik antusiasme para pemimpin organisasi perempuan. Mereka menyambut baik kegiatan ‘Meditasi Mata Air’ karena bisa memberikan manfaat ganda. Menurut Umi Amkhudloh selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kejajar, kegiatan ini bisa memberikan manfaat secara ekologi sekaligus manfaat ekonomi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Menanam pohon bisa memberikan manfaat secara ekologi untuk mencegah longsor dan banjir. Juga bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Kita wajib bersyukur tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng karena berlimpah mata air. Namun kita wajib menjaganya dengan menanam pohon,&#8221; ujar Umi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Direktur Samitra Lingkungan Rumiyati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi ‘Kongres Mata Air’ yang diadakan di Desa Igirmranak pada Agustus 2025. Dia juga menegaskan komitmen komunitas untuk memastikan warisan lingkungan yang lestari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perempuan menjaga mata air dengan menanam pohon sebagai bentuk perawatan kehidupan. Setiap akar yang kita tanam menjadi harapan. Setiap tetes air yang kita rawat menjadi keberlanjutan. Bersama kita titipkan bumi yang lebih teduh bagi generasi mendatang. Karena hari ini kita memilih Merawat bukan meninggalkan,&#8221; tutup Rumiyati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/20/082846/meditasi-mata-air-perempuan-wonosobo-tanam-1000-kopi-untuk-kelestarian-das-bodri?</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bawa Inisiatif Pangan Adaptif dan Konservasi Lanskap, YBUL &#8211; GEF SGP Indonesia Tembus Nominasi 5 Besar SDGs Awards Bappenas 2025</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/bawa-inisiatif-pangan-adaptif-dan-konservasi-lanskap-ybul-gef-sgp-tembus-nominasi-5-besar-sdgs-awards-bappenas-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 03:45:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SDG Award 2025 Bappenas]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17424</guid>

					<description><![CDATA[<p>CIBUBUR, 12 November 2025 – Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) melalui program Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia berhasil menembus jajaran elit 5 nomine terbaik untuk kategori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam ajang penghargaan bergengsi SDGs Action Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas RI. Dalam sesi wawancara dan penjurian akhir yang berlangsung di Hotel Avenzel Cibubur pada Rabu (12/11/2025), Tim Sekretariat Nasional YBUL &#8211; GEF SGP Indonesia yang diwakili oleh Sidi Rana Menggala, Adolfus Frederick, Faishal M. Dzulfiqar, dan Hery Budiarto mempresentasikan capaian program di hadapan panel juri kehormatan. Panel juri tersebut terdiri dari tokoh-tokoh...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/bawa-inisiatif-pangan-adaptif-dan-konservasi-lanskap-ybul-gef-sgp-tembus-nominasi-5-besar-sdgs-awards-bappenas-2025/">Bawa Inisiatif Pangan Adaptif dan Konservasi Lanskap, YBUL &#8211; GEF SGP Indonesia Tembus Nominasi 5 Besar SDGs Awards Bappenas 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-1024x682.png" alt="" class="wp-image-17427" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-1024x682.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-300x200.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-768x512.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-1536x1023.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-10x7.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>CIBUBUR, 12 November 2025</strong> – Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) melalui program <em>Global Environment Facility &#8211; Small Grants Programme</em> (GEF SGP) Indonesia berhasil menembus jajaran elit 5 nomine terbaik untuk kategori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam ajang penghargaan bergengsi SDGs Action Awards 202<strong>5</strong> yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas RI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi wawancara dan penjurian akhir yang berlangsung di Hotel Avenzel Cibubur pada Rabu (12/11/2025), Tim Sekretariat Nasional YBUL &#8211; GEF SGP Indonesia yang diwakili oleh Sidi Rana Menggala, Adolfus Frederick, Faishal M. Dzulfiqar, dan Hery Budiarto mempresentasikan capaian program di hadapan panel juri kehormatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Panel juri tersebut terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka lintas sektor, yakni Ninuk Mardiana Pambudy (Editor Senior Harian Kompas), Zumrotin K. Susilo (Ketua Yayasan Kesehatan Wanita), Nina Sardjuani (Dewan Asosiasi Filantropi Indonesia), dan Prof. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-1024x768.png" alt="" class="wp-image-17429" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-1024x768.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-300x225.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-768x576.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-1536x1152.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-16x12.png 16w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2-10x8.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-2.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung tema penghargaan <em>&#8220;Inovasi Pangan dan Gizi: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Mengurangi Kemiskinan,&#8221;</em> YBUL menyoroti keberhasilan penerapan Pendekatan Lanskap Inklusif untuk Inisiatif Pangan Adaptif. Model ini terbukti sukses mengintegrasikan praktik penanaman komoditas ekonomi dan pangan lokal guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat tapak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kehadiran YBUL dan GEF SGP Indonesia di nominasi ini adalah bukti bahwa masyarakat akar rumput memiliki kapasitas luar biasa untuk menggerakkan roda ekonomi desa tanpa harus merusak alam. Kami berfokus pada pelestarian lanskap yang inklusif, di mana konservasi dan urusan perut (ketahanan pangan) bisa berjalan beriringan,&#8221; ujar Sidi Rana Menggala, mewakili tim GEF SGP Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dampak Nyata Terhadap Pencapaian SDGs di Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di hadapan para juri, tim YBUL memaparkan bahwa selama fase operasional ke-7 (OP7), program GEF SGP telah memberdayakan lebih dari 63 komunitas lokal dan masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia. Intervensi ini secara langsung telah meningkatkan taraf hidup lebih dair 18.000 warga, sekaligus berhasil meningkatkan praktik berkelanjutan lebih dari 120.000 hektar lanskap ekologis penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Capaian ini berkontribusi langsung secara lintas sektor pada pilar-pilar <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs):</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) &amp; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi):</strong> Melalui penciptaan mata pencaharian alternatif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.</li>



<li><strong>SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) &amp; SDG 15 (Ekosistem Daratan):</strong> Dilindungi secara langsung melalui praktik konservasi berbasis kearifan masyarakat lokal.</li>



<li><strong>SDG 5 (Kesetaraan Gender) &amp; SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan):</strong> Terwujud melalui struktur tata kelola program yang inklusif, memberdayakan perempuan, serta menggandeng multipihak.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Desa Salassae: Bukti Sukses Keberlanjutan dan Replikasi</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-1024x576.png" alt="" class="wp-image-17430" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-1024x576.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-1536x864.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3-10x6.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-3.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai salah satu bukti konkret keberlanjutan dan potensi replikasi program, YBUL menyoroti <em>best practice</em> (praktik terbaik) Inisiatif Pengembangan Beras melalui Pertanian Alami yang berpusat di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif pangan berkelanjutan yang awalnya hanya digerakkan di satu desa tersebut, berkat pendampingan yang konsisten dari Mitra Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), kini telah direplikasi dan diadopsi secara mandiri oleh 15 desa lainnya di kawasan tersebut. Keberhasilan ini dinilai oleh tim juri sebagai model <em>scale-up</em> (perluasan skala) yang sangat relevan dengan tujuan Bappenas dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan inovasi pangan berbasis agro-ekologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penetapan penghargaan 5 terbaik SDGs Action Awards 2025 dari Bappenas diharapkan akan menjadi tonggak penting bagi YBUL dan GEF SGP Indonesia untuk terus memperluas dampak pendampingan masyarakat adat dan komunitas lokal dalam menyongsong fase operasional selanjutnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-1024x768.png" alt="" class="wp-image-17431" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-1024x768.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-300x225.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-768x576.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-1536x1152.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-16x12.png 16w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4-10x8.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/07/image-4.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/bawa-inisiatif-pangan-adaptif-dan-konservasi-lanskap-ybul-gef-sgp-tembus-nominasi-5-besar-sdgs-awards-bappenas-2025/">Bawa Inisiatif Pangan Adaptif dan Konservasi Lanskap, YBUL &#8211; GEF SGP Indonesia Tembus Nominasi 5 Besar SDGs Awards Bappenas 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>