
Prioritas tematik 1 dari 5
Ekosistem dan spesies terancam


Gambaran tema
Penangkapan ikan yang tidak diatur, deforestasi, dan kerusakan terumbu karang melemahkan fungsi ekosistem. Alih fungsi lahan dan izin yang tumpang tindih mengancam ekosistem sekaligus meminggirkan masyarakat setempat.
Selaras dengan: Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045 · Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework
Pengajuan hibah OP8
Call for Proposals OP8, siklus 1 Gagasan di tema ini dapat diajukan melalui SGP Portal akan dibuka segera! Lihat call →Pemetaan wilayah adat
Masalah utama
Masyarakat adat mengelola lebih dari seperempat daratan dunia, dan keanekaragaman hayati di wilayah adat setara atau bahkan lebih tinggi daripada di kawasan lindung resmi. Tanpa pengakuan hak kelola, wilayah ini mudah beralih fungsi.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
ArtikelBawa Inisiatif Pangan Adaptif dan Konservasi Lanskap, YBUL - GEF SGP Indonesia Tembus Nominasi 5 Besar SDGs Awards Bappenas 2025DAS Balantieng · 2026
ArtikelFestival Raksha Loka GEF SGP Angkat Peran Perempuan Sebagai Garda Depan Krisis IklimSM Nantu · 2026
ArtikelFestival Raksha Loka GEF SGP Indonesia: Konsolidasi Lintas Kementerian untuk Kawal Penghidupan Tapak, Sumber Daya Alam, Pemberdayaan Desa dan Kepemimpinan Perempuan Hadapi Krisis IklimSM Nantu · 2026Hasil yang kami tuju
Capaian diperbarui setiap semester di dasbor OP8.
Konservasi pesisir dan laut
Masalah utama
Lebih dari seperempat tutupan mangrove asli dunia sudah hilang, 3–5 kali lebih cepat daripada laju hilangnya hutan pada umumnya. Padahal sekitar 75% jenis ikan komersial menghabiskan sebagian hidupnya di mangrove, dan setiap hektare mangrove menyimpan sekitar 1.000 ton karbon.
Lihat selengkapnya →Perlindungan spesies
Masalah utama
Perdagangan satwa liar ilegal bernilai USD 7–23 miliar per tahun, dan populasi satwa liar menurun di banyak tempat. Kemerosotan ini menggerus mata pencaharian warga, memperdalam kemiskinan, dan dapat memicu konflik.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
ArtikelSeruan untuk Ruang Peran Perempuan yang Aman di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ HabibieSM Nantu · 2025
ArtikelPerempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Menjaga DAS Bodri melalui "Meditasi Mata Air"DAS Bodri · 2025
ArtikelMasa Depan Beras Berkelanjutan Dengan Inovasi, Investasi, dan Insentif dari IRF 20252025Agroforestri ramah keanekaragaman hayati
Masalah utama
Pertanian mendorong hingga 80% deforestasi global dan 70% hilangnya keanekaragaman hayati darat. Agroforestri mempertahankan tutupan pohon sambil tetap menghasilkan pangan dan pendapatan.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
Ekonomi biru berbasis komunitas
Masalah utama
Ikan menyumbang 15% asupan protein hewani bagi 4,3 miliar orang. Di Indonesia, program Coremap yang didukung GEF di 358 komunitas pesisir menunjukkan bahwa mata pencaharian alternatif mengurangi penangkapan ikan dengan bom dan sianida yang merusak terumbu karang.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
ArtikelProgram Petani Keren FAO! Saat Generasi Muda Didorong Jadi ‘Agripreneur’ Masa Depan Indonesia2025
ArtikelProgram Petani Keren FAO Digagas, Puluhan Bibit Muda Dilatih Menjadi Agripreneur2025
ArtikelAgroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi HijauDAS Balantieng · 2025Restorasi ekosistem
Masalah utama
Degradasi lahan sudah mencakup 1,6 miliar hektare atau 15,4% daratan bumi, dan mengancam kesehatan, mata pencaharian, serta keamanan sekitar 3,2 miliar orang.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
ArtikelCerita 103 Lebih Lapangan Kerja Hijau Tercipta dari Desa hingga PesisirDAS Balantieng · 2025
ArtikelFestival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS BodriDAS Bodri · 2025
ArtikelFestival Bodri 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian DAS BodriDAS Bodri · 2025Tata kelola perikanan komunitas
Masalah utama
Lebih dari 35% stok ikan dunia yang dikaji kini ditangkap secara tidak berkelanjutan, naik dari sekitar 10% pada 1974. Seorang nelayan di Sulawesi Tenggara bercerita tangkapannya turun dari sekitar 100 kg menjadi 30–50 kg sehari.
Lihat selengkapnya →Suara dari lapangan
ArtikelPelatihan Penguatan Kapasitas Aparat Desa di Gorontalo: Wujudkan Pembangunan Berbasis Peraturan DesaSM Nantu · 2025
ArtikelPelatihan Penguatan Kapasitas Aparat Desa di Gorontalo: Wujudkan Pembangunan Berbasis Peraturan DesaSM Nantu · 2025
ArtikelSekolah Kampung Pabuto Nantu: Nyala Asa Para Transmigran di Tepi HutanSM Nantu · 2025





