
Jakarta (11/8). Teras Mitra (TM), sebuah platform yang didedikasikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari berbagai mitra, baru-baru ini mencapai tonggak penting dengan merayakan seri TM Share ke-500. Acara bersejarah ini, yang didukung penuh oleh GEF SGP Indonesia, menandai pencapaian signifikan dalam misi Teras Mitra untuk menginspirasi inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan kekayaan alam dan kewirausahaan sosial di seluruh Indonesia. Perayaan ini diadakan secara hibrida, dengan acara luring di Kedai Pacar Merah dan Postblock, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom dan kanal YouTube Teras Mitra, memastikan jangkauan yang luas bagi audiens di berbagai lokasi.
Membuka acara diskusi sekaligus perayaan yang ke-500, Selia Narwasti Nangi, Staff Resources Mobilization Terasmitra menyampaikan rasa kagumnya karena perjalanan panjang TM Share tersebut bermula saat Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. “Kami bersyukur kepada pihak-pihak yang telah mendukung TM Share hingga bisa melaksanakan diskusi yang ke-500 ini dan begitupun para partisipan setia TM Share di berbagai platform mulai Zoom, instagram dan Youtube,” ucapnya.
TM Share kali ini secara khusus menyoroti tema krusial “Perubahan Iklim dan Agensi Perempuan di Pulau-Pulau Terkecil”, sebuah topik yang relevan dengan tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Momen spesial ini juga menjadi momen peluncuran buku baru dari Mama Aleta Fund (MAF), sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi mendukung perjuangan perempuan di Indonesia Timur. Buku tersebut, berjudul Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun dan Sergum, berisi kumpulan cerita inspiratif mengenai pembelajaran, perlawanan, dan pemulihan ruang hidup dari perempuan-perempuan tangguh di pulau Timor, Flores, Adonara, dan Lembata. Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya menyoroti kekuatan dan ketahanan perempuan, tetapi juga mengeksplorasi kedalaman pengetahuan mereka tentang sejarah politik lokal, ekologi tradisional, serta tantangan mendesak yang mereka hadapi akibat krisis iklim yang semakin parah.

Sesi diskusi dimoderatori oleh Tejo Wahyu Jatmiko dari Perkumpulan Indonesia Berseru. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di bidangnya: Albertus Vembrianto, seorang fotografer yang karyanya menghiasi buku Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun, dan Sorgum; Meilati Murniani Batubara, seorang aktivis pangan dari Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia; serta Tarry Kerans dari Koalisi KOPI Mura Rame, yang memberikan pandangan tentang dinamika sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Sejak pertama kali diluncurkan, TM Share telah berkembang menjadi wadah yang sangat penting bagi para inisiator dan inovator di seluruh Indonesia. Platform ini telah memfasilitasi 1.300 narasumber untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan pembelajaran mereka dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan TM Share tidak hanya terlihat dari jumlah narasumber, tetapi juga dari partisipasi audiens yang besar. Hingga saat ini, TM Share telah dihadiri dan didengarkan oleh 11.200 peserta, baik melalui berbagai saluran daring seperti Instagram Live, Zoom, dan YouTube podcast, maupun melalui pertemuan langsung (offline.
Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Teras Mitra melalui program TM Share. Ia menegaskan bahwa platform ini telah berhasil menyediakan ruang yang efektif bagi mitra-mitra untuk berbagi kisah sukses yang tidak hanya menginspirasi tetapi juga dapat memotivasi masyarakat luas, khususnya para pengguna media sosial, untuk terlibat aktif dalam gerakan positif. “Saya meyakini bahwa gerakan di tingkat akar rumput (tapak) memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan” jelasnya.
Ia berharap, TM Share akan terus berkembang, menginspirasi, dan mengangkat lebih banyak lagi cerita-cerita keberhasilan dari komunitas di seluruh Indonesia, sehingga dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk ikut berkontribusi aktif dalam membangun negeri dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

