<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SGP Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sgp-indonesia.org/en/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/</link>
	<description>The GEF Small Grants Programme</description>
	<lastbuilddate>Mon, 20 Apr 2026 08:24:35 +0000</lastbuilddate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	

<image>
	<url>https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2023/11/cropped-logo-gef-32x32.webp</url>
	<title>SGP Indonesia</title>
	<link>https://sgp-indonesia.org/en/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &#038; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 10 Apr 2026 08:05:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Proposal]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Request for Proposal (RFP) Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &#38; Pelaksanaan Event “Raksa Loka” Latar BelakangGlobal Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) adalah program dana hibah kecil yang diinisiasi GEF dan diimplementasikan oleh UNDP. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak tahun 1992 dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Selama lebih dari 30 tahun, GEF SGP Indonesia telah memberikan dukungan kepada lebih dari 600 proyek yang dikelola langsung oleh organisasi berbasis komunitas (CSO/NGO) di seluruh nusantara. Program ini bertujuan mendukung gerakan akar rumput dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan, serta...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/">Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Request for Proposal (RFP) <strong>Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka”</strong></strong></p>



<p class="has-text-align-left"><strong>Latar Belakang</strong><br>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) adalah program dana hibah kecil yang diinisiasi GEF dan diimplementasikan oleh UNDP. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak tahun 1992 dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Selama lebih dari 30 tahun, GEF SGP Indonesia telah memberikan dukungan kepada lebih dari 600 proyek yang dikelola langsung oleh organisasi berbasis komunitas (CSO/NGO) di seluruh nusantara.</p>



<p class="has-text-align-left">Program ini bertujuan mendukung gerakan akar rumput dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi dampak perubahan iklim, menghentikan degradasi lahan, serta mengurangi polusi perairan internasional. Setiap hibah berkisar antara USD 2.000 hingga USD 50.000 dengan durasi maksimal dua tahun, memberikan ruang bagi komunitas rentan untuk mengambil peran aktif dalam aksi-aksi lingkungan lokal.</p>



<p class="has-text-align-left">Fase 7 (2021-2026) merupakan fase terbaru dan paling ambisius dalam sejarah GEF SGP Indonesia. Pada fase ini, program mengadopsi pendekatan empat bentang alam (landscape) sebagai kerangka kerja utama, memungkinkan komunitas-komunitas yang tersebar di satu kawasan ekologis yang sama untuk bekerja secara sinergis dalam mencapai tujuan konservasi dan penghidupan yang lebih besar.</p>



<p class="has-text-align-left">Keempat bentang alam target Fase 7 mewakili keanekaragaman ekosistem Indonesia – dari hutan tropis dataran tinggi, kawasan pesisir dan laut, hingga lahan basah yang kaya keanekaragaman hayati. Di setiap bentang alam, puluhan mitra CSO telah menjalankan proyek-proyek inovatif yang memperlihatkan bahwa solusi berbasis komunitas adalah kunci keberlanjutan ekologi dan penghidupan.</p>



<p class="has-text-align-left">Total dana hibah keseluruhan Fase 7 mencapai lebih dari USD 2,8 juta, melibatkan lebih dari 100 mitra aktif di empat bentang alam. Capaian-capaian ini perlu didokumentasikan, amplifikasi, dan dirayakan sebagai warisan pembelajaran bagi gerakan lingkungan Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-left"><strong>Krisis Iklim dan Urgensi Amplifikasi</strong><br>Krisis iklim global yang semakin nyata telah menciptakan ketergantungan yang erat antara penghidupan di tingkat tapak (desa) dengan stabilitas ekonomi dan ekologi di pusat pertumbuhan (kota). Keberhasilan komunitas akar rumput dalam menjaga ekosistem di daerah terpencil secara langsung mempengaruhi kualitas air bersih, ketahanan pangan, dan stabilitas iklim di kota-kota besar seperti Jakarta.</p>



<p class="has-text-align-left">Namun, kisah-kisah keberhasilan ini seringkali tidak terdengar oleh pengambil kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat urban yang sesungguhnya memiliki kepentingan langsung terhadap keberlanjutan ekosistem tersebut. Di sinilah Festival Raksha Loka mengambil peran strategis: menjembatani dunia tapak dengan dunia kota melalui narasi yang kuat, pengalaman imersif, dan ajakan aksi nyata.</p>



<p><strong>Tentang Festival Raksha Loka</strong><br>Festival Raksha Loka mengambil namanya dari bahasa Sanskerta dan Kawi: Raksha (menjaga) dan Loka (alam/tempat). Festival ini adalah perayaan penutupan sekaligus amplifikasi dampak GEF-SGP Indonesia Fase 7,  sebuah komitmen kolektif untuk menjaga keberlangsungan alam dan dunia.</p>



<p>Festival ini akan diselenggarakan selama dua hari di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, salah satu pusat kebudayaan urban paling dinamis di Indonesia. Dengan menempatkan festival di jantung kota Jakarta, GEF-SGP Indonesia menegaskan bahwa isu lingkungan bukan semata urusan mereka yang tinggal di hutan atau pesisir, melainkan tanggung jawab setiap warga negara.</p>



<p>Festival Raksha Loka dirancang menjangkau dua segmen audiens: (1) stakeholder nasional: pemerintah, lembaga donor, NGO nasional dan internasional, akademisi, serta media – pada Hari 1; dan (2) audiens umum seperti generasi muda, komunitas kreatif, pegawai kantoran, dan masyarakat urban – pada Hari 2.</p>



<p><strong><em>Objective</em></strong><br>Festival Operasi Program ke-7 (OP7) SGP Indonesia merupakan acara puncak yang berfungsi ganda sebagai sarana diseminasi hasil program dan selebrasi capaian komunitas penerima hibah (grantees). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merangkum, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan praktik-praktik terbaik serta pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan proyek-proyek OP7.</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Diseminasi &amp; Selebrasi Capaian Program
<ul class="wp-block-list">
<li>Penyelenggaraan Event Publik Raksa Loka: Merayakan capaian signifikan dan kontribusi nyata yang telah diwujudkan oleh komunitas penerima hibah OP7 dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Raksa Loka akan dirancang sebagai sebuah festival publik yang inklusif, menampilkan pameran proyek, lokakarya interaktif, pertunjukan seni budaya dari komunitas, dan sesi berbagi cerita inspiratif. Event ini berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran publik dan mempromosikan replikasi praktik-praktik sukses di tingkat akar rumput.</li>



<li>Penguatan Jaringan dan Kemitraan: Event selebrasi ini juga menjadi kesempatan strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan (pemerintah daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, akademisi, dan media) dengan para pelaku di tingkat komunitas, membuka peluang kolaborasi dan dukungan keberlanjutan pasca-program.</li>



<li>Mobilisasi dan keterlibatan representasi mitra nasional dan mitra di tingkat tapak program GEF-SGP Indonesia Fase 7 dalam pelaksanaan Festival Raksha Loka.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Sintesis dan Dokumentasi Capaian Program OP7
<ul class="wp-block-list">
<li>Penyusunan Laporan Sintesis Komprehensif: Melakukan kajian mendalam untuk merangkum seluruh hasil, dampak, dan inovasi yang dihasilkan dari semua proyek penerima hibah OP7. Sintesis ini akan mencakup analisis terhadap indikator kunci kinerja (KPIs), perubahan sosial dan ekologis yang terjadi, serta tantangan yang dihadapi dan bagaimana hal tersebut diatasi.</li>



<li>Identifikasi Praktik Terbaik: Proses sintesis akan secara khusus mengidentifikasi model-model proyek yang terbukti efektif, berkelanjutan, dan memiliki potensi tinggi untuk direplikasi di wilayah lain.<br></li>
</ul>
</li>



<li><em>Knowledge Management </em>dan Publikasi
<ul class="wp-block-list">
<li>Pengembangan Materi Publikasi Pembelajaran<em> (Lessons Learned)</em>: Menyusun serangkaian materi komunikasi dan publikasi yang mudah diakses dan menarik (seperti <em>policy briefs</em>, video dokumenter pendek, infografis, dan studi kasus naratif) mengenai praktik terbaik dan pembelajaran yang diperoleh. Materi ini ditujukan untuk memengaruhi kebijakan, menginspirasi komunitas lain, dan menjadi referensi bagi praktisi pembangunan.</li>



<li>Pengarsipan Digital: Membangun atau memperbarui platform digital sebagai repositori permanen untuk mendokumentasikan dan mendiseminasikan seluruh hasil, laporan, dan materi pembelajaran OP7 kepada khalayak yang lebih luas.<br></li>
</ul>
</li>



<li> Administrasi Penutupan Program
<ul class="wp-block-list">
<li>Laporan Akhir: Memastikan bahwa seluruh laporan akhir teknis dari para penerima hibah <em>(grantees)</em> telah dikumpulkan, diverifikasi, dan disusun dengan teliti. Proses ini harus sesuai dengan standar akuntabilitas dan pelaporan yang ketat dari UNDP/GEF <em>(United Nations Development Programme/Global Environment Facility).</em></li>



<li>Evaluasi Akhir: Memfasilitasi proses evaluasi program akhir untuk memvalidasi capaian dan menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana program. Penutupan administrasi yang rapi adalah kunci untuk transisi ke program operasional selanjutnya.</li>
</ul>
</li>
</ol>



<p><strong>Ruang Lingkup Pekerjaan</strong></p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Fasilitasi Event “Raksa Loka”: Puncak Diseminasi Hasil Program OP7</li>
</ol>



<figure class="wp-block-table is-style-regular"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td class="has-text-align-left" data-align="left"><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Perancangan Konsep, Produksi, dan Pelaksanaan</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Merancang keseluruhan konsep tematik acara, desain tata ruang, dan alur kegiatan untuk memastikan relevansi dengan tema pelestarian lingkungan dan capaian OP7. Lokasi kegiatan adalah di M Bloc Space, Jakarta, dan akan diselenggarakan selama dua hari penuh, yaitu pada tanggal 22-23 Mei 2026. Ini mencakup perizinan tempat, desain panggung dan <em>lighting</em>, serta koordinasi teknis produksi lainnya.</td></tr><tr><td>Pengaturan Area Komunitas &amp; Konten Acara</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Mengorganisir area khusus untuk Pameran Komunitas <em>(Booth)</em> yang memamerkan produk, inovasi, dan praktik terbaik dari mitra komunitas OP7 di seluruh Indonesia. Selain itu, menyusun konten untuk Sesi Diskusi/Talkshow yang mengundang para ahli, pembuat kebijakan, dan perwakilan komunitas untuk membahas isu-isu kunci pelestarian lingkungan, dengan fokus pada praktik berkelanjutan dan dampaknya. Konten juga harus mencakup Pertunjukan Budaya atau Multimedia yang kreatif dan inspiratif dengan pesan utama tentang pelestarian alam dan lingkungan.</td></tr><tr><td>Manajemen Logistik dan Akomodasi Mitra</td><td class="has-text-align-left" data-align="left">Melakukan seleksi dan koordinasi dengan Tim Sekretariat GEF-SGP Indonesia terkait keterlibatan mitra nasional dan mitra di tingkat tapak SGP Fase 7 dalam kegiatan Festival Raksha Loka serta mengelola secara komprehensif aspek logistik dan akomodasi untuk memastikan partisipasi perwakilan mitra komunitas (penerima hibah) yang diundang dari berbagai daerah di Indonesia. Ini mencakup reservasi transportasi (udara/darat), penginapan yang memadai, konsumsi selama kegiatan, dan koordinasi penjemputan/pengantaran.</td></tr></tbody></table></figure>



<p>2. Tinjauan, Audit, dan Dokumentasi Akhir Program</p>



<figure class="wp-block-table is-style-regular"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Penyusunan Laporan Akhir</td><td>Bertanggung jawab dalam menyusun draf akhir &#8220;Terminal Report&#8221; Program OP7. Laporan ini harus mengonsolidasikan dan menganalisis secara mendalam seluruh dampak lingkungan (misalnya, penurunan emisi, restorasi ekosistem) dan dampak sosial (misalnya, peningkatan pendapatan, penguatan kelembagaan) yang dihasilkan dari implementasi seluruh proyek dalam siklus OP7.</td></tr><tr><td>Laporan Keuangan</td><td>Bertanggung jawab dalam menyusun laporan keuangan yang komprehensif dan akuntabel (<em>cashflow, </em>bukti transaksi, dan klarifikasi) sesuai standar akuntansi dan format laporan YBUL GEF-SGP Indonesia.</td></tr></tbody></table></figure>



<p>3. Publikasi dan Komunikasi Diseminasi Hasil Program</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table><tbody><tr><td><strong>Sub-Kegiatan</strong></td><td><strong>Deskripsi Detail</strong></td></tr><tr><td>Produksi Produk Pengetahuan Raksa Loka</td><td>Memproduksi setidaknya satu produk pengetahuan diseminasi yang berkualitas tinggi dan menarik (misalnya: Buku kompilasi kisah sukses, Video Dokumenter berdurasi penuh, atau Pembangunan Microsite interaktif). Seluruh produk harus menggunakan <em>branding</em> visual dan narasi yang konsisten dengan tema &#8220;Raksa Loka&#8221; dan identitas GEF SGP.</td></tr><tr><td>Manajemen Media (<em>Public Relations</em>/PR)</td><td>Mengembangkan dan melaksanakan strategi <em>Public Relations</em> (PR) yang efektif sebelum, selama, dan setelah event &#8220;Raksa Loka&#8221;. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa kegiatan dan capaian program OP7 mendapatkan eksposur luas dan liputan positif di media nasional (cetak, daring, dan elektronik) serta platform media sosial yang relevan. Ini mencakup penulisan siaran pers, pengaturan wawancara, dan pengelolaan media <em>engagement</em>.</td></tr></tbody></table></figure>



<p></p>



<p><strong>Keluaran yang Diharapkan</strong><br>Untuk memastikan keberhasilan dan pertanggungjawaban dari seluruh rangkaian kegiatan Festival OP7, berikut adalah daftar lengkap luaran yang harus diserahkan oleh pelaksana:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Laporan Komprehensif Pelaksanaan Acara Raksa Loka:
<ul class="wp-block-list">
<li>Dokumentasi Visual dan Narasi: Mencakup koleksi foto resolusi tinggi dan video profesional (durasi pendek dan panjang) yang menangkap suasana, momen-momen penting, dan interaksi selama acara berlangsung di M-Bloc Space, Jakarta.</li>



<li>Daftar Hadir Terverifikasi: Daftar lengkap peserta, pembicara, <em>stakeholder</em>, dan tamu undangan yang hadir, dilengkapi dengan tanda tangan atau bukti kehadiran digital.</li>



<li>Ringkasan Liputan: Kumpulan liputan pers, <em>postingan</em> media sosial, dan materi <em>online</em> lainnya yang membahas acara tersebut, lengkap dengan analisis jangkauan dan sentimen.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Materi <em>Branding</em> dan Pameran (<em>Exhibition</em>) yang Terstandarisasi<br>Desain dan Produksi Elemen Visual Kegiatan: Seluruh elemen visual harus dikembangkan dengan desain yang kohesif dan profesional sesuai panduan <em>branding</em> GEF-SGP Indonesia/Festival Raksha Loka.</li>
</ol>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li>Laporan Teknis Konsultasi dan Sintesis Hasil Program<br>Penyusunan draf yang merangkum keseluruhan capaian, tantangan, dan rekomendasi dari pelaksanaan program GEF-SGP Indonesia Fase 7. Laporan ini harus disusun berdasarkan data yang terkumpul dari konsultasi dan verifikasi lapangan, serta memuat analisis mendalam mengenai dampak intervensi program.</li>
</ol>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li>Laporan Keuangan<br>Laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi dan format pelaporan YBUL GEF-SGP Indonesia.</li>
</ol>



<p><strong>Kompetensi dan Kualifikasi</strong><br>Program ini terbuka bagi organisasi atau konsorsium yang memiliki legalitas hukum di Indonesia, meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau <em>Non-Governmental Organization</em> (NGO) yang memiliki pengalaman dalam manajemen program lingkungan.</li>



<li>Konsultan Kreatif/<em>Event Organizer</em> (EO) yang memiliki portofolio dalam menyelenggarakan acara publik bertema sosial atau lingkungan.</li>



<li>Firma Konsultan Pembangunan/Lingkungan dengan spesialisasi evaluasi program.</li>



<li>Konsorsium: Kolaborasi antara NGO (untuk konten teknis) dan EO (untuk eksekusi di M-Bloc) diizinkan guna memastikan kedua aspek pekerjaan terpenuhi dengan optimal.<br></li>
</ul>



<p><strong>6. <em>Timeline</em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><tbody><tr><td><strong>Tahap Kegiatan</strong></td><td><strong>Durasi</strong></td><td><strong>Detail Kegiatan Utama</strong></td></tr><tr><td>Seleksi dan Kontrak Mitra Pelaksana <em>(Event Organizer)</em></td><td>April 2026</td><td>Finalisasi proses penawaran dan evaluasi proposal yang masuk.Pengumuman pemenang/mitra pelaksana terpilih.Negosiasi akhir dan penandatanganan kontrak kerja sama.Serah terima dokumen acuan (TOR, konsep festival, anggaran).</td></tr><tr><td>Persiapan Event Raksa Loka</td><td>Mei 2026 (Minggu 1 &#8211; 3)</td><td>Perencanaan Logistik &amp; Venue: Survei dan finalisasi lokasi, perizinan keramaian, penyusunan tata letak area festival. Kurasi Konten &amp; Peserta: Finalisasi daftar pengisi acara (seniman, pembicara, <em>booth</em> peserta SGP), penyiapan materi presentasi/pameran.Publikasi &amp; Promosi Awal: Desain materi promosi (poster, spanduk, konten media sosial), peluncuran informasi resmi acara, pendaftaran peserta/pengunjung. Koordinasi Teknis: Pertemuan koordinasi dengan tim keamanan, vendor logistik (sound system, pencahayaan, dekorasi), dan pihak terkait lainnya.</td></tr><tr><td>Pelaksanaan Event Raksa Loka</td><td>22-23 Mei 2026</td><td>Hari ke-1: Pembukaan resmi festival (upacara, sambutan), sesi diskusi/seminar tematik, pameran proyek SGP, pertunjukan seni budaya.Hari ke-2: Workshop interaktif, sesi jejaring (networking) antar stakeholder, pameran lanjutan, pengumuman/penghargaan, penutupan festival.Operasional Lapangan: Pengawasan seluruh aspek logistik, keamanan, dan <em>flow</em> acara agar berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan.</td></tr><tr><td>Penyusunan Laporan Akhir &amp; Terminal Report</td><td>Juni 2026</td><td>Dokumentasi &amp; Pengarsipan: Pengumpulan seluruh foto, video, dan notulen acara. Evaluasi Internal: Rapat evaluasi kinerja mitra pelaksana dan tim internal SGP.Penyusunan Laporan Keuangan: Rekapitulasi dan verifikasi seluruh pengeluaran. Penyusunan Laporan Akhir Festival: Detail pelaksanaan, capaian indikator, pembelajaran (<em>lessons learned</em>), dan rekomendasi untuk festival berikutnya.Pengiriman <em>Terminal Report</em>: Penyerahan laporan akhir resmi kepada pihak GEF SGP.</td></tr></tbody></table></figure>
</div>
</div>



<p><a></a><strong>Catatan:</strong> Linimasa ini bersifat tentatif dan dapat disesuaikan berdasarkan dinamika persiapan lapangan dan keputusan strategis SGP Indonesia. Prioritas utama adalah memastikan kualitas dan dampak maksimal dari Festival “Raksa Loka”.</p>



<p><strong>7. Struktur Proposal &amp; Anggaran</strong><br>Pelamar yang berminat dan memenuhi kualifikasi harus menyertakan dokumen proposal lengkap yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu Proposal Teknis dan Proposal Finansial, sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Proposal Teknis
<ul class="wp-block-list">
<li>Konsep Kreatif Acara &#8220;Raksa Loka&#8221;: Pelamar wajib mengajukan konsep kreatif yang inovatif, menarik, dan berkesan untuk acara puncak program penutupan (Festival Raksa Loka).</li>



<li>Metodologi Evaluasi Penutupan Program (OP 7): Proposal teknis harus menyajikan secara rinci metodologi yang akan digunakan untuk melakukan evaluasi dan dokumentasi penutupan program, termasuk bagaimana capaian dan pembelajaran utama dari program akan diukur, dikumpulkan, dan disajikan selama acara berlangsung, serta rencana pembuatan laporan akhir yang komprehensif.<br></li>
</ul>
</li>



<li>Proposal Finansial
<ul class="wp-block-list">
<li>Proposal Finansial mencakup semua item kebutuhan festival dan sesuai format YBUL GEF-SGP Indonesia. </li>
</ul>
</li>
</ol>



<p><strong>Informasi Tambahan</strong><br>Jumlah Dana Proyek: USD 50.000<br>Durasi Proyek: 2 Bulan (April &#8211; Mei 2026)<br>Batas Waktu Pengajuan: 19 April 2026<br><br><strong>Prosedur Pengajuan</strong><br>Kirimkan proposal proyek lengkap secara tertulis kepada GEF SGP Indonesia melalui email ke:<br>Email: <a href="mailto:info@sgp-indonesia.org">info@sgp-indonesia.org</a><br>Subjek Email:  Proposal Mitra Festival Raksha Loka  &#8211; “Nama Lembaga Pengusul Proposal”<br> <br><strong>Informasi Kontak</strong><br>Untuk informasi lebih lanjut, bantuan teknis, atau klarifikasi, silahkan hubungi:<br>Sekretariat Nasional GEF SGP Indonesia<br>Email: <a href="mailto:info@sgp-indonesia.org">info@sgp-indonesia.org</a><br>Website: <a href="https://sgp-indonesia.org/en/">www.sgp-indonesia.org</a><br>Contact Person: <a href="mailto:hery@sgp-indonesia.org">hery@sgp-indonesia.org</a></p>



<p></p>



<div class="wp-block-file"><a href="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/04/RFP-Festival-Raksha-Loka-2026.docx" class="wp-block-file__button wp-element-button" download>Download</a></div>



<p></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/request-for-proposal-penutupan-operasional-fase-7/">Request for Proposal (RFP) Penyedia Jasa Konsultansi: Penutupan Operasional Fase 7 (OP7) GEF SGP Indonesia &amp; Pelaksanaan Event “Raksa Loka&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Leluhur di Namata</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 13 Jan 2026 09:41:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Gallery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Photostory]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di balik setiap rumah adat, tersimpan kisah Robo Aba dan empat suku besar yang lahir dari para penerusnya. Namata, kampung yang terlahir dari ritual berburu babi hutan di Radja Mara Kanni Bahi, kini menjadi warisan hidup yang terus dijaga dengan penuh kehormatan. Dari Hanga Rae Robo hingga tanah yang kini kita pijak, perjalanan nenek moyang suku Namata adalah bukti nyata kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/">Jejak Leluhur di Namata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-17375" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1024x576.jpg 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-300x169.jpg 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-768x432.jpg 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1536x864.jpg 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-2048x1152.jpg 2048w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-18x10.jpg 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-600x338.jpg 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-1x1.jpg 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/02/DZL00415-1-10x6.jpg 10w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><sub><em>Lokasi Kampung Adat Namata di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT (Dok: Adolfus Frederik / GEF SGP Indonesia)</em></sub></figcaption></figure>



<p>Di balik setiap rumah adat, tersimpan kisah Robo Aba dan empat suku besar yang lahir dari para penerusnya. Namata, kampung yang terlahir dari ritual berburu babi hutan di Radja Mara Kanni Bahi, kini menjadi warisan hidup yang terus dijaga dengan penuh kehormatan.</p>



<p>Dari Hanga Rae Robo hingga tanah yang kini kita pijak, perjalanan nenek moyang suku Namata adalah bukti nyata kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/jejak-leluhur-di-namata/">Jejak Leluhur di Namata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 09 Jan 2026 11:39:32 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program GEF SGP Indonesia, di bawah Inisiatif Dukungan Global untuk wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal (ICCA-GSI) Fase 2, mengundang organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mendorong pengakuan hak masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mengelola kawasan konservasi untuk berpartisipasi dalam proses seleksi program hibah. Inisiatif ini didanai German Federal Ministry of the Environment International Climate Initiative (BMUV IKI) dan disalurkan melalui skema GEF Small Grants Programme Indonesia fase 7 yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia dan dieksekusi oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). Call for proposal ini membuka peluang kepada calon mitra...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/">Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-819x1024.png" alt="" class="wp-image-17342" style="width:714px;height:auto" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-819x1024.png 819w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-240x300.png 240w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-768x960.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-10x12.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-600x750.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2-8x10.png 8w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2026/01/Fix-Banget-Flyer-ICCA-GSI-Phase-2.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure></div>


<p>Program GEF SGP Indonesia, di bawah Inisiatif Dukungan Global untuk wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal (ICCA-GSI) Fase 2, mengundang organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mendorong pengakuan hak masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mengelola kawasan konservasi untuk berpartisipasi dalam proses seleksi program hibah.</p>



<p>Inisiatif ini didanai German Federal Ministry of the Environment International Climate Initiative (BMUV IKI) dan disalurkan melalui skema GEF Small Grants Programme Indonesia fase 7 yang diimplementasikan oleh UNDP Indonesia dan dieksekusi oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). Call for proposal ini membuka peluang kepada calon mitra pelaksana nasional untuk menjadi lembaga payung tingkat nasional kepada mitra di tingkat tapak yang berfokus untuk menunjang program dan wilayah kerja GEF SGP Indonesia fase 7.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tujuan Program</strong></h3>



<p>Inisiatif Dukungan Global ICCA Fase 2 bertujuan mendukung inisiatif dan aksi oleh masyarakat sipil, Masyarakat Adat dan komunitas lokal untuk mencapai Target 3, 21, 22, dan 23 dari Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global (Global Biodiversity Framework/GBF), khususnya yang berfokus pada:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pengakuan dan perlindungan wilayah dan kawasan yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal</li>



<li>Penguatan sistem tata kelola konservasi berbasis masyarakat</li>



<li>Peningkatan konservasi keanekaragaman hayati melalui sistem pengetahuan adat dan lokal</li>



<li>Promosi partisipasi efektif Masyarakat Adat dan komunitas lokal dalam tata kelola keanekaragaman hayati</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kegiatan yang Dilaksanakan</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan<br>Memperkuat kapasitas dan kerangka kelembagaan untuk pengelolaan ICCA, termasuk struktur tata kelola dan proses pengambilan keputusan<br></li>



<li>Pemetaan, Dokumentasi dan Registrasi ICCA<br>Melakukan pemetaan dan&nbsp; mendokumentasikan ICCA untuk proses registrasi wilayah ICCA ke basis data nasional maupun internasional , termasuk penilaian dasar dan inventarisasi keanekaragaman hayati<br></li>



<li>Advokasi dan Keterlibatan Kebijakan<br>Melakukan kegiatan advokasi untuk mendapatkan pengakuan, perlindungan, dan pemanfaatan berkelanjutan ICCA di tingkat lokal, provinsi, dan nasional<br></li>



<li>Implementasi Rencana Pengelolaan ICCA<br>Melaksanakan program prioritas yang tercantum dalam rencana pengelolaan ICCA, termasuk aksi konservasi, pemanfaatan sumber daya berkelanjutan, dan sistem pemantauan</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Wilayah Kerja</h3>



<p>Mitra Nasional Pelaksana pengaju akan melakukan implementasi menaungi mitra tapak, yang berkegiatan di:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri, Jawa Tengah</li>



<li>Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng, Sulawesi Selatan</li>



<li>Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo</li>



<li>Pulau Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur</li>



<li>Wilayah potensial lainnya</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Informasi Hibah</strong></h3>



<p>Maksimal Hibah per Proyek: USD 40.000<br>Durasi Proyek: Maksimal 6 bulan<br>Batas Waktu Pengajuan: 16 Januari 2026</p>



<h3 class="wp-block-heading">Informasi Selengkapnya</h3>



<p>Simak Kerangka Acuan Kerja (KAK) berikut melalui link: <a href="https://bit.ly/CallForProposalICCAGSIPhase2">https://bit.ly/CallForProposalICCAGSIPhase2</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Prosedur Pengajuan</strong></h3>



<p>Kirimkan proposal proyek lengkap secara tertulis kepada GEF SGP Indonesia melalui email ke:</p>



<p>Email: info@sgp-indonesia.org (cc: sidi.menggala@sgp-indonesia.org, hery@sgp-indonesia.org, faishal.dzul@sgp-indonesia.org)<br>Subjek Email: Mitra Pelaksana Nasional &#8211; Proposal ICCA Indonesia Fase 2 &#8211; Nama Lembaga Pengaju</p>



<p>Format template proposal proyek:&nbsp;<a href="https://bit.ly/FormatProposalICCAGSIFase2">https://bit.ly/FormatProposalICCAGSIFase2</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Informasi Kontak</strong></h3>



<p>Untuk informasi lebih lanjut, bantuan teknis, atau klarifikasi, silakan hubungi:Sekretariat Nasional GEF SGP Indonesia<br>Email: info@sgp-indonesia.org<br>Website: www.sgp-indonesia.org</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/call-for-proposal-mitra-nasional-pelaksana-icca-gsi-fase-2/">Call for Proposal: Mitra Nasional Pelaksana Program Hibah Kecil untuk Pengelolaan Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia (ICCA-Indonesia) Fase II</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Mon, 01 Dec 2025 07:23:15 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Nasional]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17330</guid>

					<description><![CDATA[<p>(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie, Provinsi Gorontalo, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan ekonomi alternatif bagi masyarakat. Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-17331" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-2-10x6.png 10w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pupuk organik cair sebagai solusi ekonomi alternatif bagi warga di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie, Gorontalo.(Dokumentasi Pribadi)</figcaption></figure>



<p>(01/12/2025) Upaya pelestarian Suaka Margasatwa (SM) Nantu-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, tidak melulu bertumpu pada penertiban tambang ilegal atau pemulihan ekosistem. Sejumlah solusi dan inovasi mengacu kepada peningkatan <a href="https://www.suara.com/tag/ekonomi">ekonomi</a> alternatif bagi masyarakat.</p>



<p>Ragam inovasi tersebut dipaparkan dalam momen penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Acara yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ini digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p>Dihadiri sejumlah pihak lintas sektor, pertemuan tersebut terbilang langka. Acara itu menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Tak hanya itu, forum itu menjadi ajang <em>curhat</em> terkait masalah yang terjadi, terutama di SM Nantu-Boliohuto dan Tahura BJ Habibie.</p>



<p>Nah, salah satu masalah yang diangkat terkait aktivitas tambang emas ilegal di SM Nantu-Boliohuto. Aktivitas ini dinilai meresahkan masyarakat serta mengancam ekosistem di wilayah tersebut. Sejumlah pihak berupaya untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.</p>



<p>Tidak hanya solusi dari pemerintah untuk melakukan pendampingan warga yang terdampak dan edukasi terkait geologi, sektor ekonomi pun tak pelak menjadi sorotan. Ada beberapa solusi alternatif yang dikemukakan sebagai bentuk nyata transformasi ekonomi lokal ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>



<p>Salah satu alternatif yang diperkuat adalah budidaya lebah madu atau yang dikenal dengan nama latin Apis Cerana di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Inovasi ini dinilai memiliki prospek cerah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan ekonomi warga tanpa mengorbankan hutan.</p>



<p>Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p>“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p><strong>Ragam Solusi Tingkat Tapak</strong></p>



<p>Nah, dalam kesempatan tersebut, beragam lembaga mitra GEF SGP Indonesia Fase 7 memaparkan hasil kerja mereka selama program. Pemaparan tersebut menunjukkan berbagai inovasi dan dampak positif di tingkat tapak setelah mendapatkan manfaat dari program GEF SGP Indonesia Fase 7.</p>



<p>Salah satu pemaparan dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Gorontalo dan Institute for Human and Ecological Studies (Inhides) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan advokasi. Mereka menyoroti kerusakan hutan akibat pertambangan ilegal dan ancaman Hutan Tanaman Energi (HTE). Selain itu, mereka juga memfasilitasi terbentuknya kolektif perempuan tani dan mitigasi konflik satwa liar.</p>



<p>Ada pula Women Institute for Research and Empowerment (WIRE-G) mendampingi perempuan dan orang muda di Desa Bihe dan Pangahu. Fokus mereka adalah penguatan agensi perempuan dan anak muda, serta mendorong perencanaan pembangunan desa yang responsif gender.</p>



<p>Marsudi Lestantun menonjol melalui program agroforestri Silvopastura atau praktik mengintegrasikan pohon, hijauan, dan penggembalaan hewan peliharaan dengan cara yang saling menguntungkan. Lembaga ini menerapkan penanaman penghijauan berbasis peternakan dan mendampingi kelompok tani agar beralih dari pola tanam monokultur jagung ke sistem tanaman tahunan dan multikultur.</p>



<p>Dalam ranah pengembangan komoditas, Agraria Institute bekerja di Desa Bihek dan Bondula guna menyeimbangkan kepentingan ekologi dan ekonomi. Mereka memfasilitasi penandaan batas partisipatif, mendorong penanaman bibit kakao dan tanaman adat seperti agar, serta berkolaborasi dengan barista untuk mengembangkan kopi lokal.</p>



<p>Kelompok Tani Hutan (KTH) Pobuto Nantu, menggandeng Marsudi Lestantun sejak program GEF SGP Indonesia Fase 6. Mereka mengembangkan komoditas kakao hingga menembus expo di Jakarta. Uniknya, kakao ini bahkan diolah menjadi camilan lokal seperti keripik atau cemilan. Buntutnya, inisiatif ini memberikan nilai tambah bagi petani.</p>



<p>Nah dari sisi akademik, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNG terlibat dalam pemetaan partisipatif, rehabilitasi lahan melalui distribusi 5.000 bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman kekayuan multiguna, serta penyusunan Peraturan Desa tentang Penataan Ruang Wilayah dan Batas Desa.</p>



<p>Sementara itu, LP2M UNG melalui Pusat Studi Energi menitikberatkan pada konservasi lahan dengan mendirikan kebun energi. Mereka juga membangun pico-hydro 700 watt, dan membentuk komunitas ekowisata.</p>



<p>Ekonomi kreatif lokal pun enggan ketinggalan. Aspek ini juga memantik perhatian melalui pendampingan Rumah Kebun, yang membantu akses pasar dan branding produk seperti gula aren batu, sambal ayam kampung, dan keripik pepaya. Mereka juga berperan dalam pengembangan infrastruktur ekowisata di Air Terjun Bondula, Gorontalo.</p>



<p><em>“Lewat rangkaian inovasi ini, desa-desa penyangga menunjukkan ekonomi dapat tumbuh tanpa merusak lingkungan. Dukungan multipihak dan pendampingan berkelanjutan membuat masyarakat dapat memperoleh sumber penghidupan baru sembari menjaga kawasan hutan yang menjadi penopang kehidupan mereka,”</em> ujar Sidi.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/12/01/092409/inovasi-desa-perkuat-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem-dari-lebah-kakao-hingga-kopi-lokal?page=1</p>



<p></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/dari-lebah-hingga-kopi-lokal-inovasi-desa-membantu-ekonomi-tanpa-merusak-ekosistem/">Dari lebah hingga kopi lokal, Inovasi Desa Membantu Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Sat, 29 Nov 2025 10:30:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SM nantu]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17327</guid>

					<description><![CDATA[<p>(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi Gorontalo. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga. ‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025). Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png" alt="" class="wp-image-17328" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual di Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(29/11/2025) Suara keresahan menggema dari kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliohuto, Provinsi <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>. Mereka gelisah atas kondisi lingkungan di sana. Salah satu yang momok yakni masifnya aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi ini tak pelak mengancam ekosistem dan kehidupan warga.</p>



<p>‘Nyanyian pilu’ itu terdengar lantang saat momen pertemuan para para pihak dalam rangka penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Pertemuan tersebut digelar di Aula Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025).</p>



<p>Acara ini merupakan penerapan exit-strategy penutup program GEF SGP Indonesia Fase 7 Gorontalo. Event ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan komitmen multi pihak dalam pelestarian sumber daya air , khususnya di kawasan penyangga <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a>-Boliohuto dan Taman Hutan Raya (Tahura) <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</p>



<p>Forum Multi Pihak (FMP) dalam acara ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan capaian program, berbagi praktik baik, dan merumuskan langkah keberlanjutan. Salah satu isu mendesak yang mengemuka adalah aktivitas pertambangan emas ilegal yang masif di kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Dalam sesi aduan, perwakilan masyarakat setempat, Bunaeri menyampaikan keresahan mendalam. Dia menggambarkan bagaimana aktivitas tambang ilegal merusak lingkungan. Tidak hanya itu, imbuh Bunaeri, aktivitas tersebut juga menciptakan tekanan besar bagi warga di sekitar kawasan SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Karena itu, Bunaeri mendesak pemerintah segera bertindak, bahkan menyetop eksploitasi sumber daya alam di kawasan SM Nantu-Boliohuto. Namun, Bunaeri memohon agar solusi yang diterapkan konkret serta manusiawi. Tentunya, tanpa menyakiti masyarakat yang terlanjur menggantungkan hidup di sana.</p>



<p><em>&#8220;Kami sangat prihatin melihat kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal yang masif. Kami meminta pemerintah segera bertindak untuk menghentikan kegiatan ini, namun kami juga memohon agar solusi yang diterapkan benar-benar konkrit dan manusiawi, tanpa menyakiti masyarakat yang sudah terlanjur menggantungkan hidup di sana,&#8221;</em> ujar Bunaeri.</p>



<p>Aspirasi ini tak pelak mendorong perhatian serius dari pemerintah daerah dan lembaga konservasi. Perwakilan BKSDA serta BAPPEDA Gorontalo maupun Boalemo menegaskan penanganan masalah tambang ilegal membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri.</p>



<p>Selain penegakan hukum, pemerintah dan mitra program juga menyiapkan langkah-langkah pendukung, seperti edukasi geologi kepada masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua wilayah mengandung emas.</p>



<p>Upaya lain berupa pembentukan tim pendampingan bagi masyarakat yang menjadi korban aktivitas tambang ilegal serta pengembangan ekonomi alternatif, termasuk budidaya lebah madu yang dinilai prospektif di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo.</p>



<p>Turut hadir dalam pertemuan lintas sektor tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan pihaknya membantu untuk memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan yang mereka hadapi, salah satunya yang terjadi di SM Nantu Boliohuto.</p>



<p>“Dengan mendukung inisiatif lokal, GEF SGP membantu memberdayakan komunitas untuk menangani isu lingkungan mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam, sehingga mendorong praktek yang lebih berkelanjutan,” ujar Sidi.</p>



<p>Acara ditutup dengan konsolidasi komitmen yang ditandai dengan penandatanganan dua dokumen penting oleh seluruh perwakilan pihak terkait. Salah satunya dokumen kesepahaman bersama Pengelola Kawasan Penyangga SM Nantu-Boliohuto berfungsi sebagai landasan kolaborasi multi-pihak dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan penyangga SM Nantu-Boliohuto.</p>



<p>Selain itu, mereka juga meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi Seksual di Kawasan Penyangga SM Nantu dan Tahura BJ Habibie sebagai wujud komitmen mendukung kampanye stop diskriminasi terhadap perempuan dan masyarakat adat.</p>



<p>Dalam pakta integritas terkait pengarusutamaan gender dan antidiskriminasi tersebut, para pihak juga berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan berjalan secara inklusif dan berkeadilan gender.</p>



<p>Melalui forum ini, warga berharap aduan mereka agar kegiatan tambang ilegal dihentikan, mendapatkan wadah dan dukungan. Konsolidasi komitmen hari itu menegaskan bahwa penyelamatan kawasan <a href="https://www.suara.com/tag/sm-nantu">SM Nantu</a> tidak bisa ditunda dan membutuhkan aksi nyata yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/29/103000/komitmen-multipihak-di-sm-nantu-boliohuto-cari-solusi-konkret-hadapi-tambang-ilegal?</p>



<p></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie-2/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Fri, 28 Nov 2025 01:33:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BJ Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17324</guid>

					<description><![CDATA[<p>(28/11/2025) “Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai perempuan.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie. Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png" alt="" class="wp-image-17325" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/12/image-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peran vital perempuan dalam keberlangsungan ekosistem di SM Nantu dan Tahura BJ Habibie memantik sorotan.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(28/11/2025) <em>“Tak ada batasan bagi apa yang bisa kita capai sebagai <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a>.” Kutipan eks ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama seolah mempertegas bahwa peran perempuan itu nirbatas. Nah, sepenting ini pula peran perempuan dalam konservasi di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya <a href="https://www.suara.com/tag/bj-habibie">BJ Habibie</a>.</em></p>



<p>Kesadaran inilah yang mendorong beragam pihak berkumpul di Aula Unit Pelaksana Akademik Perpustakaan Universitas Negeri <a href="https://www.suara.com/tag/gorontalo">Gorontalo</a>, Kamis (27/11/2025), dalam momentum penutupan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7.</p>



<p>Di sana, beberapa pihak lintas sektor bersamuh. Dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pendamping lapangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan dari GEF SGP Indonesia, mereka menandatangani meneken Pakta Integritas Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Diskriminasi serta Pelecehan Seksual.</p>



<p>Tujuan penandatanganan pakta integritas ini sejatinya simpel namun sangat penting. Ya, pakta integritas ini ingin memastikan perempuan mendapatkan ruang aman, kesempatan yang setara, dan peran nyata dalam menjaga ekosistem di Suaka Margasatwa Nantu Boliohuto dan Taman Hutan Raya BJ Habibie.</p>



<p><strong>Mendorong Kepemimpinan Perempuan, Bukan Sekadar Kehadiran</strong></p>



<p>Masyarakat di wilayah penyangga memahami, perempuan berperan vital. Mereka menjaga pangan keluarga, mempraktikkan pengetahuan lokal soal tanaman, hingga memastikan sumber air terjaga. Banyak pengetahuan ekologis yang diwariskan turun-temurun oleh perempuan. Pengetahuan ini tidak tertulis, tapi sangat berharga.</p>



<p>Sayangnya, ketika tiba pada tahap pengambilan keputusan atau penyusunan kebijakan kelompok, peran perempuan kerap diabaikan. Peran mereka belum sepenuhnya diakomodasi. Nah, lewat pakta integritas ini, semua pihak sepakat mengubah itu. Perempuan harus punya akses sama untuk bicara, memutuskan, dan memimpin.</p>



<p>Salah satu komitmen terbesar dalam pakta ini yakni meningkatkan kepemimpinan perempuan. Artinya, perempuan tidak cuma hadir sebagai peserta. Mereka didorong terlibat dalam bentuk yang lebih strategis. Semisalnya, perempuan didorong memimpin kelompok, merancang kegiatan konservasi, atau terlibat dalam konsultasi kebijakan lokal.</p>



<p>Perempuan dinilai membawa perspektif berbeda, yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh: bagaimana tanaman tertentu bisa memberi manfaat ganda, atau bagaimana sebuah area hutan menjadi sumber air penting bagi desa. Perspektif ini tidak melulu muncul dalam diskusi teknis, tapi sangat menentukan efektivitas konservasi.</p>



<p><strong>Ruang Aman untuk Perempuan</strong></p>



<p>Di lapangan, perempuan acapkali menghadapi tantangan tambahan. Sebut saja mulai dari risiko pelecehan, diskriminasi, atau diremehkan. Karena itu, pakta integritas ini memuat komitmen tegas terhadap Zero Tolerance atau toleransi nol pada kekerasan berbasis gender dan pelecehan seksual.</p>



<p>Komitmen ini tidak hanya berbentuk janji, tetapi juga rencana nyata: memastikan adanya mekanisme pelaporan, memberikan perlindungan, dan menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi perempuan dalam semua aktivitas konservasi. Ini penting karena perempuan hanya bisa aktif berkontribusi jika mereka merasa aman.</p>



<p>Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar formalitas. Menurut Sidi, pakta integritas ini menegaskan tanggung jawab kolektif para pemangku kepentingan dalam memastikan kesetaraan gender dapat diterapkan hingga ke tingkat tapak.</p>



<p>“Hal ini perlu kami dorong sebagai komitmen bersama demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga SM Nantu dan Tahura B.J. Habibie,” ujar Sidi.</p>



<p>Pernyataan ini mengingatkan bahwa kesetaraan gender bukan hanya isu manusia, tetapi juga isu lingkungan. Ketika perempuan diberi ruang untuk berperan penuh, praktik konservasi menjadi lebih kaya dan efektif.</p>



<p><strong>Menuju Masa Depan Konservasi yang Lebih Adil</strong></p>



<p>Penandatanganan pakta ini menandai langkah besar menuju masa depan konservasi yang lebih inklusif. Ya, perempuan bukan sekadar “pelengkap”, tetapi justru sebagai aktor utama yang punya pengetahuan, pengalaman, dan peran penting dalam menjaga kelestarian hutan.</p>



<p><em>“Dengan kolaborasi lintas lembaga dan kemauan bersama untuk menciptakan ruang aman dan setara, kawasan Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie kini bergerak menuju model konservasi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,”</em> kata Sidi.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/28/132338/seruan-ruang-aman-bagi-peran-perempuan-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie?</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/seruan-untuk-ruang-peran-perempuan-yang-aman-di-sm-nantu-boliohuto-dan-tahura-bj-habibie/">Seruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Thu, 20 Nov 2025 03:33:06 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Bodri]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Lokal GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosobo]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17312</guid>

					<description><![CDATA[<p>(20/11/2025) Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal. ‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air. Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png" alt="" class="wp-image-17313" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-65-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(20/11/2025) Para <a href="https://www.suara.com/tag/perempuan">perempuan</a> di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten <a href="https://www.suara.com/tag/wonosobo">Wonosobo</a>, <a href="https://www.suara.com/tag/jawa-tengah">Jawa Tengah</a>, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal.</p>



<p>‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air.</p>



<p>Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program &#8220;Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan Aktivitas Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dengan Pariwisata Alam dan Budaya.&#8221;</p>



<p>Aktivitas ini diawali dengan ‘Meditasi Hening’ di lapangan Desa Sigedang. Dalam sesi ini, para peserta kegiatan diajak untuk menenangkan pikiran. Sejenak, para peserta diajak untuk melepaskan diri dari riuh kehidupan. Mereka diminta untuk membuka kepekaan terhadap hubungan esensial antara manusia dan alam.</p>



<p>Sesi hening rampung. Lalu, peserta diajak menempuh perjalanan menuju Mata Air Sendang. Sambil berjalan, mereka membawa 1.000 bibit pohon <a href="https://www.suara.com/tag/kopi">kopi</a> siap tanam. Bibit kopi ini ditanam di sepanjang jalan menuju mata air. Beragam organisasi perempuan terlibat, sebut saja PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, serta kelompok permakultur, akarwangi, dan restorasi hutan.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo Endang Lisdyaningsih menyampaikan data penting menyoal pelestarian sumber air. Endang mengungkapkan bahwa data di musim kemarau tahun 2025 menunjukkan ada 1.670 mata air yang tetap hidup.</p>



<p>&#8220;Nah, penanaman pohon 200 meter di atas sumber mata air akan menyelamatkan mata air di musim kemarau. Karena itu, pentingnya intervensi vegetatif di kawasan hulu,&#8221; ujar Endang.</p>



<p>Kegiatan ini juga memantik antusiasme para pemimpin organisasi perempuan. Mereka menyambut baik kegiatan ‘Meditasi Mata Air’ karena bisa memberikan manfaat ganda. Menurut Umi Amkhudloh selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kejajar, kegiatan ini bisa memberikan manfaat secara ekologi sekaligus manfaat ekonomi jangka panjang.</p>



<p>&#8220;Menanam pohon bisa memberikan manfaat secara ekologi untuk mencegah longsor dan banjir. Juga bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Kita wajib bersyukur tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng karena berlimpah mata air. Namun kita wajib menjaganya dengan menanam pohon,&#8221; ujar Umi.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Samitra Lingkungan Rumiyati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi ‘Kongres Mata Air’ yang diadakan di Desa Igirmranak pada Agustus 2025. Dia juga menegaskan komitmen komunitas untuk memastikan warisan lingkungan yang lestari.</p>



<p>Perempuan menjaga mata air dengan menanam pohon sebagai bentuk perawatan kehidupan. Setiap akar yang kita tanam menjadi harapan. Setiap tetes air yang kita rawat menjadi keberlanjutan. Bersama kita titipkan bumi yang lebih teduh bagi generasi mendatang. Karena hari ini kita memilih Merawat bukan meninggalkan,&#8221; tutup Rumiyati.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/20/082846/meditasi-mata-air-perempuan-wonosobo-tanam-1000-kopi-untuk-kelestarian-das-bodri?</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/perempuan-wonosobo-tanam-1-000-kopi-untuk-menjaga-das-bodri-melalui-meditasi-mata-air/">Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui &#8220;Meditasi Mata Air&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>International Sustainable Rice Forum 2025: Partnership Internasional untuk Masa Depan Pangan Dunia</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/international-sustainable-rice-forum-2025-partnership-internasional-untuk-masa-depan-pangan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 18 Nov 2025 15:14:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IFC]]></category>
		<category><![CDATA[ISRF]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17309</guid>

					<description><![CDATA[<p>(18/11/2025) International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025&#160;menghadirkan sesi pleno II yang berfokus pada masa depan beras berkelanjutan dan upaya global menghadapi tantangan pangan pokok dunia. Diskusi ini tidak hanya menyoroti urgensi transformasi sektor perberasan, tetapi juga mencari solusi konkret melalui inovasi teknologi, model pembiayaan baru, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan tema&#160;“Pendorong Perubahan: Memobilisasi Pasar, Keuangan Karbon, Donor, dan Pemerintah untuk Mempercepat Keberlanjutan Beras”, forum ini mempertemukan pemimpin dari sektor publik, swasta, serta lembaga penelitian global. Bertempat di&#160;Discovery Ancol, Jakarta Utara, pada&#160;Senin (17/11/2025), sesi ini menjadi ajang berbagi wawasan dan strategi untuk memperkuat ketahanan pangan dunia di tengah perubahan iklim yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/international-sustainable-rice-forum-2025-partnership-internasional-untuk-masa-depan-pangan-dunia/">International Sustainable Rice Forum 2025: Partnership Internasional untuk Masa Depan Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-1024x576.png" alt="" class="wp-image-17310" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-1024x576.png 1024w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-300x169.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-768x432.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-1536x864.png 1536w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-600x338.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64-10x6.png 10w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-64.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Seremoni pembukaan acara International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025). Dok Istimewa<br></figcaption></figure>



<p>(18/11/2025) <strong>International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025</strong>&nbsp;menghadirkan sesi pleno II yang berfokus pada masa depan beras berkelanjutan dan upaya global menghadapi tantangan pangan pokok dunia. Diskusi ini tidak hanya menyoroti urgensi transformasi sektor perberasan, tetapi juga mencari solusi konkret melalui inovasi teknologi, model pembiayaan baru, dan kolaborasi lintas sektor.</p>



<p>Dengan tema&nbsp;<strong>“Pendorong Perubahan: Memobilisasi Pasar, Keuangan Karbon, Donor, dan Pemerintah untuk Mempercepat Keberlanjutan Beras”</strong>, forum ini mempertemukan pemimpin dari sektor publik, swasta, serta lembaga penelitian global. Bertempat di&nbsp;<strong>Discovery Ancol, Jakarta Utara</strong>, pada&nbsp;<strong>Senin (17/11/2025)</strong>, sesi ini menjadi ajang berbagi wawasan dan strategi untuk memperkuat ketahanan pangan dunia di tengah perubahan iklim yang semakin kompleks.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Urgensi Transformasi Sektor Beras</h3>



<p>Paparan utama disampaikan oleh&nbsp;<strong>Alan Johnson</strong>, Senior Operations Officer di&nbsp;<strong>International Finance Corporation (IFC)</strong>, bagian dari Grup Bank Dunia yang berfokus pada pembangunan sektor swasta, sekaligus&nbsp;<strong>Ketua Dewan Direksi Sustainable Rice Platform (SRP)</strong>.</p>



<p>Dalam sambutannya, Johnson menegaskan bahwa beras memegang peranan vital dalam&nbsp;<strong>keamanan pangan global, penghidupan jutaan petani, serta dampaknya terhadap emisi karbon dan penggunaan air.</strong><br>Meski berbagai teknologi pertanian berkelanjutan seperti&nbsp;<strong>Alternate Wetting and Drying (AWD)</strong>&nbsp;dan benih tahan penyakit telah tersedia lebih dari dua dekade,&nbsp;<strong>adopsinya masih sangat rendah</strong>.</p>



<p>“Hanya sekitar 5 hingga 6 persen dari total produksi beras global yang dapat dikategorikan berkelanjutan,” ungkap Johnson. Ia menambahkan, perubahan ini membutuhkan kombinasi insentif pasar, pembiayaan inklusif, serta perubahan perilaku di tingkat petani.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Aksi Lokal ke Dampak Global</h3>



<p>Setelah paparan utama, Johnson mengundang sejumlah panelis untuk berdiskusi, antara lain&nbsp;<strong>Sidi Rana Menggala</strong>&nbsp;(Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia),&nbsp;<strong>Anoushka Harris</strong>&nbsp;(Sustainability Manager Associated British Foods),&nbsp;<strong>Senthilkumar Kalimuthu</strong>&nbsp;(Program Leader Africa Rice), dan&nbsp;<strong>Arjumand Nizami</strong>&nbsp;(Pakistan Country Director Helvetas).</p>



<p>Dalam diskusi, <strong>Sidi Rana Menggala</strong> menyoroti kiprah <strong>Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP)</strong> di Indonesia sejak 1997. Program tersebut berfokus pada aksi lokal berdampak global, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca di area lebih dari <strong>2.500 hektare</strong>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Program kami berdampak langsung pada 86 kelompok masyarakat, masing-masing mengelola dana hibah antara USD 10.000 hingga USD 50.000, atau sekitar Rp167 juta hingga Rp838 juta,” jelasnya.</p>
</blockquote>



<p>Sidi menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah&nbsp;<strong>mengubah perilaku petani</strong>&nbsp;yang cenderung menghindari risiko. Ia menekankan pentingnya menyamakan bahasa dengan petani agar inisiatif karbon tidak hanya menjadi jargon global, tetapi juga&nbsp;<strong>meningkatkan kesejahteraan mereka secara nyata.</strong></p>



<p>Sebagai contoh, GEF SGP Indonesia menjalankan program pertanian berkelanjutan di&nbsp;<strong>Sulawesi Selatan</strong>, melibatkan&nbsp;<strong>lebih dari 200 petani di 15 desa.</strong>&nbsp;Program ini mendorong transisi dari penggunaan pestisida ke&nbsp;<strong>pupuk organik</strong>&nbsp;serta memperkuat hubungan komunitas melalui&nbsp;<em>learning circle</em>&nbsp;atau lingkar belajar.</p>



<p>“Kami mungkin satu-satunya lembaga di Indonesia yang masih memberikan hibah langsung kepada petani dan inisiatif lokal. Karena itu, kami ingin memperluas kolaborasi dengan kementerian dan pemerintah daerah agar dampaknya lebih luas,” tambahnya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://daily-life.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-18-at-10.52.51-1024x576.jpeg" alt=" Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala saat berbicara dalam sesi panel acara International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025) dok Istimewa" class="wp-image-2558"/><figcaption class="wp-element-caption">Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala saat berbicara dalam sesi panel acara International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025) dok Istimewa</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Perspektif Global tentang Keberlanjutan Beras</h3>



<p>Dari sisi industri,&nbsp;<strong>Anoushka Harris</strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Associated British Foods</strong>&nbsp;menjelaskan bahwa penerapan&nbsp;<strong>standar SRP</strong>&nbsp;bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk&nbsp;<strong>mendorong dampak sosial dan lingkungan yang positif.</strong></p>



<p>Namun, tantangan terbesar menurutnya ada pada sisi komunikasi kepada konsumen.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Konsumen Inggris misalnya, belum memahami sepenuhnya konsep keberlanjutan. Narasi yang efektif adalah mengaitkannya dengan&nbsp;<strong>kesehatan dan nutrisi</strong>, bukan sekadar klaim penghematan air,” ujarnya.</p>
</blockquote>



<p>Sementara itu,&nbsp;<strong>Senthilkumar Kalimuthu</strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Africa Rice</strong>&nbsp;memaparkan kondisi benua Afrika yang masih&nbsp;<strong>mengimpor sekitar 40% dari total konsumsi beras sebesar 48 juta ton per tahun.</strong>&nbsp;Nilainya mencapai&nbsp;<strong>USD 8,2 miliar (Rp137 triliun)</strong>&nbsp;per tahun.<br>Menurutnya, adopsi sistem beras berkelanjutan adalah&nbsp;<strong>langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor</strong>. Afrika memiliki peluang untuk langsung mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan tanpa harus mengulang langkah-langkah inefisien yang pernah dilalui Asia.</p>



<p>Adapun&nbsp;<strong>Arjumand Nizami</strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Helvetas Pakistan</strong>&nbsp;menyoroti soal&nbsp;<strong>premi harga</strong>&nbsp;bagi petani. Menurutnya, sistem insentif sementara memang memotivasi petani, tetapi tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.<br>Ia berpendapat bahwa insentif yang lebih efektif justru datang dari&nbsp;<strong>penurunan biaya produksi, jaminan pasar, serta peningkatan layanan pertanian.</strong></p>



<p>“Intinya, kita perlu membangun&nbsp;<em>business case</em>&nbsp;yang kuat untuk menjadikan keberlanjutan sebagai pilihan rasional dan menguntungkan bagi petani,” tegas Nizami.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menuju Beras Berkelanjutan Sebagai “Normal Baru”</h3>



<p>Kesimpulan dari sesi ini menegaskan bahwa&nbsp;<strong>transisi menuju sistem perberasan berkelanjutan</strong>&nbsp;membutuhkan&nbsp;<strong>kemitraan multi-pemangku kepentingan</strong>&nbsp;yang solid — mulai dari pemerintah, lembaga riset, sektor swasta, hingga petani.</p>



<p>Pendekatan&nbsp;<strong>publik-swasta yang holistik</strong>&nbsp;menjadi kunci untuk membawa beras berkelanjutan dari sekadar proyek percontohan menjadi&nbsp;<strong>“normal baru” dalam produksi global.</strong><br>Dengan investasi yang tepat, edukasi berkelanjutan, serta dukungan kebijakan inklusif, transformasi ini bukan hanya memungkinkan, tapi juga menjadi fondasi penting bagi&nbsp;<strong>masa depan pangan dunia yang tangguh, adil, dan hijau.</strong></p>



<p>Sumber: https://daily-life.id/9092-20-november-2025-news-international-sustainable-rice-forum-2025-kolaborasi-global-untuk-masa-depan-pangan-dunia/</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/international-sustainable-rice-forum-2025-partnership-internasional-untuk-masa-depan-pangan-dunia/">International Sustainable Rice Forum 2025: Partnership Internasional untuk Masa Depan Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hanya 5% beras di dunia termasuk dalam kategori berkelanjutan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/hanya-5-beras-di-dunia-termasuk-dalam-kategori-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 18 Nov 2025 11:55:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ISRF]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17303</guid>

					<description><![CDATA[<p>(18/11/2025) Senior Operations Officer  International Finance Corporation (IFC), Alan Johnson, menyoroti urgensi transformasi sektor perberasan. Dia mengungkap pentingnya beras terhadap keamanan pangan global, penghidupan jutaan petani, serta kontribusinya terhadap emisi dan penggunaan air. Alan Johnson yang juga merupakan Ketua Dewan Direksi Sustainable Rice Platform (SRP) ini&#160;&#160;menyoroti, teknologi dan praktik budidaya berkelanjutan seperti&#160;Alternate Wetting and Drying (AWD)&#160;serta benih tahan penyakit sudah tersedia selama lebih dari dua dekade. Kendati begitu, tingkat adopsinya sangat rendah. Menurut Johnson, hanya 5 hingga 6 persen&#160;beras global&#160;yang saat ini dapat dikategorikan berkelanjutan, kata dia dalam International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025). Dilansir dari keterangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/hanya-5-beras-di-dunia-termasuk-dalam-kategori-berkelanjutan/">Hanya 5% beras di dunia termasuk dalam kategori berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="830" height="556" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62.png" alt="" class="wp-image-17304" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62.png 830w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-300x201.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-768x514.png 768w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-18x12.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-600x402.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-62-10x7.png 10w" sizes="auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>nternational Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025).</em></figcaption></figure>



<p>(18/11/2025) Senior Operations Officer  International Finance Corporation (IFC), Alan Johnson, menyoroti urgensi transformasi sektor perberasan. Dia mengungkap pentingnya beras terhadap keamanan pangan global, penghidupan jutaan petani, serta kontribusinya terhadap emisi dan penggunaan air.</p>



<p>Alan Johnson yang juga merupakan Ketua Dewan Direksi Sustainable Rice Platform (SRP) ini&nbsp;&nbsp;menyoroti, teknologi dan praktik budidaya berkelanjutan seperti&nbsp;<em>Alternate Wetting and Drying (AWD)</em>&nbsp;serta benih tahan penyakit sudah tersedia selama lebih dari dua dekade.</p>



<p>Kendati begitu, tingkat adopsinya sangat rendah. Menurut Johnson, hanya 5 hingga 6 persen<a href="https://republika.co.id/tag/beras-global">&nbsp;beras global&nbsp;</a>yang saat ini dapat dikategorikan berkelanjutan, kata dia dalam International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025).</p>



<p>Dilansir dari keterangan tertulis kepada&nbsp;<em>Republika</em>, diskusi yang mengangkat tema “Pendorong Perubahan: Memobilisasi Pasar, Keuangan Karbon, Donor, dan Pemerintah untuk Mempercepat Keberlanjutan Beras&#8221; tersebut&nbsp; mempertemukan pemimpin global dari sektor publik, swasta, dan penelitian.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jalan menuju investasi dan insentif yang efektif</h3>



<p>Ketika paparan tersebut selesai, Johnson pun mengajak diskusi para panelis. Mereka adalah Sidi Rana Menggala selaku Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Anoushka Harris selaku Sustainability Manager Associated British Foods, Senthilkumar Kalimuthu sebagai Program Leader Africa Rice dan Arjumand Nizami yakni Pakistan Country Director Helvetas.</p>



<p>Sidi Rana Menggala menyoroti pekerjaan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) di Indonesia sejak 1997. Selama ini, kata dia, program tersebut berfokus pada aksi lokal dengan dampak global, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca di lahan seluas lebih dari 2.500 hektare.</p>



<p>“Program kami berdampak langsung pada 86 kelompok, dan 86 kelompok ini masing-masing mengelola dana hibah mulai dari USD10.000 hingga USD 50.000–atau setara dengan Rp 167 juta hingga Rp 838 juta,” jelas dia.</p>



<p>Ilmuwan dari Ghent University tersebut menyatakan, tantangan terbesar adalah kemanusiaan dan perubahan perilaku petani yang cenderung menghindari risiko. Untuk pasar karbon, imbuh dia, kuncinya yakni menyamakan bahasa dengan petani, memastikan inisiatif karbon pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian mereka.</p>



<p>Berbicara soal padi, komoditas ini menjadi salah satu yang dikembangkan GEF SGP Indonesia melalui berbagai inisiatif. Meski memiliki 39 komoditas lainnya seperti kakao, kopi hingga rumput laut, menurut Sidi, padi merupakan komoditas yang sangat menarik.</p>



<p>“Program ini dijalankan di Sulawesi Selatan dan melibatkan lebih dari 200 petani, dan memberikan dampak yang sangat signifikan dengan pembentukan lingkar belajar di 15 Desa. Dari inisiatif ini, ada peningkatan penggunaan pupuk organik—bukan lagi pestisida. Selain memperbaiki proses pertanian, kami juga membangun hubungan komunitas yang kuat,” ujar Sidi.</p>



<p>Sidi mengatakan, ke depannya, GEF SGP Indonesia ingin melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Sebagai penyalur hibah yang ingin berkolaborasi, imbuh Sidi, pihaknya dapat memberikan dukungan menyeluruh.</p>



<p>“Kami mungkin adalah penyalur hibah terakhir di Indonesia yang masih menyediakan hibah langsung untuk insiatif lokal dan petani. Jadi, kami ingin mengajak semua pihak bekerja sama. Kami menggandeng pemerintah daerah dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan—semuanya mendukung kami,” ujar Sidi.</p>



<p>Sementara Anoushka Harris dari Associated British Foods, salah satu pendiri SRP, menjelaskan, motivasi perusahaan adalah manfaat lingkungan dan sosial dari standar SRP, serta kebutuhan untuk mengkomunikasikan isu lingkungan seputar beras kepada konsumen.</p>



<p>Saat ditanya soal premi harga, Harris menyatakan, “konsumen Inggris tidak mengetahui tentang keberlanjutan, tetapi pelanggan yang perlu memahami standar tersebut. Narasi keberlanjutan lebih baik dikaitkan dengan kesehatan dan nutrisi daripada klaim seperti penghematan air, karena itu lebih menarik bagi konsumen.”</p>



<p>Senthilkumar Kalimuthu dari Africa Rice, lembaga penelitian di 28 negara Afrika, memaparkan signifikansi beras di benua tersebut. Sekitar 40 persen dari 48 juta ton beras yang dikonsumsi masih diimpor. Kondisi ini menelan biaya sekitar USD 8,2 miliar per tahun atau setara dengan Rp 137 triliun.</p>



<p>Kalimuthu menegaskan beras berkelanjutan adalah prioritas besar. Pasalnya, Afrika dapat melewatkan langkah-langkah yang kurang efisien yang dilalui Asia. Mereka langsung mengadopsi teknologi berkelanjutan. Nah, tantangan utama di Afrika adalah rantai nilai yang terputus, infrastruktur terbatas, dan kurangnya investasi.</p>



<p>Nizami dari Helvetas menyampaikan pandangan soal premi harga. Dalam jangka pendek, premi harga memang mendorong motivasi dan keuntungan segera bagi petani. Tapi, imbuh dia, kondisi ini bisa menimbulkan masalah keberlanjutan dan kepercayaan jika premi tersebut dihapus atau berfluktuasi.</p>



<p>Dia berargumen insentif yang lebih berkelanjutan adalah pengurangan biaya produksi (melalui praktik seperti Alternative Wetting and Drying/AWD), peningkatan layanan ekstensi pertanian, dan jaminan pasar. Intinya adalah membangun kasus bisnis untuk keberlanjutan.</p>



<p>Transisi keberlanjutan beras memerlukan kemitraan multi-pemangku kepentingan yang bekerja secara koheren untuk mengatasi risiko, memperkuat sistem standar, dan paling penting, menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai keputusan bisnis yang menguntungkan bagi petani.</p>



<p>Kemitraan publik-swasta dan pendekatan holistik adalah kunci untuk membawa beras berkelanjutan dari ceruk pasar menjadi &#8220;normal baru&#8221; dalam produksi beras global.</p>



<p>Sumber: <a href="https://esgnow.republika.co.id/berita/t5wocf483/hanya-5-persen-beras-global-masuk-kategori-berkelanjutan-part3">https://esgnow.republika.co.id/berita/t5wocf483/hanya-5-persen-beras-global-masuk-kategori-berkelanjutan-part3</a></p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/hanya-5-beras-di-dunia-termasuk-dalam-kategori-berkelanjutan/">Hanya 5% beras di dunia termasuk dalam kategori berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggung ISRF 2025: Inovasi, Investasi, dan Insentif untuk Solusi Beras Berkelanjutan</title>
		<link>https://sgp-indonesia.org/en/panggung-isrf-2025-inovasi-investasi-dan-insentif-untuk-solusi-beras-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin sgp]]></dc:creator>
		<pubdate>Tue, 18 Nov 2025 11:51:00 +0000</pubdate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[GEF SGP Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Untuk Lingkungan]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://sgp-indonesia.org/?p=17300</guid>

					<description><![CDATA[<p>(18/11/2025) International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 menghadirkan sesi pleno II yang menyoroti urgensi dan solusi kolektif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pangan pokok global. Sesi juga membahas masa depan beras berkelanjutan, pentingnya kolaborasi mitra lintas sektor, inovasi teknologi hingga model pembiayaan untuk petani. Diskusi mengangkat tema&#160;“Pendorong Perubahan: Memobilisasi Pasar, Keuangan Karbon, Donor, dan Pemerintah untuk Mempercepat Keberlanjutan&#160;Beras.”&#160;Para pakar dihadirkan pada sesi ini. Paparan utama dan diskusi panel ini mempertemukan pemimpin global dari sektor publik, swasta, dan penelitian. Sesi dibuka dengan paparan utama dari Alan Johnson, Senior Operations Officer di International Finance Corporation (IFC)—bagian dari Grup Bank Dunia yang berfokus pada...</p>
<p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/panggung-isrf-2025-inovasi-investasi-dan-insentif-untuk-solusi-beras-berkelanjutan/">Panggung ISRF 2025: Inovasi, Investasi, dan Insentif untuk Solusi Beras Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="653" height="366" src="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61.png" alt="" class="wp-image-17301" srcset="https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61.png 653w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61-300x168.png 300w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61-18x10.png 18w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61-600x336.png 600w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61-1x1.png 1w, https://sgp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/11/image-61-10x6.png 10w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sidi Rana Menggala saat membahas masa depan beras berkelanjutan dalam salah satu sesi di International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025, Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025).(Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>



<p>(18/11/2025) <a href="https://www.suara.com/tag/international-sustainable-rice-forum">International Sustainable Rice Forum</a> (<a href="https://www.suara.com/tag/isrf">ISRF</a>) 2025 menghadirkan sesi pleno II yang menyoroti urgensi dan solusi kolektif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pangan pokok global. Sesi juga membahas masa depan <a href="https://www.suara.com/tag/beras-berkelanjutan">beras berkelanjutan</a>, pentingnya kolaborasi mitra lintas sektor, inovasi teknologi hingga model pembiayaan untuk petani.</p>



<p>Diskusi mengangkat tema&nbsp;<em>“Pendorong Perubahan: Memobilisasi Pasar, Keuangan Karbon, Donor, dan Pemerintah untuk Mempercepat Keberlanjutan&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/beras">Beras</a>.”</em>&nbsp;Para pakar dihadirkan pada sesi ini. Paparan utama dan diskusi panel ini mempertemukan pemimpin global dari sektor publik, swasta, dan penelitian.</p>



<p>Sesi dibuka dengan paparan utama dari Alan Johnson, Senior Operations Officer di International Finance Corporation (IFC)—bagian dari Grup Bank Dunia yang berfokus pada sektor swasta sebagai vektor pembangunan—dan juga Ketua Dewan Direksi Sustainable Rice Platform (SRP).</p>



<p>Dalam acara yang digelar di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025), Johnson menyoroti urgensi transformasi sektor perberasan, mengingat perannya terhadap keamanan pangan global, penghidupan jutaan petani, serta kontribusinya terhadap emisi dan penggunaan air.</p>



<p>Memang, teknologi dan praktik budidaya berkelanjutan seperti Alternate Wetting and Drying (AWD) serta benih tahan penyakit sudah tersedia selama lebih dari dua dekade. Kendati begitu, tingkat adopsinya sangat rendah. Menurut Johnson, hanya 5 hingga 6 persen beras global yang saat ini dapat dikategorikan berkelanjutan.</p>



<p><strong>Jalan Menuju Investasi dan Insentif yang Efektif</strong></p>



<p>Ketika paparan tersebut selesai, Johnson pun mengajak diskusi para panelis. Mereka adalah Sidi Rana Menggala selaku Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Anoushka Harris selaku Sustainability Manager Associated British Foods, Senthilkumar Kalimuthu sebagai Program Leader Africa Rice dan Arjumand Nizami yakni Pakistan Country Director Helvetas.</p>



<p>Sidi Rana Menggala menyoroti pekerjaan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) di Indonesia sejak 1997. Selama ini, kata dia, program tersebut berfokus pada aksi lokal dengan dampak global, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca di lahan seluas lebih dari 2.500 hektare.</p>



<p><em>“Program kami berdampak langsung pada 86 kelompok, dan 86 kelompok ini masing-masing mengelola dana hibah mulai dari USD10.000 hingga USD 50.000–atau setara dengan Rp 167 juta hingga Rp 838 juta,”</em>&nbsp;jelasnya.</p>



<p>Menurut ilmuwan dari Ghent University tersebut, tantangan terbesar adalah kemanusiaan dan perubahan perilaku petani yang cenderung menghindari risiko. Untuk pasar karbon, imbuh dia, kuncinya yakni menyamakan bahasa dengan petani, memastikan inisiatif karbon pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian mereka.</p>



<p>Berbicara soal padi, komoditas ini menjadi salah satu yang dikembangkan GEF SGP Indonesia melalui berbagai inisiatif. Meski memiliki 39 komoditas lainnya seperti kakao, kopi hingga rumput laut, menurut Sidi, padi merupakan komoditas yang sangat menarik.</p>



<p><em>“Program ini dijalankan di Sulawesi Selatan dan melibatkan lebih dari 200 petani, dan memberikan dampak yang sangat signifikan dengan pembentukan lingkar belajar di 15 Desa. Dari inisiatif ini, ada peningkatan penggunaan pupuk organik—bukan lagi pestisida. Selain memperbaiki proses pertanian, kami juga membangun hubungan komunitas yang kuat,”</em>&nbsp;ujar Sidi.</p>



<p>Sidi mengatakan, ke depannya, GEF SGP Indonesia ingin melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Sebagai penyalur hibah yang ingin berkolaborasi, imbuh Sidi, pihaknya dapat memberikan dukungan menyeluruh.</p>



<p><em>“Kami mungkin adalah penyalur hibah terakhir di Indonesia yang masih menyediakan hibah langsung untuk insiatif lokal dan petani. Jadi, kami ingin mengajak semua pihak bekerja sama. Kami menggandeng pemerintah daerah dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan—semuanya mendukung kami,”</em>&nbsp;ujar Sidi.</p>



<p>Sementara Anoushka Harris dari Associated British Foods, salah satu pendiri SRP, menjelaskan bahwa motivasi perusahaan adalah manfaat lingkungan dan sosial dari standar SRP, serta kebutuhan untuk mengkomunikasikan isu lingkungan seputar&nbsp;<a href="https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/18/103059/solusi-beras-berkelanjutan-dari-panggung-isrf-2025-inovasi-investasi-hingga-insentif?page=1#"><br>&nbsp;beras</a>&nbsp;kepada konsumen.</p>



<p>Saat ditanya soal premi harga, Harris menyatakan,&nbsp;<em>“konsumen Inggris tidak mengetahui tentang keberlanjutan, tetapi pelanggan yang perlu memahami standar tersebut. Narasi keberlanjutan lebih baik dikaitkan dengan kesehatan dan nutrisi daripada klaim seperti penghematan air, karena itu lebih menarik bagi konsumen.”</em></p>



<p>Kemudian, Senthilkumar Kalimuthu dari Africa Rice, lembaga penelitian di 28 negara Afrika, memaparkan signifikansi&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/beras">beras</a>&nbsp;di benua tersebut. Sekitar 40 persen dari 48 juta ton beras yang dikonsumsi masih diimpor. Kondisi ini menelan biaya sekitar USD 8,2 miliar per tahun atau setara dengan Rp 137 triliun.</p>



<p>Kalimuthu menegaskan&nbsp;<a href="https://www.suara.com/tag/beras-berkelanjutan">beras berkelanjutan</a>&nbsp;adalah prioritas besar. Pasalnya, Afrika dapat melewatkan langkah-langkah yang kurang efisien yang dilalui Asia. Mereka langsung mengadopsi teknologi berkelanjutan. Nah, tantangan utama di Afrika adalah rantai nilai yang terputus, infrastruktur terbatas, dan kurangnya investasi.</p>



<p>Nizami dari Helvetas menyampaikan pandangan soal premi harga. Dalam jangka pendek, premi harga memang mendorong motivasi dan keuntungan segera bagi petani. Tapi, imbuh dia, kondisi ini bisa menimbulkan masalah keberlanjutan dan kepercayaan jika premi tersebut dihapus atau berfluktuasi.</p>



<p>Dia berargumen insentif yang lebih berkelanjutan adalah pengurangan biaya produksi (melalui praktik seperti Alternative Wetting and Drying/AWD), peningkatan layanan ekstensi pertanian, dan jaminan pasar. Intinya adalah membangun kasus bisnis untuk keberlanjutan.</p>



<p>Transisi keberlanjutan beras memerlukan kemitraan multi-pemangku kepentingan yang bekerja secara koheren untuk mengatasi risiko, memperkuat sistem standar, dan paling penting, menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai keputusan bisnis yang menguntungkan bagi petani.</p>



<p>Kemitraan publik-swasta dan pendekatan holistik adalah kunci untuk membawa beras berkelanjutan dari ceruk pasar menjadi&nbsp;<em>&#8220;normal baru&#8221;</em>&nbsp;dalam produksi beras global.</p>



<p>Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2025/11/18/103059/solusi-beras-berkelanjutan-dari-panggung-isrf-2025-inovasi-investasi-hingga-insentif?page=1</p><p>Artikel <a href="https://sgp-indonesia.org/en/panggung-isrf-2025-inovasi-investasi-dan-insentif-untuk-solusi-beras-berkelanjutan/">Panggung ISRF 2025: Inovasi, Investasi, dan Insentif untuk Solusi Beras Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://sgp-indonesia.org/en">SGP Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>